Senin, 1 Jun 2026
light_mode

HARI INI ADA YANG MATI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak

Oleh : Askolani Humas DPRD Mandailing Natal

Sebut saja namanya “Juang”, lelaki lajang 25-an tahun yang minggu lalu mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Menggantung diri di pintu kamar orang untuk sebuah kematian yang dipilih. Sebutlah ini takdir, suratan, karena rezeki, jodoh dan ajal adalah takdir Tuhan. Tetapi alangkah kejamnya takdir yang disuratkan kepada “Juang” karena lelaki ini terpilih untuk mengakhiri hidupnya dengan “nista” seperti itu (jika benar kematian seperti itu memang kematian yang paling nista). Kita melihatnya sungguh amat sederhana sekali: mengapa begitu gampang kita putus asa!
Tapi, ini: mari tarik sebatang rokok, dan nikmati sebuah kopi. Mari kita reguk dalam-dalam dunia dalam nafas kita. Kita ada di antara orang-orang yang tak seorang pun tahu, apakah kita terpilih untuk sesuatu takdir, atau tidak terpilih. Kita tak tahu seberapa saya Tuhan kepada kita, setara atau tidak dengan rasa sayang yang juga kita berikan kepada Tuhan. Apakah Tuhan sungguh-sungguh memilih kita menjadi hamba yang memiliki kemuliaan, sama seperti usaha kita memuliakan Tuhan. Apakah Tuhan akan tetap sayang kepada kita, saat kita lebih banyak dendam kepada takdir yang dipahatnya. Saya tak baik berandai-andai terlalu lama.
Begini saja. Lelaki itu bernama Juang. Lahir tak seberuntung kita (jika kita memang makhluk yang cukup beruntung). Ayahnya meninggal waktu dia masih balita, disusul ibunya tak lama. Hidup dengan kemiskinan yang tak berhati nurani, bekerja apa saja untuk sepiring nasi pagi dan sore hari (yang entah bergizi atau tidak, karena gizi hanya ada dalam konteks orang kaya). Ia dapat menerima berbagai penuzulan tak bermartabat, karena lapar tak mengenal martabat. Ia pernah mencuri nasi tetangga, atau juga mengambil paksa haknya dari tetangga (bukankah tidak beriman seseorang jika masih ada tetangganya yang belum makan?). Ia bisa menerima takdir dengan amat lapang dada, tak pernah mengeluh, tak pernah mencaci maki, tak pernah membenci Tuhan (karena amat percaya Tuhan adalah penguasa mutlak atas takdir dan kerahman-rahiman).
Tapi hari ini ia sakit, sudah beberapa hari. Tak ada uang buat berobat. Orang sakit tak bisa kerja! Orang sakit tak punya uang! Orang sakit tak bisa makan! Orang tak makan-makan tak berpengharapan, apalagi di negeri yang bertahun-tahun melupakan nuzul “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.” Ia tak pernah sekolah, tak hapal UUD, tak butuh sebaris puisi perjuangan atau kemanusiaan. Ia hanya tahu sejak bertahun-tahun: “Kalau tak bekerja, ia tak makan; kalau tak makan, ia tak bisa bekerja.” Untuk rakyat sederhana seperti Juang tak ada yang lebih mudah mengakhiri kerumitan sosial ini, kecuali dengan sebuah kematian yang terpilih, entah telah ditakdirkan atau tidak. Tapi jika benar telah ditakdirkan, betapa kejamnya karena kita yang harus terpilih menjalani ini!

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina: Penting Kerjasama BUMDes – Koperasi Merah Putih 

    Bupati Madina: Penting Kerjasama BUMDes – Koperasi Merah Putih 

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menekankan pentingnya kerja sama antara BUMDes dengan Koperasi Merah Putih. Saipullah mendorong agar kedua lembaga ini bersama-sama mengembangkan enam gerai penting di desa, yaitu gerai sembako, LPG, pupuk, apotek/klinik, cold storage, dan gudang penyimpanan. Cold storage, kata Saipullah, menjadi kunci untuk menjaga kualitas hasil pertanian […]

  • Meriah, Resepsi Pernikahan Ustadz Solmed-April Jasmin

    Meriah, Resepsi Pernikahan Ustadz Solmed-April Jasmin

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nuansa merah dan emas mendominasi ruangan resepsi pernikahan Shaleh Mahmud atau akrab disapa Ustadz Solmed dan April Jasmin di sebuah mesjid di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Ahad kemarin. Pasangan yang sebelumnya telah melakukan ijab kabul pada 11 November 2011 itu nampak serasi berbalut busana khas Tapanuli Selatan. Kemegahan sangat terasa di setiap hal dalam resepsi […]

  • Organ tubuh jenazah TKI hilang

    Organ tubuh jenazah TKI hilang

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rieke Diah Pitaloka meminta kepada Presiden SBY untuk melakukan penyelidikan terkait tewasnya tenaga kerja Indonesia (TKI), Anita Purnama Boru Huahuruk (35 tahun) yang bekerja di Malaysia, asal Medan Sumatera Utara. Rieke menegaskan, peti jenazah almarhum dari informasi yang ia himpun,  dibuang kelaut. Anita Purnama Boru Huahuruk (35 tahun) adalah warga Kelurahan Satria, Kota […]

  • Perpanjangan pensiun Sekda Sumut terus dipermasalahkan

    Perpanjangan pensiun Sekda Sumut terus dipermasalahkan

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Lembaga  Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), kembali menyurati Presiden RI, guna mempertanyakan legalitas Keputusan Presiden (Kepres) No 127/M/2013 tentang masa perpanjangan pensiun Sekda Provsu, Nurdn Lubis. Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik mengatakan, Kepres tersebut sangat meragukan, karena bertentangan dengan sejumlah logika. Pertama, Kepres tersebut ditandatangi pada hari Minggu. Kemudian, lahirnya Kepres […]

  • Tragedi KRI Nanggala, Indonesia Harus Ambil Pelajaran

    Tragedi KRI Nanggala, Indonesia Harus Ambil Pelajaran

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rusliana,SPd.I Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal KRI Nanggala 402 secara resmi dinyatakan tenggelam pada Sabtu 24 April 2021 setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat melaksanakan misi latihan penembakan torpedo di perairan utara pulau Bali pada Rabu,  21 April 2021 (Tempo.com,26/4/2021). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, berdasarkan bukti bukti otentik dapat dinyatakan […]

  • Ketua TP PKK Madina Tinjau Pelaksanaan BIAN di MTsN 2 Panyabungan

    Ketua TP PKK Madina Tinjau Pelaksanaan BIAN di MTsN 2 Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua TP PKK Mandailing Natal (Madina) melakukan peninjauan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Madrasah Tsanawiyah Islamiah Negeri (MTsN), Panyabungan, Rabu (21/9/2022). Peninjauan tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Madina dr. Syarifuddin. Syarifuddin mengatakan imunisasi yang diberikan adalah Vaksin MR atau Campak rubella dengan sasaran anak mulai usia 9 bulan sampai […]

expand_less