Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Danau Toba dikelola swasta?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


TOBASA –Setelah dibentuk oleh peristiwa alam selama ratusan tahun lalu, kawasan Danau Toba berubah menjadi keajaiban alam luar biasa. Tapi selama puluhan tahun sejak pariwisata modern dikenal peradaban manusia, wisata ke kawasan ini tak kunjung booming ke manca negara. Wacana pengelolaan oleh swasta pun mencuat.

Almarhum T Rizal Nurdin pernah membuat gebrakan dengan kegiatan Network of Regional Governments for Sustainable Development (NRG4SD). Ini adalah jaringan gubernur dari berbagai negara di dunia, Arnold Swazenegger sebagai Gubernur California adalah salah satu anggotanya.

Utusan dari berbagai negarapun hadir dalam acara tersebut. Danau Toba pun meriah tak ubahnya seperti Bali. Tapi sepeninggalnya almarhum, gaung kegiatan tersebut tak terdengar lagi bahkan sayup-sayup hilang. Ini karena penanganan Danau Toba adalah masalah kompleks. Sejak masa otonomi daerah, sejak itu pula dimulainya penanganan Danau Toba secara parsial.

Setelah mengalami proses pemekaran daerah, sekarang ada tujuh daerah yang dialiri air danau. Mereka adalah Kabupaten Samosir, Tobasa, Dairi, Humbang Hasudutan, Tanahkaro, Simalungun dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain punya program masing-masing, ketujuh daerah ini juga punya egonya masing-masing. Karena masing-masing marga dalam sistim hubungan kekerabatan masyarakat Batak ada raja yang mesti dilayani. Masalah lebih kompleks ketika Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak bisa benar-benar berperan sebagai koordinator bagi daerah-daerah ini.

“Kunjungan saya kemarin ke kawasan Danau Toba menyiratkan betapa daerah-daerah dalam wilayah Danau Toba juga menyadari hambatan desentralistik dan persoalan budaya tersebut. Bahkan saya menangkap kesan kalau para aparat pemerintahan daerah di sana letih menghadapi persoalan seperti ini,” kata Asisten Ekonomi Pembangunan Tobasa, Saibon Sirait,pagi ini.

Menurutnya, penanganan memang belum terintegrasi, masih menjalankan program masing-masing. Harus ada keterlibatan provinsi melakukan fungsi koordinasi menyatukan persepsi daerah-daerah ini. Kalau Tobasa sendiri tak akan mampu.

Mungkin karena selalu menghadapi masalah yang sama, menyangkut masalah budaya dan kemampuan daerah, sekira setahun lalu dicetuskan bersama apa yang disebut Lake Toba Regional Management (LTRM). Ini adalah semacam forum bersama 7 kabupaten yang dialiri dalam kawasan Danau Toba.

Tujuan dibentuknya forum ini adalah penanganan secara bersama (terintegrasi) kawasan wisata Danau Toba. Sedangkan topik kajian forum menyangkut hal-hal seperti industri pariwisata, agribisnis, transportasi yang saling menguntungkan dan Usaha Kecil Menengan (UKM).

Sejak setahun lalu pula forum ini telah mewacanakan penanganan kawasan wisata Danau Toba secara profesional. Ini tentu berarti pengelolaan kawasan wisata ini oleh pihak swasta atau investor.

‘’Sudah banyak tawaran investor yang mau menanamkan modalnya. Tapi saya masih menahan diri,’’ kata Mangindar Simbolon, selaku ketua forum ini. Namun sayang dia masih belum mau “membocorkan” siapa investor dimaksud.

Menurut Mangindar, sejak dicetuskan, ide ini disambut baik oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta. Mereka bahkan mendukung penuh terlaksananya pengembangan objek wisata Danau Toba untuk ditangani secara profesional.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Unimal Cegah Stunting Lewat Program RGG

    Mahasiswa KKN Unimal Cegah Stunting Lewat Program RGG

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Laporan: Zukma Dona Sari dari Aceh Tamiang Persoalan stunting menjadi masalah yang cukup menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah Indonesia. Indonesia pun memiliki target menurunkan kasus stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Kondisi stunting pada anak memang cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya situasi ini merupakan suatu masalah kesehatan pad beberapa negara di dunia. Stunting, ditandai dari […]

  • Saat Jamaah Pengajian MT Puncak Barokah Rebutan Photo dengan Istri Cabup dan Cawabup Madina

    Saat Jamaah Pengajian MT Puncak Barokah Rebutan Photo dengan Istri Cabup dan Cawabup Madina

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Bukit Malintang ( Mandailing Online ) : Usai mendengarkan kajian islam di Majlis Taklim Puncak Barokah di Desa Bange, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal Minggu 13/10. emak emak pengajian Puncak barokah rebutan photo bareng dengan Ibu Calon Bupati dan Ibu Calon Wakil Bupati Madina Devi Sibayang dan Andini Surya Pravista. ” mana istrinya calon […]

  • Mukhsin Nasution Jabat Kadis PMD Madina

    Mukhsin Nasution Jabat Kadis PMD Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua jabatan kepala dinas di Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut, diserahterimakan. Acara serahterima berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Madina, Jum’at (19/8/2022) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Madina, Gozali Pulungan. Jabatan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Madina diserahterimakan dari Parlin Lubis kepada Mukhsin Nasution. Status Mukhsin adalah pelaksana tugas […]

  • Bupati Undang KPK ke Madina

    Bupati Undang KPK ke Madina

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal,  Dahlan Hasan Nasution mengundang resmi KPK ke daerah itu. Undangan tersebut dalam rangka sosialisasi bagi seluruh aparat pemerintah daerah dan juga DPRD Madina, sekaligus nantinya dapat di rangkaikan dengan acara penyerahan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dari OPD atau pejabat yang selama ini belum memenuhi […]

  • Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Sepanjang Januari sampai Juni 2013, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menyelamatkan uang negara dari kasus korupsi sebanyak Rp 3,1 miliar. Kepala Kejati Sumut Bambang Setyo Wahyudi yang dijumpai di ruangannya usai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Senin (22/7/2013), uang negara dari kasus korupsi, yang ditangani tindak pidana khusus sebanyak Rp3.110.698.000. Adapun 98 […]

  • Batu Cincin Madina Mulai Diincar Kolektor Luar

    Batu Cincin Madina Mulai Diincar Kolektor Luar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bahan baku batu cincin dari kawasan Mandailing Natal (Madina) saat ini menjadi incaran kolektor dari Medan dan Sumatra Barat. “Karena yang tercatat saat ini daerah kita memiliki 17 macam jenis batu mulia,” Sarman Amir Nasution MA menjawab wartawan di acara pameran batu cincin di Panyabungan, Minggu (8/2/2015). “Hanya saja batu […]

expand_less