Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

FKDT Madina: Dukung Penguatan ‘Sikola Maktab’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FKDT Madina meminta kepada semua pihak dan segenap lapisan masyarakat Madina mendukung upaya penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Sikola Maktab).

Salah satunya, dengan mendorong agar setiap anak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah tingkat awaliyah sebelum memasuki jenjang pendidikan SLTP dan sederajat.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Najamuddin kepada wartawan, Senin (28/5) mengatakan bahwa peran Madrasah Diniyah Takmilyah Awaliyah (MDTA) tidak hanya strategis dalam mewujudkan Madina yang lebih religus.

"Sikola Maktab atau 'sikola arob' juga berperan vital dalam tahapan dan rantai kegiatan dakwah Islamiyah," lanjutnya menekankan.

Najamuddin menilai, penanaman nilai-nilai kebaikan universal dan dasar-dasar ajaran Islam memang sangat tepat pada usia SD, antara kelas III sampai kelas VI. Pada masa itu, kemampuan fisik dan psikomotorik anak sudah mulai siap menerima asupan pelajaran agama yang kemudian juga menjadi dasar dalam pembentukan akhlaq secara luas.

Dia berharap agar masyarakat Madina memahami kondisi anak di usia SD itu serta mementingkan penanaman nilai dan dasar ajaran Islam.

"Saya yakin, kalau masyarakat memang memahami dimensi psikologis anak itu, semuanya mendukung upaya-upaya penguatan sekolah diniyah takmiliyah awaliyah itu," sambungnya.

Lebih jauh lagi, Najamuddin menguraikan, upaya-upaya penguatan itu bisa dilakukan melalui semua tingkatan, mulai dari diri anak, orang tua, lingkungan rumah, madrasah yang bersangkutan. Kemudian, organisasi guru-guru MDTA, yaitu FKDT di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan pengurus pusat juga mengambil langkah-langkah penguatan.

"Di luar masyarakat itu, pemkab dan Kemenag Madina juga punya peran yang sangat menentukan. Di samping program keagamaan lain tentunya, penguatan madrasah diniyah takmiliyah awaliyah itu sudah mengkristal. Pemerintah bisa mengeluarkan peraturan daerah atau cukup dengan peraturan bupati saja untuk mewajibkan anak-anak usia SD mengikuti pendidikan non-formal MDTA," imbuhnya.

Karena itu, FKDT Madina mengapresiasi langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka revitalisasi MDTA.

"Saya kira, tujuan hakikinya sama, yaitu agar pendidikan Islam di Madrasah Diniah Takmilyah atau non-formal untuk tingkat awaliyah itu betul-betul menjadi prioritas," tambahnya.

Selain itu, Najamuddin memaparkan, seirama dengan penguatan itu, FKDT Madina juga terus melakukan upaya dan terobosan untuk menguatkan dari sisi tenaga pengajarnya. Selain menjalin silaturrahim sembari saling memotivasi sesama guru-guru, FKDT Madina sejauh ini turut meyakinkan Pemkab Madina untuk menaikkan insentif untuk guru-guru MDTA dan pondok pesantren dari yang selama lebih 10 tahun terakhir ini hanya 100 ribu rupiah menjadi 150 ribu rupiah.

"Atas hal itu, tentu saja kami menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Madina dan DPRD Madina yang sudah menyetujui peningkatan nilai insentif itu," katanya.

Selanjutnya, Najamuddin mangajak segenap tenaga pengajar MDTA di seluruh Madina untuk meningkatkan kinerjanya. Satu hal yang membedakan guru MDTA dengan guru-guru di sekolah formal, yaitu niat dan semangatnya.

"Saya yakin, guru-guru MDTA itu tetap mengakar dengan niat tulus dan semangat tinggi sekalipun keuangan MDTA itu melemah. Tapi, alhamdulillah, masyarakat semakin kuat dan Pemkab Madina makin peduli dan empati. Semoga keadaannya terus membaik. Insentif yang sudah berniali Rp 150 ribu di 2015 ini, masih dapat dinaikkan ke kisaran 300-500 ribu rupiah per bulan," ujarnya.

Najamuddin juga menggambarkan, tanpa MDTA akan muncul generasi penerus yang memiliki pengetahuan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang dangkal.

"Bisa kita buktikan, jauh lebih banyak anak-anak yang memilih pendidikan umum. Artinya, sebagian besar anak-anak hanya mendapatkan pendidikan Islam di usia SD melalui MDTA. Bayangkan seperti apa rusaknya akhlaq generasi penerus tanpa MDTA," imbuhnya.

Peliput : Ludfan Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II: PTPSU Lecehkan DPRD Madina

    Komisi II: PTPSU Lecehkan DPRD Madina

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyaknya keluhan warga terkait polemik kehadiran PT Perkebunan Sumatera Utara (PT.PSU) di Mandailing Natal (Madina) mulai masuk ranah DPRD. Pihak Komisi II DPRD telah melakukan rapat kerja dengan Dinas Perkebunan Madina membahas dan mengkaji akar semua persoalan sekaligus mencari solusi. Lanjutan rapat kerja dengan Dinas Kehutanan Perkebunan itu menghasilkan keharusan […]

  • Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah

    Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah warga Desa Sundutan Togo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Madina meninjau pembangunan jalan setapak sepanjang 180 meter yang mempunyai kualitas yanga sangat rendah sebab campuran semen dan pasir sudah bias dicakar ayam. “Harapan warga atas sebuah pembangunan dari Pemkab Madina selama ini dengan terbangunnya sebuah jalan setapak […]

  • Terkait 17 Rumah dan 3 Kendaraan Dibakar

    Terkait 17 Rumah dan 3 Kendaraan Dibakar

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    41 Warga jadi Tersangka 8 Ditahan TAPSEL– Polres Tapsel menetapkan 41 tersangka kasus pembakaran dan pengrusakan 17 rumah dan kantor serta 3 kendaraan PT Tanjung Siram. Dari 41 tersangka, 8 ditahan, sementara 33 tersangka lainnya tidak ditahan. Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya SH MH melalui Kasat Reskrim, AKP Lukmin Siregar mengatakan, pihaknya menetapkan 41 tersangka yang […]

  • Saatnya Madina Melahirkan Pebisnis, Bukan Broker Anggaran

    Saatnya Madina Melahirkan Pebisnis, Bukan Broker Anggaran

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Episentrum     Gelombang efisiensi anggaran yang melanda pemerintah pusat hingga daerah memunculkan berbagai reaksi. Sebagian mengkhawatirkan perlambatan ekonomi karena proyek berkurang, belanja pemerintah menurun, dan perputaran uang tidak lagi seramai sebelumnya. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Namun, di balik situasi tersebut tersimpan sebuah pertanyaan yang jauh lebih mendasar: mengapa ekonomi daerah […]

  • Jamaah Majlis Taklim Puncak Barokah Nampaknya Alihkan Dukungan ke Paslon 1 Harun -Ichwan

    Jamaah Majlis Taklim Puncak Barokah Nampaknya Alihkan Dukungan ke Paslon 1 Harun -Ichwan

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Bukit Malintang ( Mandailing Online ): Ribuan Jamaah Majelis Taklim Puncak Al Barkah di desa Bange, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal asuhan Buya Salman Ahmad Nasution( Tuan Salman ) nampaknya beralih mendukung ke Pasangan Calon Nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution setelah sebelumnya Calon Bupati Nomor Urut 2 Saifullah mengunjungi […]

  • Gempa 5,1 SR Guncang Madina

    Gempa 5,1 SR Guncang Madina

    • calendar_month Minggu, 30 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gempa berkekuatan sekitar 5.1 skala richter mengguncang Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Minggu dini hari (30/4/2017) sekira pukul 00:52 WIB. Berdasar laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui website resmi http://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-terkini.bmkg, pusat gempa berada di 0.77 Lintang Utara – 99.56 Bujur Timur atau 21 km arah Timur Laut Mandailing Natal. BMKG […]

expand_less