Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

5 Milyar Dana BPJS Masih Mengendap di Rekening Dinas Kesehatan Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 5 milyar rupiah dana kapitasi program BPJS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum sampai ke pihak puskesmas dan diduga masih mengendap di rekening Dinas Kesehatan Madina.

Sejumlah pimpinan puskesmas mengaku, Senin (14/7/2014) dana tersebut belum sampai kepada puskesmas. Kondisi ini membuat hubungan antara Plt Kadis Kesehatan, Ismail Lubis dengan para kepala puskesmas (Kapus) renggang.

Berdasar pengakuan para Kapus, diduga kuat pihak Dinas Kesehatan Madina menekankan agar pengelolaan dana BPJS itu 60 % dikelola Dinas Kesehatan Madina dan 40 % dikelola pihak puskesmas.

Pihak puskesmas menyatakan, seharusnya dana tersebut berdasarkan Perpres Nomor 32 Tahun 2014, Permenkes Nomor 19 Tahun 2014 dan Surat Edaran Mendagri Nomor 900, dana kapitasi itu langsung ditransfer ke rekening puskesmas tiap bulan.

Sejak bulan Januari hingga kini dana itu belum masuk ke rekening puskesmas. Ini mengakibatkan dana kapitasi yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas belum terjalankan.

Rincian dana kapitasi sebasar Rp. 890 juta rupiah per bulan per kabupaten. Kapitasi adalah sebuah metode pembayaran untuk pelayanan kesehatan di mana penyedia layanan dibayar dalam jumlah tetap per pasien tanpa memperhatikan jumlah atau sifat layanan yang sebenarnya diberikan.

Sejauh ini belum ada konfirmasi diperoleh dari pihak Dinas Kesehatan Madina. Namun, menurut penjelasan Dinas Kesehatan kepada para puskesmas dinatakan bahwa pihak puskesmas belum mampu mengelola dana ini dan akan melanggar ketentuan keuangan daerah.

“Padahal Dirjen Keuangan Daerah dalam sosialisasi tentang dana kapitasi di Bandung beberapa waktu lalu dengan tegas sudah mengatakan bahwa dana kapitasi ditransfer langsung ke rekening puskesmas, itu tidak melanggar peraturan keuangan daerah,” kata seorang pimpinan puskesmas yang tak bersdeian namanya ditulis.

“ Intinya Plt Kadis Kesehatan menginginkan semua dana kapitasi itu ditransfer ke rekening dinas, baru dia yang kirim ke rekening puskesmas, disinilah inti maslahnya,” ucapnya.

Semenatar itu, Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, kemarin menjelaskan ada dua syarat pokok bagi puskesmas untuk menerima dana kapitasi dari BPJS Kesehatan. Yaitu mereka harus memiliki bendaraha serta akuntan keuangan khusus. Dua syarat itu wajib, karena dana kapitasi tidak mampir dulu di rekening APBD tetapi langsung ke puspkesmas.

Peliput :Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah 5 Cakada Daftar di Partai Golkar Madina

    Sudah 5 Cakada Daftar di Partai Golkar Madina

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terima 5 (Lima) berkas Calon kandidat Pilkada Madina 2024. Pendaftaran dibuka sejak 09 April 2024 Hingga 23 April 2024. Hingga sebelum ditutup pada Rabu, (24/04) 00:00 Dini hari, sudah ada 5 (Lima) Calon Kandidat Pilkada yang menyerahkan berkas calon pendaftaran kepala daerah Madina. […]

  • Ada Akil di Pilkada Madina?

    Ada Akil di Pilkada Madina?

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar sebagai tersangka penerima suap dalam Pilkada Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Akil Mochtar ditangkap KPK, malam tadi, di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Kuningan, Jakarta Selatan. Akil diduga menerima suap terkait sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah. […]

  • Atika Hadiri Acara Peringatan Hari Lahir Jenderal AH Nasution

    Atika Hadiri Acara Peringatan Hari Lahir Jenderal AH Nasution

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    HUTA PUNGKUT (Mandailing Online) – Dalam memperingati hari lahir 104 keluarga Besar Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (Pahlawan Nasional) melaksanakan zikir dan do’a di Desa kelahirannya Huta Pungkut Jae, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) Minggu (4/12/2022). Cucu Alm Jenderal Besar Abdul Haris Nasution  Eka Trisny Edyanti Nurdin menyampaikan ucapan terimakasih atas […]

  • Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

    Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Fani Ratu Rahmani Aktivis Dakwah dan Penulis tinggal di Balikpapan Kompor listrik menjadi andalan baru untuk perlengkapan di dapur, karena dari segi keamanan penggunaan kompor listrik ini relatif lebih aman dibandingkan kompor minyak ataupun kompor gas. Di sisi lainnya, kompor listrik dianggap sebagai alternatif untuk menghindari eksplorasi berlebihan pada minyak. Kompor listrik sebenarnya […]

  • Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tidak menghadiri paripurna mendengar pidato kenegaraan Presiden Jokowi di DPRD Madina, Jum’at (14/8/2020). Baru kali ini seorang bupati di Madina yang tak mengahadiri agenda kenegaraan itu. Sekretaris DPRD Madina, Afrizal Nasution yang dihubungi via WhatsApp membenarkan ketidak hadiran bupati. “Benar tidak hadir, diwakili Sekda, kalau alasannya […]

  • Palas, Antara Sawit, Jalan, dan Politik Kekerabatan

    Palas, Antara Sawit, Jalan, dan Politik Kekerabatan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Secara ekonomi, Padang Lawas (Palas) masih sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan turunannya. Data BPS menunjukkan lebih dari separuh struktur ekonomi Palas masih ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (54,63 persen). Pertumbuhan ekonominya masih positif, sekitar 4,19 persen pada 2025, tetapi melambat dibanding tahun sebelumnya. Artinya begini: uang […]

expand_less