Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Danau Toba dikelola swasta?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


TOBASA –Setelah dibentuk oleh peristiwa alam selama ratusan tahun lalu, kawasan Danau Toba berubah menjadi keajaiban alam luar biasa. Tapi selama puluhan tahun sejak pariwisata modern dikenal peradaban manusia, wisata ke kawasan ini tak kunjung booming ke manca negara. Wacana pengelolaan oleh swasta pun mencuat.

Almarhum T Rizal Nurdin pernah membuat gebrakan dengan kegiatan Network of Regional Governments for Sustainable Development (NRG4SD). Ini adalah jaringan gubernur dari berbagai negara di dunia, Arnold Swazenegger sebagai Gubernur California adalah salah satu anggotanya.

Utusan dari berbagai negarapun hadir dalam acara tersebut. Danau Toba pun meriah tak ubahnya seperti Bali. Tapi sepeninggalnya almarhum, gaung kegiatan tersebut tak terdengar lagi bahkan sayup-sayup hilang. Ini karena penanganan Danau Toba adalah masalah kompleks. Sejak masa otonomi daerah, sejak itu pula dimulainya penanganan Danau Toba secara parsial.

Setelah mengalami proses pemekaran daerah, sekarang ada tujuh daerah yang dialiri air danau. Mereka adalah Kabupaten Samosir, Tobasa, Dairi, Humbang Hasudutan, Tanahkaro, Simalungun dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain punya program masing-masing, ketujuh daerah ini juga punya egonya masing-masing. Karena masing-masing marga dalam sistim hubungan kekerabatan masyarakat Batak ada raja yang mesti dilayani. Masalah lebih kompleks ketika Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak bisa benar-benar berperan sebagai koordinator bagi daerah-daerah ini.

“Kunjungan saya kemarin ke kawasan Danau Toba menyiratkan betapa daerah-daerah dalam wilayah Danau Toba juga menyadari hambatan desentralistik dan persoalan budaya tersebut. Bahkan saya menangkap kesan kalau para aparat pemerintahan daerah di sana letih menghadapi persoalan seperti ini,” kata Asisten Ekonomi Pembangunan Tobasa, Saibon Sirait,pagi ini.

Menurutnya, penanganan memang belum terintegrasi, masih menjalankan program masing-masing. Harus ada keterlibatan provinsi melakukan fungsi koordinasi menyatukan persepsi daerah-daerah ini. Kalau Tobasa sendiri tak akan mampu.

Mungkin karena selalu menghadapi masalah yang sama, menyangkut masalah budaya dan kemampuan daerah, sekira setahun lalu dicetuskan bersama apa yang disebut Lake Toba Regional Management (LTRM). Ini adalah semacam forum bersama 7 kabupaten yang dialiri dalam kawasan Danau Toba.

Tujuan dibentuknya forum ini adalah penanganan secara bersama (terintegrasi) kawasan wisata Danau Toba. Sedangkan topik kajian forum menyangkut hal-hal seperti industri pariwisata, agribisnis, transportasi yang saling menguntungkan dan Usaha Kecil Menengan (UKM).

Sejak setahun lalu pula forum ini telah mewacanakan penanganan kawasan wisata Danau Toba secara profesional. Ini tentu berarti pengelolaan kawasan wisata ini oleh pihak swasta atau investor.

‘’Sudah banyak tawaran investor yang mau menanamkan modalnya. Tapi saya masih menahan diri,’’ kata Mangindar Simbolon, selaku ketua forum ini. Namun sayang dia masih belum mau “membocorkan” siapa investor dimaksud.

Menurut Mangindar, sejak dicetuskan, ide ini disambut baik oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta. Mereka bahkan mendukung penuh terlaksananya pengembangan objek wisata Danau Toba untuk ditangani secara profesional.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu Korban Kebakaran, Saipullah Sampaikan Hata Sobar-Sobar

    Bantu Korban Kebakaran, Saipullah Sampaikan Hata Sobar-Sobar

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) Saipullah Nasution menyerahkan bantuan beberapa jenis sembako kepada keluarga korban kebakaran di Kelurahan Dalanlidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (1/9/2024). Saat menjeguk keluarga korban kebakaran di Kelurahan Dalanlidang, Bang Ipul – panggilan akrab Saipullah –menyampaikan hata sobar-sobar. “Rasulullah mengajarkan kepada kita agar […]

  • Desa Sikara-Kara Banjir Terparah di Natal

    Desa Sikara-Kara Banjir Terparah di Natal

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Desa Sikara-kara IV diperkirakan sebagai banjir terparah di Kecamatan Natal, Mandailing Natal. Desa yang diapit dua sungai besar dan dihuni sekitar 400-an kepala keluarga ini terendam banjir dengan ketinggian sekitar dada orang dewasa. Akses jalan terputus total. Warga minta untuk dievakuasi dan kiriman bantuan pangan segera. Kawasan desa ini digenangi […]

  • Menghina Bupati Madina, Tuanku Syarif Dicari Polisi

    Menghina Bupati Madina, Tuanku Syarif Dicari Polisi

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kini MSL yang diduga pemilik akun “Tuanku Syarif” di Facebook, sudah berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) alias dicari polisi, karena dia dituduh menghina Dahlan Hasan Nasution, bupati Madina, di facebook. Status DPO itu tertuang dalam surat Polres Madina Nomor B/94/X/2015/Reskrim tanggal 22 Oktober 2015 tentang Perkembangan Hasil Penyidikan yang ditantandangani […]

  • Mendadak, Pemuda Pancasila Madina Sambangi Kantor Koramil 13 Panyabungan

    Mendadak, Pemuda Pancasila Madina Sambangi Kantor Koramil 13 Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rombongan pengurus MPC Pemuda Pancasila Madina Menyambangi Kantor Koramil 13 Panyabungan di Kayujati, Selasa (5/10) malam. Rombongan yang dipimpin oleh Dan Koti Mahatidana MPC PP Madina Safruddin Lubis tiba di kantor Koramil sekitar pukul 21.45 WIB. Kedatangan anggota Pemuda Pancasila ini untuk memberikan kejutan kepada Dan Ramil 13 Panyabungan Kapten Inf. […]

  • Mandailing

    Mandailing

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING O Mandailing Godang ! Tano inganan ku sorang, Na ni atir ni dolok na lampas Na ni joling ni dolok na martimbus, Ipul na na laing bubus Tor Sihite tingon julu: Patontang dohot Tor Barerang, Gurung gurung na manompi Lubu, Boi na mang adop tu dolok Sigantang …..Tinggal ma ho jolo ale, Anta piga […]

  • Surat Tulak-tulak

    Surat Tulak-tulak

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (I) Oleh : Z.Pangaduan Lubis) SuratTulak-Tulak. Masyarakat Mandailing memiliki aksara etnisnya sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak (bukan aksara Batak). Zaman sejarah ditandai oleh penggunaan aksara. Zaman sebelum adanya penggunaan sejarah dinamakan zaman pra-sejarah. Kita belum mengetahui sejak kapan masyarakat Mandailing menggunakan aksara Surat Tulak-Tulak dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita dengan […]

expand_less