Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Dahlan Hasan Bisa Jatuh di Tengah Jalan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
  • print Cetak
di atas bukit karikatur

di atas bukit karikatur

JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina melihat Dahlan Nasution, yang pada Kamis, 30 Juni 2016, dilantik menjadi Bupati Mandailing Natal hingga Tahun 2021 mendatang, bisa “jatuh di tengah jalan”. Suasana politik di Madina tidak kondusif dan bisa menjadi bom setiap saat untuk menggulingkan Kepala Daerah terpilih, kata Kholik Lubis, menyimpulkan hasil diskusi pengurus ARPM, Rabu, 29 Juni 2016.

Satu-satunya penyelamat Dahlan saat ini adalah tim grass root, yang masih terus menjalin konsolidasi karena mengharapkan realisasi janji dan iming-iming. “Tetapi begitu kekuasaan lebih banyak dipengaruhi oleh keluarga dan para kepala dinas, tim itu bisa meledak setiap saat,” kata Kholik Lubis.

Sebagian warga dan grassroot juga dapat berpihak kembali kepada Dahlan Nasution, jika Wakil Bupati H. Muhammad Jafar Sukhairi Nasution dan partai pengusungnya, PKB menampakkan keinginan lebih berkuasa. “Belum dilantik, hubungan antara Dahlan dan Sukhairi, tampaknya, tidak akrab banget,” kata Kholik Lubis.

Dari hasil survei acak Aliansi Rakyat Peduli Madina, warga Mandailing Natal akan responsif jika mosi ketidakpuasan terhadap kepala daerah berlangsung. Tidak saja karena partisipasi pilkada rendah (57 persen), namun dominan disebabkan oleh sistem, kebijakan, dan realisasi pembangunan, mereka nilai jalan di tempat.

Meski demikian, masyarakat tetap menjadi penonton dan Dahlan tetap akan menjadi bupati, jika Gerakan Menjatuhkan Kepala Daerah dimotori oleh para pesaing lama. Dahlan Nasution menjadi pemenang karena figur calon yang lain pada Pilkada 2015 tidak memenuhi persyaratan pemimpin bagi umumnya warga Mandailing Natal.

Dengan adanya perubahan karakter kepala daerah di banyak daerah di Indonesia, warga Mandailing Natal, termasuk para perantau, sedang memimpikan seorang bupati yang kreatif. Yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “ma bia dongan di hitaan”, “aha do na masa”, “lek songoni dope langa?”, “Inda Dong na Maruba, Aras”.

Hasil Pilkada pada Tahun 2015 membuktikan, jika jumlah penduduk Mandailing Natal saat ini mencapai 350 ribu orang, yang memilih Pasangan H. Dahlan Hasan Nasution dan H. Muhammad Jafar Sukhairi Nasution hanya 29 persen, Pasangan Drs. M. Yusuf, M.Si dan Imron Lubis 14 persen, dan Pasangan Saparuddin Haji dan Miswaruddin Daulay, S.Pd 8 persen. “Hampir separo warga Mandailing Natal tidak berpartisipasi,” kata Kholik Lubis.

Angka-angka tersebut tidak akan berubah atau malah merosot lagi jika para petinggi di Mandailing Natal, termasuk anggota DPRD, tidak meluruskan niat dalam mengayomi masyarakat.

Selama ini, yang diperlihatkan oleh para pejabat dan wakil rakyat kepada warga Mandailing Natal adalah kesombongan atas kekuasaan. Setiap orang yang memiliki jabatan seperti identik dengan harus memiliki mobil mewah, mempunyai tanah di sana-sini, tidak lagi suka menoleh ke rakyat, bahkan kadang cenderung menganiaya atau menakut-nakuti rakyat .

“Seolah-olah uang yang mereka belanjakan itu mereka cari sendiri, bukan berasal dari uang rakyat,” kata Kholik Lubis.

Pandangan negatif atas kekuasaan Dahlan Nasution juga karena pembangunan berlangsung dengan monoton. Nyaris tidak ada perubahan yang mencolok di Siabu, Mandailing Godang, dan Mandailing Julu. Percepatan pembangunan, memang, dilakukan di Pantai Barat, tetapi sudah tidak memadai dengan percepatan ekonomi di sana.

Apalagi begitu terpilih, Dahlan Nasution menerapkan manajemen “roa-roa”. Mengganti survei perdesaan dengan aktivitas offroad. Membangun Tapian Siri-Siri dengan anggaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mengumbar Mega Proyek bandara, terminal, dan rumah sakit, yang hanya menghasilkan anggaran besar pada perencanaan. Menunda berbagai hal keputusan strategis yang menyangkut pertanahan karena, konon kabarnya, berteman lama dengan para pemiliknya. Membiarkan para kepala dinas melakukan tindak pidana korupsi.

Peta politik pun mulai berubah. Enam parpol pengusung tidak solid lagi. Belum dilantik, Dahlan sudah berseteru dengan Ketua PDI Perjuangan Madina. Partai Kebangkitan Bangsa, mungkin, menyesuaikan kepentingan dengan Wakil Bupati. Tetapi tidak bisa begitu saja dengan PAN, Nasdem, dan Gerindra.

Di luar partai pengusung, pesaing Dahlan pada Pilkada Tahun 2015, H. Imron Lubis, menjadi ketua DPC Partai Hanura Madina pada Sabtu, 25 Juni 2016. “Kalau bergabung dengan Golkar, PDI, PAN, PPP, dan PBB jumlah suaranya di DPRD mencapai 21 kursi,” kata Kholik Lubis.

Gugat menggugat di peradilan masih terus berlangsung. Pasangan Yusuf dan Imron masih keberatan atas berbagai hal. Kabarnya, persoalan anggaran dana Gerakan Penumbangan Hidayat Batubara juga jadi masalah dan telah masuk ranah hukum.

Sumber: Aliansi Rakyat Peduli Madina

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KRITIK PEDAS BUYA HAMKA Disunting: Dame Ambarita Hamka pernah menjadi sahabat Parlindungan. Namun, suatu ketika, mereka berselisih tentang Tuanku Rao. Hamka menuliskan pendapatnya dalam Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao. Di tahanan, Buya Hamka banyak membaca dan menulis. Waktu itu, tahun 1964, Hamka berada di rumah tahanan kepolisian Mega Mendung. Sebagai salahsatu fungsionaris Partai Masyumi, […]

  • Diduga Menipu Warga 700 Juta, Bupati Madina Akan Dilaporkan Ke Mabes Polri

    Diduga Menipu Warga 700 Juta, Bupati Madina Akan Dilaporkan Ke Mabes Polri

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Waspada Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) yang juga calon petahana, Dahlan Hasan Nasution akan dilaporkan ke Mabes Polri, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp700 juta. Razman Arif Nasution selaku Kuasa Hukum Pasangan Calon (Paslon) Bupati Madina, Yusuf-Imron, yang akan melaporkan kasus itu ke Mabes Polri. “Saya mendapat kuasa dari […]

  • Caleg Yang Mendekam Dipenjara Raih Suara Terbanyak Pemilu di Madina

    Caleg Yang Mendekam Dipenjara Raih Suara Terbanyak Pemilu di Madina

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ir Ali Makmur Nasutiona alias Jaganding menyabet suara terbanyak suara caleg pada Pemilu 2014 di Mandailing Natal (Madina). Berdasar rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina, Senin dini hari (22/4/2014), suara Jaganding dari Partai Hanura di Dapil I sebanyak 5.244 suara. Perolehan Jaganding ini mengejutkan karena sejak bulan Pebruari lalu […]

  • Fakta donasi Australia ke Aceh

    Fakta donasi Australia ke Aceh

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Manajer dana internasional Bank Dunia untuk bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, Joe Leitman, mengatakan dana bantuan yang dijanjikan Australia tidak sampai ke Aceh. Pada wawancara radio yang dikutip laman ABC, 20 Agustus 2005 lalu, Leitman ketika itu mengatakan kontribusi pemerintah Australia hanya seperdelapan dari $1 miliar atau Rp12,8 triliun yang dijanjikan. […]

  • RSU Sidimpuan Belajar ke RSU dr FL Tobing

    RSU Sidimpuan Belajar ke RSU dr FL Tobing

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sibolga. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan dr Aminuddin bersama rombongan 5 kelompok kerja (Pokja) berkunjung ke RSU dr FL Tobing Sibolga, Jumat (27/1). Mereka studi banding terkait keberhasilan RSUD FL Tobing meraih akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lima pokja yang datang mendampingi Direktur RSU Padangsidimpuan itu adalah Pokja administrasi, pelayanan medis, rekam medik, […]

  • Petai dan Jengkol Banjiri Pasar Baru Panyabungan

    Petai dan Jengkol Banjiri Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dalam beberapa hari terakhir petai dan jengkol membanjiri pusat Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menyusul musim panen buah-buhan di daerah ini, seperti buah durian, manggis, petai dan jengkol. Pantauan MedanBisnis di pasar tersebut, Jum”at (19/8), karena pasokan yang melimpah, harga petai pun kini tergolong cukup murah yakni per ikat isi 10 renteng […]

expand_less