Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus spanduk di kota Panyabungan tahun 2012 lalu yang menuduh bupati Madina pemakai narkotika jenis sabu-sabu dan sempat masuk ranah hukum hingga kini tak diketahui akhir penanganannya.

Kasus spanduk ini menyeret Ketua Umum Gemmpar (Gerakan Masyarakat Mahasiswa Pemantau Aparatur Negara), Ramlan T Daulay, S.Sos sebagai pihak yang dituduh menghasut pembuatan dan pemasangan spanduk tersebut.

Ketidakpastian penuntasan proses hukum pada kasus ini menyebabkan berlarutnya ketidakpastian hukum bagi Ramlan T Daulay secara pribadi dan Gemmpar secara kelembagaan. Kondisi ini bisa menimbulkan bom waktu di Madina.

Dalam hal ini, bupati Madina dan Kapolres harus jeli menyikapi persoalan kasus ini karena berpotensi mengakibatkan konflik horizontal karena mencemarkan nama baik keluarga besar Gemmpar serta pengkriminalisasian Ramlan T Daulay selaku Ketua Umum DPP Gemmpar.

Kasus spanduk ini mencuat pada Desember 2012 ketika sebanyak 12 pejabat Pemkab Madina mengadukan Ramlan T Daulay ke Polres Madina atas tuduhan penghasutan pembuatan spanduk tersebut.

Pengaduan itu dimotori oleh Asisten I, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Kepala Kantor Satpol PP dan Kepala Kantor Kesbanglinmas Madina.

Ramlan diadukan ke polres pada 12 Desember 2012 dengan nomor laporan polisi LP/163?XII/2012/SU/RES MD. Dan Ramlan sempat 4 kali diperiksa di Mapolres Madina sebagai saksi yang mengarah pada status tersangka.

“Secara pribadi saya merasa dizolimi atas adanya pengaduan dan tuduhan itu menyebabkan kegalauan dalam keluarga saya serta menimbulkan ketidakpastian karir saya selaku PNS,” kata Ramlan menjawab wartawan, Selasa (24/6/2014) di Panyabungan.

Dan secara kelembagaan, Ramlan mangaku merasa dirugikan selaku ketua umum DPP Gemmpar. Tuduhan itu juga telah merusak nama baik Gemmpar serta terjadinya keluhan di jajaran anggota Gemmpar.

Menurutnya, berdasar rangkaian pemeriksaan yang dilakukan pihak polisi, sejauh ini tidak ada bukti-bukti yang mengarah pada keterlibatan atau kaitan dirinya sebagai penghasut dalam pembuatan dan pemasagan spanduk tersebut.

Dan, tidak satu pun pejabat Pemkab Madina yang mengadukan itu hadir ketika pelaksanaan rekonstruksi dilakukan.

Sebelum para pejabat Pemkab Madina mengadukan dirinya ke polisi, Ramlan mengaku sempat diundang pemkab ke perkantoran bupati dalam pertemuan yang dipimpin Asisten I dihadiri banyak pejabat Pemkab Madina. Dalam pertemuan itu dia selaku pimpinan Gemmpar hanya berposisi memediasi.

“Saat itu saya tak tahu menahu soal spanduk tersebut, makanya dalam pertemuan itu saya hanya sifatnya hanya pihak yang memdiasi,” ujar Ramlan.

Ramlan mendesak agar kasus ini dituntaskan agar tidak berlarut ketidakpastian hukum bagi keluarga besar Gemmpar.

“Gemmpar adalah organisasi gerakan dan wadah yang realistis, bukan lembaga pemitnah orang, penghujat, penzolimi atau pencemar nama baik orang. Gempar adalah pemantau aparatur negara dan pembela rakyat,” pungkas Ramlan.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Formasi Guru PAI Hanya Satu, Komisi I Minta Penjelasan Disdik dan BKD

    Formasi Guru PAI Hanya Satu, Komisi I Minta Penjelasan Disdik dan BKD

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) melalui RDP meminta penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terkait hanya ada satu formasi guru PAI pada PPPK tahun 2021. Hal ini juga untuk menyahuti kerisauan yang disampaikan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Madina terhadap 73 anggotanya yang lulus […]

  • Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Meski anggota DPR RI dari FPD Sutan Bhatoegana dan Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum telah meminta maaf kepada keluarga almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), namun putri Gus Dur Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid merasa prihatin dengan pernyataan politisi Demokrat tersebut. Pasalnya, sebagai anggota dewan Sutan ternyata tidak tahu fakta […]

  • Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

    Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Seorang perempuan ketika menikah tentu harus memahami niatannya adalah untuk mencetak dan menyiapkan generasi unggul yang dilahirkannya. Inilah cita-cita terbesar yang mulia pada seorang perempuan menurut syariah. Menjadi seorang ummun. Menjadi seorang ummun itu sangat dibutuhkan ilmu yang mumpuni dalam  urusan keperempuanan. Misalnya ilmu tentang cara mendidik […]

  • Gatot Lantik Bupati dan Wakil Bupati Karo

    Gatot Lantik Bupati dan Wakil Bupati Karo

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayanan Buruk KABAJAHE- Dari hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2010, Kabupaten Karo berada di urutan ke-22 dari 25 kabupaten/kota se-Sumatera Utara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Diharapkan dengan kepala daerah yang baru ini, Karo dapat berbenah ke arah yang lebih baik. Demikian pesan Plt Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pudjonugroho ST pada acara pengambilan […]

  • Mualaf Zambia Meningkat Tajam

    Mualaf Zambia Meningkat Tajam

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Zambia, negara di Afrika Selatan ini mencatat adanya peningkatan tajam jumlah warganya yang menjadi mualaf. Sebagian besar yang mendapatkan hidayah tersebut berasal dari kalangan pemuda. World Bulletin mengabarkan, masjid-masjid di Zambia banyak melayani syahadat para pemuda Zambia. Dewan Tinggi Islam Zambia, Suzgi Zimba, membenarkan adanya peningkatan jumlah Muslimin. Menurutnya, masjid-masjid Zambia kini dipenuhi jamaah. Ia […]

  • MEMANGGUL BAN DALAM

    MEMANGGUL BAN DALAM

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua orang kaum perempuan di Desa Jambur Baru Kecamatan Batang Natal memanggul ban dalam ukuran besar menuju sungai hendak mengumpul pasir dan batu sebagai mata pencaharian alternatif. Belakangan ini tingkat pendapatan masyarakat di Batang Natal sangat rendah akibat masih rendahnya harga karet yang selama ini sebagai mata pencaharian utama penduduk di Batang Natal. (foto : […]

expand_less