Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode

Bupati Madina: Penting Kerjasama BUMDes – Koperasi Merah Putih 

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menekankan pentingnya kerja sama antara BUMDes dengan Koperasi Merah Putih.

Saipullah mendorong agar kedua lembaga ini bersama-sama mengembangkan enam gerai penting di desa, yaitu gerai sembako, LPG, pupuk, apotek/klinik, cold storage, dan gudang penyimpanan.

Cold storage, kata Saipullah, menjadi kunci untuk menjaga kualitas hasil pertanian seperti sayur dan buah, agar tidak cepat rusak. Sementara gudang beras harus dibangun dengan standar penyimpanan yang baik agar stok bisa tahan lama.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan pemaparan ketahanan pangan, Budan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para kepala OPD, camat, dan para kepala desa di Aula Kantor Bupati, Komplek perkantoran Payaloting, Senin (28/7/2025).

“Saya tidak mau Koperasi Merah Putih ini hanya macan ompong. Sudah berbadan hukum, tapi tidak bergerak. Kita harus kawal ini agar jalan, karena ini akan diawasi langsung oleh Presiden,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga memaparkan soal program MBG yang menjadi salah satu prioritas nasional. Saipullah mengajak seluruh desa ikut berpartisipasi membangun dapur umum yang disebut dengan Sistem Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Disebutkan Saipullah, Setiap dapur nantinya harus mampu menyuplai makanan bergizi kepada 3.000 hingga 4.000 siswa serta ibu hamil atau menyusui setiap hari. Menurutnya, hal ini akan membuka banyak lapangan kerja dan mempercepat pergerakan ekonomi desa.

“Kalau dapurnya menyiapkan sendiri dari awal, mulai dari bangunan sampai peralatan, dia dapat insentif Rp3.500 per paket makanan. Tapi kalau hanya memasak saja, insentifnya Rp1.500. Ini peluang ekonomi bagi desa,” jelasnya.

Dalam arahannya, Bupati Saipullah meminta seluruh desa di Madina bergerak aktif membuka lahan pertanian dan membangun sistem pangan mandiri.

“Program ketahanan pangan ini bukan sekadar program biasa. Ini adalah instruksi langsung Presiden. Setiap desa harus mampu memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri, agar tidak tergantung dari daerah lain,” tegas Saipullah.

Saipullah menyebutkan, bahwa kebutuhan pokok seperti beras, jagung, kentang, dan sayuran harus bisa disiapkan sendiri oleh setiap desa. Dana desa sebesar 20 persen yang memang dialokasikan untuk ketahanan pangan, harus benar-benar dimanfaatkan untuk membuka lahan dan menanam bahan pangan utama.

“Kalau kebutuhan pokok sudah terpenuhi sendiri, maka urusan ketahanan pangan selesai. Sekarang tinggal bagaimana kepala desa dan camat mengkoordinir masyarakat untuk menyiapkan lahan dan mulai menanam,” sebutnya. (rel/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Divonis Bunuh Pacar dari WA

    Divonis Bunuh Pacar dari WA

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      AWALNYA Si Cewek sering mendorong cowoknya untuk bunuh diri saja. Tidak berguna. Akhirnya Si Cowok benar-benar berada di tempat ketinggian. Lalu kirim WA kepada Si Cewek: selamat tinggal. Si Cewek tahu di mana lokasi di ketinggian tersebut. Itu karena tiba-tiba Si Cowok mengatur HP-nya dalam posisi on. Termasuk mengaktifkan GPS-nya. “Jangan lakukan. Stop. Dengarkan aku. Jangan […]

  • Ratusan Korban Sinabung Ngungsi ke Langkat

    Ratusan Korban Sinabung Ngungsi ke Langkat

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT – Tercatat sedikitnya 102 warga dari tiga desa yakni Desa Kebayekan, Kuta Gugung dan Kuta Rakyat Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, sejak kemarin mengungsi ke Desa Telaga Kecamatan Sei Bingai-Langkat, menyusul kian meningkatnya erupsi gunung Sinabung beberapa hari terakhir. Keseluruhan warga dikumpulkan di balai desa. Pengungsi memilih desa tersebut karena jaraknya atau lokasinya lebih […]

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Ahmad Effendi
    • 0Komentar

     

  • Kabulkan Gugatan FPI, MA Nilai Daerah Paling Kompeten Mengatur Miras

    Kabulkan Gugatan FPI, MA Nilai Daerah Paling Kompeten Mengatur Miras

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengeluhkan pembatalan Keppres No 3/1997 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol. Menurut Gamawan kini terjadi kekosongan rujukan pengendalian miras. Mahkamah Agung (MA) tidak sependapat karena masih ada peraturan dan perundang-undangan yang mengatur perdagangan termasuk peredaran miras. “Masih ada beberapa UU mengenai perdagangan, yang penting adalah pasca putusan ini adalah kebijakan […]

  • Total Kerugian akibat Gempa Tapanuli Utara Belum Jelas

    Total Kerugian akibat Gempa Tapanuli Utara Belum Jelas

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARUTUNG: Sampai dengan saat ini Senin 1 Augustus 2011,total atau jumlah keseluruhan kerugian akibat gempa yang mengguncang Tapanuli Utara tanggal 14 juni 2011 lalu, belum dapat dipastikan. Karena data yang diperoleh belum jelas, dan masih menunggu dari tim survey yang telah dihunjuk. Pernyataan ini diutarakan oleh Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Utara,Tumbur Hutabarat […]

  • Misteri: Ketika Raja Inggris Bersyahadat

    Misteri: Ketika Raja Inggris Bersyahadat

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    LIVERPOOL – Tidak ada yang tahu apa yang sedang berlangsung atau apa yang sedang dipikirkan saat Raja Offa di Inggris mencetak uang negaranya dengan ucapan syahadat. Raja Anglo-Saxon yang memerintah Mercia, Inggris, tahun 757 sampai 796 ini sangat kontroversial, khususnya dalam hubungannya dengan pemerintahan Abbasiyah di Irak. Para sejarawan menganggap Offa merupakan salah satu raja […]

expand_less