Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

46 Korban Hidup Keracunan PLTP Sorik Marapi Disantuni Puluhan Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
  • print Cetak

Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto menyerahkan buku rekening bank kepada salah satu korban

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 46 korban hidup keracunan zat H2S di kawasan operasional PLTP Sorik Marapi disantuni puluhan juta rupiah.

Penyerahan dilalukan pihak manajemen PT SMGP kepada para korban di aula kantor bupati Mandailing Natal, Selasa (9/2/2021).

Besaran rupiah yang disantunkan bervariasi, tergantung tingkat keracunannya.

Untuk kategori keracunan berat disantuni sebesar 50 juta Rupiah. Jumlah penerima sebanyak 4 orang.

Untuk kategori keracunan sedang disantuni 40 juta Rupiah. Jumlah penerima sebanyak 42 orang.

Santunan uang itu ditransfer hari itu juga oleh pihak manajemen PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) ke rekening masing-masing korban di bank Mandiri.

Masing-masing korban menerima buku rekening bank diserahkan pihak manajemen PT SMGP dan perwakilan Muspida Mandailing Natal.

Mayoritas korban penerima santunan adalah warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

“Penyelesaian secara kekeluargaan yang disambut baik oleh 46 korban selamat dan keluarga maupun perwakilannya,” ujar Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto.

“Ini merupakan rangkaian akhir tindak lanjut perusahaan menyelesaikan masalah yang timbul akibat musibah yang terjadi. Kami merangkum apa yang menjadi santunan bagi korban selamat yang dirawat inap di rumah sakit maupun rawat jalan termasuk pula BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Penanda-tanganan kesepakatan damai dan santunan itu dipimpin Sekretaris Daerah Mandailing Natal,  Gozali Pulungan didampingi beberapa kepala dinas, dihadiri Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi; Kepala Kejaksaan Negeri, Taufik Djalal MH; perwira penyambung Kodim 0212/TS Mayor

(ARM) Hasran Harahap; Camat Puncak Sorik Marapi,  Akhiruddin SH; Komandan Koramil Kotanopan Kapten Inf Anahar Jusar; Kapolsek Kotanopan, AKP Indra Sakti; Kepala Desa Sibanggor Julu, Awaluddin, dan tokoh masyarakat yang diwakili oleh Basaruddin.

Peristiwa keracunan itu terjadi tanggl 25 Januari 2021 pada saat pihak PT SMGP melakukan pembukaan sumur SMP-T02 untuk komisioning PLTP Unit II (15 MW) kawasan Sibanggor Julu.

Zat racun jenis H2S mengenai puluhan orang di kawasan itu menyebabkan 5 orang tewas dan 46 keracunan berat dan sedang.

Untuk keluarga korban wafat telah disantuni sebesar 175 juta Rupiah per masing-masing keluarga oleh PT SMGP beberapa waktu lalu.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Galundung Kian Mencemaskan

    Galundung Kian Mencemaskan

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Unit-unit gelondong batuan emas (galundung dalam bahasa Mandailing-red) kian mengkhawatirkan kerena sudah lama menyebar di pemukiman padat penduduk di Mandailing Natal. Sejauh ini pemerintah daerah terkesan diam membisu. Bahaya mercuri dari limbah gelondongan sangat luar biasa bagi generasi yang akan datang. “Ini dampak negatif dari tambang-tambang liar di Huta Bargot dan […]

  • Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

    Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dihimbau menyediakan bibit tanaman tumpang sari diantara tanaman karet, agar petani karet keluar dari kemiskinan. “Tanaman tumpang sari diantara tanaman karet menjadi solusi agar rakyat Madina yang mayoritas penyadap karet keluar dari kemiskinan akibat harga karet yang senantiasa anjlok,” kata pamerhati perkebunan, Anwar Sadat di Panyabungan, Kamis (22/9). Dikatakannya, […]

  • Harga emas Antam merosot

    Harga emas Antam merosot

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot Rp8 ribu per gram setelah mencatatkan kenaikan tinggi kemarin. Harga pembelian kembali (buy back) juga turun ke Rp508 ribu per gram. Seperti dikutip dari Logammulia hari ini, harga emas 1 gram dijual Rp577.200 dari sebelumnya Rp585.200. Sementara harga emas 2 gram kini […]

  • Ini Sejarah Ringkas Torkis Lubis Ketua STAIN Madina

    Ini Sejarah Ringkas Torkis Lubis Ketua STAIN Madina

    • calendar_month Kamis, 22 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Nama lengkapanya Dr. H. Torkis Lubis, Lc., D.E.S.S. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin sudah resmi melantiknya sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal. Torkis Lubis dilantik di kantor Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Selasa (20/03/2018) bersama 6 ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya. Lantas, siapa dan […]

  • Sutan Bhatoegana Tak Penuhi Panggilan KPK

    Sutan Bhatoegana Tak Penuhi Panggilan KPK

    • calendar_month Jumat, 31 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- (MO), : Anggota Komisi VI DPR, Sutan Batoegana tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa. Ketua DPP Partai Demokrat itu beralasan masih berada di daerah pemilihan (dapil), Medan, Sumatera Utara. “Ya karena saya ada di dapil,” ujar Sutan melalui pesan singkat, Jumat (31/8/1202). Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPR itu mengakui telah memberitahukan […]

  • Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

    Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkap banyak makna sosial dari bertani di Mandailing. Sejumlah makna yang diungkap Askolani itu membuka mata kita bahwa bertani sawah tidak bisa dipandang dari sisi mencari nafkah saja. Lebih luas dari itu bertani sawah memiliki hubungan dengan falsafah sosial kemasyarakatan di Mandailing. “Jangan mengira kalau sawah hanya soal lahan mencari nafkah. […]

expand_less