Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh: Susi Aisyah
Pegiat Literasi Medan

 

Nasi goreng dimakan malam hari / Tambah lezat dicampur terasi

Presenden buruk terjadi berulang kali / Bukti penguasa tak mencintai rakyatnya tulus dari hati

Polemik pemindahan Ibukota masih terus berlanjut. Pasalnya banyak pakar dan kalangan yang menilai rencana ini terkesan buru-buru dan memaksakan kehendak. Padahal tidak urgen dan mendesak. Banyak hal yang jauh lebih penting difikirkan untuk segeran diselesaikan. Banyaknya gugatan masyarakat tidak diindahkan, padahal negeri ini menganut sistem yang menjamin kebebasan berpendapat.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menyatakan, penggunaan APBN untuk mengongkosi proyek ibu kota negara (IKN) baru adalah bukti bahwa proyek ini tak punya rencana matang. Pakar ekonomi Universitas Indonesia itu berpendapat, dengan kondisi begini, seharusnya pemerintah berani menunda proyek IKN dan memastikan bahwa proyek ini bernaung pada rencana induk yang baik, selain juga memastikan bahwa mayoritas warga menyetujui proyek ini. “Lah, mau bangun ibu kota tahun ini juga (tapi); dananya enggak jelas, baru akan dicari. Ini model pembangunan apa? Bukan metode Sangkuriang kan, bukan sim salabim. Ini mengurus negara,” tutupnya. (Kompas, Sabtu 23/01/2022).

Untuk Siapa?

Justru kita bingung melihat penguasa negeri ini. Begitu jelas terlihat pemimpin oligarki bekerja untuk membangun kekuatan mereka sendiri tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Mestinya, kebutuhan rakyat yang jadi prioritas untuk dipenuhi. Masih banyak rakyat yang kelaparan, pengangguran, wabah covid juga belum kunjung usai. Semua masalah ini memerlukan fokus agar selesai dari akarnya.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu anggota HILMI, Dr. Riyan M.Ag. Ia mengatakan “bahwa rencana pemerintah ini sangat terburu-buru, jangan sampai yang kita khawatirkan malah akan berujung inkonstitusional, seperti UU Omnibus Law. Ia juga mengatakan bahwa ketika masyarakat menggugat menunjukkan bahwa kinerja pemerintah, DPR, dan lembaga politik itu tidak berjalan dengan benar, dan ini kemudian membutuhkan pengawasan secara menyeluruh dari masyarkat agar jangan sampai ini dibiarkan terjadi lagi,” imbuhnya.

Kemungkinan ada kepentingan politik di balik ini semua. Bukan politik dalam arti mengurusi urusan dan kepentingan rakyat. Namun ditengarai adanya kepentingan oligarki politik rezim serta korporasi/pihak swasta yang terlibat.

Menyoroti ungkapan soal ketidakjelasan skema pembiayaan proyek tersebut pun patut untuk kita pertimbangkan. Yang mana pada awalnya, pemerintah mengatakan tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun kemudian, pemerintah mengumumkan skema pembiayaan pembangunan IKN Nusantara hingga 2024 akan lebih banyak dibebankan pada APBN, yakni 53,3 persen. Sisanya, dana didapat dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), swasta, dan BUMN sebesar 46,7 persen. Bahkan, anggaran pemindahan IKN pada 2022 akan menggunakan dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ini yang membuat banyak pihak menyayangkan rencana besar ini.

Katanya sistem demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara, namun nyatanya tak jarang suara rakyat dibungkam jika tidak sesuai kehendak pemangku kebijakan.

Bagaimana Peran Negara dalam Islam

Islam memandang bahwa negara dan pemerintah adalah pelayan umat (publik). Politik dalam Islam dikenal dengan pengaturan urusan umat secara umum. Dimana negara wajib memenuhi kebutuhan pokok rakyat beserta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan untuk hidup layak. Negara menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk hajat hidup rakyat, bukan malah menyusahkan rakyatnya dengan beban yang terus bertambah.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita terus memantau mana kebijakan penguasa yang tidak semestinya dilakukan, agar lebih fokus pada tugas pokoknya yaitu mengurusi urusan rakyatnya. Sebagaimana yang kita ketahui dalam Islam bahwa penguasa adalah pengayom bukan tuan yang bisa sesuka hati menindas. Tugas mulia mengkritik dan memberikan masukan ini juga telah Allah sampaikan dalam Al-Qur’an, yaitu dalam QS.Ali Imran ayat 104 yang berbunyi, “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Wallahu a’lam.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi lahan PLTA, rekening Bupati Tobasa diblokir

    Korupsi lahan PLTA, rekening Bupati Tobasa diblokir

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Poldasu telah melakukan pemblokiran rekening atas nama Pandapotan Kasmin Simanjuntak senilai Rp.1,1 miliar. “Dana dari pelepasan lahan proyek PLTA Asahan III senilai Rp3 miliar yang masuk ke rekening pribadi Bupati Tobasa, sebagian sudah habis dibelanjakan, seperti membeli jam tangan dan lain-lain. Namun ada sebagian dari dana itu […]

  • Mendagri Terbitkan Surat Pemberhentian Bupati Madina

    Mendagri Terbitkan Surat Pemberhentian Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menteri Dalam Negeri menerbitkan surat pemberhentian Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara yang saat ini mendekam di penjara Tanjung Gusta, Medan. Surat Mendagri tersebut tertanggal 28 April 2014 dengan Nomor 131.12-1630 Tahun 2014. Surat Mendagri ini telah diterima oleh Ketua DPRD Madina, As Imran Khatamy Daulay dan Plt Bupati Madina Dahlan […]

  • Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan yang muncul dalam pengelolaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Mandailing Natal (Madina) Miswaruddin Daulay menjawab Mandailing Online terkait adanya pungutan pengambilan SK guru honor TKS. “Pada hakikinya ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Pendidikan ini harus kita awasi bersama,” ujarnya. Dewan Pendidikan, jelas Miswar, […]

  • Semoga Tidak Turun Hujan di Aek Latong Agar Mudik Lancar

    Semoga Tidak Turun Hujan di Aek Latong Agar Mudik Lancar

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Semoga tidak turun hujan di Aek Latong mulai hari ini hingga Hari Raya Idul Fitri. Ini lah doa yang disampaikan sejumlah warga, petugas Dishub, dan beberapa sopir angkutan. Menurut mereka, hanya cuaca cerah yang menyelamatkan Aek Latong dari kemacetan. Sebab, bila hujan turun jalanan akan berlumpur dan licin sehingga menyulitkan pemudik yang melintas. “Mudah-mudahan hingga […]

  • Mula Kata “Indonesia” Diperkenalkan James Richardson Tahun 1869

    Mula Kata “Indonesia” Diperkenalkan James Richardson Tahun 1869

    • calendar_month Minggu, 8 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada tahun 1869, kata “Indonesia” kali pertama muncul dalam tulisan James Richardson Logan. Kata “Indonesia” ini menunjukkan keberadaan kepulauan di lautan Hindia Pasifik. “Inde” yang artinya Hindia dan “nesos” artinya pulau. Demikian dikutip dari Swantara, majalah Triwulan Lemhanas RI No.03 Tahun I/Desember 2012. James Richardson Logan merupakan seorang pengacara. Lahir di Berwickshire-Skotlandia pada 10 April 1819. Dia […]

  • Ki Dalang Asep S Sunarya Tutup Usia

    Ki Dalang Asep S Sunarya Tutup Usia

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BALEENDAH – Mulih ka jati, mulang ka asal. Telah meninggal dunia maestro dalang wayang golek Asep Sunandar Sunarya karena serangan jantung di RS AL-Ikhsan Baleendah Kabupaten Bandung, kemarin (31/3) pukul 14.20. Rencananya, jasad almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga dekat rumahnya di Jalan Giriharja RT 01 RW 01, Kampung Jelekong, Kelurahan Jelokong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten […]

expand_less