Minggu, 25 Okt 2026
light_mode

Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
  • print Cetak

Petani saat istirahat merontok padi memakai “rinti” suatu bangunan panggung tiang tiga. “Rinti” ini sudah langka di Mandailing setelah munculnya tehnologi mesin perontok padi modren.

Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkap banyak makna sosial dari bertani di Mandailing.

Sejumlah makna yang diungkap Askolani itu membuka mata kita bahwa bertani sawah tidak bisa dipandang dari sisi mencari nafkah saja.

Lebih luas dari itu bertani sawah memiliki hubungan dengan falsafah sosial kemasyarakatan di Mandailing.

“Jangan mengira kalau sawah hanya soal lahan mencari nafkah. Ketika kita mematikan potensi sawah, kita sekaligus membunuh budaya besar kita,” ujar Askolani di akun pribadinya pada laman facebook, Jum’at (27/8/2021).

Opuk (lumbung padi) misalnya, tidak sebatas fungsi gudang, tetapi sarana distribusi sosial. Muncullah budaya marsali pada musim paceklik. Muncul budaya padaion eme baru, muncul budaya mangulangi di antara dua musim tanam, muncul kuliner sasagun sebagai pengganti indahan tungkus untuk perjalanan yang jauh, muncul budaya gotong royong marsialap ari yang tidak ditemukan konsepnya di budaya lain, dan seterusnya.

“Mamuro saja bisa satu buku. Karena itu berpikirlah komprehensif. Semua berdampak luas,” katanya.

Askolani Nasution

Oleh karenanya Askolani memandang bahwa sangat menarik mengenal berbagai pola bertanam padi di berbagai wilayah, sebagai bagian dari kebudayaan leluhur.

“Itu kesan saya saat melakukan penelitian di beberapa titik Tabagsel, bersama satu UPT Kemendikbud,” imbuhnya.

Penelitian yang dilakukan Askolani itu memiliki target, yakni penulisan buku tentang sawah sebagai mata pencaharian utama dalam masyarakat Mandailing Angkola, sejak ratusan tahun yang lalu.

“Saya fokus ke sisi budaya tradisionalnya saja. Misalnya apa, bagaimana, dan makna apa yang melekat pada manobot, palubung bondar, mambaen parsamean, manajak, manyuan, marbabo, sampai manyabi”.

Askolani mengungkap, ada 25 item proses budidaya padi sawah, mulai menanam, merawat. Termasuk sisi marsialap ari dan manyaraya di masa panen.

Dia menyatakan, masa kini rata-rata petani mengeluh soal anak-anak yang tidak tertarik lagi ke sawah. Ada perubahan pola-pola mata pencaharian sejak dominasi karet dan sawit, dampak industrialisasi. Atau sawah yang beralih fungsi menjadi kebun dan perumahan.

“Padahal, sistem mata pencaharian berdampak luas dalam kebudayaan. Mulai dari pola perkampungan, sistem filsafat, sistem sosial, dan lainya,” pungkas Askolani yang juga sutradara ini.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • NUSANTARA BERUTANG KEPADA KHILAFAH

    NUSANTARA BERUTANG KEPADA KHILAFAH

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Khilafah adalah sistem kepemimpinan Islam setelah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Khilafah bertugas untuk menjaga agama dan mengatur urusan dunia (li-hirasah ad-din wa siyasah ad-dunya’). Khilafah juga wajib menyebarkan dakwah Islam ke seluruh dunia. Allah SWT berfirman: وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَآفَّةً لِلنَّاسِ Kami tidak mengutus engkau melainkan kepada seluruh umat manusia (TQS Saba’ [34]: 28). Nusantara […]

  • Bupati Madina Lepas Kontingen Porsadin

    Bupati Madina Lepas Kontingen Porsadin

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution melepas 29 peserta asal Madina mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Sumatera Utara (Sumut) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (14/10/2022). Porsadin kali ini, Kabupaten Madina mengikuti 12 cabang yaitu, cabang puisi islam, cabang […]

  • Menapak Jejak SD 1 Kotanopan

    Menapak Jejak SD 1 Kotanopan

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Banyak tokoh besar pernah belajar di sekolah ini. Mulai dari Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, sastrawan nasional Mohamed Kasim Dalimunthe, Menteri Pendidikan Soetan Goenoeng Moelia hingga anggota Konstituante) Rangkuman ringkas : Askolani Nasution Tiada banyak cerita saya tentang SD 01 Kotanopan, ketika dua minggu yang lalu saya datang ke sekolah ini. Dulunya sebagai sekolah […]

  • Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini pemerintah Mandailing Natal masih mengalami kendala dalam melegalkan tambang rakyat di Huta Bargot. Sebab, memiliki dilema yang rumit. Di satu sisi, titik tambang itu berada di wilayah Kontrak Karya PT.Sorikmas Mining yang diberikan pemerintah Indonesia. Di sisi lain, ribuan rakyat Mandailing Natal sudah terlanjur menggantungkan pendapatan keluarga dari bertambang […]

  • Warga Panyabungan ‘Serbu’ Penjual Petasan

    Warga Panyabungan ‘Serbu’ Penjual Petasan

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Sejumlah warga Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ramai-ramai mendatangi pedagang untuk membeli petasan dan kembang api yang akan mereka gunakan pada malam 27 Ramadhan. Sudah menjadi tradisi bagi warga Panyabungan membakar petasan serta menyalakan lilin untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1432 H. “Di sepanjang Pasar Lama Panyabungan kita setiap tahun memasang tempat […]

  • TNBG Tidak Pernah Melakukan Pengutipan Uang dari Penambang

    TNBG Tidak Pernah Melakukan Pengutipan Uang dari Penambang

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Taman Nasional Batang Gadis Mandailing Natal (TNBG Madina) menyampaikan tidak pernah melakukan pungutan atau pengutipan uang dari para pelaku tambang di wilayah Madina. Hal itu disampaikan Kepala Tata Usaha TNBG Bobby Nopandry mengklarifikasi adanya oknum mengaku bernama Rudi yang melakukan pengutipan uang kepada sejumlah pelaku tambang di Kecamatan Batang Natal. […]

expand_less