Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Presiden Undang Dua Orang Guru Madina Ikuti HUT RI di Jakarta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua orang guru SD dari Mandailing Natal (Madina) akan mengikuti HUT RI di Istana Negara Jakarta atas undangan Presiden SBY pada 17 Agustus mendatang.

Nama kedua guru itu masing-masing Ismar AMPd, guru SD Negeri 347 Kecamatan Batahan dan Annaita Siregar S.Pd.SE guru di SD 352 Bintungan Bejangkar II Kecamatan Batahan.

Kepastian undangan terhadap dua guru itu disampaikan Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan Kepala Dinas Pendidikan Madina Imron Lubis, Selasa (12/8/2014).

Dikatakannya, berdasar surat dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara tanggal 22 Juli lalu, kedua guru ini akan diberangkatkan ke Jakarta menghadiri HUT RI. Sebanyak 3 orang akan berangkat dimana diantaranya 2 dari Madina.

Keduanya juga akan mendapat penghargaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kementerian Pendidikan.

Sayangnya, baik bupati Madina maupun Dinas Pendidikan belum menerangkan secara detail apa saja prestasi kedua guru itu sehingga harus mendapatkan penghargaan tersebut.

Belum adanya ekspos detail prestasi kedua guru ini menimbulkan dugaan liar bahwa presetasi kedua guru ini bisa saja direkayasa oleh Dinas Pendidikan Madina, sebab saat ini situasi perebutan jabatan di Pemkab Madina lagi panas terkait adanya rencana mutasi sejumlah kepala dinas.

Kondisi ini menyebabkan posisi Kepala Dinas Pendidikan Madina Imron Lubis menjadi rentan dalam ekskalasi rebutan jabatan menjelang mutasi di tubuh Pemkab Madina.

Sejauh ini, sekolah-sekolah yang dinaungi Dinas Pendidikan Madina terlihat melorot prestasi jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang dinaungi Kantor Departemen Agama Madina, sebab raihan prestasi demi prestasi di tingkat provinsi maupun nasional semisal olimpiade justru diborong oleh siswa siswi MAN maupun TK Adnani yang swasta.

Itu masih skala Madina, belum bicara skala Provinsi dimana terdapat ribuan guru. Dua guru dari Madina ini berada diantara ribuan guru di Sumatera Utara yang juga memiliki prestasi tinggi yang memperoleh panilaian dari Pemprovsu. Dan selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa “epeng do namangatur” di lembaga-lembaga pemerintah di Sumatera Utara menjadi salah satu liarnya nalar menyikapi undangan kepada dua guru tersebut.

Oleh karenanya, pemerintah Provinsi Sumut dan Dinas Pendidikan Madina harus menjelaskan secara detail prestasi dua guru ini serta gambaran kualitas pelajar yang mereka didik di sekoleh meraka.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • M. Kasim Dalimunthe, Pelopor Sastra Indonesia Dari Kotanopan

    M. Kasim Dalimunthe, Pelopor Sastra Indonesia Dari Kotanopan

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : ASKOLANI NASUTION Budayawan   Saya kaget ketika beberapa hari yang lalu tahu bahwa rumah M. Kasim ada di ujung jalan Pesanggarahan Kotanopan. Dan saya sempat berbincang-bincang banyak hal tentang beliau dengan cucunya yang masih tinggal di Kotanopan, terutama menyangkut kemungkinan arsip-arsip naskah yang masih tinggal. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa M. […]

  • Marpalan Sotik Dongan Mangabiskon Epeng Ni Rakyati

    Marpalan Sotik Dongan Mangabiskon Epeng Ni Rakyati

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madung marbilang miliar ma abis epeng ni rakyati namarpili pamimpin di Madinaon ditaon nadung salpu, naerror muse dope ningna, nangkan naulahan musema pemilukada ulang ningna gorarna, anta piga miliar nai nangkan naabis, tos mada ita biarku patunda napilkadaon, rap asok-asok dongan ita pikirkon, anggo umna manoskondo namomoan dei karejoi, pala sataon ita palagut-lagut epeng ni […]

  • BIN : 2 polisi dibunuh sejak 5 hari lalu

    BIN : 2 polisi dibunuh sejak 5 hari lalu

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman mengatakan, dua polisi di Poso tewas dibunuh kelompok Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). “Mereka ini memang diduga JAT, sementara dugaan seperti itu,” ujar Marciano, di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini. Namun polisi hingga saat ini belum dapat menangkap pelaku pembunuhan yang diduga dilakukan kelompom […]

  • TNI Janji KTT ASEAN Bebas Teror

    TNI Janji KTT ASEAN Bebas Teror

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Mabes TNI optimistis Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN tiga hari lagi berjalan aman. TNI menjamin acara yang diikuti 11 negara itu akan berlangsung aman tanpa gangguan terorisme. “Insya Allah aman dan lancar. Semua anak-anak sudah siap,” ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono usai acara apel bersama pengamanan KTT ASEAN di Monas kemarin (1/5). Apel Kesiapan […]

  • Susul Gempa, Gunung Lubuk Raya Keluarkan Asap Hitam

    Susul Gempa, Gunung Lubuk Raya Keluarkan Asap Hitam

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPSEL(Mandailing Online) – Gunung Lubuk Raya mengeluarkan asap hitam beberapa menit setelah gempa berkekuatan 5,5 skala richter, Jum’at pagi (14/72017). Sejumlah warga terkejut menyaksikan asap mengepul dari gunung yang berada di Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan itu. “Asap berwarna hitam campur pekat tiba-tiba muncul pasca gempa,” kata Ilyas, tokoh masyarakat Desa Sitaratoit, Angkola […]

  • Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

    Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Satu keluarga di Desa Hutaimbaru, Panyabungan Timur, Mandailing Natal terancam kelaparan jika tak dibantu segera. Mereka adalah 11 bocah yang masih kecil-kecil ditinggal ibu yang wafat dua bulan lalu, sedangkan ayah mereka sudah 4 bulan di dalam penjara. Otomatis, 11 bocah itu saat ini hanya diasuh oleh Ummi Roiyah (18) […]

expand_less