Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

FKDT Madina: Dukung Penguatan ‘Sikola Maktab’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FKDT Madina meminta kepada semua pihak dan segenap lapisan masyarakat Madina mendukung upaya penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Sikola Maktab).

Salah satunya, dengan mendorong agar setiap anak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah tingkat awaliyah sebelum memasuki jenjang pendidikan SLTP dan sederajat.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Najamuddin kepada wartawan, Senin (28/5) mengatakan bahwa peran Madrasah Diniyah Takmilyah Awaliyah (MDTA) tidak hanya strategis dalam mewujudkan Madina yang lebih religus.

"Sikola Maktab atau 'sikola arob' juga berperan vital dalam tahapan dan rantai kegiatan dakwah Islamiyah," lanjutnya menekankan.

Najamuddin menilai, penanaman nilai-nilai kebaikan universal dan dasar-dasar ajaran Islam memang sangat tepat pada usia SD, antara kelas III sampai kelas VI. Pada masa itu, kemampuan fisik dan psikomotorik anak sudah mulai siap menerima asupan pelajaran agama yang kemudian juga menjadi dasar dalam pembentukan akhlaq secara luas.

Dia berharap agar masyarakat Madina memahami kondisi anak di usia SD itu serta mementingkan penanaman nilai dan dasar ajaran Islam.

"Saya yakin, kalau masyarakat memang memahami dimensi psikologis anak itu, semuanya mendukung upaya-upaya penguatan sekolah diniyah takmiliyah awaliyah itu," sambungnya.

Lebih jauh lagi, Najamuddin menguraikan, upaya-upaya penguatan itu bisa dilakukan melalui semua tingkatan, mulai dari diri anak, orang tua, lingkungan rumah, madrasah yang bersangkutan. Kemudian, organisasi guru-guru MDTA, yaitu FKDT di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan pengurus pusat juga mengambil langkah-langkah penguatan.

"Di luar masyarakat itu, pemkab dan Kemenag Madina juga punya peran yang sangat menentukan. Di samping program keagamaan lain tentunya, penguatan madrasah diniyah takmiliyah awaliyah itu sudah mengkristal. Pemerintah bisa mengeluarkan peraturan daerah atau cukup dengan peraturan bupati saja untuk mewajibkan anak-anak usia SD mengikuti pendidikan non-formal MDTA," imbuhnya.

Karena itu, FKDT Madina mengapresiasi langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka revitalisasi MDTA.

"Saya kira, tujuan hakikinya sama, yaitu agar pendidikan Islam di Madrasah Diniah Takmilyah atau non-formal untuk tingkat awaliyah itu betul-betul menjadi prioritas," tambahnya.

Selain itu, Najamuddin memaparkan, seirama dengan penguatan itu, FKDT Madina juga terus melakukan upaya dan terobosan untuk menguatkan dari sisi tenaga pengajarnya. Selain menjalin silaturrahim sembari saling memotivasi sesama guru-guru, FKDT Madina sejauh ini turut meyakinkan Pemkab Madina untuk menaikkan insentif untuk guru-guru MDTA dan pondok pesantren dari yang selama lebih 10 tahun terakhir ini hanya 100 ribu rupiah menjadi 150 ribu rupiah.

"Atas hal itu, tentu saja kami menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Madina dan DPRD Madina yang sudah menyetujui peningkatan nilai insentif itu," katanya.

Selanjutnya, Najamuddin mangajak segenap tenaga pengajar MDTA di seluruh Madina untuk meningkatkan kinerjanya. Satu hal yang membedakan guru MDTA dengan guru-guru di sekolah formal, yaitu niat dan semangatnya.

"Saya yakin, guru-guru MDTA itu tetap mengakar dengan niat tulus dan semangat tinggi sekalipun keuangan MDTA itu melemah. Tapi, alhamdulillah, masyarakat semakin kuat dan Pemkab Madina makin peduli dan empati. Semoga keadaannya terus membaik. Insentif yang sudah berniali Rp 150 ribu di 2015 ini, masih dapat dinaikkan ke kisaran 300-500 ribu rupiah per bulan," ujarnya.

Najamuddin juga menggambarkan, tanpa MDTA akan muncul generasi penerus yang memiliki pengetahuan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang dangkal.

"Bisa kita buktikan, jauh lebih banyak anak-anak yang memilih pendidikan umum. Artinya, sebagian besar anak-anak hanya mendapatkan pendidikan Islam di usia SD melalui MDTA. Bayangkan seperti apa rusaknya akhlaq generasi penerus tanpa MDTA," imbuhnya.

Peliput : Ludfan Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Akibat Illegal Logging?

    Banjir Akibat Illegal Logging?

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Instansi terkait diminta mengusut penyebab terjadinya bencana banjir di dua desa Kecamatan Ranto Baek beberapa hari lalu sekaligus melakukan tindakan hukum apabila ada kemungkinan terjadinya illegal logging di kawasan hutan hulu sungai. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal As Imran Khaitami di Panyabungan, Kamis (02/12/2010), usai meninjau lokasi banjir bersama Bupati Aspan […]

  • DCS Dapil 2 PKP Madina

    DCS Dapil 2 PKP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PKP Madina

  • Kurikulum 2013, akan jadi malapetaka

    Kurikulum 2013, akan jadi malapetaka

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Pemerintah harus membatalkan program kurikulum baru yang akan diberlakukan tahun ajaran 2013 mendatang. Pasalnya, perubahan kurikulum tanpa melalui sosialisasi bertentangan dengan UU No.20/2003 tentang Sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. “Karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah memaksakan penerapan kurikulum 2013 yang akan berlaku mulai efektif mulai Juni […]

  • Puluhan Rumah Hanyut di Lingga Bayu

    Puluhan Rumah Hanyut di Lingga Bayu

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu titik pemukiman yang hanya menyisakan pertapakan rumah di Lingga Bayu LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Setidaknya 38 rumah hanyut saat banjir yang melanda Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal, Kamis dini hari (8/11/2018). Ketinggian arus Sungai Batang Natal sempat menggenangi lantai jembatan Simpang Gambir. Sementara ketinggian air di pemukiman sempat mencapai 1 hingga 2 meter. […]

  • Pembangunan 8 Rumah Terbakar di  Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

    Pembangunan 8 Rumah Terbakar di Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pembangunan 8 unit rumah yang habis terbakar di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) sedang tahap pengerjaan. Saat ini, keluarga korban kebakaran dan warga serta tukang sedang bahu membahu menyiapkan rumah tersebut dalam beberapa minggu kedepan. Pantuan di lapangan, hampir semua pertapakan rumah sudah selesai dikerjakan. Sebagian lagi […]

  • KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)   Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis   Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani. Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, […]

expand_less