Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Puting Beliung Sapu 7 Rumah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
  • print Cetak


TAPSEL;
Angin puting beliung melanda Dusun Siregar Matogu dan Dusun Tor Godang, Desa Pal XI dan Desa Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (17/3) sekira pukul 17.00 WIB. Akibatnya, tujuh rumah rusak karena ditimpa pohon dan diterpa angin kencang.
Camat Angkola Timur Darwin Dalimunthe SPd kepada METRO, Kamis (17/3) menuturkan, ketujuh rumah yang rusak itu milik Sainuddin Siregar (70), Hapal Siagian (48), Elvi Harahap, Tiro Harahap, Kartini (60), Nikmat Nauli, Rodiah dan satu rumah lagi yang belum diketahui nama pemiliknya.
Diutarakan camat, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Dikatakan Darwin, dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, ada beberapa rumah yang dinding dan atapnya rusak. Ada juga rumah yang rusak berat karena tertimpa pohon dan juga ada yang rusak karena atapnya diterbangkan angin.
Selain kerusakan rumah, ujar Darwin, warga juga mengalami kerugian dengan kerusakan barang-barang elektronik dan juga alat-alat rumah tangga lainnya seperti kursi, meja, lemari dan lain sebagainya.
Pihaknya, sebut Darwin, sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu untuk penanganan selanjutnya atas kejadian tersebut.
Sahruddin Siregar dan Amangtua Pakpahan warga Desa Pal XI, dan warga lainnya kepada METRO, Kamis (17/3) menceritakan, saat itu hujan turun deras sejak pukul 16.00 WIB yang dibarengi angin kencang.
Tiba-tiba, tampak pusaran angin yang sangat cepat dan melewati jalan, kebun dan juga rumah warga, sehingga rumah banyak yang rusak. Sementara pohon yang dilalui angin kencang tersebut bertumbangan.
“Pusaran angin yang datang ini warnanya putih menyerupai salju dan terus bergulung disertai hujan deras,” ucapnya.
Sementara itu Khairul Pakpahan (42) warga lainnya menuturkan, dirinya melihat jelas putaran angin tersebut melintas di jalan raya. Kemudian membelok ke arah kebun dan menumbangkan pohon durian. Sehingga dahan pohon tersebut menimpa atap rumah bagian belakang orangtuanya serta merusak seluruh perabotan rumah orantuanya.
“Melihat kekuatan angin itu, kalaulah angin itu lewat dari rumah ini, pasti sudah hancur rumah ini, karena saya jelas melihatnya. Kami jadi takut melihatnya apalagi hujan deras. Saya harus menyelematkan diri dan kedua anak saya yang masih kecil-kecil,” ceritanya.
Sementara itu Kepala Desa Pal XI, Syarifuddin Harahap menceritakan, pada saat kejadian itu warga sempat berlarian dan berlindung ke luar rumah untuk melihat arah angin yang bergerak.
“Angin puting beliung ini bergerak sekitar 3 menit, tapi akibatnya merusak sekitar 7 rumah warga dan membuat listrik padam,” ucapnya. (ran)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • H. Maraganti Batubara Dilantik Jadi Ketua DPRD Madina

    H. Maraganti Batubara Dilantik Jadi Ketua DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUGAN (Mandailing Online) – H. Maraganti Batubara dilantik menjadi ketua DPRD Mandailing Natal, Senin (6/8/2018). Pelantikan dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Mandailing Natal di ruang paripurna, DPRD Mandailing Natal. Maraganti Batubara menduduki jabatan ketua DPRD ini menggantikan Hj. Leli Artati, rekan separtainya, Partai Hanura. Pengangkatan Maraganti sebagai ketua DPRD Mandailing Natal berdasar Surat Keputusan Gubernur Sumatera […]

  • Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertambangan rakyat dinilai lebih potensial dalam menunjang kesejahteraan masyarakat dibandingkan tambang yang dikelola oleh perusahaan raksasa. Penilaian itu disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Mandailing Natal (Madina) Akhmad Arjun Nasution pada Sabtu (1/1) malam di Panyabungan. “Pertambangan emas yang dikelola rakyat ini lebih potensial dan bermanfaat ketimbang perusahaan raksasa yang mengeruk habis […]

  • Bupati Rencanakan Dana TT Untuk Perbaikan 2 Tanggul Jebol di Kawasan Siabu

    Bupati Rencanakan Dana TT Untuk Perbaikan 2 Tanggul Jebol di Kawasan Siabu

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H.M Ja’far Sukhairi Nasution akan mengalokasikan Dana Tidak Terduga (TT) Tahun 2023 untuk memperbaiki dua tanggul yang jebol akibat bencana alam yang terjadi pada Desember 2022 di Kecamatan Siabu. Itu diungkap Kepala Dinas Pertanian Madina, Siar Nasution didampingi Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Mukhsin […]

  • Ekonomi dan Zakat

    Ekonomi dan Zakat

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Artikel Ramadan : NUR SYA’ADI Mahasiswa FIAI Universitas Islam Indonesia   Berbicara menegenai Zakat dan Ekonomi tentu akan sangat erat diantara keduanya, terlebih ada tiga dimensi dalam zakat yakni Moral, Sosial dan Ekonomi. Alasan dari tiga dimensi ini maka Zakat bisa dijadikan salah satu instrumen keuangan Sistem Eonomi Islam. Zakat juga merupakan ranah publik […]

  • Warga Hayu Raja Curigai Pencairan BLT 24 Desember 2020

    Warga Hayu Raja Curigai Pencairan BLT 24 Desember 2020

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Penduduk Desa Hayu Raja Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal mencurigai masa pembagian BLT Dana Desa yang harus di tanggal 24 Desember 2020. Padahal, menurut warga, BLT itu bisa disalurkan jauh sebelum Desember yang sejatinya tanpa kendala. Pejabat pemerintah desa beralasan pihak bank Sumut Panyabungan selaku bank penyalur Dana Desa kehabisan […]

  • Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

    Honor 2000-an guru Madrasah di Madina Belum Dicairkan Sejak Januari, Dimana Sembunyi Uang Senilai 4,2 Milyar Itu?

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para guru madrastah di Kabupaten Mandailing Natal belum menerima honor mereka sejak Januari 2016 alias 7 bulan. Kemana uang mereka? Tak diketahui.  Yang jelas, gaji dalam bentuk honor itu bersumber dari APBD Kabupaten Mandailing Natal yang dikelola Pemkab Madina. Jumlah guru madrastah ini tak tanggung-tanggung, sekitar 2000-an orang. Tiap guru […]

expand_less