Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Gordang Sambilan Budaya Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
  • print Cetak

Masyarakat Mandailing terkenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadikan berbeda dari suku–suku yang ada di Sumatera Utara.

Salah satu kesenian khas suku Mandailing adalah Gordang Sambilan. Gordang artinya gendang atau bedug, sedangkan sambilan artinya sembilan.

Jadi Gordang Sambilan merupakan gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang berbeda sehingga menghasilkan nada yang berbeda pula.

Biasa dimainkan oleh enam orang, dengan nada gendang yang paling kecil 1,2 sebagai taba-taba, gendang 3 tepe-tepe, gendang 4 kudong kudong, gendang 5 kudong-kudong nabalik, gendang 6 kudong-kudong pasilion, gendang 7,8,9 sebagai jangat.

Sebelum agama Islam masuk, masyarakat Mandailing menggunakan Gordang Sambilan dalam upacara Paturuan Sibaso, yakni sebuah ritual memanggil roh nenek moyang yang nantinya akan merasuki medium sibaso. Upacara ini dilakukan jika terjadi kesulitan yang menimpa masyarakat Mandailing, seperti wabah penyakit menular. Tidak hanya itu, Gordang Sambilan juga biasa digunakan dalam upacara mangido udan (meminta hujan) oleh masyarakat Mandailing. Jika hujan sudah berlangsung cukup lama yang menimbulkan banjir dan kerusakan hasil panen, gordang sambilan juga digunakan untuk memohon agar hujan lekas berhenti .

Tabung resonator gordang sambilan terbuat dari kayu yang dilubangi dan salah satu ujung lobang di bagian kepalanya ditutup dengan membran berupa kulit lembu yang ditegangkan dan diikat dengan rotan. Instrumen musik tradisional ini dilengkapi dengan sebuah ogung boru boru (gong berukuran paling besar atau disebut gong betina), ogung jantan (gong berukuran lebih kecil), doal (gong yang lebih kecil dari ogung jantan), tiga salempong atau atau mongmongan (gong dengan ukuran yang paling kecil). Selain itu ada alat tiup terbuat dari bambu yang dinamakan sarune atau saleot dan sepasang sambal kecil yang dinamakan tali sasayat.

Yang memimpin permainan ensambel gordang sambilan disebut panjangati. Beliau memainkan gordang yang paling besar (jangat). Seorang panjangati harus menguasai pola ritmik setiap instrumen dalam ansambel gordang sambilan dan memiliki selera ritme yang sangat tinggi. Dia bertugas mengolah nada-nada ritme dari semua pola ritmik instrument gordang sambilan (improvisasi). Tiap instrument diberi aksen yang berbeda akan menimbulkan efek ketegangan yang berbeda beda.

Saat ini gordang sambilan kerap dimainkan saat upacara perkawinan (Orja Godang Markaroan Boru) dan upacara kematian (Orja Mambulungi).

Penggunaan gordang sambilan untuk kedua upacara tersebut apabila untuk kepentingan pribadi harus terlebih dahulu mendapat izin melalui suatu musyawarah adat yang disebut markobar adat yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Namora Natoras dan Raja beserta pihak yang akan menyelenggarakan upacara tersebut. Selain itu, juga harus disembelih paling sedikit satu ekor kerbau jantan dewasa yang sehat. Namun, apabila persyaratan tersebut belum dapat dipenuhi maka gordang sambilan tidak boleh digunakan.

Pada perkembangannya gordang sambilan ini masih digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai alat musik sakral. Meskipun demikian saat ini gordang sambilan juga dikenal sebagai alat musik kesenian tradisional Mandailing yang sudah popular di Indonesia bahkan di dunia.

Sumber: warisan budaya kemendikbud. go.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam kembali menahan tersangka tindak pidana korupsi pengadaan lahan gardu induk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang berokasi di Dusun V Desa Petangguhan Kecamatan Galang. Kali ini Kejari menahan M Dachi (45) yang merupakan staf Badan Pertanahan Negara (BPN) Deli Serdang, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan itu […]

  • Pria Baru Nikah 5 Bulan di Sopo Sorik Nekat Gantung Diri

    Pria Baru Nikah 5 Bulan di Sopo Sorik Nekat Gantung Diri

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Seorang warga Desa Sopo Sorik Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditemukan tewas gantung diri didalam rumahnya. Rabu (30/8/2023). Moniti diduga faktor ekonomi. Penemuan jasad SB (19) sontak buat warga desa geger. Pasalnya korban diketahui baru menikah sekitar 5 bulan ini nekat bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan […]

  • Jalinsum Gunung Tua-Psp Rusak

    Jalinsum Gunung Tua-Psp Rusak

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    PALUTA – Musim hujan yang melanda Padang Lawas Utara (Paluta) belakangan ini membuat beberapa jalan di Paluta rusak. Jalan aspal yang tadinya mulus menjadi rusak karena tergenang air hujan. Kondisi ini menyulitkan pengguna jalan. Salah satu lokasi kerusakan terdapat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Gunung Tua-Psp Km 5, Desa  Sukadame, Kecamatan Padang Bolak. Bahkan sedikit […]

  • Akankah Narkoba Tertuntaskan Ketika Grasi Massal Napi Narkoba Justru Direkomendasikan

    Akankah Narkoba Tertuntaskan Ketika Grasi Massal Napi Narkoba Justru Direkomendasikan

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj. Nuryati Apsari, S.Hut, MM Aktivitas Muslimah Peduli Generasi Patut dipertanyakan keseriusan pemerintah menuntaskan kasus narkoba di negeri ini, ketika ada usulan untuk memberikan grasi massal kepada napi narkoba. Tim Percepatan Reformasi Hukum merekomendasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberi grasi massal kepada narapidana pengguna narkoba. Langkah itu sebagai upaya mengatasi over crowded lapas. […]

  • Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

    Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pematokan tapal batas TNBG yang dilakukan BPKH Sumut dinilai merugikan upaya-upaya pengembangan kebun kopi masyarakat di Mandailing Julu. Prospek pengembangan lahan untuk perkebunan kopi bagi masyarakat Mandailing Julu, terutama di kawasan Ulu Pungkut dan Kotanopan menjadi terganggu. Padahal masa kini animo penduduk berkebun kopi sedang menggeliat di kawasan itu, seiring semakin […]

  • Wakil Bupati Tinjau Vaksinasi di 2 Puskesmas

    Wakil Bupati Tinjau Vaksinasi di 2 Puskesmas

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus melakukan upaya-upaya untuk mencapai target vaksinasi 50 persen. Tak hanya meluncurkan beberapa program, baik Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution maupun Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution turut serta ke lapangan untuk meninjau vaksinasi. Seperti pada Sabtu (6/11) Wakil Bupati Atika didampingi Asisten 1 […]

expand_less