Satma AMPI Madina Nilai Polisi Lemah Menindak Pelaku Tambang Emas Ilegal, AMPI Akan Laporkan Para Pelaku
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 30 menit yang lalu
- print Cetak

Aktifitas tambang emas ilegal di Kecamatan Linggabayu, Madina ( ist )
Linggabayu ||Mandailing Online- Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Linggabayu, Madina, Sumatera Utara, kembali beroperasi pasca Lebaran, memicu protes keras dari Bendahara Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (Satma AMPI) Madina, Muhammad Saleh.
“Polisi lemah! Mereka mengabaikan UU pertambangan mineral dan batubara. Tambang ilegal ini merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial,” tegas Saleh Senin 30/3/2026
Saleh menuding aparat penegak hukum terkesan diam dan tidak serius menangani kasus ini. “Jika ada indikasi pembiaran atau keterlibatan oknum, harus diusut transparan dan ditindak tegas!”
Satma AMPI Madina tidak akan tinggal diam. Mereka akan melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum dan melakukan tekanan moral serta sosial untuk menuntut keadilan.
Ia juga menilai Pemda Madina patut dipertanyakan terkait efektivitas pengawasan. Bisa jadi ada kelemahan koordinasi, pembiaran, atau bahkan ketidakseriusan dalam menangani persoalan ini. Kami mendorong agar Pemda tidak tutup mata dan lebih proaktif dalam melindungi lingkungan serta masyarakat.
“Pemda harus proaktif melindungi lingkungan dan masyarakat! Jangan tutup mata terhadap praktik tambang ilegal ini!” tuntut Saleh.
Seperti diketahui, praktek tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Linggabayu dan Batangnatal terus menjamur. Meski ada upaya sosialisasi penghentian aktifitas dari kepolisian setepat namun tidak membuat pelaku tambang berhenti.
Diketahui ada nama nama terduga pemodal dan pemilik excavator tambang emas ilegal di Kecamatan Linggabayu yang sudah dibocorkan masyarakat. Nama nama itu AM, AD, MN,BG, AD, AW, dan RY serta BI dan trakhir SM.(*)
- Penulis: Muhammad Hanapi

