Selasa, 14 Apr 2026
light_mode

Gordang Sambilan Budaya Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
  • print Cetak

Masyarakat Mandailing terkenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadikan berbeda dari suku–suku yang ada di Sumatera Utara.

Salah satu kesenian khas suku Mandailing adalah Gordang Sambilan. Gordang artinya gendang atau bedug, sedangkan sambilan artinya sembilan.

Jadi Gordang Sambilan merupakan gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang berbeda sehingga menghasilkan nada yang berbeda pula.

Biasa dimainkan oleh enam orang, dengan nada gendang yang paling kecil 1,2 sebagai taba-taba, gendang 3 tepe-tepe, gendang 4 kudong kudong, gendang 5 kudong-kudong nabalik, gendang 6 kudong-kudong pasilion, gendang 7,8,9 sebagai jangat.

Sebelum agama Islam masuk, masyarakat Mandailing menggunakan Gordang Sambilan dalam upacara Paturuan Sibaso, yakni sebuah ritual memanggil roh nenek moyang yang nantinya akan merasuki medium sibaso. Upacara ini dilakukan jika terjadi kesulitan yang menimpa masyarakat Mandailing, seperti wabah penyakit menular. Tidak hanya itu, Gordang Sambilan juga biasa digunakan dalam upacara mangido udan (meminta hujan) oleh masyarakat Mandailing. Jika hujan sudah berlangsung cukup lama yang menimbulkan banjir dan kerusakan hasil panen, gordang sambilan juga digunakan untuk memohon agar hujan lekas berhenti .

Tabung resonator gordang sambilan terbuat dari kayu yang dilubangi dan salah satu ujung lobang di bagian kepalanya ditutup dengan membran berupa kulit lembu yang ditegangkan dan diikat dengan rotan. Instrumen musik tradisional ini dilengkapi dengan sebuah ogung boru boru (gong berukuran paling besar atau disebut gong betina), ogung jantan (gong berukuran lebih kecil), doal (gong yang lebih kecil dari ogung jantan), tiga salempong atau atau mongmongan (gong dengan ukuran yang paling kecil). Selain itu ada alat tiup terbuat dari bambu yang dinamakan sarune atau saleot dan sepasang sambal kecil yang dinamakan tali sasayat.

Yang memimpin permainan ensambel gordang sambilan disebut panjangati. Beliau memainkan gordang yang paling besar (jangat). Seorang panjangati harus menguasai pola ritmik setiap instrumen dalam ansambel gordang sambilan dan memiliki selera ritme yang sangat tinggi. Dia bertugas mengolah nada-nada ritme dari semua pola ritmik instrument gordang sambilan (improvisasi). Tiap instrument diberi aksen yang berbeda akan menimbulkan efek ketegangan yang berbeda beda.

Saat ini gordang sambilan kerap dimainkan saat upacara perkawinan (Orja Godang Markaroan Boru) dan upacara kematian (Orja Mambulungi).

Penggunaan gordang sambilan untuk kedua upacara tersebut apabila untuk kepentingan pribadi harus terlebih dahulu mendapat izin melalui suatu musyawarah adat yang disebut markobar adat yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Namora Natoras dan Raja beserta pihak yang akan menyelenggarakan upacara tersebut. Selain itu, juga harus disembelih paling sedikit satu ekor kerbau jantan dewasa yang sehat. Namun, apabila persyaratan tersebut belum dapat dipenuhi maka gordang sambilan tidak boleh digunakan.

Pada perkembangannya gordang sambilan ini masih digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai alat musik sakral. Meskipun demikian saat ini gordang sambilan juga dikenal sebagai alat musik kesenian tradisional Mandailing yang sudah popular di Indonesia bahkan di dunia.

Sumber: warisan budaya kemendikbud. go.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Pejabat Pemkab Madina Dilantik

    Tujuh Pejabat Pemkab Madina Dilantik

    • calendar_month Rabu, 3 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 7 pejabat eselon III Pemkab Mandailing Natal (Madina) dilantik, Rabu (3/11/2021). Pelantikan dilakukan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution di aula setdakab Madina. Tujuh pejabat itu, Parmonangan Hutasuhut, ST,MM dilantik untuk jabatan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Arbiuddin Syhaputra Hakim Harahap SSTP,MM (Sekretaris Dinas Pendidikan);  Rahmad Daulay, ST […]

  • 13 Anak Punk Terjaring Razia

    13 Anak Punk Terjaring Razia

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Dalam beberapa bulan terakhir, anak punk semakin menjamur di Kota Binjai. Untuk melakukan penertiban terhadap anak-anak punk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, menggelar razia yang dilakukan langsung oleh Satuan Polsi Pamung Peraja (Sat Pol PP), Senin (20/2) pagi pukul 09.00 WIB. Dalam razia yang dilakukan itu, petugas Sat Pol PP mengamankan 13 anak punk […]

  • Mengapa Kantor PMD Madina Terbakar

    Mengapa Kantor PMD Madina Terbakar

    • calendar_month Rabu, 12 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal terbakar, Rabu (12/9/2018). Kebakaran terjadi dini hari sekira pukul 4.00 WIB. Belum diketahui secara pasti penyebab kebarakan. Namun, sejumlah netizen di media sosial bertanya-tanya : mengapa gedung itu terbakar? Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Tetapi, semua peralatan […]

  • Penyerangan Harian Orbit

    Penyerangan Harian Orbit

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PENYERANGAN HARIAN ORBIT – Sejumlah karyawan Harian Orbit berada di kantor mereka pasca penyerangan yang dilakukan orang tidak dikenal terhadap kantor surat kabar tersebut, Medan, Sumut, Rabu (4/5). Kantor Harian itu diserang belasan orang diduga terkait pemberitaan yang diterbitkan dan mengakibatkan sejumlah peralatan rusak. sumber: Eksposnews

  • Atika dan Harapan New Normal Daerah

    Atika dan Harapan New Normal Daerah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Akhirnya semua segmen kelelahan di dalam kungkungan Covid-19. Persoalan virus Corona menimbulkan malapetaka ekonomi dan sosial. Kevakuman ekonomi, kemandegan distribusi, industri melambat, PHK, pengagguran massal, daya beli merosot menjadi hantu nyata di tiap kawasan. Kelelahan itu memunculkan kesadaran baru untuk mensiasati tatanan dunia baru atau lebih populer New Normal. New Normal […]

  • Potensi Banjir dan Longsor di Madina Untuk September-Nopember

    Potensi Banjir dan Longsor di Madina Untuk September-Nopember

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecamatan Panyabungan dan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) berpotensi mengalami bencana banjir tingkat menengah dan rendah di bulan September 2013. Sementara pada bulan Oktober potensi banjir tingkat rendah berada di Kecamatan Siabu, Panyabungan dan Muara Batang Gadis. Di bulan Nopember, lagi-lagi Kecamatan Panyabungan, Muara Batang Gadis dan Siabu berpotensi banjir […]

expand_less