Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Ketua Satma PP Madina Kecam Arogansi Polisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
  • print Cetak

Panyabungan,
Tindakan refresif aparat Polres Mandailing Natal (Madina) terhadap Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Madina Tan Gozali yang juga Ketua Satma PP Madina pada saat unjuk rasa di Kantor Bupati Madina, Selasa (12/10/2010) lalu, akan dilaporkan ke Prompam Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri.

Tindakan refresif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Tan Gozali saat melakukan demo di depan Kantor Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Madina, dianggap Tan Gozali sebagai bentuk kekerasan dan sudah melanggar hak-hak demokrasi.

“Saya mengutuk keras sikap Polisi Madina yang terlalu arogan menghadapi pendemo, padahal kami tidak ada niat untuk membuat keribuatan kalau tidak ada orang yang memancing keributan,” ujar Tan Gozali kepada wartawan di Panyabungan, Jumat (15/10/2010).

Jelas Tan, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Madina berdemo bukan untuk berhadapan dengan polisi, melainkan untuk menyampaikan aspirasi guna menegakkan keadilan dan penjelasan dari Pemkab Madina tentang defisit kas daerah yang cukup beser.

“Namun sikap Polisi Madina yang terlalu arogan sampai-sampai menodongkan senjata laras panjang kepada saya, sehingga membuat massa pendemo marah,” paparnya.

Saat melakukan orasi di daerah Perkantoran Bupati tepatnya di depan Kantor Dinas Keuangan dan Aset Daerah, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Madina mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari aparat Polres Madina. Peristiwa kekerasan tersebut dapat dilihat dari tendangan kaki dari beberapa anggota aparat Polres Madina.

“Padahal kita yang berdemo sudah sesuai dengan prosudur yang ada, mana mungkin kami melakukan tindakan anarkis, jadi kami menilai polisilah yang memancing kami membuat anarkis. Tindakan Polres Madina itu sudah melanggar dan mengangkangi hak-hak demokrasi, apalagi seharusnya dalam unjuk rasa aparat keamanan tidak dibolehkan membawa senjata api dan sejenisnya,” terangnya.

Hal senada dikatakan Koordinator Lapangan Khoirul Nasri Nasution dan Ahmad Iswadi Batubara. Mereka mengutuk keras tindakan aparat Polres Madina pada saat Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina melakukan aksi unjuk rasa.

Padahal tujuan mereka melakukan aksi unjuk rasa atau demo tersebut untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. “Kami bukan separatis maupun teroris,” ungkap Khoirul. (BS-026)
sumber:beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Punya Bukti Amrun Daulay Terlibat

    KPK Punya Bukti Amrun Daulay Terlibat

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ferry Wibisono, menegaskan punya bukti kuat keterlibatan politisi Demokrat, Amrun Daulay, dalam korupsi mesin jahit, sapi import dan pengadaan sarung di Departemen Sosial. Daulay turut bekerja sama dengan Mantan Menteri Sosial yang kini jadi terdakwa Bachtiar Chamsyah. Sebelumnya JPU KPK dalam dakwaannya menyebut nama Amrun […]

  • PT Sorikmas Mining Berikan Beasiswa
    Tak Berkategori

    PT Sorikmas Mining Berikan Beasiswa

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PT Sorikmas Mining Berikan Beasiswa Mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Mandailing Natal yang berprestasi mendapat beasiswa dari PT Sorikmas Mining. Beasiswa ini merupakan bukti kepedulian PT Sorikmas Mining terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kab. Madina, khususnya di daerah lingkar tambang. Bantuan beasiswa diserahkan langsung kepada para 5 mahasiswa/i berprestasi di Panyabungan, Rabu (4/7).

  • Musnahkan Barang Bukti Ganja

    Musnahkan Barang Bukti Ganja

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Kapolres Madina AKBP Andry Setiawan S.H,. S.ik. MH beserta undangan memusnahkan Barang bukti  daun Ganja  sebanyak 122 Kg dan miras pada acara HUT Bhayangkara 69 di Mako Polres Madina, Rabu,(1/7).(hol)

  • Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 1)

    Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 1)

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh : Dahlan Batubara   Negara itu didirikan oleh rakyat. Negara didirikan bertujuan menyelenggarakan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan rakyat. Kebutuhan rakyat itu salahsatunya adalah lapangan kerja. Negara dapat dikatakan gagal ketika negara tak mampu menyediakan lapangan kerja untuk rakyat. Ketika rakyat mampu menciptakan pekerjaan untuk dirinya, maka negara harus melindungi pekerjaan yang diciptakan rakyat itu. […]

  • Polisi Masih Selidiki Kepemilikan 11 Escapator Tambang Emas Ilegal di Madina

    Polisi Masih Selidiki Kepemilikan 11 Escapator Tambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) : sampai hari ini, Tim penyidik Polres Mandailing Natal ( Madina), masih terus melakukan penelusuran terhadap kepemilikan 11 alat berat escapator yang di amankan polisi saat razia tambang emas ilegal di Kecamatan Kota Nopan. Dari 12 alat berat yang disita polisi, baru satu alat berat yang sudah di ketahui kepemilikannya dan […]

  • Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution ASN Dinas Pariwisata Mandailing Natal/Aktifis Gerep Institute (Pusat Kajian Madina)   Ada amnesia kolektif yang teramat kaku dalam ingatan bangsa kita. Saban tahun kita merayakan kemerdekaan, saban tahun juga memperingati hari pendidikan dan setiap tahun juga mengikuti upacara hari kebangkitan nasional. Lalu, dengan gampang dan mudah kita mendiktekan kepada anak-cucu bahwa […]

expand_less