Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

46 Korban Hidup Keracunan PLTP Sorik Marapi Disantuni Puluhan Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
  • print Cetak

Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto menyerahkan buku rekening bank kepada salah satu korban

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 46 korban hidup keracunan zat H2S di kawasan operasional PLTP Sorik Marapi disantuni puluhan juta rupiah.

Penyerahan dilalukan pihak manajemen PT SMGP kepada para korban di aula kantor bupati Mandailing Natal, Selasa (9/2/2021).

Besaran rupiah yang disantunkan bervariasi, tergantung tingkat keracunannya.

Untuk kategori keracunan berat disantuni sebesar 50 juta Rupiah. Jumlah penerima sebanyak 4 orang.

Untuk kategori keracunan sedang disantuni 40 juta Rupiah. Jumlah penerima sebanyak 42 orang.

Santunan uang itu ditransfer hari itu juga oleh pihak manajemen PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) ke rekening masing-masing korban di bank Mandiri.

Masing-masing korban menerima buku rekening bank diserahkan pihak manajemen PT SMGP dan perwakilan Muspida Mandailing Natal.

Mayoritas korban penerima santunan adalah warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

“Penyelesaian secara kekeluargaan yang disambut baik oleh 46 korban selamat dan keluarga maupun perwakilannya,” ujar Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto.

“Ini merupakan rangkaian akhir tindak lanjut perusahaan menyelesaikan masalah yang timbul akibat musibah yang terjadi. Kami merangkum apa yang menjadi santunan bagi korban selamat yang dirawat inap di rumah sakit maupun rawat jalan termasuk pula BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Penanda-tanganan kesepakatan damai dan santunan itu dipimpin Sekretaris Daerah Mandailing Natal,  Gozali Pulungan didampingi beberapa kepala dinas, dihadiri Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi; Kepala Kejaksaan Negeri, Taufik Djalal MH; perwira penyambung Kodim 0212/TS Mayor

(ARM) Hasran Harahap; Camat Puncak Sorik Marapi,  Akhiruddin SH; Komandan Koramil Kotanopan Kapten Inf Anahar Jusar; Kapolsek Kotanopan, AKP Indra Sakti; Kepala Desa Sibanggor Julu, Awaluddin, dan tokoh masyarakat yang diwakili oleh Basaruddin.

Peristiwa keracunan itu terjadi tanggl 25 Januari 2021 pada saat pihak PT SMGP melakukan pembukaan sumur SMP-T02 untuk komisioning PLTP Unit II (15 MW) kawasan Sibanggor Julu.

Zat racun jenis H2S mengenai puluhan orang di kawasan itu menyebabkan 5 orang tewas dan 46 keracunan berat dan sedang.

Untuk keluarga korban wafat telah disantuni sebesar 175 juta Rupiah per masing-masing keluarga oleh PT SMGP beberapa waktu lalu.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zubaidah Nasution Desak Polisi Temukan Pembuang Bayi di Hutapungkut

    Zubaidah Nasution Desak Polisi Temukan Pembuang Bayi di Hutapungkut

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Zubaidah Nasution mendesak pihak kepolisian untuk segera menemukan pembuang bayi di Aek Pungkut, Hutapungkut. Zubaidah menilai perlu keseriusan polisi dalam memburu pelaku pembuang bayi tak berdosa itu. “Kita berharap polisi serius dan segera menemukan pelaku pembunuhan dan pembuang bayi yang tali pusarnya saja belum putus […]

  • PNS, TNI dan Polri dilarang terima hadiah

    PNS, TNI dan Polri dilarang terima hadiah

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA –  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar mengeluarkan surat edaran terkait Hari Raya Idul Fitri 1435H/2014M, yang ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI dan anggota Polri. Dalam surat Nomor 02 Tahun 2014 tertanggal 17 Juli 2014 itu, Menteri PAN-RB mengingatkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal […]

  • Vaksinasi Covid-19 di Desa Pastap Julu Capai 75 %

    Vaksinasi Covid-19 di Desa Pastap Julu Capai 75 %

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Desa Pastap Julu Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, berhasil memvaksinasi 75 persen dari total populasi warganya di atas umur 15 tahun. Capaian itu tak lepas dari strategi kepala desa melakukan pendekatan pola edukatif  sehingga warga teryakinkan tentang sisi positif setelah divaksin. “Saya meminta dokter melakukan dialog dengan warga tentang vaksinasi,” ungkap Kepala […]

  • Petasan Dilarang Beredar!

    Petasan Dilarang Beredar!

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte menegaskan, segala bentuk dan ukuran petasan dilarang digunakan. Sebab bisa membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara itu, untuk kembang api juga memiliki ukuran yang bisa digunakan atau tidak. Menurut kapolres, dalam waktu dekat Polres Madina akan merazia petasan yang dijajakan di pasar Panyabungan. “Para pedagang petasan itu tidak ada […]

  • Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengamat politik Madina, Amin Daulay mengungkapkan bahwa saat ini kondisi politik Mandailing Natal (Madina) mengarah pada situasi chaos. Elit politik masing-masing memikirkan diri sendiri. Rakyat menjerit atau menderita dibiarkan saja. Jika ada rakyat yang berteriak, maka yang dicari adalah dalangnya, bukan substansinya. Bupati dan DPRD-nya sibuk dengan diri sendiri. Semua […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (2)

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Askolani Nasution (Bahan pada Sarasehan Kebudayaan Mandailing, Jakarta, 1 Juni 2013) Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: 1.Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: […]

expand_less