Kamis, 10 Sep 2026
light_mode

Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
  • print Cetak

Petani saat istirahat merontok padi memakai “rinti” suatu bangunan panggung tiang tiga. “Rinti” ini sudah langka di Mandailing setelah munculnya tehnologi mesin perontok padi modren.

Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkap banyak makna sosial dari bertani di Mandailing.

Sejumlah makna yang diungkap Askolani itu membuka mata kita bahwa bertani sawah tidak bisa dipandang dari sisi mencari nafkah saja.

Lebih luas dari itu bertani sawah memiliki hubungan dengan falsafah sosial kemasyarakatan di Mandailing.

“Jangan mengira kalau sawah hanya soal lahan mencari nafkah. Ketika kita mematikan potensi sawah, kita sekaligus membunuh budaya besar kita,” ujar Askolani di akun pribadinya pada laman facebook, Jum’at (27/8/2021).

Opuk (lumbung padi) misalnya, tidak sebatas fungsi gudang, tetapi sarana distribusi sosial. Muncullah budaya marsali pada musim paceklik. Muncul budaya padaion eme baru, muncul budaya mangulangi di antara dua musim tanam, muncul kuliner sasagun sebagai pengganti indahan tungkus untuk perjalanan yang jauh, muncul budaya gotong royong marsialap ari yang tidak ditemukan konsepnya di budaya lain, dan seterusnya.

“Mamuro saja bisa satu buku. Karena itu berpikirlah komprehensif. Semua berdampak luas,” katanya.

Askolani Nasution

Oleh karenanya Askolani memandang bahwa sangat menarik mengenal berbagai pola bertanam padi di berbagai wilayah, sebagai bagian dari kebudayaan leluhur.

“Itu kesan saya saat melakukan penelitian di beberapa titik Tabagsel, bersama satu UPT Kemendikbud,” imbuhnya.

Penelitian yang dilakukan Askolani itu memiliki target, yakni penulisan buku tentang sawah sebagai mata pencaharian utama dalam masyarakat Mandailing Angkola, sejak ratusan tahun yang lalu.

“Saya fokus ke sisi budaya tradisionalnya saja. Misalnya apa, bagaimana, dan makna apa yang melekat pada manobot, palubung bondar, mambaen parsamean, manajak, manyuan, marbabo, sampai manyabi”.

Askolani mengungkap, ada 25 item proses budidaya padi sawah, mulai menanam, merawat. Termasuk sisi marsialap ari dan manyaraya di masa panen.

Dia menyatakan, masa kini rata-rata petani mengeluh soal anak-anak yang tidak tertarik lagi ke sawah. Ada perubahan pola-pola mata pencaharian sejak dominasi karet dan sawit, dampak industrialisasi. Atau sawah yang beralih fungsi menjadi kebun dan perumahan.

“Padahal, sistem mata pencaharian berdampak luas dalam kebudayaan. Mulai dari pola perkampungan, sistem filsafat, sistem sosial, dan lainya,” pungkas Askolani yang juga sutradara ini.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKM dan Taman Budaya Sumut Jajaki Kemitraan

    KKM dan Taman Budaya Sumut Jajaki Kemitraan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menggenjot promosi seni budaya dan parawitasa Mandailing Natal (Madina), Kampoeng Kaos Madina (KKM) dan Taman Budaya Propinsi Sumatra Utara akan menjalin kerjasama ke depan. Menjawab wartawan, Senin (30/9/2013), pemilik KKM Sobir Lubis menyatakan penjajakan kerjasama dengan Taman Budaya Sumut ini diharapkan dapat terjalin kemitraan dalam promosi parawisata, seni dan budaya Mandailing […]

  • Kasus 2 Milyar : Seluruh Anggota DPRD Madina Terlibat

    Kasus 2 Milyar : Seluruh Anggota DPRD Madina Terlibat

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dugaan korupsi di DPRD Mandailing Natal (Madina) sebesar 2 milyar rupiah lebih mulai terasa kebenarannya. Seorang anggota DPRD Madina menyatakan kebenarannya. Menurut anggota dewan yang minta namanya tak ditulis menyatakan bahwa dana 2 milyar lebih itu pun sudah menjadi temuan BPK (Badan Pemerinsa Keuangan) RI. Dana tersebut adalah dana tahun anggaran […]

  • Batang Natal dan Ulu Pungkut Juga Harus Direnegosiasi

    Batang Natal dan Ulu Pungkut Juga Harus Direnegosiasi

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan bahwa kawasan Batang Natal dan Ulu Pungkut juga perlu dimasukkan dalam daftar renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining. Itu dikatakan Dahlan Hasan pada rapat dengar pendapat di DPRD Madina, Selasa (9/4/2013) membahas tuntutan warga Kecamatan Naga Juang yang menginginkan kawasan bukit Sambung dikeluarkan dari kontrak […]

  • Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    HYDERABAD – Hampir setahun mengungsi di tanah Hyderabad, India, 1.500-an kaum minoritas Muslim Myanmar dari etnis Rohingnya menghadapi situasi serba kekurangan. Kaum Muslim Rohingya tiba di India setelah terusir dari tanah airnya, Myanmar, pascaserangan sektarian bertubi-tubi yang dilakukan terhadap mereka oleh etnis mayoritas Rakhine yang beragama Budha. Sebagaimana dilansir Al Jazeera, kondisi para pengungsi Rohingnya […]

  • Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Puluhan petugas dari Satpol PP, tentara dan polisi menertibkan lapak pabukoan di pinggir Jalan Merdeka, Simpang Empat Gunung Tua hingga dekat BRI Gunung Tua, Senin (1/8) siang. Pedagang yang menyaksikan lapaknya ditertibkan hanya bisa pasrah dan melongo. Penertiban ini dilakukan karena pedagang pabukoan ngotot menggelar lapak dagangannya di pinggir jalan, simpang empat. Padahal, pasar pabukoan […]

  • Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seluruh kepala sekolah SMP dan SMK sederjat hadiri rapat kerja untuk meningkatkan mutu pelajaran disekolah untuk menghadapi ijian-ujian yang kan datang pada tahun 2010/ 2011 dan untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih baik, mencetak siswa/ siswi yang handal dan propesional untuk menuju masa depan siswa / siswi yang cerah di masa yang akan datang. […]

expand_less