Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Data MUI: Hanya 22 produk obat yang bersertifikat halal

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 12 Des 2013
  • print Cetak

Obat-obatan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat luas saat ini. Tapi beberapa saat yang lalu, ada berita mengejutkan yang menyebutkan bahwa beberapa obat ternyata mengandung babi dan tidak halal. Berita ini sontak membuat bingung dan meresahkan masyarakat.

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi membenarkan bahwa ada beberapa obat yang mengandung minyak babi. Tapi, dia juga menjelaskan jika obat-obatan tersebut bukan berbahan dasar babi. Minyak babi digunakan sebagai katalisator obat tersebut yang akan hilang dalam prosesnya.

Minyak Babi Sebagai Katalisator
Dalam prosesnya, katalis tersebut tidak akan tersisa dalam obat atau vaksin yang telah jadi. “Menurut pendapat para ahli kami bahwa yang ada itu, hanya dalam prosesnya, dalam tripsinnya. Dan itu tidak dalam bentuk sama, masih dalam bentuk katakanlah babi. Katalis itu numpang lewat dan di produk aslinya sudah tidak ada, hanya mempercepat dan memperbaiki tapi dalam produknya sendiri tidak ada,” jelas Nafsiah ketika ditanya soal hal ini dari berbagai informasi yang kami kumpulkan.

Pada umumnya obat-obat yang ada sekarang bukan dibuat langsung di Indonesia. Maka dari itu, pihak farmasi akan kesulitan mencari komponen yang haram atau tidak. Mecari alternatif bahan lain yang tidak haram juga menjadi hal yang tidak mudah. Karena bahan-bahan kimia tersebut sulit diolah juga penelitian obat juga merupakan hal yang kompleks dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Obat-obat yang dikeluarkan juga pasti sudah lulus tahap tes keamanan dan mutu, jadi sudah aman untuk dikonsumsi.

Meskipun demikian, hal ini masih menjadi pertimbangan bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwah halal atau haramnya obat tersebut. Kementrian Kesehatan dan MUI akan bekerja sama menggandeng Majelis Kehormatan Kedokteran Syariah untuk membahas hal ini. Dari 30 ribu obat yang diproduksi oleh sekitar 206 perusahaan di Indonesia, hanya ada lima perusahaan dengan sebanyak 22 produk obat yang telah bersertifikat halal. Data ini diambil dari website resmi MUI, halalmui.org.

Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, hal ini tentu sangat meresahkan. Terlebih lagi jika isu ini menyangkut obat-obatan. Nah ladies, apa pendapat Anda tentang hal ini.(wasp)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • MEMBEDAH VISI MISI CALON BUPATI MADINA

    MEMBEDAH VISI MISI CALON BUPATI MADINA

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Sudut Pandang Ekonomi) Oleh: Abdul Mujib Nasution, S.HI, M.SI Pengantar Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan […]

  • Pemain Chelsea Waspadai Andik, Si ‘Messi’ Indonesia

    Pemain Chelsea Waspadai Andik, Si ‘Messi’ Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    CHELSEA, – tidak menganggap remeh kualitas pemain BNI Indonesia All-Stars yang akan mereka hadapi pada laga ujicoba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (25/7). Beberapa pemain yang berisikan pemain tim nasional Indonesia disebut memiliki kualitas yang patut diwaspadai Ashley Cole dan kawan-kawan. Nama yang mendapat perhatian khusus dari manajemen Chelsea adalah Andik Vermansyah. […]

  • Oww.. Ternyata Ini Modus DPRD Rajin Kunker ke Luar Daerah

    Oww.. Ternyata Ini Modus DPRD Rajin Kunker ke Luar Daerah

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tak berlebihan jika rombongan DPRD kota maupun daerah sering mendatangi kementerian atau lembaga. Sebab, dari kunjungan kerja itu, mereka bisa mendapatakn tambahan pemasukan. “Ya memang rata-rata anggota DPRD 70-80 persen waktunya ada di luar daerah. Padahal harusnya mereka kan mengabdi di daerahnya. Bisa kunker tapi porsinya cukup 40 persen saja,” kata Bambang Riyanto, […]

  • Saksi Sejarah yang mulai punah

    Saksi Sejarah yang mulai punah

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bukti-bukti sejarah di Natal kini terlihat tidak terawat. padahal bukti-bukti sejarah ini merupakan aset daerah yang tidak ternilai harganya (MOL)

  • Jeratan Pinjol Kian Mencemaskan, Bagaimana Menyikapinya?

    Jeratan Pinjol Kian Mencemaskan, Bagaimana Menyikapinya?

    • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Tren pinjaman online (pinjol) kian mencemaskan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja outstanding pembiayaan fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjol, terus naik. Tercatat pada Mei 2023 sebesar Rp51,46 triliun atau tumbuh sebesar 28,11% dari tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sebesar 38,39% disalurkan kepada pelaku UMKM dengan penyaluran pelaku usaha perseorangan Rp15,63 […]

  • Tim Teknis Telusuri Batas Tapsel-Madina

    Tim Teknis Telusuri Batas Tapsel-Madina

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim teknis mulai melakukan penelusuran area perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan ini menindaklanjuti MoU (Memorandum Of Understanding) yang ditandatangani bupati kedua kabupaten. Tapal batas antar kabupaten bertetangga ini menjadi polemik selema beberapa tahun terakhir terutama polemik di tingkat warga desa di perbatasan. Tim teknis dipimpin Kabag Tapem […]

expand_less