Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Pengelolaan keuangan BLUD disosialisasikan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
  • print Cetak

MEDAN – Dalam upaya membantu rumah sakit guna meningkatkan pengelolaan keuangannya, terutama dalam percepatan penyusunan laporan keuangan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumut, mengggelar sosialisasi sistem informasi (SIA) Badan layanan umum Daerah (BLUD) rumah sakit se -Sumut di Medan, kemarin.

Acara yang dibuka Plt Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Hasiholan Silaen ini dipusatkan di Aula Kantor perwakilan BPKP Provsu jalan Gatot Subroto. Hadir Deputi BPKP bidang akuntan Negara Gatot Darmasto, pengawasan BUMD BPKP I Nyoman Sardiana , Kepala Perwakilan BPKP provsu Mulyana, Ketua Arsada provsu Ria Novida  dan staf ahli Gubsu serta Kadis Kominfo sumut serta para direktur Rumah sakit umum Daerah se- wilayah Provinsi sumut.

Dalam sambutannya, Plt Sekdaprov kegiatan seperti ini hendaklah tidak dilaksanakan sekali tetapi berkelanjutan minimal 1 tahun sekali. Karena mengelola suatu lembaga tidaklah mudah, dibutuhkan keseriusan kita untuk meningkatkan pengelolan keuangan. “Oleh karena itu tidak bisa diurus dengan seadanya perlu orang-orang yang cakap terampil dan berkemampuan dalam memahami peraturan perundang-Undangan yang berlaku termasuk penguasaan terhadap sistem informasi akutansi,” katanya.

Lanjut Sekdaprov, pada tahun 2005 dikeluarkan peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan badan layanan umum dan peraturan menteri dalam negeri nomor 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, PPK-BLUD, dimana semua rumah sakit pemerintah harus berubah statusnya manjadi BLU/BLUD, aturan ini menjadi landasan hukum bagi rumah sakit pemerintah untuk lebih otonom di bidang keuangan.

Juga keluarnya peraturan ini dilatarbelakangi kondisi pelayanan publik yang diberikan oleh penyelenggaraan negara dewasa ini dirasa belum memuaskan masyarakat. Maka,dengan lahirnya peraturan tersebut pemerintah telah membuka suatu koridor baru bagi institusi pelayanan publik seperti rumah sakit daerah untuk dikelola secara lebih profesional dalam rangka meningkatkan kinerja mutu layanan kepada masyarakat.

“Koridor baru dimaksud adalah berupa fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan seperti dalam hal penyelenggaran, penggunaan langsung pendapatan, penetapan tarif layanan, pengadaan barang dan jasa, kerjasama, investasi dan lain lain,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, prinsip efesiensi harus menjadi bagian dari sistem manajemen ini juga menjadi starting point untuk meningkatkan sistem manajemen di rumah sakit pemerintah dalam pengelolaan yang lebih berjiwa entrepreneurhip dengan menerapkan konsep bisnis secara sehat.

“Kebijakan pemerintah mengenai badan layanan umum daerah bagi rumah sakit pemerintah daerah merupakan tonggak baru untuk pembenahan rumah sakit dari berbagai sisi termasuk sisi pengelolan keuangan ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Adapun pengelolan keuangan yang baik adalah yang dilakukan berdasarkan tranparansi, akuntabilitas dan dapat diaudit untuk mendapatkan dan mencapai  hal tersebut rumah sakit umum daerah memerlukan suatu  sistem pengendalian internal yang handal dan dapat dipercaya. sedangkan sistem pengendalian internal yang handal memerlukan dukungan brainware dan software yang handal juga.

“Oleh karena itu pada kesempatan ini sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada perwakilan BPKP provsu yang telah memudahkan rumah sakit umum daerah dalam mengelola keuangan dan menyusun laporan keuangan baik yang sesuai dengan sistem akutansi keuangan maupun sistem akutansi pemerintah dengan mengembalikn suiatu sistem  informasi akutansi badan layanan umum daerah dan pada hari ini disosialisasikan kepada RSUD se wilayah Sumut,” ujarnya.

Untuk itulah, dia berharap aplikasi sistem informasi akutansi BLUD ini dapat diimplementasikan di semua RSUD di Sumut karena bila BLUD di wilayah Sumut dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparasi pengelolan keuangannya maka hal ini dapat mempengaruhi Pemda dalam memcapai opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Sumber : Waspada

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakapolres Mandailing Natal Komisaris Polisi Haryatmoko didampingi Kasat Reskrim AKP S Siregar menunjukkan barang bukti 28 senjata rakitan dan 12 peluru timah, yang diserahkan masyarakat Desa Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur kepada polisi, Selasa (20/09/2011) sore. (Beritasumut.com/MS Putra) Sumber : beritasumut.com

  • Harga Emas Turun Rp 8.000

    Harga Emas Turun Rp 8.000

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Ramadhan tahun  ini, harga emas perhiasan  di pasar baru Panyabungan, Mandailing Natal, turun. Dalam rentang 3 hari belakangan ini, penurunan harga senilai Rp8.000 per gramnya. Hidayat Harahap, penjual emas di toko Najla Harahap pasar baru Panyabungan menjawab Mandailing Online, Rabu, (1/6), mengungkap tokonya  menjual  perhiasan emas per ameh seharga Rp1.280.000. […]

  • Sikat Habis Pelaku Illegal Loging di Madina
    Tak Berkategori

    Sikat Habis Pelaku Illegal Loging di Madina

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online)  Bupati Madina harus bertindak tegas menindak pelaku illegal di hulu sungai Aek Mata dan Aek Ranto Puran, dengan meminta kepada Polres dan Dishutbun Madina melakukan audit investigasi di hulu kedua sungai tersebut. Bupati harus meminta secara tertulis kapada Polres Madina untuk mengambil langkah-langkah hukum terhadap pelaku illegal loging, dengan dalih pembukaan […]

  • Guru SD Dibantai 11 Liang

    Guru SD Dibantai 11 Liang

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Seorang Guru Sekolah Dasar ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Desa Bandar Panjang, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (13/12/2010) pagi. Korban yang bernama Eliza (49) diduga merupakan korban korban perampokan disertai pembunuhan karena di sekujur tubuh korban ditemukan 11 luka tusukan dan kepala pecah. Mayat korban ditemukan masyarakat diduga setelah dua hari dibunuh […]

  • Madina Habiskan 6 Milyar Per Bulan Beli Sayur Dari Luar Daerah

    Madina Habiskan 6 Milyar Per Bulan Beli Sayur Dari Luar Daerah

    • calendar_month Sabtu, 22 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebutuhan sayur mayur dan buah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih lebih banyak dipasok dari luar daerah seperti Bukit Tinggi, Tapsel dan Karo. Nilai transaksi oleh para pedagang pemasok mencapai sekitar 6 milyar per bulan. Jika petani lokal mampu memproduksi dan menyuplai ragam sayur mayur, maka uang sebesar itu tidak perlu […]

  • Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah. Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 […]

expand_less