Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Ulasan Konfercab PDIP Madina, Visi Pengembangan Hantar Iskandar Jadi Ketua

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
  • print Cetak

 

Catatan: Muhammad Ludfan Nasution

Konferensi Cabang Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrasi Iindonesia Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal (Konfercab PDI-Perjuangan Madina) yang dilaksanakan secara serentak di Kota Ranto Prapat pada Selasa, 10 Maret kemarin memang sudah usai. Ketua baru untuk periode 2015-2020 pun sudah terpilih. PAC yang menjadi peserta Konfercab pun boleh merasa lega karena sudah lepas dari rasa cemas.

Namun, sebagai sebuah perhelatan yang menegangkan dan menentukan, beberapa riak dan alur Kongfercab layak menjadi catatan, bukan saja bagi kader PDI Perjuangan. Ada magnitute yang patut dicatat sebagai hikmah demokrasi.

Tak bisa diabaikan, Konfercab PDI Perjuangan se-Sumut ini sudah menjadi mekanisme dialogis yang hidup, ketika kebesaran partai membaca dan memetakan potensi personal dan leadership (kepemimpinan) kader-kader terbaiknya.

Tinggalkan Tradisi Voting

Seperti kebiasaan sejumlah partai pada kurun 5-10 tahun lalu, peletakan kekuasaan tertinggi dalam kepengurusan kabupaten di tangan pengurus kecamatan diterima sebagai cara pengambilan keputusan terbaik. Makanya, momentum seperti Konfercab menjadi ajang menegangkan dan unjuk kebolehan bagi setiap PAC.

Maka, logikanya, momentum Konfercab dengan sendirinya menjadikan PAC sebagai primadona, barang mahal dan rebutan sengit bagi petarung-petarung yang masuk bursa Calon Ketua di kepengurusan, termasuk level kabupaten (DPC). Sebaliknya, para Calon Ketua memainkan strategi, taktik dan jurus masing-masing untuk memikat dan mengikat komitmen pimpinan PAC dalam menjatuhkan pilihan. Ujungnya, terkadang dengan segala cara, termasuk metode karantina, jebakan dan iming-iming materi, ketua terpilih adalah yang paling banyak dapat suara PAC.

Sekalipun bisa saja diyakini sebagai metode yang paling elegan, tata cara voting suara PAC itu akhirnya mengesampingkan dan mengecilkan kualitas personal para calon ketua, lebih-lebih yang tidak memiliki dukungan finansial (termasuk dengan mengandalkan pendana dari luar partai). Yang bisa memenangkan pertarungan adalah mereka yang punya banyak uang dan strategi-taktik yang dapat mematikan rasionalitas petinggi PAC-nya.

Bagi PDI Perjuangan, dominasi angka atau jumlah suara dalam pemilihan, misalnya Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, menjadi relatif. Personalitas, kapasitas dan kepemimpinan Calon Ketua DPC harus lebih di-explor, diapresiasi dan dikompetisikan. Sehingga kemungkinan salah pilih itu jadi kecila. Selain itu, politik dalam menentukan pemimpin partai politik itu menjadi lebih signifikan, elegan, santun.

Dengan begitu, kader dan pimpinan di level PAC lebih mengenal kapasitas ketua-nya dan tentu saja lebih percaya diri, apalagi kalau ternyata kedekatan Ketua Terpilih dengan pimpinan PAC itu terjalin karena kualitas personal masing-masing (bukan money politic).

Tajamnya Visi Sang Ketua

Sebelum Konfercab, DPC PDI Perjuangan Madina membuka pendaftaran balon ketua. Maka, melalui PAC, masing-masing pengurus ranting mengajukan usul dan muncullah 7 nama kader terbaik, yaitu: 1) H. Kari Hasan Daulay (inkamben); 2) Anas Suheri; 3) Ali Anafiyah; 4) Iskandar Hasibuan; 5) Khairul Amri; 6) Khairil Anwar; dan 7) M Rahim Nasution.

Selanjutnya, Panitia bersama HIMSI Pusat menyaring ketujuh calon tersebut hingga tinggal lima nama melalui uji kelayakan dan kepatutan (vit and proper test) . Kelima calon yang sudah diranking inilah yang kemudian dibawa ke Kongfercab: 1) Iskandar Hasibuan; 2) H. Kari Hasan Daulay (ketua); 3) Ali Anafiyah; 4) Anas Suheri; 5) Khairul Amri.

Di Konfercab, kelima nama disaring kembali dengan metode khusus untuk mengambil tiga nama berdasarkan poin (ranking) tertinggi, yaitu: Iskandar Hasibuan, Ali Anafiyah dan Anas Suheri. Lalu, yang lebih menarik karena terbilang unik, ketiga tokoh itu musyawarah untuk menjajaki siapa yang paling berpeluang menjadi ketua. Bisa dibayangkan jika kultur timur yang ogah unjuk diri bicara soal ketua. Padahal, sebelumnya, mereka maju sebagai calon sudah tentu punya keinginan jadi ketua terpilih.

Hasilnya? Ternyata, ketiganya belum dapat memadukan pendapat. Kesan tarik-menarik dan tolok-menolak sesama calon terjadi. Tetapi, hingga berembuk dalam dua babak, tetap berakhir deadlock. Tak ada kata sepakat. Makanya, mereka butuh pendapat pihak lain. Maka, panelis kembali melibatkan beberapa PAC.

Setelah mendengar dengan seksama opini lima dari 17 PAC yang hadir, panelis yang terdiri dari unsur pengurus DPD Sumut dan DPP PDI Perjuangan menentukan ending musyawarah pemilihan Sang Ketua.

Sebagaimana penyampaian panelis dalam kesempatan itu, potensi dan kapasitas seorang kader diukur berdasarkan visi, konsepsi dan sinergi.

Selaku representasi dari DPP PDI Perjuangan, Prof. Rahmawi menyampaikan, "Maka bersadarkan sejumlah pertimbangan, terutama tiga kriteria tersebut, kami memutuskan bahwa yang paling layak untuk memimpin DPC PDI Perjuangan pada periode 2015-2020 adalah Iskandar Hasibuan, SE."

Di kesempatan selanjutnya, panelis juga menyampaikan, hal lain yang tak kalah penting adalah kemampuan kader, terutama di posisi ketua, adalah membaca posisi dan kedudukan PDI Perjuangan sekarang ini. Tentu saja ada keunggulan dan ada juga kelemahan.

Karena itu, selaku ketua terpilih, Iskandar Hasibuan menyampaikan dalam pidato perdananya, selain mempertahankan keunggulan tersebut, setiap kader harus mampu berpikir mewujudkan pengembangan partai.

"Sebagai Ketua, saya punya visi untuk terus mengembangkan PDI Perjuangan di Mandailing Natal. Saya juga yakin mampu mewujudkan visi besar ini. Tentu saja, dengan dukungan dari semua kader, terutama kawan-kawan yang sudah maju sebagai calon ketua," tegas Iskandar Hasibuan yang langsung disambut dengan tepuk tangan dan sorak-sorai sempatik.

Dia mengakui, akan mendapat tantang sangat berat jika saja dia sebagai ketua gagal merangkul. "Bagaimana saya bergandengan dengan pihak-pihak yang lebih luas jika kawan-kawan yang sudah di dalam justeru menjauh? Lebih-lebih karena saya hendak membawa PDI Pejuangan kembali ke tengah-tengah masyarakat Mandailing Natal," ungkapnya bersemangat.

Konfercab sudah usai. Iskandar Hasibuan langsung kerja. Sehari setelah kambali ke Panyabungan, Iskandar langsung beres-beres dan bersih-bersih. Wajah Kantor DPC PDI Perjuangan Madina pun langsung berubah. Makin bersih, makin merah dan makin semangat.

Selamat memimpin Abanganda. Semoga makin sukses. Terus asah visi, kembangkan PDI Perjuangan di Bumi Madina.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Satu orang hanyut terbawa arus sungai, Rabu (26/11) di Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batanggadis, Mandailing Natal (Madina) dalam peristiwa banjir di desa itu. Demikian data yang diterima dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Madina, Kamis (27/11). Sejauh ini belum diketahui nama orang yang hanyut tersebut, tetapi […]

  • Kunjungi Kampoeng Kaos Madina, Sihar : Industri Harus Berkembang

    Kunjungi Kampoeng Kaos Madina, Sihar : Industri Harus Berkembang

    • calendar_month Kamis, 31 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitrous menekankan bahwa pemerintah memiliki peran penting mendorong pertumbuhan UMKM di Sumatera Utara, termasuk Mandailing Natal. Penekanan itu disampaikan Sihar di sela sela mengunjungi Kampoeng Kaos Madina, di Jalan Jambu, Lintas Timur Kelurahan Sipolu, Penyabungan, Selasa (29/5/2018). Sihar menyatakan, ruang kreatifitas harus mendapat daya dukung […]

  • 4 Pelajar Madina Utusan Sumut Cerdas Cermat dan Pildacil ke Tingkat Nasional

    4 Pelajar Madina Utusan Sumut Cerdas Cermat dan Pildacil ke Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Empat pelajar dari Mandailing Natal ditetapkan menjadi utusan Sumatera Utara ke tingkat nasional untuk lomba cerdas cermat dan pemilihan da’i cilik. Tiga diantaranya adalah Nurul Fadilah Nasution, Khairiah Nasution, Sangkot Paridah untuk Cerdas Cermat PAI. Ketiganya pelajar di SMP Negeri 1 Lembah Sorik Marapi. Sementara untuk lomba Pildacil adalah Abirul Mukminin […]

  • Pemudik Jalan Kaki Jalinsum Aek Latong

    Pemudik Jalan Kaki Jalinsum Aek Latong

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Licin dan Berlumpur Jalinsum Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan menebar ancaman bagi pengguna jalan atau pemudik. Lima hari menjelang Lebaran, Kamis (25/8), kondisi jalan tersebut licin dan berlumpur akibat turunnya hujan sejak sepekan terakhir. {msimage}Pantauan METRO, Kamis (25/8) pagi hingga sore, beberapa kendaraan bermotor seperti mobil atau bus berjalan satu persatu dan lambat karena […]

  • 3 Orang Tim Sukses Dahlan-Suheri Ditetapkan Tersangka Politik Uang Pilkada Madina

    3 Orang Tim Sukses Dahlan-Suheri Ditetapkan Tersangka Politik Uang Pilkada Madina

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus politik uang Pilkada Madina yang melibatkan tim pemenangan pasangan Dahlan-Suheri terus bergulir. Polres Mandailing Natal (Madina) telah menatapkan 3 orang tersangka dari kubu pasangan calon bupati/wakil bupati Dahlan-Suheri. Ketiga orang itu masing-masing : Khoiruddin Nasution Alias Barko (51) warga Desa Sarak Matua Panyabungan, Kasiruddin Nasution  (37) warga Kelurahan Simangambat Kecamatan […]

  • Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kelalaian Terkait LHKPN Saipullah

    Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kelalaian Terkait LHKPN Saipullah

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasdution (SAHATA) menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran hukum dan/atau kelalaian yang dilakukan KPU Mandailing Natal (Madina) dalam memverfikasi dokumen Paslon SAHATA. Menurut tim kuasa hukum, seluruh verifikasi dokumen telah dilakukan dengan mengacu […]

expand_less