Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Paska Penembakan 5 Orang, Aparat Berjaga di Dua Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
  • print Cetak
Pasukan Koramil 13 Panyabungan berjaga-jaga di Desa Rantonatas

Pasukan Koramil 13 Panyabungan berjaga-jaga di Desa Rantonatas

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Onlie) – Pasca penembakan terhadap 5 warga Desa Ranto Natas, pihak keamanan berjaga di dua desa Panyabungan Timur.

Pantauan di lapangan, aparat kepolisian dari Polres Madina dan Polsek Panyabungan serta Koramil berjaga-jaga dengan senjata lengkap di Desa Ranto Natas dan Desa Pardomuan.

Selain itu, pihak Muspika yang melibatkan Pemerintahan Kecamatan Panyabungn Timur, Polsek Panyabungan dan Koramil 13 Panyabungan serta kepala desa Ranto Natas dan Kepala Desa Pardomuan melahirkan kesepakatan perdamaian bersama.

“Ada 3 point keputusan bersama dalam musyawarah itu,” ungkap Sekretaris Desa Rantonatas, Muhammad Gusti  kepada Mandailing Online, Jum’at (12/2).

Ketiga poin perdamaian itu, yakni kedua desa tidak boleh saling mengganggu dan dendan. Kedua, warga Desa Rantonatas tidak boleh berbuat anarkis dan melakukan penyerangan lagi ke desa Pardomuan. Ketiga, kedua desa sepakat untuk melakukan penangkapan terhadap Munir.

Sekedar diketahui, sebanyak 5 orang warga Desa Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal tertembak di Desa Pardomuan, kecamatan yang sama, Kamis (11/2).

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat sekitar  50 warga desa Rantonatas sekitar pukul 5:30 WIB beramai-ramai ke Desa Pardomuan berjarak sekira 2 Km dari Desa Rantonatas hendak menangkap Munir warga Desa Pardomuan.

Rombongan yang hendak menangkap Munir itu dihadang dengan tembakan senjata angin, locot dan batu dari atas bukit di Desa Pardomuan.

Sebanyak 5 warga Desa Rantonatas tertebak dalam peristiwa itu.  Setelah diperiksa di Puskesamas Gunung Baringin, para korban dibawa ke rumah sakit. Empat orang korban dibawa ke RSU Panyabungan, sedangkan 1 orang  lagi dirujuk ke RSU Padang Sidimpuan karena mengalami luka tembakan serius di bagian dada.

Berdasar pengakuan warga Desa Rantonatas, alasan rombongan warga yang hendak menangkap Munir itu, karena Munir disebut-sebut kerap meneror dan mengancam warga Rantonatas, bahkan datang ke desa mereka dengan membawa tombak dan senjata locot.

Peliput : Tim

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Penonton Terbius Pentas Drama “Si Naknun”

    Ketika Penonton Terbius Pentas Drama “Si Naknun”

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pementasan drama “Si Naknun” karya budayawan Askolani Nasution, Senin lalu menuai kesuksesan yang luar biasa. Bagi yang tidak hadir di pementasan ini, akan berkesempatan menontonya di kanal YouTube, kemungkinan tayang dalam beberapa hari lagi. Kesukesan ini bahkan melampaui keberhasilan drama “Multatuli” yang juga digarap Askolani sekitar 2 tahun lalu di Taman Raja Batu. Diadaptasi dari […]

  • Pj Bupati Belum Bisa Pastikan

    Pj Bupati Belum Bisa Pastikan

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Defisit Anggaran MADINA-METRO; Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal, Ir H Aspan Sopian Batubara MM mengatakan, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti difisit anggaran daerah. Sebab, hal itu masih dalam perumusan pihak Dinas Keuangan dan Pengelola Aset Daerah (DKPAD). Hal ini diutarakan Pj Bupati Madina Aspan Sopian Batubara didampingi Kepala Bagian Humasy Pemkab, M Taufik Lubis […]

  • Bukan Orang Tua Sempurna, Tapi Orang Tua yang Hadir

    Bukan Orang Tua Sempurna, Tapi Orang Tua yang Hadir

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Erna Dewi
    • 0Komentar

      Oleh: Erna Dewi   Kita hidup di zaman yang menuntut kesempurnaan, di media sosial seperti Instagram, sering kita lihat ibu yang bisa masak 5 menu, sambil nemenin anak les piano. Di TikTok, ada ayah yang rajin bikin konten edukasi sambil gendong bayi. Lalu kita, orang tua biasa, jadi merasa gagal. “Kok aku masih suka […]

  • Sumut Kucurkan 2,7 T untuk Perbaikan Jalan Provinsi, Madina Dapat 169 M

    Sumut Kucurkan 2,7 T untuk Perbaikan Jalan Provinsi, Madina Dapat 169 M

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menganggarkan senilai Rp2,7 triliun untuk perbaikan jalan provinsi. Ploting terbanyak diproyeksikan untuk jalan provinsi yang ada di wilayah Tabagsel, sebesar Rp 649,1 miliar. Untuk wilayah Mandailing Natal (Madina) diplot sebesar Rp169 miliar. Alokasi anggaran APBD Sumut tahun 2022 ini dilaksanakan secara multi years. “Pemprov Sumut, dalam […]

  • Aktif Sebagai Honorer, Kades Batang Gadis Madina Diduga Langgar Prinsip Tata Kelola Pemerintahan

    Aktif Sebagai Honorer, Kades Batang Gadis Madina Diduga Langgar Prinsip Tata Kelola Pemerintahan

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Erwinsyah Pasaribu Kades Batang Gadis di Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal ternyata aktif sebagai tenaga honor di kantor Camat Panyabungan Utara. Hasan Basri selaku camat saat dikonfirmasi pun membenarkannya. “Ya benar, tapi untuk tahun ini sudah tidak saya usulkan lagi,” Kata Hasan Basri melalui sambungan telepon yang dikonfirmasi pada Rabu, […]

  • Warga Protes Aktifitas Tambang Emas Ilegal. Bupati Madina Diminta Nonaktifkan Kades yang Terlibat Ilegal

    Warga Protes Aktifitas Tambang Emas Ilegal. Bupati Madina Diminta Nonaktifkan Kades yang Terlibat Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan ( Mandailing Online ): sejumlah warga desa jambur tarutung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal mendatangi lokasi aktifitas tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat jenis excavator. Warga itu hendak protes kepada pelaku tambang karena aktifitas kegiatan pengerukan material sudah hampir mendekati pondasi Masjid Al Muhtadhin yang memang tepat berada dibagian belakang masjid. ” warga […]

expand_less