Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

FN dari Aceh Dibarter AK 47 di Medan Penyelundup Senjata Aceh-Medan Ditangkap di Langkat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

FN dari Aceh Dibarter AK 47 di Medan

LANGKAT-
Jajaran Polres Langkat berhasil membekuk Wahyudi (39) dan Syaiful (39), dua warga Biruen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), yang diduga anggota sindikat penyelundup senjata Aceh-Medan. Keduanya digelandang ke Mapolresta beserta barang buktisenjataapi(senpi) jenis FN tanpa izin serta 18 peluru. Turut pula diamankan, mobil rental Toyota Avanza BK 1661 KG serta supirnya.

Kapolres Langkat, AKBP H Mardiyono, menduga kalau kedua pemilik senpi ilegal ini memiliki kaitan dengan penembakan misterius sejumlah warga yang belakangan terjadi di NAD. “Untuk persoalan ini, kita akan berkoordinasi dengan Poldasu serta Polda NAD, guna mengungkap kasus,” ujar Kapolres.

Dugaan itu sesuai pengakuan Wahyudi dan Syaiful kepada petugas.

Mereka ke Medan bertujuan melakukan transaksi senpi dengan warga negara (WN) Malaysia.

Kuat dugaan, Wahyudi dan Syaiful akan melakukan barter FN dan pelurunya dengan senjata laras panjang AK 47, jenis senjata yang digunakan dalam sejumlah penembakan di Aceh beberapa hari lalu.

Penangkapan Wahyudi dan Syaiful ini diamankan dari mobil yang dihentikan saat melaju dari arah NAD menuju Medan, persisnya seputaran wilayah hukum Polsek Hinai-Langkat.

Saat didekati petigas patroli Lantas, keduanya memperlihatkan gelagat yang mencurigakan.

“Saat keduanya melakukan perlawanan, diketahui kalau senpi terselip di balik baju mereka,” kata AKBP H Mardiyono.

Dengan penangkapan pria asal Aceh ini, Kapolres memerintahkan anak buahnya untuk lebih meningkatkan razia di perbatasan. “Selanjutnya, razia dari NAD menuju Medan akan terus kita tingkatkan seketat mungkin,” ujarnya.

Poldasu Perketat Perbatasan Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara memang telah mengantisipasi masuknya para pelaku teror di Provinsi NAD. Sejumlah pos pemeriksaan di sejumlah titik wilayah perbatasan, dijaga polisi dan Brimob.

Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui Direktur Bimbangan Masyarakat (Dir Bimas), Kombes Pol Heri Subiansauri, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kendaraan yang datang dari NAD mau pun kendaraan dari Sumut menuju Aceh.

Hery mengimbau masyarakat Sumut agar tidak mudah terprofokasi dengan penembakan di Aceh. “Bila ada hal-hal yang mencurigakan yang dianggap bisa merusak Kantibmas, khususnya di Sumut, diimbau segera melapor ke Polisi terdekat,” ujar Hery.

Dari Aceh dikabarkan, Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA) meminta semua tetap tenang, tidak mudah terpengaruh serta terprovokasi, terkait kasus penembakan warga non Aceh akhir-akhir ini, jelang Pemilukada Aceh.

Rentetan penembakan terus terjadi membuat mata dunia kembali tertuju ke Provinsi Aceh, yang baru lepas dari konflik berkepanjang 15 Agustus2005lalu. Bahkan, PresidenSBYtelahmemerintahkan Kapolri, untuk segera menangkap pelaku penembakan warga non Aceh, oleh orang tak dikenal (OTK) bersenjata api.

Tentunya, siapun pelakunya harus diusut tuntas dan dihadapkan pada meja hijau (pengadilan).

“Jangan gara-gara beberapa orang yang tidak ingin Aceh menikmati perdamaian, hingga membuat kerusuhan menembak orang-orang yang tidak berdosa, lalu merusak perdamaian Aceh yang baru bangkit,” tegas Tim Advokasi FKMA, Isbahannur, kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), di Lhokseumawe, Sabtu (7/1).

Kata dia, elit politik Aceh, pejabat, TNI/Polri di Aceh dan semua elemen masyarakat Aceh dan warga non Aceh, harus selalu waspada setiap permainan yang dilakukan oleh perusak perdamaian Aceh.

FKMA juga berharap kepada semua rakyat Aceh, untuk bersatu bukan untuk saling menciptakan strategi pembunuhan demi meraih tujuan misi tententu. Selain itu, lanjut aktivis mahasiswa ini, memberontak atas ketidakadilan sah-sah saja sebagai warga Negara yang baik untuk melawan pemerintah zhalim yang berhukum dengan hukum rimba dan bermental korup.

Sementara itu masyarakat perdalaman Gayo Aceh Tengah mengecam dan mengutuk keras tindakanaksipenembakanbrutalyangdilakukan orang tak bertanggung jawab di Aceh pesisir.

Ini disampaikan Suhardi bersama puluhan perwakilan tokoh masyarakat Aceh Tengah tergabung dalam Elemen Cinta Damai saat bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Elemen masyarakat cinta damai menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dilingkungan masing- masing dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang mudah terpancing dalam segala hal ingin merusak perdamaian Aceh.

“Tidak semua masyarakat baca Koran, jadi diharapkan wakil rakyat, aparat kampung dan polisi ikut berperan untuk secepatnya mengumumkan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak terpancing dengan isu tersebut, pinta Suhardi.

Sementara pakar dan pengamat di Aceh yang dulunya selalu nyaring bersuara, kini lebih memilihdiamkalauurusannyasoalpenembakanitu, kalau pun mau berkomentar tapi dengan catatan ‘off the record’.

“Tanya soal yang lain saja. Kalau itu, saya tidak mau berbicara. Statement yang bilang itu, karena kecemburuan sosial ekonomi atau lainnya, sepertinyamedia-lahyangmengarahkanpertanyaan ke arah itu,” kata Pakar Sosiologi NAD, Saifuddin Bantasyam, di Bandaaceh.

Psikolog Nurjannah Nitura juga enggan menjawab pertanyaan perilaku dan kejiwaan pelaku penembakan.

Sejumlah pihak lainnya pun lebih memilih bungkam. Alasannya, bila salah memberi statement, malah berpengaruh buruk terhadap masyarakat. (arm/ian/ron/jpnn/mag-5.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengumuman CPNS Sibolga Terkendala Nilai

    Pengumuman CPNS Sibolga Terkendala Nilai

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIBOLGA – Pemko Sibolga belum bisa mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2013. Hal ini terkendala nilai dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN & RB). “Hasil ujian peserta sudah kita terima tanggal 24 Desember 2013. Namun Kementerian PAN belum mencantumkan nilai peserta ujian. Makanya hasil seleksi itu belum bisa kita umumkan. Kondisi ini […]

  • Dana PSKS Se-Tabagsel Cair Hari Ini

    Dana PSKS Se-Tabagsel Cair Hari Ini

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

     P Sidimpuan – Mulai hari ini, Senin (24/11), sebanyak 82.359 Rumah Tangga Sasaran (RTS) untuk wilayah Tabagsel (Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapsel, Palas, Paluta dan Madina), sudah bisa mencairkan dana kompensasi pasca kenaikan harga BBM yang disebut Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos setempat. Kepala Kantor Pos Besar Kota Padangsidimpuan Rachmady Sirait didampingi Ketua […]

  • Akhirnya! DK PBB Keluarkan Resolusi Penghancuran Senjata Kimia Suriah

    Akhirnya! DK PBB Keluarkan Resolusi Penghancuran Senjata Kimia Suriah

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    NEW YORK, – Dewan Keamanan PBB akhirnya mengesahkan resolusi yang memerintahkan penghancuran senjata kimia Suriah. Dengan suara bulat, negara-negara anggota DK PBB juga mengecam serangan gas beracun di Damaskus, Suriah bulan Agustus lalu. Ini merupakan resolusi DK PBB pertama mengenai konflik Suriah yang telah berlangsung 30 bulan. Sebelumnya, tiga resolusi mengenai Suriah selalu digagalkan oleh […]

  • Caleg Perempuan dan Keperempuanan

    Caleg Perempuan dan Keperempuanan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution                Budayawan Bias Gender itu sudah masalah klasik. Bukan sekedar keterwakilan perempuan dalam berbagai aspek sosial dan kebangsaan. Bukan juga soal emansipasi. Tapi memang, sudah kodratnya, perempuan berbeda dengan laki-laki dalam berbagai aspek, dan karena itu memerlukan pendekatan-pendekatan yang khas perempuan juga. Misalnya, jumlah murid perempuan di rata-rata sekolah lebih banyak […]

  • HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal, Sumut, berhasil meraih Akreditasi Unggul. Akreditasi Unggul tertuang dalam sertifikat nomor 6001/SK/BAN-PT/Ak/S/IX/2024 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini merupakan kali pertama bagi Program Studi di STAIN Mandailing Natal (Madina) meraih Akreditasi Unggul sejak STAIN Mandailing […]

  • Kunker DPRD: Kualitas Pendidikan Madina Jauh Tertinggal

    Kunker DPRD: Kualitas Pendidikan Madina Jauh Tertinggal

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kualitas pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) jauh tertinggal dibandingkan dengan Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Madina Dodi Martua di Panyabungan, Ahad (20/03/2011), setelah pulang kunjungan kerja dari Kendal. Padahal, apabila dilihat dari banyaknya sekolah, alokasi dana, sarana dan prasarana di Madina, tidak berbeda jauh dengan […]

expand_less