Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Bidan Harus Contoh Ketauladanan Florence Nightigale

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Mar 2013
  • print Cetak

 

akbid armina 140313

akbid armina 140313

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capping Day merupakan upacara untuk mengenang Florence Nightingale, tokoh perintis keperawatan sejak tahun 1820. Para bidan didorong untuk mencontoh ketauladanan Florence Nightigale yang berkarakter selalu menolong orang yang membutuhkan kesehatan dengan rasa cinta kasih tanpa membedakan status ekonomi dan ras.

Hal itu disampaikan Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara dibacakan Asisten I, Musaddad Daulay dalam acara Capping Day Akbid Armina Centre di gedung serba guna, Panyabungan, Kamis (14/3).

“Tenaga kesehatan merupakan satu profesi yang mulia, oleh karena itu alumni dari Akademi Kebidanan Armina Centere Panyabungan dan SMK Kesehatan Armina kami yakini akan dapat berbakti untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama penurunan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi perioritas pemerintah saat ini,” katanya.

Selain itu para mahasiswa dapat memberikan perannya dalam membangun daerah serta membangun masyarakat Madina, menghindari sikap angkuh dan sombong dan menyikapi sifat padi yang makin berisi makin merunduk, sehingga menjadi tenaga kesehatan yang diterima di tengah-tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada yayasan Akbid Armina Centere dan SMK Kesehatan Panyabungan yang telah berperan aktif dalam mencetak lulusan tenaga kesehatan yang akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan selalu mendukung dan terbuka untuk mengikuti visi misi yayasan dan lembaga pendidikan ini yang memiliki latar dan tuujuan dengan visi misi Kabupaten Mandailing Natal.

“Kepada seluruh anak didik perlu kami harap mengikuti pendidikan dengan tekun dan sungguh-sungguh karena profesi anda menuntut kesungguhan yang berhubungan dengan jiwa, sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diingini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Akbid Armina Centere, Dr H. Safruddin Nasution Sp.B. MM mengatakan perlu disadari bahwa capping day tersebut bukan merupakan serimonial belaka, melainkan tahap awal untuk lebih giat menuntut ilmu, karena menuntut ilmu berlangsung sepanjang masa.

Capping Day merupakan langkah awal yang menandai kesuksesan anda dalam menyelesaikan studi pada semester I di Program D III kebidanan. Kemampuan anda yang sesungguhnya akan diuji di tengah-tengah masyarakat nantinya,” katanya.(mar)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Windows 8 Dicurigai Jadi Alat Mata-mata AS

    Windows 8 Dicurigai Jadi Alat Mata-mata AS

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Di zaman serba terhubung seperti sekarang ini, apapun layak dicurigai, termasuk sistem operasi komputer bikinan negara adidaya. Itulah sikap yang agaknya diambil pemerintah Jerman terhadap Windows 8. Lembaga Kantor Federal Informasi (BSI) negara ini mengingatkan pengguna agar berhati-hati dengan komputer berbasis Windows 8 karena rawan menjadi korban serangan cyber. Peringatan tersebut tertuang dalam bocoran dokumen […]

  • Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

    Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Rupanya, selain menuntut kejelasan tentang status kampus UGN yang belum kunjung menjadi PTN, puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di kampus I Jalan Sutomo juga mempertanyakan persoalan lahan milik kampus mereka yang berada di daerah Simarsayang. Hendra Ibrahim Siregar, selaku kordinator aksi, saat diterima pihak Yayasan bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya, di […]

  • Disodomi Sejak Umur 3 Tahun

    Disodomi Sejak Umur 3 Tahun

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Seorang anak didampingi paman dan kakeknya mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara di Medan, Selasa (04/01/2011). Kedatangan mereka untuk mengadukan perlakuan pelecehan seksual atau sodomi yang dilakukan Martin Harun Munthe (39) warga Pasar V Mawar XII, Padang Bulan Medan, yang tak lain adalah ayah dari JJ (nama samaran) Kedatangan M […]

  • Bicara 11 Rekomendasi, DPRD Madina Tak Berani Putus Masalah

    Bicara 11 Rekomendasi, DPRD Madina Tak Berani Putus Masalah

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Setelah bikin Pansus, DPRD Madina akhirnya cuma menerbitkan 11 poin rekomendasi. Bahasa rapi, nada tegas dan daftar masalah terlihat lengkap. Di atas kertas, ini tampak seperti kerja pengawasan yang serius. Masalahnya: publik sudah terlalu sering melihat pola ini — daftar bertambah, perubahan tidak tampak. Siklusnya berulang lagi, seperti tahun […]

  • Peduli Lingkungan, PMII Madina Tanam Pohon Mangrove

    Peduli Lingkungan, PMII Madina Tanam Pohon Mangrove

    • calendar_month Minggu, 13 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Dalam rangka menjaga kelestarian alam dan peduli lingkungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan giat rehabilitasi tanaman mangrove di Desa Kunkun, Kecamatan Natal, Minggu (13/3). Giat ini merupakan kerja sama dengan beberapa stakeholder seperti Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Kepala Dinas PMD Parlin Lubis, Kepala Dinas Pariwisata […]

  • Bandara Tanpa Ekosistem: Menunggu Pesawat yang Tak Pasti Datang

    Bandara Tanpa Ekosistem: Menunggu Pesawat yang Tak Pasti Datang

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Episentrum Mandailing   Di banyak daerah, bandara sering dipahami sebagai simbol kemajuan. Runway dibangun, terminal diresmikan, dan harapan pun ikut lepas landas. Namun, ada satu kenyataan yang kerap datang belakangan: pesawat tidak otomatis mengikuti. Bandara bisa berdiri megah, tapi tetap sunyi. Ketika satu rute saja masih sepi, apalagi tambah dua-tiga trayek maskapai […]

expand_less