Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Perpanjangan pensiun Sekda Sumut terus dipermasalahkan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
  • print Cetak

MEDAN – Lembaga  Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), kembali menyurati Presiden RI, guna mempertanyakan legalitas Keputusan Presiden (Kepres) No 127/M/2013 tentang masa perpanjangan pensiun Sekda Provsu, Nurdn Lubis.

Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik mengatakan, Kepres tersebut sangat meragukan, karena bertentangan dengan sejumlah logika. Pertama, Kepres tersebut ditandatangi pada hari Minggu.

Kemudian, lahirnya Kepres tersebut tidak mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2013, tentang perubahan keempat Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 1979, tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, khususnya Pasal 4 ayat (5).

Dalam point itu mengisayaratkan PNS dengan jabatan struktural eselon I tertentu, bisa saja masa pensiunnya diperpanjang dengan syarat; memiliki keahlian dan pengalaman yang sangat dibutuhkan organisasi, miliki kinerja yang baik serta memiliki moral dan itegritas yang baik.

“Kinerja Nurdin Lubis selama menjabat sebagai Sekda maupun Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sangat meragukan. Hal ini, dibuktikan dengan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menyoroti kinerja TAPD”, ujar Azhari, kemarin malam.

Kemudian, lanjut Azhari, selaku Ketua Manajemen Dana BOS Provinsi, Nurdin Lubis sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan di Polda Sumut, terkait pengalihan Dana BOS TA 2012 sebesar Rp, 14,9 miliar.

Azhari sangat meragukan perpanjangan batas usia pensiunan Nurdin Lubis tidak melalui pertimbangan Tim Penilai Akhir (TPA) Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan Struktural Eselon I, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2013.

“Hal ini terkait informasi yang kami peroleh, bahwa Kepres perpanjangan masa pensiun Nurdin Lubis, tidak masuk dalam Lembaran Negara”,ujarnya seraya mencurigai lahirnya Keppres No 127/M/2013 tersebut merupakan “buah tangan” oknum tertentu yang bertujuan merusak kredibilitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat.

LIPPSU, tambah Azhari, perlu menyikapi hal ini, apalagi kondisinya berkaitan erat dengan penyusunan dan pengesahan RAPBD 2014 menjadi APBD, dimana Nurdin Lubis sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Bagaimana mungkin APBD memperoleh legalitas formal, jika jabatan Nurdin Lubis sebagai Ketua TAPD illegal ?.  Makanya, sebelum menjadi konflik hukum di belakang hari, LIPPSU mempertanyakan hal ini kepada Presiden RI”, jelasnya.

Berdasarkan penelusuran LIPPSU di DPRD Sumut, ternyata pihah legislatif tidak pernah mengetahui isi Kepres No 127.M/2013 dimaksud.

“DPRD Sumut sama sekali tidak pernah menerima salinan maupun copy Keppres tersebut. Bahkan, LIPPSU sudah pernah menyurati DPRD Sumut guna meminta copy Keppres 127/M/2013 tersebut, namun hingga saat ini tidak pernah mendapat tanggapan,” ujarnya.

Azhari Sinik menantang Pemprovsu untuk mensosialisasikan Keppres 127/M/2013 kepada publik. “Kalau memang Pemprovsu kesatria dan benar-benar mendukung azas keterbukaan informasi publik, ayo…sosialisasikan Keppres tersebut kepada publik,” ujarnya.(wasp)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Dahlan Hasan Bersedia Mundur?

    Mengapa Dahlan Hasan Bersedia Mundur?

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Plt Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution Senin lalu menyatakan siap mundur dari jabatan jika dia selaku bupati gagal dalam menyelesaikan polemik antara rakyat dengan PT.Sorikmas Mining yang mengantongi kontrak karya pertambangan di Madina. Sepintas secara awam orang tentu mengira pernyataan bang Dahlan Hasan ini mengada-ada atau mungkin semacam “tong kosong nyaring bunyinya”. Sebab, dalam […]

  • Jeruk Manis Sibanggor, Riwayatmu Kini.

    Jeruk Manis Sibanggor, Riwayatmu Kini.

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa kejayaan Jeruk Huta Sibanggor yang sempat terkenal hingga ke Sumatera Barat agaknya kian hari kian mengalami kepunahan. Kekhasan rasa jeruk yang terbilang lebih manis dari jeruk kebiasaannya tersebut dikhawatirkan akan tinggal nama, akibat adanya hama CCPD atau jamur batang merah yang menyerang tanaman sejak 2001 dan hingga kini belum dapat diatasi. Wajar saja masyarakat […]

  • Jika Masyarakat Adat Diakui, Akan Tercipta Pembangunan Berdasar Kearifan Lokal

    Jika Masyarakat Adat Diakui, Akan Tercipta Pembangunan Berdasar Kearifan Lokal

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Pengakuan terhadap masyarakat adat memiliki dampak positif bagi kelangsungan pembangunan di Mandailing Natal (Madina) yang harmonis serta terjaganya alam dari penjarahan perusahaan kapitalis yang rakus. Dampak positifnya juga mudahnya pemerintah daerah menyeselasikan sengketa antara masyarakat dengan investor yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan. Sampai saat ini Madina belum memiliki […]

  • Pemkab Madina Didesak Siapkan Antisipasi Hadapi Corona

    Pemkab Madina Didesak Siapkan Antisipasi Hadapi Corona

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina didesak menyiapkan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Mandailing Natal (Madina). Desakan itu disampaikan mantan anggota DPRD Madina, Binsar Nasution kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin pagi (16/3/2020). Langkah persiapan itu dipandang perlu sebelum ada kasus pengidap virus Corona di Madina. “Mulai dari persiapan tenaga medis dan […]

  • Kadin Madina : Iklim Dunia Usaha Harus Kondusif

    Kadin Madina : Iklim Dunia Usaha Harus Kondusif

    • calendar_month Rabu, 1 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Untuk menggairahkan sektor ekonomi di Mandailing Natal (Madina) dibutuhkan iklim dunia usaha yang kondusif. Penguatan sektor ekonomi membutuhkan berbagai skema, baik dari sisi regulasi, bahan baku, keamanan, jaringan pasar dan lainnya termasuk infrastruktur yang berkaitan dengan dinamika dunia usaha, baik di sektor industri, perdagangan, jasa, khususnya sektor industri kreatif, agribisnis dan agro industri. Peran […]

  • Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Masih Dikepung Banjir

    Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Masih Dikepung Banjir

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    15 Orang Meninggal Jakarta, (MO) – Sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya, Sabtu, masih digenangi air di antaranya di kawasan Pluit yang mencapai ketinggian dua meter. Banjir yang parah terjadi di belakang Pluit Village, Jakarta Utara, semakin parah dengan kedalaman hampir dua meter. Kawasan Pluit lainnya yang kebanjiran tersebut seperti Bandengan dan Teluk Gong. Bahkan, […]

expand_less