Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Organ tubuh jenazah TKI hilang

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Rieke Diah Pitaloka meminta kepada Presiden SBY untuk melakukan penyelidikan terkait tewasnya tenaga kerja Indonesia (TKI), Anita Purnama Boru Huahuruk (35 tahun) yang bekerja di Malaysia, asal Medan Sumatera Utara.

Rieke menegaskan, peti jenazah almarhum dari informasi yang ia himpun,  dibuang kelaut. Anita Purnama Boru Huahuruk (35 tahun) adalah warga Kelurahan Satria, Kota Binjai, Sumatera Utara yang bekerja di Malaysia sejak bulan Agustus 2013. Almarhum sempat  bekerja di sebuah restoran selama dua bulan,kemudian pindah kerja lagi lantaran tidak tahan dengan majikannya.

“Almarhum terakhir berkomunikasi dengan keluarga tanggal 30 Januari 2014. Dalam isi SMS nyadisebutkan bahwa almarhum sudah capai bekerja dan ingin kembali ke kampung halamannya. 2. TKI juga sempat mengirimkan dua kali gajinya sebanyak Rp 5juta kepada pihak keluarga dan berangkat ke Malaysia sendiri melalui jasa Ibu Umi,” papar Rieke, politisi PDI Perjuangan dalam pernyataannya kepada pers, hari ini.

“Peti Jenazah diketemukan oleh nelayan dan keluarga dihubungi oleh Kepolisian daerah Binjai mengenai adanya jenazah almarhum. Disebutkan bahwa oleh pihak polisi, jenazah diperkirakan sudah empat hari dilaut,” tambahnya.

Dijelaskan kembali, sebelum dikuburkan pada Sabtu, 08 Januari 2014, pihak keluarga sempat membuka isi peti jenazah. Menurut ibu Anna, lanjut Rieke, salah satu saudara almarhum, salah satu mata almarhum sudah tidak ada, di bagian leher ada bekas hitam seperti dicekik. Almarhum juga tidak mengenakan pakaian lengkap dan sebagian besar badan almarhum sudah rusak dan membusuk.

Didalam peti juga diketemukan paspor, uang sebesar 1 ringgit, cincin dan kalung emas milik almarhum.

“Saya berharap kepada bapak Presiden SBY untuk segera melakukan penyelidikan atas penyebab kematian Almarhum. Jika memang almarhum terbukti meninggal karena dianiyaya, maka pemerintah SBY harus meminta keterangan dan meminta pemerintah Malaysia untuk memproses siapapun yang telah melakukan kekejaman terhadap almarhum sehingga meninggal,” Rieke menegaskan.

Hingga saat ini, cerita Rieke, menurut keluarga, pemerintah belum ada yang menghubungi pihak keluarga mengenai peristiwa ini. Ditegaskan, jangan sampai ada diskriminasi perlindungan dari pemerintah terhadap para TKI apapun status kerjanya.

“Dan memastikan hak-hak ketenagakerjaan almarhum diberikan oleh sang majikan. Hak ketenagakerjaan yang diberikan tidak boleh sebagai alasan untuk tidak diusutnya kasus ini secara pidana,” pungkas Rieke Diah Pitaloka.

Sebelumnya dikisahkan, baru setahun mengais rezeki sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Anita Boru Hutahuruk (35) pulang ke kampung halamannya dalam kondisi tidak lagi bernyawa.

Faisal, keponakan Anita, menuturkan bibinya tersebut meninggal dunia diduga lantaran mendapat perlakuan buruk dan dianiaya majikannya.

“Agustus 2013, dia berangakat ke Malaysia untuk bekerja. Dia pernah menelepon kami, dan mengatakan tak tahan bekerja di rumah majikannya,” kata Faisal, Minggu (9/2) kemarin.

Sepengetahuan Faisal, Anita akhirnya memutuskan kabur dari rumah majikannya. Bermodalkan uang seadanya, Anita hendak pulang ke kampung halaman. Anita merupakan warga Jalan Bintara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

“Tapi setelah itu, tak lagi ada informasi darinya. Sampai Jumat (31/1), saya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku polisi perairan Malaysia. Seseorang itu menginformasikan bibi saya meninggal karena tenggelam di laut,” tuturnya.

Akhirnya, pihak keluarga bersepakat dengan seseorang yang mengaku anggota polisi perairan Malaysia itu untuk bertemu di SPBU Kota Pinang, Minggu (9/2), untuk serah terima mayat Anita.

Selain mayat, sambung Faisal, keluarga hanya diberikan surat kematian dari Rumah Sakit Sinoboi, paspor, cincin, kalung emas, dan uang sebesar 1 ringgit milik almarhumah.

“Kami hanya ingin kejelasan, apakah benar keluarga kami tewas karena tenggelam dilaut, atau sudah terlebih dahulu dihabisi majikannya di Malaysia. Ke mana kami harus mengadu. Kami tidak tahu harus berbuat apa,” tandasnya.(tribun.yahoo)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mandailing Natal Awal Tahun 1900

    Mandailing Natal Awal Tahun 1900

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 11 Januari 1859, Asisten Residen Mandailing Angkola, A.P. Godon pensiun. Ia kemudian digantikan oleh B. Zellner. Tanggal 13 Juni 1860, Zelner digantikan oleh W.A. Henny. Mr. Henny kemudian digantikan oleh P. Severijn pada tanggal 10 Desember 1860. Pergantian itu karena Henny diangkat sebagai sekretaris Gubernur Militer Sumatera. Tanggal 29 April […]

  • KPK Kembalikan Uang Korupsi Syamsul Rp75 M

    KPK Kembalikan Uang Korupsi Syamsul Rp75 M

    • calendar_month Rabu, 4 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) akhirnya mengembalikan uang Pemkab Langkat Rp75 miliar lebih. Dana tersebut sebelumnya disita guna keperluan pengungkapan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Syamsul Arifin. Pengembalian uang sitaan dilakukan pada Senin (2/7) lalu sekira pukul 16.00 WIB di kantor Bupati Langkat. Pengembalian itu disaksikan Kapolres Langkat AKB Eric Bhismo dan beberapa […]

  • Seputar Pembangunan Masjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Bukan Penggelapan Dana

    Seputar Pembangunan Masjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Bukan Penggelapan Dana

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KA alias Khoirul Anwar Hasibuan, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Hanura membantah menggelap dana hibah untuk pembangunan Mesjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Panyabungan Utara. KA menyatakan bahwa masalah ini bukanlah penggelapan dana. Dia menyatakan harus meluruskan kesalahfahaman yang beredar selama ini yang sangat menyudutkannya. Bantahan itu disampaikan Khoirul […]

  • Banyak hakim masuk neraka

    Banyak hakim masuk neraka

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Dua dari tiga hakim masuk neraka karena perilaku yang tidak adil dalam setiap putusannya. Hal tersebut disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, usai pengambilan sumpah jabatannya. “Hanya hakim yang memegang teguh kejujuran masuk surga. Sedangkan dua hakim yang tidak adil itu masuk neraka,” kata Hamdan di lantai dua, Gedung MK, hari […]

  • Puluhan Korban Keracunan H2S PT SMGP Dilarikan ke Dua Rumah Sakit di Panyabungan

    Puluhan Korban Keracunan H2S PT SMGP Dilarikan ke Dua Rumah Sakit di Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN( Mandailing Online ): Lebih 20 warga korban keracunan H2S dari PT Sorik Marapi Geotermal Power ( SMGP ) yang beroperasi di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sudah di evakuasi ke RSUD Panyabungan. Karena banyaknya korban, pihak RSUD pun sempat mengalihkan pasien ke RSU Swasta Madina. Rata rata korban […]

  • PENDIDIKAN YANG MERAKYAT

    PENDIDIKAN YANG MERAKYAT

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Refleksi Hari Pendidikan Nasional)   Oleh:  Abdul Mujib Nasution Dosen STAIM dan IAIN Padang Sidimpuan   Willem Iskandar, tokoh pendidikan berskala nasional jauh sebelum Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa, beliau sudah mendirikan lembaga pendidikan untuk menghasilkan guru yang berbasis kerakyatan di tahun 1862. Selain seorang seniman, penulis dan tokoh publik pada masa itu, […]

expand_less