Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

FKDT Madina: Dukung Penguatan ‘Sikola Maktab’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FKDT Madina meminta kepada semua pihak dan segenap lapisan masyarakat Madina mendukung upaya penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Sikola Maktab).

Salah satunya, dengan mendorong agar setiap anak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah tingkat awaliyah sebelum memasuki jenjang pendidikan SLTP dan sederajat.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Najamuddin kepada wartawan, Senin (28/5) mengatakan bahwa peran Madrasah Diniyah Takmilyah Awaliyah (MDTA) tidak hanya strategis dalam mewujudkan Madina yang lebih religus.

"Sikola Maktab atau 'sikola arob' juga berperan vital dalam tahapan dan rantai kegiatan dakwah Islamiyah," lanjutnya menekankan.

Najamuddin menilai, penanaman nilai-nilai kebaikan universal dan dasar-dasar ajaran Islam memang sangat tepat pada usia SD, antara kelas III sampai kelas VI. Pada masa itu, kemampuan fisik dan psikomotorik anak sudah mulai siap menerima asupan pelajaran agama yang kemudian juga menjadi dasar dalam pembentukan akhlaq secara luas.

Dia berharap agar masyarakat Madina memahami kondisi anak di usia SD itu serta mementingkan penanaman nilai dan dasar ajaran Islam.

"Saya yakin, kalau masyarakat memang memahami dimensi psikologis anak itu, semuanya mendukung upaya-upaya penguatan sekolah diniyah takmiliyah awaliyah itu," sambungnya.

Lebih jauh lagi, Najamuddin menguraikan, upaya-upaya penguatan itu bisa dilakukan melalui semua tingkatan, mulai dari diri anak, orang tua, lingkungan rumah, madrasah yang bersangkutan. Kemudian, organisasi guru-guru MDTA, yaitu FKDT di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan pengurus pusat juga mengambil langkah-langkah penguatan.

"Di luar masyarakat itu, pemkab dan Kemenag Madina juga punya peran yang sangat menentukan. Di samping program keagamaan lain tentunya, penguatan madrasah diniyah takmiliyah awaliyah itu sudah mengkristal. Pemerintah bisa mengeluarkan peraturan daerah atau cukup dengan peraturan bupati saja untuk mewajibkan anak-anak usia SD mengikuti pendidikan non-formal MDTA," imbuhnya.

Karena itu, FKDT Madina mengapresiasi langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka revitalisasi MDTA.

"Saya kira, tujuan hakikinya sama, yaitu agar pendidikan Islam di Madrasah Diniah Takmilyah atau non-formal untuk tingkat awaliyah itu betul-betul menjadi prioritas," tambahnya.

Selain itu, Najamuddin memaparkan, seirama dengan penguatan itu, FKDT Madina juga terus melakukan upaya dan terobosan untuk menguatkan dari sisi tenaga pengajarnya. Selain menjalin silaturrahim sembari saling memotivasi sesama guru-guru, FKDT Madina sejauh ini turut meyakinkan Pemkab Madina untuk menaikkan insentif untuk guru-guru MDTA dan pondok pesantren dari yang selama lebih 10 tahun terakhir ini hanya 100 ribu rupiah menjadi 150 ribu rupiah.

"Atas hal itu, tentu saja kami menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Madina dan DPRD Madina yang sudah menyetujui peningkatan nilai insentif itu," katanya.

Selanjutnya, Najamuddin mangajak segenap tenaga pengajar MDTA di seluruh Madina untuk meningkatkan kinerjanya. Satu hal yang membedakan guru MDTA dengan guru-guru di sekolah formal, yaitu niat dan semangatnya.

"Saya yakin, guru-guru MDTA itu tetap mengakar dengan niat tulus dan semangat tinggi sekalipun keuangan MDTA itu melemah. Tapi, alhamdulillah, masyarakat semakin kuat dan Pemkab Madina makin peduli dan empati. Semoga keadaannya terus membaik. Insentif yang sudah berniali Rp 150 ribu di 2015 ini, masih dapat dinaikkan ke kisaran 300-500 ribu rupiah per bulan," ujarnya.

Najamuddin juga menggambarkan, tanpa MDTA akan muncul generasi penerus yang memiliki pengetahuan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang dangkal.

"Bisa kita buktikan, jauh lebih banyak anak-anak yang memilih pendidikan umum. Artinya, sebagian besar anak-anak hanya mendapatkan pendidikan Islam di usia SD melalui MDTA. Bayangkan seperti apa rusaknya akhlaq generasi penerus tanpa MDTA," imbuhnya.

Peliput : Ludfan Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Khasiat Istimewa di balik Buah Naga!

    Inilah Khasiat Istimewa di balik Buah Naga!

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUAH NAGA, meski tanaman ini kini telah mudah ditemui, namuk tak banyak orang yang mengerti secara mendalam khasiat tersembunyi di balik buah naga. Bentuknya yang berbeda dari buah-buah lainnya, kian menonjolkan keistimewaan dari buah penuh manfaat ini. Dalam perkembangannya, kehadiran buah naga juga kerap menorehkan berbagai peran lain. Masyarakat China Kuno menganggap buah naga lebih […]

  • Error Data Dinkes, Mertua Bupati Masih Hidup, Dinyatakan Ikut Wafat

    Error Data Dinkes, Mertua Bupati Masih Hidup, Dinyatakan Ikut Wafat

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kesalahan input data covid-19 oleh Dinas Kesehatan Madina benar-benar kacau. Sampai-sampai mertua bupati pun ikut dinyatakan meninggal dunia, padahal masih sehat wal’afiat. “Anggota keluarga saya ikut (dinyatakan) meninggal, termasuk mertua saya,” ungkap Bupati Mandailing Natal (Madina), Jakfar Sukhairi Nasution geram. Itu diungkap bupati pada rapat Forkopinda Madina di aula kantor bupati, […]

  • Pelamar CPNS di Madina Padati Warnet

    Pelamar CPNS di Madina Padati Warnet

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir ini para pelamar Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memadati warung internet yang ada di kota Panyabungan untuk mendaftar melalui onlie. Evi, seorang pekerja di Warnet Aikom, Kayu Jati Jum’at (26/9/2014) mengakui pelamar pada umumnya meminta jasa pihak warnet untuk mendaftarkan dirinya melalui […]

  • BPBD: Belum ada potensi bencana di Sumut

    BPBD: Belum ada potensi bencana di Sumut

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara belum menemukan atau mendeteksi kemungkinan adanya bencana di daerah itu, selain potensi kebakaran di sekitar pemukiman masyarakat. “Potensi bencana belum ada. Hanya kebakaran yang perlu diwaspadai,” kata Kepala BPBD Sumut Ahmad Hidayat di Medan, hari ini. Ia mengatakan, meski telah memasuki musim kemarau, Sumut tidak memiliki […]

  • Shafron Rilis Citra Satelit Peta Hutan Mangrove di Sikara-Kara

    Shafron Rilis Citra Satelit Peta Hutan Mangrove di Sikara-Kara

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh Pantai Barat Madina, Shafron memosting foto hutan mangrove dari citra satelit. “Kami akan membuktikan bahwa pemusnahan hutan mangrove di Desa Sikara-Kara itu benar,” tulis Shafron sebagai pengantar foto itu di akun pribadinya “Shafron Baron” di facebook, Senin (9/12/2019). “Bukti foto dari Citra Satelit sudah jelas dari tahun 2007 […]

  • “Adakah Karakter Pancasila?” (1)

    “Adakah Karakter Pancasila?” (1)

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PADA tanggal 24 Oktober 2013 lalu, saya bersyukur mendapatkan kesempatan berbicara dalam satu seminar tentang peradaban Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seminar itu diadakan sebagai satu rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ke-55 UMS. Bertindak sebagai keynote speaker adalah Prof. Malik Fadjar, mantan rektor UMS yang dikenal sebagai salah satu tokoh […]

expand_less