Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kasus 2 Milyar : Seluruh Anggota DPRD Madina Terlibat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dugaan korupsi di DPRD Mandailing Natal (Madina) sebesar 2 milyar rupiah lebih mulai terasa kebenarannya. Seorang anggota DPRD Madina menyatakan kebenarannya.

Menurut anggota dewan yang minta namanya tak ditulis menyatakan bahwa dana 2 milyar lebih itu pun sudah menjadi temuan BPK (Badan Pemerinsa Keuangan) RI. Dana tersebut adalah dana tahun anggaran 2013.

“Semua anggota DPRD Madina kena terhadap penggunaan anggaran 2013 itu, dan saya tidak pernah melaksanakan yang fiktif,” katanya menjawab wartawan, Jum’at (9/5/2014) di Panyabungan.

Diungkapkannya, kesalahan pencairan dana tersebut akibat pihak sekretraiat DPRD Madina kurang akomodatif dan tidak pernah koordinasi sehingga terjadi kerancuan penggunaan anggaran menyebabkan dana yang dipakai para anggota dewan menjadi temuan BPK.

“Ini semua karena secretariat yang kurang proaktif terhadap persoalan yang ada di DPRD Madina,” katanya.

Dari pantauan Mandailing Online di gedung DPRD Madina terlihat sepi dan pemberitaan tentang adanya temuan kasus salah urus dana yang berujung pada korupsi ini menjadi pembicaraan dikalangan staf yang ada digedung rakyat itu.

Berdasar informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pegawai Pemegang Kas (PK) DPRD Madina yang bernama Abdul Hadi Nasution telah diganti dan yang bersangkutan tidak pernah lagi masuk kantor akibat banyak anggaran tahun 2013 tidak bisa dipertanggungjawabkan dan menjadi temuan BPK RI.

“Pejabat PK 2013 kemarin telah diganti dan yang bersangkutan tidak pernah lagi masuk kerja,” aku salah seorang staf.

Informasi yang berkembang di gedung dewan juga menyebutkan dana 2 milyar itu lebih banyak di pos dana perjalanan dinas anggota DPRD Madina yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Misalnya pemakaian tiket bolong dimana tidak sesuai nama anggota DPRD dengan yang memiliki tiket, serta menyuruh staf yang menghadiri acara sementara yang bersangkutan tidak berangkat,” ujar seorang staf.

“Banyak modus yang dilakukan untuk anggota dewan sehingga anggaran bisa dicairkan sehingga terjadi kebocoran dan menjadi temuan pihak BPK RI,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris DPRD Madina, Syahnan Batubara yang dikonfirmasi via telepon seluler, Jum’at menyatakan akan memberikan keterangan nantinya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izin Tambang Rakyat di Madina Masih Dihadang UU Minerba

    Izin Tambang Rakyat di Madina Masih Dihadang UU Minerba

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harapan rakyat untuk bisa menambang emas secara legal nampaknya masih jauh untuk tercapai. Pasalnya, upaya Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut memperoleh Izin Pertambangan Rakyat (IPR) masih berat. Meski pemerintah Indonesia beberapa bulan lalu telah menerbitkan 8 titik Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Madina, namun untuk menjadikannya menjadi IPR tidak semudah […]

  • Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pematangsiantar, Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus SE meminta masyarakat agar melaporkan dugaan kecurangan database honorer. Jika terbukti ada kecurangan akan diberikan sanksi tegas bagi pejabat yang terlibat. “Saya akan menerima seluruh aspirasi dan laporan tentang adanya dugaan permainan “kotor” dalam pembuatan database sementara honorer yang akan diangkat menjadi CPNS,” kata Walikota Hulman Sitorus SE melalui […]

  • Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tahun ini Pemkab Mandailing Natal (Madina) menghapus anggaran dana beasiswa untuk mahasiswa miskin berprestasi. Kebijakan itu sangat pahit. Terutama bagi mahasiswa cerdas dari keluarga miskin. Tak diketahui apa alasan penghapusan itu. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum mengeluarkan statemen alasannya. Bahkan 2 tahun terakhir tak terdengar lagi kabar beasiswa itu. Padahal, sejak digulirkan tahun 2013 lalu, […]

  • ODP Tersisa 1 Orang di Madina

    ODP Tersisa 1 Orang di Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah ODP (Orang Dalam Pantauan) tersisa 1 orang di Mandailing Natal (Madina). Data itu berdasar laporan Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pemkab Madina posisi Selasa (5/5/2020). Posisi ODP hingga Selasa pagi masih 3 orang, namun karena 2 orang sudah berstatus selesai masa pantau menyebabkan tersisa 1 orang lagi. Ahmad […]

  • APBD Madina Diatas 1 Triliun, Jalanan Masih Banyak Amburadul

    APBD Madina Diatas 1 Triliun, Jalanan Masih Banyak Amburadul

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Di tengah dana APBD Mandailing Natal yang sudah di atas angka 1 triliun rupiah, justru ruas-ruas jalan antar kecamatan masih banyak yang amburadul. Besaran dana APBD itu terkesan tak berbanding lurus dengan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Mandailing Natal. Padahal, jalan merupakan urat nadi aktifitas perekonomian rakyat serta sarana mobilitas […]

  • Amrun Daulay Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

    Amrun Daulay Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amrun Daulay menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Mantan Sekdaprov Sumut ini didakwa bersalah dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin jahit dan impor sapi di Kementerian Sosial rentang waktu tahun 2004-2006. Seperti dilansir detik.com, pembacaan dakwaan dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan […]

expand_less