Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Diduga Menipu Warga 700 Juta, Bupati Madina Akan Dilaporkan Ke Mabes Polri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
  • print Cetak

 

MEDAN (Waspada Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) yang juga calon petahana, Dahlan Hasan Nasution akan dilaporkan ke Mabes Polri, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp700 juta.

Razman Arif Nasution selaku Kuasa Hukum Pasangan Calon (Paslon) Bupati Madina, Yusuf-Imron, yang akan melaporkan kasus itu ke Mabes Polri.

“Saya mendapat kuasa dari Tarjudin Pardosi, warga Madina, dimana Dahlan Hasan patut diduga telah melakukan penipuan sebesar Rp600 juta plus Rp100 juta. Totalnya Rp700 juta. Yang Rp600 juta itu diserahkan pada tanggal 21 Januari 2013 dan yang Rp100 juta pada 13 Februari 2013. Sementara, surat perjanjian peminjaman uang itu dibuat tanggal 20 Desember 2012.

Kasus ini akan kami laporkan ke Mabes Polri karena kasus ini akan dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman empat tahun penjara,” ungkap mantan pengacara Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti ini kepada Waspada Online di Medan, Jum’at (18/9).

Ditegaskan pria berkacamata ini, langkah untuk melaporkan Dahlan Hasan ke Mabes Polri itu diambil setelah dianggap Dahlan Hasan tidak punya etikad baik untuk menyelesaikan persoalan itu.

“Sekarang yang bersangkutan lagi stroke. Kami dari tim kuasa hukum, sebelumnya sudah mengirimkan somasi pada tanggal 16 September kemarin. Dalam somasi itu, kami tegaskan tenggat waktunya dalam 3X24 Jam. Karena sudah ditunggu sampai tiga hari ini tak ada niat baik, maka tidak salah kalau kami akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri dan ekspos media massa. Kami punya bukti-buktinya, kwitansi asli serta surat peminjaman uang yang ditandatangani langsung Dahlan Hasan,” imbuhnya lagi.

Lebih lanjut mantan wartawan ini mengaku, pihak Dahlan Hasan sempat berupaya menemui pihak Tarjudin Pardosi, guna menegosiasikan persoalan itu. Saat itu, pihak Dahlan Hasan membujuk anak dari Tarjudin, yakni Habibi dan menawarkan akan membayar pinjaman itu sebesar Rp250 juta. Namun, Habibi dan pihak keluarga menolaknya dan menyerahkan kasus itu sepenuhnya kepada Razman Arief.

“Pihak Dahlan sempat jumpai anaknya Pardosi, si Habibi. Katanya mau bayar Rp250 juta. Lah, kenapa kok harus langsung ke keluarga sementara pihak keluarga sudah menyerahkan kuasanya kepada saya. Saya dan tim kan punya kantor, harusnya mereka (Dahlan Hasan, red) menemui kami. Kalaupun mereka menemui kami, yang mereka bayar itupun tidak akan kami terima. Kami sudah komit, ini akan dibawa ke Mabes Polri,” tukasnya.

Dalam surat perjanjian peminjaman uang itu, lanjut Razman lagi, Dahlan berjanji akan membayar uang tersebut tiga bulan setelah peminjaman.

Latar belakang peminjaman uang itu, Dahlan beralasan akan memerangi kezholiman yang ditunjukan oleh Hidayat Batubara (Bupati Madina sebelumnya yang sekarang mendekam di dalam penjara KPK, red).

“Waktu itu, Dahlan adalah wakil bupati (Wabup) nya si Hidayat Batubara. Dalam suratnya itu, dahlan menyatakan tengah memerangi kezholiman yang sudah dilakukan Bupati Hidayat karena dianggap sudah tidak sesuai visi dan misi saat pencalonan. Jadi kepada Tarjudin Pardosi, meminta uang dan minjam, yang akan dibayar tiga bulan ke depan. Dalam suratnya itu pun, Dahlan juga bersumpah siap mati dan ikhlas diberhentikan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) demi perjuangan itu,” bebernya.

Senada dengan itu, kuasa hukum Tarjudin Pardosi lainnya, Abdul Mutholib, juga mengatakan hal yang sama.

“Setelah saya sampaikan surat (Surat somasi Razman Arif dan tim pengacara ke Dahlan Hasan, red) itu, terus keluarga Dahlan mendekati anak Pardosi, si Habibi dengan mencicil Rp250 juta. Namun itu tidak dilayani, dan diserahkan kepada kuasa hukumnya,” ucapnya. (wol/roy/data1)

Sumber                : Waspada Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

    Wabah Diare Landa Desa Huta Tinggi, 2 Warga Meninggal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dalam seminggu terakhir, dua orang warga Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meninggal dunia akibat diserang penyakit diare. Dugaan sementara, penyakit diare itu bersumber dari jajanan anak. Hingga Sabtu (26/03/2011), warga Huta Tinggi masih banyak mendatangi posko kesehatan di desa tersebut. Untuk mencegah sekaligus mengendalikan penyakit yang mematikan ini […]

  • Buntut Kades Laporkan Warganya, Pemuda Desa Sirambas Surati Bupati Madina 

    Buntut Kades Laporkan Warganya, Pemuda Desa Sirambas Surati Bupati Madina 

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Buntut tindakan Kepala Desa Sirambas Ilman Suhdi yang melaporkan warganya ke Polisi dengan tuduhan pengrusakan kantor desa. Persatuan Naposo Nauli Bulung (PNNB) melakukan perlawanan dengan melaporkan Ilman Suhdi Ke Bupati Madina, Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Selain membuat laporan ke Pemerintah Daerah, PNNB dan masyarakat sirambas berencana akan […]

  • Menyongsong Kehadiran Bandara Mandailing Natal

    Menyongsong Kehadiran Bandara Mandailing Natal

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Zainuddin JR Lubis Praktisi Komunikasi Publik/Pemerhati Kab Madina Pembangunan Bandar Udara Mandailing Natal berlokasi di Kecamatan Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumut akan dapat menarik perhatian terutama kalangan investor yang hendak menanamkan modal di Kabupaten ini. Kehadiran bandara itu sudah lama diidam-idamkan Pemkab Madina demikian dengan masyarakatnya. Apalagi bandara itu nantinya dapat memperpendek […]

  • Seputar Pembangunan Masjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Bukan Penggelapan Dana

    Seputar Pembangunan Masjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Bukan Penggelapan Dana

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KA alias Khoirul Anwar Hasibuan, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Hanura membantah menggelap dana hibah untuk pembangunan Mesjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Panyabungan Utara. KA menyatakan bahwa masalah ini bukanlah penggelapan dana. Dia menyatakan harus meluruskan kesalahfahaman yang beredar selama ini yang sangat menyudutkannya. Bantahan itu disampaikan Khoirul […]

  • Oknum Guru Cabuli Siswi

    Oknum Guru Cabuli Siswi

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Seorang oknum guru berinisial K (28), yang mengajar di salah satu sekolah swasta setingkat SMP di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal mencabuli siswinya sebut saja Bunga (16), yang saat ini duduk di kelas tiga. Perbuatan asusila tersebut dilakukan warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu ini sebanyak lima kali di sebuah gubuk kebun rambutan milik ortu […]

  • Menapak Jejak SD 1 Kotanopan

    Menapak Jejak SD 1 Kotanopan

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Banyak tokoh besar pernah belajar di sekolah ini. Mulai dari Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, sastrawan nasional Mohamed Kasim Dalimunthe, Menteri Pendidikan Soetan Goenoeng Moelia hingga anggota Konstituante) Rangkuman ringkas : Askolani Nasution Tiada banyak cerita saya tentang SD 01 Kotanopan, ketika dua minggu yang lalu saya datang ke sekolah ini. Dulunya sebagai sekolah […]

expand_less