Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

HARI INI ADA YANG MATI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak

Oleh : Askolani Humas DPRD Mandailing Natal

Sebut saja namanya “Juang”, lelaki lajang 25-an tahun yang minggu lalu mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Menggantung diri di pintu kamar orang untuk sebuah kematian yang dipilih. Sebutlah ini takdir, suratan, karena rezeki, jodoh dan ajal adalah takdir Tuhan. Tetapi alangkah kejamnya takdir yang disuratkan kepada “Juang” karena lelaki ini terpilih untuk mengakhiri hidupnya dengan “nista” seperti itu (jika benar kematian seperti itu memang kematian yang paling nista). Kita melihatnya sungguh amat sederhana sekali: mengapa begitu gampang kita putus asa!
Tapi, ini: mari tarik sebatang rokok, dan nikmati sebuah kopi. Mari kita reguk dalam-dalam dunia dalam nafas kita. Kita ada di antara orang-orang yang tak seorang pun tahu, apakah kita terpilih untuk sesuatu takdir, atau tidak terpilih. Kita tak tahu seberapa saya Tuhan kepada kita, setara atau tidak dengan rasa sayang yang juga kita berikan kepada Tuhan. Apakah Tuhan sungguh-sungguh memilih kita menjadi hamba yang memiliki kemuliaan, sama seperti usaha kita memuliakan Tuhan. Apakah Tuhan akan tetap sayang kepada kita, saat kita lebih banyak dendam kepada takdir yang dipahatnya. Saya tak baik berandai-andai terlalu lama.
Begini saja. Lelaki itu bernama Juang. Lahir tak seberuntung kita (jika kita memang makhluk yang cukup beruntung). Ayahnya meninggal waktu dia masih balita, disusul ibunya tak lama. Hidup dengan kemiskinan yang tak berhati nurani, bekerja apa saja untuk sepiring nasi pagi dan sore hari (yang entah bergizi atau tidak, karena gizi hanya ada dalam konteks orang kaya). Ia dapat menerima berbagai penuzulan tak bermartabat, karena lapar tak mengenal martabat. Ia pernah mencuri nasi tetangga, atau juga mengambil paksa haknya dari tetangga (bukankah tidak beriman seseorang jika masih ada tetangganya yang belum makan?). Ia bisa menerima takdir dengan amat lapang dada, tak pernah mengeluh, tak pernah mencaci maki, tak pernah membenci Tuhan (karena amat percaya Tuhan adalah penguasa mutlak atas takdir dan kerahman-rahiman).
Tapi hari ini ia sakit, sudah beberapa hari. Tak ada uang buat berobat. Orang sakit tak bisa kerja! Orang sakit tak punya uang! Orang sakit tak bisa makan! Orang tak makan-makan tak berpengharapan, apalagi di negeri yang bertahun-tahun melupakan nuzul “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.” Ia tak pernah sekolah, tak hapal UUD, tak butuh sebaris puisi perjuangan atau kemanusiaan. Ia hanya tahu sejak bertahun-tahun: “Kalau tak bekerja, ia tak makan; kalau tak makan, ia tak bisa bekerja.” Untuk rakyat sederhana seperti Juang tak ada yang lebih mudah mengakhiri kerumitan sosial ini, kecuali dengan sebuah kematian yang terpilih, entah telah ditakdirkan atau tidak. Tapi jika benar telah ditakdirkan, betapa kejamnya karena kita yang harus terpilih menjalani ini!

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTQ dan Festival Seni Qasidah ke XXIV Madina, Panyabungan Juara Umum

    MTQ dan Festival Seni Qasidah ke XXIV Madina, Panyabungan Juara Umum

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan festival seni Qasidah ke-XXIV tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut berakhir, Senin (24/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di pelataran masjid Nur Ala Nur, Panyabungan dari 21 hingga 24 Februari itu ditutup secara resmi oleh Asisten I Setdakab Madina Syahnan Pasaribu. MTQ ini merupakan salah satu rangkaian dalam […]

  • Pengerukan Irigasi Batang Gadis

    Pengerukan Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Selasa, 31 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Petani Merasa Terbantu Pengerukan Irigasi Batang Gadis Madina Sepanjang 20 KM Ket Fhoto : Nampak alat berat sedang melakukan pembersihan saluran Irigasi Batang Gadis Madina dari lumpur untuk memperlancar pengairan pada persawahan masyarakat. Panyabungan MO-Adanya pengerukan irigasi Batang Gadis oleh Pemerintah dengan tujuan untuk memperlancar pengairan pada persawahan disambut gembira oleh para petani yang ada […]

  • Ratusan Satpol PP Pemkot Binjai Membakar Kantornya Sendiri

    Ratusan Satpol PP Pemkot Binjai Membakar Kantornya Sendiri

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI : Ratusan petugas Satpol PP Pemkot Binjai mengamuk dan membakar kantornya sendiri di Jl Jambi, Kelurahan Rambung Timur, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Kamis sore, 10 Maret 2011. Aksi ini merupakan buntut kemarahan ratusan anggota Satpol PP akibat dipecat oleh Pemkot Binjai dengan alasan tidak mampu membayar gaji pegawai honorer dilingkungan […]

  • Guru Homoseks Sodomi Anak SMP

    Guru Homoseks Sodomi Anak SMP

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang pria homoseks yang berperofsei guru honor di salah satu sekolah SMP ditangkap warga karena diduga menyodomi anak usia SMP kelas 2. Warga memergoki guru honor berinisial ML itu bersama dua orang remaja belasan tahun berinisial R dan N di rumah ML dekat kompleks Sekolah Tinggi Agama Islam Madina (STAIM), Panyabungan, […]

  • SBY korbankan rakyat sendiri

    SBY korbankan rakyat sendiri

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aboe Bakar Al Habsyi berpendapat pemberian pembebasan bersyarat kepada terpidana kasus narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby, sama seperti mengorbankan rakyat sendiri. Corby merupakan salah satu terpidana kasus narkoba jaringan internasional yang berpotensi merusak masa depan rakyat Indonesia. “Ini tidak memberikan efek jera terhadap para pengedar narkoba, padahal Corby adalah Ratu Marijuana yang […]

  • Sarmadi Hasibuan Jadi Kades Ingin Desa Aek Nabara Bangkit Dari Ketertinggalan

    Sarmadi Hasibuan Jadi Kades Ingin Desa Aek Nabara Bangkit Dari Ketertinggalan

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Berawal dari rasa iba melihat kampung halamnnya Desa Aek Nabara, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) tertinggal dari desa lain yang ada disekitarnya, Sarmadi Hasibun nekat mencalonkan diri menjadi Kepala Desa. Alhasil pada 21/8/2023 kemaren, Sarmadi Hasibuan berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa Aek Nabara. Pada Mandailing Online Kamis […]

expand_less