Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Gemmpar Desak Bupati Copot 4 Pejabat Terlibat Spanduk Narkoba Bupati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Jul 2014
  • print Cetak

PABYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati Madina didesak menonaktifkan 4 pejabat yang terindikasi terlibat dalam kasus spanduk sabu-sabu Bupati Hidayat Batubara.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Gerakan Masyarakat Mahasiswa Pemantau Aparatur Negara (Gemmpar), Ramlan T Daulay, S.Sos, Kamis (3/7/2014) di Panyabungan.

Spanduk itu berisi tulisan tuduhan terhadap bupati Madina pemakai narkoba jenis sabu-sabu yang terpampang di kota Panyabungan pada tahun 2012 lalu.

Kasus spanduk ini menyeret Ketua Umum Gemmpar, Ramlan T Daulay, S.Sos sebagai pihak yang dituduh menghasut pembuatan dan pemasangan spanduk tersebut, dimana sejumlah pejabat pemkab Madina masa itu mengadukan Ramlan T Daulay ke Polres Madina.

“Gemmpar mendesak Plt Bupati Madina menonaktifkan 4 pejabat yang diduga dalang atau provokator pencemaran nama baik Gemmpar dan juga kriminalisasi terhadap ketua umum Gemmpar,” kata Ramlan.

Ramlan menyebutkan, keempat pejabat yang diduga dalang pembuatan spanduk itu adalah Asisten I, Musaddat Daulay; Kakan Satpol PP Madina, Hendra AP; Kakan Kesbanglinmas Madina, Budiman dan Camat Batang Natal, Hasan Basri.

Sikap Gemmpar ini juga sudah disampaikan Ramlan selaku ketua umum Gemmpar kepada Sekretaris Daerah Madina, Yusuf Nasution beberapa hari lalu melalui SMS Heandphone.

Apabila keempat pejabat ini tak segera dinonaktifkan dikhawatirkan akan terjadi konflik internal di tubuh Pemkab Madina serta konflik horizontal di masyarakat.

“Sebelum persoalan ini selesai, mereka harus dibebastugaskan untuk menghindari konflik internal di tubuh Pemkab Madina serta keributan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Bahkan, Ramlan juga menyatakan kekhawatirannya jika persoalan ini tidak tuntas akan terpaksa membeberkan nama-nama aktor intlektual dibelakang pembuatan dan pemasangan spanduk itu.

“Sebab, diduga ada keterkaitan petinggi-petinggi pemkab dalam permainan ini masa itu,” katanya.

Sikap Gemmpar ini juga sudah dikordinasikan Ramlan T Daulay dengan Ketua Umum DPP IMA Madina (Ikatan MahasiswaMandailing Natal), Irwandi Nasution agar melakukan kordinasi dengan kepolisian supaya kasus ini segera ditinjau ulang kembali atas pengaduan sejumlah pejabat yang dimotori Asisten I tersebut.

Sementara itu Asisten I Musaddad Daulay yang dikonfirmasi, Kamis (3/7/2014) pukul 19.41 via telefon seluler menyatakan bahwa tuduhan dan fitnahan bagi dirinya dan kepada pejabat lainnya selaku pejabat yang mengemban amanah negara merupakan hal yang sering terjadi dan dia selalu siap menghadapinya.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Rusuh di Labusel Dibawa ke Medan

    Korban Rusuh di Labusel Dibawa ke Medan

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Tukidi (28) warga Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara yang menjadi salah satu korban bentrokan di daerah itu, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan, untuk mendapatkan perawatan intensif. Wakil Kepala IGD Rumah Sakit Umum Pusat(RSUP) Adam Malik, Ismalita di Medan mengatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan penyelamatan terhadap korban dengan […]

  • Pemkab Tapteng Buka Pendaftaran CPNS

    Pemkab Tapteng Buka Pendaftaran CPNS

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPTENG, – Pemkab Tapanuli Tengah mengumumkan secara resmi formasi penerimaan CPNS di lingkungan itu, Kamis (26/9). Pengumuman resmi penerimaan CPNS itu berdasarkan surat Bupati Tapteng dengan nomor 00/2760/BKD/2013, tertanggal 24 September 2013 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Raja Bonaran Situmeang. Tahun ini, pemkab menerima 110 orang. 104 orang dari pelamar umum, 6 orang tamatan SMA […]

  • Jozef Lenc, Berawal dari Puasa

    Jozef Lenc, Berawal dari Puasa

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jozef Lenc, pengajar ilmu politik merasa ada yang hilang dengan kepercayaan yang dianutnya. “Ada sesuatu yang hilang,” ungkap dia seperti dikutip the slovak spectator, Selasa (29/10). Setiap Lenc menghadiri gereja, namun dogma gereja selalu menganggunya. Tak sengaja, Lenc menemukan buku tentang Islam. Selesai membaca, banyak hal yang membuatnya begitu tertarik. Dogma gereja yang mengganggunya pun […]

  • Bupati Madina Dahlan Hasan Resmikan Pintu Air Bondar Sira

    Bupati Madina Dahlan Hasan Resmikan Pintu Air Bondar Sira

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan meresmikan pintu air Bondar Sira di persawahan Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Sabtu (14/11) lalu. Peresmian itu didampingi anggota DPRD Madina dari PKPI Bahri Hasibuan bersama pengawas Sungai Batang Angkola Kaslan Dalimunte, pimpinan SKPD, ulama serta tokoh adat. “Saya mengharapkan dengan diresmikannya pintu air ini akan dapat meningkatkan […]

  • Faktor Penentu Harga Karet di Madina (bagian 1)

    Faktor Penentu Harga Karet di Madina (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Dahlan Batubara
    • 0Komentar

      … Posisi harga bahan keret olahan (bokar) pekan ini di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut, berkisar antara 17.000 per kg hingga 21.000 per kg. Harga tergantung kualitas bokar. Harga 17.000-21.000 itu bisa dikata menggembirakan para petani karet alam dibanding awal 2026 yang masih di kisaran 9.000 hingga 12.000 per kg. Harga itu dipantau Mandailing […]

  • Tak Mampu Bayar, Meteran Listrik Kantor BPM Madina Diputus PLN

    Tak Mampu Bayar, Meteran Listrik Kantor BPM Madina Diputus PLN

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meteran listrik di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat  Mandailing Natal (Madina) telah diputus pihak PLN. Pemutusan itu sudah berlangsung sepekan. Itu artinya, arus listrik tak masuk ke instansi Pemkab Madina itu selama sepekan ini. Pantauan Mandailing Online, Kamis (13/4/2017), meteran listrik di pintu masuk kantor itu telah ditempel segel berlogo PLN denga […]

expand_less