Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Kaki Santri Yang Terancam Diamputasi Itu, Ternyata Sedang Program Tahfizul Qur’an

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
  • print Cetak
Aldi Subhandi Hasibuan

Aldi Subhandi Hasibuan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan yang kakinya terancam diamputasi ternyata sedang mengikuti program Tahfizul Qur’an.

 “Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an,” kata salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar, SHI kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9).

Kaki Aldi terancam diamputasi berdasar vonis dokter di RSUD Panyabungan, ketika dia menjalani rangkaian pengobatan.

Tak patah juang, akhirnya ayahnya membawanya ke satu klinik di Jakarta yang melakukan pengobatan gabungan medis dan herbal.

Di Jakarta, harapan tak diamputasi ada. Berdasar pemeriksaan di klinik ini, kaki Aldi masih ada harapan tak diamputasi. Hanya saja butuh sekitar 6 bulan lama pengobatan.

Persoalan sekarang adalah biaya. Soalnya Marwan Hasibuan, ayah Aldi, adalah keluarga kurang mampu karena hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

Sebenarnya, sawah sepetak di kampungnya Desa Huraba telah digadaikan, tetapi masih jauh dari cukup untuk rentang waktu pengobatan selama sekitar 6 bulan.

Dia berharap ada banyak dermawan yang kasihan dan simpati sama anaknya.

“Saya yakin, banyak orang baik yang kasihan dan bersimpati sama Aldi. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pasti menyembuhkan kaki Aldi tanpa perlu amputasi. Dia anak berpotensi. Dia harus melanjutkan program Tahfiz Al-Qur’an di sekolah Pesantren darul Ikhklas Dalanlidang, Panyabungan,” ungkapnya.

Peliput       : Ludfan Nasution

Editor        : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMGP dan Rakyat Puncak Sorik Marapi

    SMGP dan Rakyat Puncak Sorik Marapi

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Menerobos Jalan Buntu)     Rakyat termasuk dalam bahasa klasik. Sehingga mendengar kata rakyat, bagi bangsa ini pasti akan selalu membatin pada sebuah rentetan dari kemelaratan, perjuangan, semangat, keteguhan, bela negara dan hal lainnya yang berhubungan dengan kesetiaan berbangsa dan bernegara. Dia merupakan objek yang harus dibangun menjadi subjek yang dapat menikmati kebahagaian dan kenyamanan […]

  • Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 1)

    Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Asmaryadi Lubis, M.Pd   Setiap kalian adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya. (HR. Bukhari dan Muslim) Globalisasi merupakan keharusan sejarah. Kita tidak bisa menghindarinya dan lari dari perkembangan dan kemajuan zaman. Kita hanya bisa mengendalikannya, itu pun kalau memiliki keberanian. Dan untuk menjadi seorang pemberani tentunya membutuhkan kekuatan dan ketangguhan […]

  • Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi unjuk rasa organisasi mahasiswa PC PMII Mandailing Natal (Madina) yang tidak digubris Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lis Mulyadi Nasution mendapat tanggapan dari Ketua Komisi I DPRD Zubaidah Nasution. “Aspirasi masyarakat saja yang kita sampaikan melalui lembaga yang sah dan sebagai mitra pemerintah yang diamanahkan undang-undang tidak digubris,” kata Zubaidah ketika […]

  • Budak di Mandailing Sebelum Abad 19

    Budak di Mandailing Sebelum Abad 19

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap Laporan pendahulu Godon dan fakta di lapangan menyatakan bahwa perbudakan masih merajalela di Mandailing dan Angkola. Budak menjadi dagangan utama selain emas. Hampir sepertiga penduduk Mandailing, Angkola dan Padang Lawas ketika itu adalah budak atau orang yang berhutang (Castles,1972:20;Harahap, 1996b:37). Asisten Residen T.J. Willer mencatat daftar harga-harga budak dan ternak di […]

  • ARONDUK – Kearifan Lokal Dengan Banyak Nilai

    ARONDUK – Kearifan Lokal Dengan Banyak Nilai

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Safar Harian Soleh Anggota Forum Komunikasi Pendidik Mandailing Natal Mandailing kekinian, dikenal sebagai wilayah yang menyebar hampir di sepanjang Sungai (Batang) Gadis, sebagai bagian dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan Provinsi Sumatera Utara. Orang yang mendiami daerah ini dikenal dengan sebutan bangsa Mandailing, yang sangat kental dengan keislamannya. Suku ini memiliki ikatan darah, nasab, bahasa, […]

  • Bertemu Sandiaga, Atika Minta Pemerintah Pusat Dukung Wisata Daerah

    Bertemu Sandiaga, Atika Minta Pemerintah Pusat Dukung Wisata Daerah

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dalam pertemuan antara kepala daerah dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan wisata daerah. “Untuk mewujudkan kemajuan pariwisata dibutuhkan dukungan dan bantuan dana dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata […]

expand_less