Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh: Susi Aisyah
Pegiat Literasi Medan

 

Nasi goreng dimakan malam hari / Tambah lezat dicampur terasi

Presenden buruk terjadi berulang kali / Bukti penguasa tak mencintai rakyatnya tulus dari hati

Polemik pemindahan Ibukota masih terus berlanjut. Pasalnya banyak pakar dan kalangan yang menilai rencana ini terkesan buru-buru dan memaksakan kehendak. Padahal tidak urgen dan mendesak. Banyak hal yang jauh lebih penting difikirkan untuk segeran diselesaikan. Banyaknya gugatan masyarakat tidak diindahkan, padahal negeri ini menganut sistem yang menjamin kebebasan berpendapat.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menyatakan, penggunaan APBN untuk mengongkosi proyek ibu kota negara (IKN) baru adalah bukti bahwa proyek ini tak punya rencana matang. Pakar ekonomi Universitas Indonesia itu berpendapat, dengan kondisi begini, seharusnya pemerintah berani menunda proyek IKN dan memastikan bahwa proyek ini bernaung pada rencana induk yang baik, selain juga memastikan bahwa mayoritas warga menyetujui proyek ini. “Lah, mau bangun ibu kota tahun ini juga (tapi); dananya enggak jelas, baru akan dicari. Ini model pembangunan apa? Bukan metode Sangkuriang kan, bukan sim salabim. Ini mengurus negara,” tutupnya. (Kompas, Sabtu 23/01/2022).

Untuk Siapa?

Justru kita bingung melihat penguasa negeri ini. Begitu jelas terlihat pemimpin oligarki bekerja untuk membangun kekuatan mereka sendiri tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Mestinya, kebutuhan rakyat yang jadi prioritas untuk dipenuhi. Masih banyak rakyat yang kelaparan, pengangguran, wabah covid juga belum kunjung usai. Semua masalah ini memerlukan fokus agar selesai dari akarnya.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu anggota HILMI, Dr. Riyan M.Ag. Ia mengatakan “bahwa rencana pemerintah ini sangat terburu-buru, jangan sampai yang kita khawatirkan malah akan berujung inkonstitusional, seperti UU Omnibus Law. Ia juga mengatakan bahwa ketika masyarakat menggugat menunjukkan bahwa kinerja pemerintah, DPR, dan lembaga politik itu tidak berjalan dengan benar, dan ini kemudian membutuhkan pengawasan secara menyeluruh dari masyarkat agar jangan sampai ini dibiarkan terjadi lagi,” imbuhnya.

Kemungkinan ada kepentingan politik di balik ini semua. Bukan politik dalam arti mengurusi urusan dan kepentingan rakyat. Namun ditengarai adanya kepentingan oligarki politik rezim serta korporasi/pihak swasta yang terlibat.

Menyoroti ungkapan soal ketidakjelasan skema pembiayaan proyek tersebut pun patut untuk kita pertimbangkan. Yang mana pada awalnya, pemerintah mengatakan tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun kemudian, pemerintah mengumumkan skema pembiayaan pembangunan IKN Nusantara hingga 2024 akan lebih banyak dibebankan pada APBN, yakni 53,3 persen. Sisanya, dana didapat dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), swasta, dan BUMN sebesar 46,7 persen. Bahkan, anggaran pemindahan IKN pada 2022 akan menggunakan dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ini yang membuat banyak pihak menyayangkan rencana besar ini.

Katanya sistem demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara, namun nyatanya tak jarang suara rakyat dibungkam jika tidak sesuai kehendak pemangku kebijakan.

Bagaimana Peran Negara dalam Islam

Islam memandang bahwa negara dan pemerintah adalah pelayan umat (publik). Politik dalam Islam dikenal dengan pengaturan urusan umat secara umum. Dimana negara wajib memenuhi kebutuhan pokok rakyat beserta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan untuk hidup layak. Negara menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk hajat hidup rakyat, bukan malah menyusahkan rakyatnya dengan beban yang terus bertambah.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita terus memantau mana kebijakan penguasa yang tidak semestinya dilakukan, agar lebih fokus pada tugas pokoknya yaitu mengurusi urusan rakyatnya. Sebagaimana yang kita ketahui dalam Islam bahwa penguasa adalah pengayom bukan tuan yang bisa sesuka hati menindas. Tugas mulia mengkritik dan memberikan masukan ini juga telah Allah sampaikan dalam Al-Qur’an, yaitu dalam QS.Ali Imran ayat 104 yang berbunyi, “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Wallahu a’lam.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

    Laporan Conservation International Indonesia Dinilai Mengada-ada

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum NGO lingkungan se-Kabupaten Mandailing Natal menilai laporan SLP Conservation International Indonesia tak masuk akal. Forum NGO lingkungan di Madina menilai bahwa laporan Conservation International Indonesia (CII) yang mengklaim sebanyak 4.700 petani Madina mendapatkan manfaat ekonomi dari peningkatan praktik-praktik pertanian yang dilakukan dalam program Sustainable Landscapes Partnership (SLP) CII. “Mereka membuat laporan […]

  • Pungli di Madina Harus Disikat Habis

    Pungli di Madina Harus Disikat Habis

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pungli di Kabupaten Mandailing Natal juga harus disikat habis, seperti yang dikampanyekan Presiden Jokowi, karena pungli adalah penyakit yang bikin malu. “Pungli diperkirakan sudah merajalela di semua lini, semua sektor,” ungkap Partaonan Siregar, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Rabu (19/10/2016).  Di sektor infrastruktur, pungli (pungutan liar) telah menjadi rahasia umum. Para […]

  • Mutasi Jabatan di Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mutasi jabatan dilakukan di lingkungan Pemkab Mandailing Natal, Rabu (4/6/2013). Pelantikan berlangsung di gedung serba guna, Parbangunan, Panyabungan dipimpin Sekretaris Daerah M Daud Batubara atas nama bupati Madina Hidayat Batubara. Sebanyak 169 PNS yang ikut dalam rotasi jabatan itu terbagi dalam dua surat keputusan. Untuk eselon II terdapat 6 nama yang […]

  • Jika Jokowi Tersangka TransJakarta, Ruhut Gelar Orkestra

    Jika Jokowi Tersangka TransJakarta, Ruhut Gelar Orkestra

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan kalau calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi) ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pengadaan TransJakarta, PDIP dan koalisinya bisa mengganti calon presiden. "Kalau Jokowi ditetapkan Kejaksaan jadi tersangka? Menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU), ya harus ganti calon presiden," kata Ruhut Sitompul, di gedung Dewan […]

  • Ketua DPRD: Pemkab dan RSU Harus Segera Tolong Torkis

    Ketua DPRD: Pemkab dan RSU Harus Segera Tolong Torkis

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Ketua DPRD Madina As Imran Khaitamy Daulay mendesak Pemerintah Kabupaten Madina dan lembaga terkait dan RSUD Panyabungan menolong Torkis dengan tindakan cepat. Imran Khaitamy, kepada wartawan Senin (20/2) melalu telepon seluler, mengatakan, setelah mengetahui melalui media tentang penderita penyakit Talasemia, dia langsung mengontak ke pihak RSUD Panyabungan supaya memperhatikan pasien itu lebih […]

  • Willem Iskandar dan Kweekschool Tanobato: Pelopor Pendidikan Guru Rakyat di Indonesia

    Willem Iskandar dan Kweekschool Tanobato: Pelopor Pendidikan Guru Rakyat di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rahmat Zubarkah Nasution Penggiat di Gerep Institute (Pusat Kajian Mandailing Natal)   Pendahuluan Ketika berbicara tentang sejarah pendidikan Indonesia, nama Ki Hajar Dewantara hampir selalu menjadi rujukan utama. Namun, jauh sebelum lahirnya Taman Siswa pada tahun 1922, di sebuah desa kecil di Mandailing telah berdiri sebuah lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan […]

expand_less