Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Gordang Sambilan Budaya Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
  • print Cetak

Masyarakat Mandailing terkenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadikan berbeda dari suku–suku yang ada di Sumatera Utara.

Salah satu kesenian khas suku Mandailing adalah Gordang Sambilan. Gordang artinya gendang atau bedug, sedangkan sambilan artinya sembilan.

Jadi Gordang Sambilan merupakan gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang berbeda sehingga menghasilkan nada yang berbeda pula.

Biasa dimainkan oleh enam orang, dengan nada gendang yang paling kecil 1,2 sebagai taba-taba, gendang 3 tepe-tepe, gendang 4 kudong kudong, gendang 5 kudong-kudong nabalik, gendang 6 kudong-kudong pasilion, gendang 7,8,9 sebagai jangat.

Sebelum agama Islam masuk, masyarakat Mandailing menggunakan Gordang Sambilan dalam upacara Paturuan Sibaso, yakni sebuah ritual memanggil roh nenek moyang yang nantinya akan merasuki medium sibaso. Upacara ini dilakukan jika terjadi kesulitan yang menimpa masyarakat Mandailing, seperti wabah penyakit menular. Tidak hanya itu, Gordang Sambilan juga biasa digunakan dalam upacara mangido udan (meminta hujan) oleh masyarakat Mandailing. Jika hujan sudah berlangsung cukup lama yang menimbulkan banjir dan kerusakan hasil panen, gordang sambilan juga digunakan untuk memohon agar hujan lekas berhenti .

Tabung resonator gordang sambilan terbuat dari kayu yang dilubangi dan salah satu ujung lobang di bagian kepalanya ditutup dengan membran berupa kulit lembu yang ditegangkan dan diikat dengan rotan. Instrumen musik tradisional ini dilengkapi dengan sebuah ogung boru boru (gong berukuran paling besar atau disebut gong betina), ogung jantan (gong berukuran lebih kecil), doal (gong yang lebih kecil dari ogung jantan), tiga salempong atau atau mongmongan (gong dengan ukuran yang paling kecil). Selain itu ada alat tiup terbuat dari bambu yang dinamakan sarune atau saleot dan sepasang sambal kecil yang dinamakan tali sasayat.

Yang memimpin permainan ensambel gordang sambilan disebut panjangati. Beliau memainkan gordang yang paling besar (jangat). Seorang panjangati harus menguasai pola ritmik setiap instrumen dalam ansambel gordang sambilan dan memiliki selera ritme yang sangat tinggi. Dia bertugas mengolah nada-nada ritme dari semua pola ritmik instrument gordang sambilan (improvisasi). Tiap instrument diberi aksen yang berbeda akan menimbulkan efek ketegangan yang berbeda beda.

Saat ini gordang sambilan kerap dimainkan saat upacara perkawinan (Orja Godang Markaroan Boru) dan upacara kematian (Orja Mambulungi).

Penggunaan gordang sambilan untuk kedua upacara tersebut apabila untuk kepentingan pribadi harus terlebih dahulu mendapat izin melalui suatu musyawarah adat yang disebut markobar adat yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Namora Natoras dan Raja beserta pihak yang akan menyelenggarakan upacara tersebut. Selain itu, juga harus disembelih paling sedikit satu ekor kerbau jantan dewasa yang sehat. Namun, apabila persyaratan tersebut belum dapat dipenuhi maka gordang sambilan tidak boleh digunakan.

Pada perkembangannya gordang sambilan ini masih digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai alat musik sakral. Meskipun demikian saat ini gordang sambilan juga dikenal sebagai alat musik kesenian tradisional Mandailing yang sudah popular di Indonesia bahkan di dunia.

Sumber: warisan budaya kemendikbud. go.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERANTAU PUJI SIKAP BUPATI MADINA

    PERANTAU PUJI SIKAP BUPATI MADINA

    • calendar_month Minggu, 21 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Foto surat pengunduran diri Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang beradar di facebook menjadi perhatian perantau di Jakarta. “Jika surat pengajuan pengunduran diri itu benar, menunjukkan Dahlan Hasan Nasution seorang yang gentelmen,” ujar Erie Batubara perantau asal Mandailing yang merantau di Jakarta, kepada Mandailing Online via telefon seluler, Minggu (21/4/2019). Berdasar […]

  • Ribuan Karyawan Mengamuk dan Bakar Perusahaan di Batam

    Ribuan Karyawan Mengamuk dan Bakar Perusahaan di Batam

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAM: Ribuan karyawan subkontrak PT Nexus Engineering Kawasan Industri Kabil Kota Batam mengamuk dan membakar perusahaan tempat mereka bekerja, Selasa sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut salah seorang karyawan, Niko, kejadian tersebut dipicu salah seorang karyawan dipukul oleh oknum diduga anggota TNI yang bertugas diperusahaan, karena karyawan yang belum diketahui namannya itu salah parkir. “Ribuan karyawan […]

  • Bentrok, Anggota OKP Kena Tikam

    Bentrok, Anggota OKP Kena Tikam

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    8 Luka-luka, 3 Kritis BINJAI- Bentrok dua kubu Organisasi Kepemudaan (OKP) yang sama terjadi di Kota Binjai, Minggu (3/4) sekitar pukul 10.30 WIB. Akibat kejadian ini, delapan orang luka-luka dan tiga diantaranya kritis. Dari delapan orang yang luka-luka, lima diantaranya kelompok OKP yang diserang yakni, Usman, Syamsul, Joni, Martin Bangun, dan Syahrijal. Sementara, tiga orang […]

  • DCS dapil 3 PDIP Madina

    DCS dapil 3 PDIP Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PDIP Madina

  • Shooting Film “Senandung Willeam”

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kru Tympanum Novem ketika melakukan shooting film “Senandung Willeam” atau lebih dikenal Willeam Iskandear di Desa Hutabangun Kecamatan Bukit Malintang. Film colosal yang mengangkat tokoh pendidikan Mandailing ini merupakan kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal.(Hol)

  • Surat Pengunduran Diri Bupati Madina Beredar di Jejaring Sosial

    Surat Pengunduran Diri Bupati Madina Beredar di Jejaring Sosial

    • calendar_month Minggu, 21 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di jejaring sosial beredar foto surat pengunduran Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution. Surat ber kop Bupati Mandailing Natal itu bertanggal 18 April 2019 itu ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia yang ditandatangani Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution D/P Menteri Kordinator Perekonomian Republik Indonesia. Surat itu bernomor 019.6/1214/TUPIM/2019. Prihal “Permohonan […]

expand_less