Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Gubsu dan 10 Bupati-Walikota Segera Bersikap Soal Inalum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online) – Negosiasi pengambilalihan PT Inalum antara pemerintah pusat melalui tim negosiasi dengan pihak Jepang, akan berakhir 31 Oktober 2013. Namun sejauh ini, Provinsi Sumut bersama 10 kabupaten/kota yang ikut dalam keanggotaan tim, tidak pernah dilibatkan dalam pembicaraan oleh pemerintah pusat.

Merasa tidak adil dengan perlakuan tersebut, Gubernur Sumut dan 10 bupati/walikota sekawasan operasi PT Inalum akan menggelar rapat, Sabtu, 12 Oktober 2013. Mereka akan membahas dan menyamakan persepsi sekaligus menentukan sikap Sumut tentang masa depan Inalum.

“Harus ada sikap kita yang tegas. Sebab pada 31 Oktober ini pembicaraan soal Inalum antara tim dengan Jepang berakhir. Jadi sebelum berakhir, critical point dari kita harus ada, supaya Sumut tidak hanya menjadi penonton,” tegas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho kepada wartawan di Gubernuran, Jalan Sudirman Medan, Rabu (9/10/2013) sore

Gatot menyampaikan, Provinsi Sumut bersama 10 kabupaten/kota berkeinginan bisa mengelola operasional Inalum di masa mendatang.

“Keinginan itu jelas ada. Bahkan pada 2010 lalu keinginan itu sudah diwujudkan lewat penandatanganan MoU,” katanya.

Menurut Gatot, 30 tahun di bawah penguasaan Jepang adalah hal yang cukup lama. Sudah saatnya Inalum dikelola Indonesia.

“Dan Sumut siap mengelolanya. Jangan tanya soal dana dari mana?. Itu teknis, yang pasti Sumut siap mengelolanya,” tandasnya.

Namun dicecar wartawan tentang berbagai kemungkinan, Gatot menjawab tidak ingin terlalu jauh membicarakannya. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pertemuan Sabtu nanti. “Sebaiknya kita tunggu hasil pembicaraan Sabtu nanti,” jawabnya.

Gatot mengaku terus melakukan koordinasi dengan para putra-putri perantau asal Sumut di Jakarta, maupun dengan Komisi VI DPR RI.

Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis menambahkan, produksi alumunium akan bisa ditingkatkan hingga 500.000 ton dari saat ini yang hanya 250.000 ton jika dikelola Sumut. “Dan sudah full bisa dialokasikan ke kebutuhan dalam negeri, atau tidak lagi hanya 40 persen seperti yang terjadi selama ini,” ujar Riadil.

Riadil menjelaskan, ada beberapa keuntungan strategis dengan memiliki Inalum, antara lain karena memiliki daya listrik hingga 600 MW, potensi peningkatan produksi alumunium hingga 500.000 ton ke depan dari saat ini yang rata-rata 250.000 ton. Kemudian karena pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung Batubara yang menjadi pusat kebutuhan logistik nasional ke depan.

Selain itu, kawasan Batubara sudah ditetapkan Menteri Perindustrian sebagai pusat hilirisasi alumunium di Indonesia. Dan Pemkab Batubara bersedia menyiapkan lahannya.

“Jadi dengan diambilalihnya Inalum, maka persentase keuntungan yang lebih besar lagi bisa dirasakan Sumut dan Indonesia umumnya,” terangnya. (tribun)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wajah DPR 2014-2019 tak lebih baik

    Wajah DPR 2014-2019 tak lebih baik

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA –  Wajah Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 diperkirakan tidak lebih baik dari DPR saat ini. Hal itu karena tidak sedikit calon anggota DPR yang terpilih lewat pemilu legislatif lalu menggunakan politik uang atau hanya mengandalkan popularitas. Sebaliknya, sejumlah aktivis DPR yang dikenal kritis dan berintegritas justru gagal masuk parlemen. Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan […]

  • Televisi Kita, Dirty Jokes dan Fenome Waria

    Televisi Kita, Dirty Jokes dan Fenome Waria

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Aditya Abdurrahman Abu Hafizh TELEVISI merupakan media massa yang sampai saat ini dianggap paling memiliki pengaruh bagi audiennya. Kedahsyatan efek yang dihasilkan dari penggabungan antara elemen gambar (visual) dan suara (audio) membuat media ini menjadi sasaran utama para kapitalis untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya melalui iklan, para politisi untuk merebut pengaruh dukungan sebesar-besarnya, maupun pihak-pihak […]

  • Spanduk “Usir TKA China” Muncul di Panyabungan

    Spanduk “Usir TKA China” Muncul di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 13 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu spanduk terpampang di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal bertulis “USIR TKA CHINA DARI BUMI GORDANG SAMBILAN”. Spanduk berukuran sekira 1,5 meter x 3 meter itu terpampang di pagar Taman Panyabungan menghadap jalan raya Jl. Willem Iskander tak jauh dari titik jembatan Aek Mata. Sejauh ini tak diketahui pihak mana […]

  • DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejadian Lagi di Langkat LANGKAT-Indikasi tindak pidana korupsi berjamaah di Kabupaten Langkat kembali mencuat. Kali ini muncul dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat yang membocorkan APBD dengan nilai Rp1,4 miliar. Kebocoran anggaran ini tercium saat sejumlah mantan dewan periode 2004-2009 ramai-ramai memulangkan uang ke kantor dewan, Rabu (26/1) siang. Pemulangan uang negara itu, […]

  • Timbas: Kami tidak Akan Bayar Honor Kalian

    Timbas: Kami tidak Akan Bayar Honor Kalian

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Honorer Sat Pol PP Kembali Berorasi BINJAI- Dikarenakan belum ada penjelasan yang memuaskan dari Pemerintah Kota (Pemko) Binjai terkait gaji selama 4 bulan yang belum dicairkan, membuat puluhan honorer Sat Pol PP semakin berang. Akibatnya, mereka kembali melakukan orasi ke kantor Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (20/4) sekitar pukul 10.00 […]

  • Akong : Pemkab Madina Harusnya Menempuh Hak Jawab

    Akong : Pemkab Madina Harusnya Menempuh Hak Jawab

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal seharusnya menempuh jalur hak jawab jika pemberitaan di surat kabar dinilai mengandung kekeliruan. Itu dikatakan Pengamat Politik dan Kebijakan di Madina, Saparuddin Haji yang akrap disapa ‘Akong’,  Jumat (26/2), meyikapi surat instruksi Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution nomor 188.55/368/BHP/2016 tertanggal 23 Pebruari 2016, surat berisi instruksi kepada […]

expand_less