Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Rukad Madina Belajar Tata Rias di Silangit Koi Hutasiantar

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
  • print Cetak

KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Silangit Koi Hutasiantar tidak hanya menjadi tempat wisata, tapi juga tempat untuk berbagai kegiatan. Seperti hari ini, Kamis (25/11) Rukun Keluarga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Rukad) Mandailing Natal (Madina) belajar tata rias di wisata sawah yang sedang viral ini.

Pelatihan tata rias ini berjalan dengan santai dan penuh kekeluargaan.

Ibu-ibu yang merupakan istri dari anggota DPRD Madina ini terlihat antusias mendengar penjelasan dari Reza Aleh sebagai mentor pelatihan tata rias (make-up).

Usai latihan, anggota Rukad menikmati sajian makanan khas Mandailing di Wisata Sawah 3 Dimensi ini.

Ketua Rukad Madina Ny. Fitrisna Erwin Efendi Lubis menyampaikan pelatihan tata rias ini merupakan bagian dari kegiatan rutin bulanan Rukad Madina.

Istri dari Ketua DPRD Madina ini mengungkapkan pemilihan Silangit Koi sebagai tempat kegiatan karena nyaman dan sebagai upaya promosi usaha salah satu anggota Rukad.

“Ini namanya arisan bulanan. Kebetulan hari ini kita laksanakan di Wisata Sawah 3 Dimensi Silangit Koi. Kita memilih tempat ini sekalian kita ingin mempromosikan usaha saudara kita yang juga anggota Rukad,” jelasnya.

Ny. Fitrisna mengatakan makanan khas Mandailing yang disajikan menjadi daya tarik tersendiri.

Ia pun mengajak masyarakat untuk datang ke Silangit Koi bersama keluarga.

“Bawa keluarga ke sini. Tempatnya nyaman dan aman untuk anak-anak bermain,” ajaknya.

Sebelumnya, pada minggu lalu anak-anak dari TK Satu Atap SDN 048 Malintang juga berkunjung ke Silangit Koi dalan rangka belajar di luar ruangan.

“Ini merupakan bagian dari pelajaran puncak tema binatang dengan sub tema Binatang yang Hidup di Air Jenis Ikan. Sekalian pengenalan lingkungan kepada anak-anak,” ucap Kepala TK Satap 048 Malintang Aswita Noor saat itu.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

  • YRKI Desak Pemprovsu Dorong Kemandirian Desa

    YRKI Desak Pemprovsu Dorong Kemandirian Desa

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mengusulkan agar Pemerintah Sumatera Utara melahirkan semacam regulasi atau peraturan gubernur untuk mendorong percepatan kemajuan dan kemandirian desa. Ketua YRKI, Amir Hamdani Nasution SHI,MH menyatakan perkembangan dan kondisi desa di Sumatera Utara pasca pemberlakuan UU Desa masih miris dan mengecewakan. Usulan itu disampaikan YRKI dalam pertemuan […]

  • Aneh Dana Jambore TP.PKK Siabu Tahun 2023 Dikerjakan Tahun 2024

    Aneh Dana Jambore TP.PKK Siabu Tahun 2023 Dikerjakan Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU ( Mandailing Online )- Aneh Jambore Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (  TP. PKK ) di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sumber dana dari dana desa tahun 2023 di laksanakan tahun 2024. Informasinya, Jambore TP. PKK ini hanya diikuti 11 desa dari 26 desa di Kecamatan itu. Jambore TP.PKK yang dilaksanakan […]

  • Persatuan dan Kesatuan Sebagai Modal Awal Pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal

    Persatuan dan Kesatuan Sebagai Modal Awal Pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Oleh : Maradotang Pulungan Kabupaten Mandailing Natal dikenal sebagai daerah yang majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama dan budaya di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat Mandailing Natal dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam. Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Namun bila ini dikelola secara benar, kemajemukan […]

  • Duo Sutan, Duo Pahlawan Nasional

    Duo Sutan, Duo Pahlawan Nasional

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Masih Sekitar Polemik Strategi Pengusulan Pahlawan Nasional)   Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Pegiat di Mandailing Epicentrum   Saya menyampaikan apresiasi kepada Bung Moechtar Nasution atas esainya yang merespons tulisan kami mengenai perjuangan Gerep Institute mengusulkan Willem Iskander dan Sutan Takdir Alisjahbana sebagai Pahlawan Nasional. Bagi saya, esai tersebut bukan gangguan terhadap perjuangan ini. Sebaliknya, ia […]

  • Gordang Sambilan Budaya Mandailing

    Gordang Sambilan Budaya Mandailing

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat Mandailing terkenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadikan berbeda dari suku–suku yang ada di Sumatera Utara. Salah satu kesenian khas suku Mandailing adalah Gordang Sambilan. Gordang artinya gendang atau bedug, sedangkan sambilan artinya sembilan. Jadi Gordang Sambilan merupakan gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang […]

expand_less