Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak

Panyabungan,

Saat ini yang bisa dipastikan yang memilik senjata rakitan jenis senapan angin di Desa Pardomuan (Huta Tua), Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hanya sebanyak 9 keluarga. Ini diketahui setelah dilakukan musyawarah dengan seluruh masyarakat paska kejadian pembacokan dan penembakan di Desa Gunung baringin sepekan lalu.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Pardomuan Mahlil kepada wartawan usai mengikuti pertemuan dengan Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Jumat (16/09/2011) lalu.

Dikatakan Mahlil, pihaknya telah berulang kali melakukan musyawarah dengan warga dan bersama tokoh agama membahas kejadian di Desa Gunung Baringin dimana akibat kejadian itu 3 warga Gunung Baringin menjadi korban pembacokan dan penembakan oleh beberapa oknum warga Huta Tua.

”Paska kejadian itu kami telah melakukan musyawarah beberapa kali untuk mencari solusi, karena warga kami juga sangat resah usai kejadian tersebut apalagi banyaknya tudingan buruk semisal pemilikan senjata oleh semua warga. Bahkan seluruh warga sangat berharap agar penegak hukum bisa segera menangkap pelakunya. Terakhir kami rapat untuk mendata warga yang diperkirakan memiliki senpi hasilnya kami mendata sebanyak 9 KK memang memiliki senjata rakitan dan senjata ini dimililki sejumlah warga kami bukan karena ingin bertani ganja namun karena ada beberapa orang yang memiliki sehingga warga yang lain juga ingin memilikinya,” beber Mahlil.

Diakui Mahlil, masyarakat Huta Tua dalam hal ini juga merasa dirugikan atas ulah beberapa oknum warganya apalagi menyangkut salah seorang pelaku yakni Munir. Dikatakannya, Munir memang memiliki tipikal yang keras di desa itu dan sudah sepantasnya polisi menangkapnya. Disamping itu warga juga ingin agar Pemkab Madina terlibat secara langsung dalam menyikapi kondisi ini.

”Jujur saya katakan, Pak, warga juga tak ingin dinilai negatif karena isu pemilikan lahan ganja dan senjata padahal bukan semua warga yang memilikinya itu, hanya sebagian kecil saja. Artinya kami juga perlu diperhatikan, Pak, apalagi paska kejadian itu anak-anak kami tak lagi sekolah karena tak ada seorangpun guru yang datang. Alhamdulilan baru hari ini (Jumat) sudah mulai sekolah,” tambahnya.

Masih dijelaskannya, hasil musyawarah dengan warga juga memutuskan untuk membantu pihak kepolisian memberikan informasi mengenai keberadaan pelaku begitu juga dengan keberadaan ladang ganja karena warga ingin tenang bukan seperti selama ini, dimana masyarakat dihantui atas tindakan sejumlah oknum.

”Kami siap memberikan informasi kepada penegak hukum baik  keberadaan pelaku maupun ladang ganja apabila masih ada. Dan perlu kami sampaikan bahwa Munir bersama keluarganya tak lagi berada di desa kami dan kami tak tau lari kemana,” ujarnya. (BS-026)

Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama Ketua Tim Investigasi atas dugaan kasus suap di MK, Refly Harun (tengah) dan Anggota Tim Investigasi Adnan Buyung Nasution menggelar konferensi pers. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan, sidang sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang melibatkan pasangan dari “incumbent” terbukti curang. “Dari 190 kasus lebih yang ditangani […]

  • Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

    Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyematan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution sebagai nama bandar udara (bandara) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan bentuk penghargaan atas jasa pahlawan nasional yang berasal dari Bumi Gordang Sambilan. Perjalanan penamaan bandar udara di Bukitmalintang itu juga panjang. Mulai dari diskusi, pengambilan keputusan, surat bupati kepada pemerintah provinsi dan pusat, surat […]

  • Sakit dan Dirawat di RSUD Panyabungan. Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Jenguk Journalis Senior Iskandar Hasibuan

    Sakit dan Dirawat di RSUD Panyabungan. Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Jenguk Journalis Senior Iskandar Hasibuan

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungann ( Mandailing Online) : Peduli terhadap journalis, Calon Bupati Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution jenguk Wartawan senior Iskandar Hasibuan yang sedang sakit di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan. Harun sendiri tiba di RSUD Panyabungan malam malam usai kegiatan kunjungan selesai. Ia didampingi tim dan sejumlah wartawan. ” Bang Iskandar Hasibuan […]

  • DCS Dapil 4 PAN Madina

    DCS Dapil 4 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 PAN Madina

  • Anggota Koramil 14 Kotanopan Bantah Terlibat Tambang Emas Ilegal Dikawasan TMBG Madina

    Anggota Koramil 14 Kotanopan Bantah Terlibat Tambang Emas Ilegal Dikawasan TMBG Madina

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online : anggota Koramil 14 Kotanopan inisial DT dan M membantah keras memback up atau terlibat dalam aktifitas tambang emas ilegal  yang ada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) wilayah desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Madina. Kepada wartawan, DT dan M menjelaskan informasi yang diterima redaksi dalam pemberitaan menyebut dugaan keterlibatan oknum anggota koramil […]

  • Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

    Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang hingga kini belum menjalankan amanah Undang Undang Nomor 37 dan 38 Tahun 2007 terkait perpindahan ibukota Tapanuli Selatan ke Sipirok diperkirakan bakal menjadi batu sandungan terwujudnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara. Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Sipirok Parmonangan Ritonga kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Rabu (09/02/2011). “Sejujurnya kita sangat menginginkan […]

expand_less