Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Feb 2016
  • print Cetak
Sejumlah tokoh Mandailing Julu di Lopo Siri-siri

Sejumlah tokoh Mandailing Julu di Lopo Siri-siri

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah tokoh Madina meminta agar pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution berlokasi di Mandailing Julu, bukan di Panyabungan.

Pilihan Mandailing Julu sebagai lokasi monument berpijak pada sejarah kelahiran sang jenderal, karena Ulu Pungkut Jae yang berada di kawasan Mandailing Julu merupakan kampung halaman Jenderal Abdul Haris Nasution.

Hal itu disampikan para tokoh Madina kepada wartawan di warung Lopo Siri-siri, Jalan Jenderal Abdul Haris Nasution, Lingkar Timur Panyabungan, Selasa (16/2) terkait adanya rencana pemerintah daerah dan Kodam I Bukit Barisan akan membangun monument Jenderal Abdul Haris Nasution di taman kota Panyabungan.

Para tokoh itu, yakni Mustofa Lubis (tokoh Mandailing Julu dan mantan anggota DPRD Madina), Syahril Nasution (tokoh Mandailing Julu dan mantan anggota DPRD Madina), Onggara Lubis (tokoh Mandailing Julu, ketua KNPI Madina), Tan Gozali (tokoh pemuda Madina) dan Panisean.

Menurut mereka, rencana pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution yang digagas Pangdam Bukit Barisan sangat didukung penuh, hanya saja lokasinya lebih layak di Mandailing Julu dari sisi sejarah kelahiran sang jenderal.

Berdasar pendapat mereka, monumen tersebut tidak memiliki akar sejarah jika berlokasi di Panyabungan, karena di kawasan Panyabungan justru lebih layak dibangun monument Willem Iskander dan Sibaroar.

Jika monumen Jenderal Abdul Haris Nasution dibangun di Panyabungan juga akan menimbulkan kerancuan secara jangka panjang jika kelak Mandailing Julu menjadi kabupaten tersendiri. Seperti patung dan museum Sisingamangaraja XII yang berlokasi di Medan jika kelak Provinsi Tapanuli berdiri maka lokasi patung dan museum Sisingamangaraja XII akan menjadi aneh terlihat karena Sisingamangaraja XII lahir dan berjuang di tanah Bakkara, Toba, bukan di Tanah Deli.

Sementara itu, menurut Onggara Lubis, lokasi pembangunan monumen di Mandailing Julu sangat pas di kawasan Desa Muara Pungkut di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Di situ ada satu titik lahan sekitar 1 hektar tak jauh dari muara pertemuan sungai Aek Lahatan atau Aek Pakantan dengan muara Batang Pungkut. Lokasi itu juga tak jauh berada dari Desa Huta Pungkut Jae kampung halaman sang jenderal serta tak jauh dari sekolah di Tamiang tempat sang jenderal dahulu bersekolah.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Sudah Mulai Sejak 2012  Apakah Pengunjukrasa Pura-pura Tidak Tahu

    Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Sudah Mulai Sejak 2012 Apakah Pengunjukrasa Pura-pura Tidak Tahu

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliansi yang berunjukrasa menurunkan bupati ke DPRD Madina, tadi siang, Kamis (17/1) dinilai kurang mengetahui program pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang sudah dimulai Pemkab Madina sejak tahun 2012 lalu sebagai implementasi visi misi Hidayat-Dahlan. “Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratsi di Madina sudah digulirkan bupati Madina sejak tahun 2012, kok pengunjukrasa […]

  • DCS Dapil 1 Demokrat Madina

    DCS Dapil 1 Demokrat Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 Demokrat

  • Kisah Nyai Jepang dan Praktek Prostistusi di Aceh

    Kisah Nyai Jepang dan Praktek Prostistusi di Aceh

    • calendar_month Jumat, 5 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketika Jepang masuk ke Aceh, mereka juga membawa ratusan perempuan dukungan, pemuas birahi para tentara dalam perang dunia kedua. Orang Aceh menyebut para perempuan itu sebagai Nyai Jepang, sementara orang Jepang sendiri menamainya Jugun Ianfu . Kisahnya hampir sama dengan tempat prostistusi masa kolonial Belanda berkuasa di Aceh yang dibangun pensiunan tentara berkebangsaan Yahudi bernama […]

  • Atika dan Solusi Pertanian Bawang

    Atika dan Solusi Pertanian Bawang

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Aspirasi dan keluhan petani bawang kita di Desa Gunung Tua Panyabungan tidak terlalu jauh berbeda dengan petani tanaman muda lainnya”. Itu diungkap Atika Azmi Utammi Nasution, kandidat calon Wakil Bupati Madina di akun facebooknya usai meninjau petani bawang merah di Desa Gunungtua Julu, Panyabungan, Madina, Selasa (16/6/2020). Dia melakukan dialog dengan […]

  • Budi Gunawan Resmi Jadi Wakapolri

    Budi Gunawan Resmi Jadi Wakapolri

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komjen Budi Gunawan akhirnya resmi menjadi Wakapolri mendampingi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Namun, tidak seperti biasanya, pelantikan tersebut berlangsung secara tertutup di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/4). ‎"Kami sampaikan, alhamdulillah pada hari ini kita sudah mempunyai Wakapolri, yaitu Pak Budi Gunawan. Mudah-mudahan bisa menjalin kerja sama dengan masyarakat sekaligus bisa meningkatkan kinerja dan […]

  • Gatot Dilantik Jadi Gubsu

    Gatot Dilantik Jadi Gubsu

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Setelah sempat tertunda sejak 28 Februari lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi akhirnya melantik Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho sebagai gubernur defenitif untuk sisa periode 2008-2013. Prosesi pelantikan Gatot digelar di depan rapat paripurna DPRD Sumut, Kamis (14/3). dalam sambutannya, Gamawan meminta agar Gatot dapat lebih efektif menjalani sisa pemerintahan […]

expand_less