Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
  • print Cetak

Petani saat istirahat merontok padi memakai “rinti” suatu bangunan panggung tiang tiga. “Rinti” ini sudah langka di Mandailing setelah munculnya tehnologi mesin perontok padi modren.

Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkap banyak makna sosial dari bertani di Mandailing.

Sejumlah makna yang diungkap Askolani itu membuka mata kita bahwa bertani sawah tidak bisa dipandang dari sisi mencari nafkah saja.

Lebih luas dari itu bertani sawah memiliki hubungan dengan falsafah sosial kemasyarakatan di Mandailing.

“Jangan mengira kalau sawah hanya soal lahan mencari nafkah. Ketika kita mematikan potensi sawah, kita sekaligus membunuh budaya besar kita,” ujar Askolani di akun pribadinya pada laman facebook, Jum’at (27/8/2021).

Opuk (lumbung padi) misalnya, tidak sebatas fungsi gudang, tetapi sarana distribusi sosial. Muncullah budaya marsali pada musim paceklik. Muncul budaya padaion eme baru, muncul budaya mangulangi di antara dua musim tanam, muncul kuliner sasagun sebagai pengganti indahan tungkus untuk perjalanan yang jauh, muncul budaya gotong royong marsialap ari yang tidak ditemukan konsepnya di budaya lain, dan seterusnya.

“Mamuro saja bisa satu buku. Karena itu berpikirlah komprehensif. Semua berdampak luas,” katanya.

Askolani Nasution

Oleh karenanya Askolani memandang bahwa sangat menarik mengenal berbagai pola bertanam padi di berbagai wilayah, sebagai bagian dari kebudayaan leluhur.

“Itu kesan saya saat melakukan penelitian di beberapa titik Tabagsel, bersama satu UPT Kemendikbud,” imbuhnya.

Penelitian yang dilakukan Askolani itu memiliki target, yakni penulisan buku tentang sawah sebagai mata pencaharian utama dalam masyarakat Mandailing Angkola, sejak ratusan tahun yang lalu.

“Saya fokus ke sisi budaya tradisionalnya saja. Misalnya apa, bagaimana, dan makna apa yang melekat pada manobot, palubung bondar, mambaen parsamean, manajak, manyuan, marbabo, sampai manyabi”.

Askolani mengungkap, ada 25 item proses budidaya padi sawah, mulai menanam, merawat. Termasuk sisi marsialap ari dan manyaraya di masa panen.

Dia menyatakan, masa kini rata-rata petani mengeluh soal anak-anak yang tidak tertarik lagi ke sawah. Ada perubahan pola-pola mata pencaharian sejak dominasi karet dan sawit, dampak industrialisasi. Atau sawah yang beralih fungsi menjadi kebun dan perumahan.

“Padahal, sistem mata pencaharian berdampak luas dalam kebudayaan. Mulai dari pola perkampungan, sistem filsafat, sistem sosial, dan lainya,” pungkas Askolani yang juga sutradara ini.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikah Siri WNI di Malaysia Timbulkan Masalah

    Nikah Siri WNI di Malaysia Timbulkan Masalah

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, (MO) – Kasus nikah tanpa dokumen atau yang biasa dikenal dengan istilah nikah siri banyak terjadi di kalangan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia sehingga menimbulkan banyak permasalahan seperti ketidakjelasan status kewarganegaraan anak-anak mereka. Banyaknya kasus nikah siri tersebut diungkapkan oleh sejumlah narasumber dan para peserta dalam acara talk show bertajuk “Status Perkawinan […]

  • Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh politik senior Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy Daulay menaruh harapan besar kepada pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) bakal mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Madina dengan memperbaiki tata kelola pertanian, perkebunan, dan peternakan. Jika Paslon SAHATA […]

  • DPRD : Undangan Sudah Kami Dikirim, PTPSU Bingung

    DPRD : Undangan Sudah Kami Dikirim, PTPSU Bingung

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketidakhadiran pihak PT Perkebunan Sumatera Utara (PTPSU) dalam rapat kerja Komisi II DPRD Mandailing Natal (Madina) Senin lalu menjadi misteri. DPRD Madina mengaku sudah melayangkan undangan kepada manajemen PTPSU. Tetapi pihak manajemen PTPSU justru terlihat bingung. Sekretaris Komisi II DPRD Madina, Wildan Nasution, Jum’at (14/11) menyatakan Komisi II DPRD Madina […]

  • Saparuddin-Miswaruddin Gabungan Ekonom Akademisi

    Saparuddin-Miswaruddin Gabungan Ekonom Akademisi

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Saparuddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay merupakan pasangan ekonomo dam akademisi, sehingga dinilai cocok memimpin Madina ke depan. Saparuddin Haji telah lama malangmelintang di organisasi ekonomi, mulai dari Ketua HIMPI (Himpunan Penguasaha Muda Indonesia) Madina, dan kini ketua Kadin (Kamar Dagang Industri) Madina. Sedangkan Miswaruddin Daulay telah lama pula sebagai dosen. Gabungan […]

  • DPRD Madina Upayakan Bank Untuk Rakyat

    DPRD Madina Upayakan Bank Untuk Rakyat

    • calendar_month Rabu, 25 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Belajar dari Bank Sleman di Yogyakarta, Komisi III DPRD Mandailing Natal (Madina) melihat bahwa sudah saatnya Madina mendirikan bank yang dikelola pemkab untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Bank Sleman telah terbukti mampu menggenjot laju pertumbuhan produksi di tingkat masyarakat bawah dalam berbagai sektor usaha sehingga kehadiran Bank Sleman telah menjadi […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 25)

    MARSIDAO-DAO (episode 25)

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara   Si Pikek dohot Si Rahim doma donganna modom i bilik podoman i. Ipamanat-manatisa tompa ni pinomparna na ostang mungkor tando sinok ni modomna. Anggo ia ngada pe ra tarpodom, na pupu taringot tu mandiang alaklaina, amang ni daganakna, dompak mangolu namodom iambirang nia, tai sannari ngada be. Si […]

expand_less