Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

46 Korban Hidup Keracunan PLTP Sorik Marapi Disantuni Puluhan Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
  • print Cetak

Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto menyerahkan buku rekening bank kepada salah satu korban

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 46 korban hidup keracunan zat H2S di kawasan operasional PLTP Sorik Marapi disantuni puluhan juta rupiah.

Penyerahan dilalukan pihak manajemen PT SMGP kepada para korban di aula kantor bupati Mandailing Natal, Selasa (9/2/2021).

Besaran rupiah yang disantunkan bervariasi, tergantung tingkat keracunannya.

Untuk kategori keracunan berat disantuni sebesar 50 juta Rupiah. Jumlah penerima sebanyak 4 orang.

Untuk kategori keracunan sedang disantuni 40 juta Rupiah. Jumlah penerima sebanyak 42 orang.

Santunan uang itu ditransfer hari itu juga oleh pihak manajemen PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) ke rekening masing-masing korban di bank Mandiri.

Masing-masing korban menerima buku rekening bank diserahkan pihak manajemen PT SMGP dan perwakilan Muspida Mandailing Natal.

Mayoritas korban penerima santunan adalah warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

“Penyelesaian secara kekeluargaan yang disambut baik oleh 46 korban selamat dan keluarga maupun perwakilannya,” ujar Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto.

“Ini merupakan rangkaian akhir tindak lanjut perusahaan menyelesaikan masalah yang timbul akibat musibah yang terjadi. Kami merangkum apa yang menjadi santunan bagi korban selamat yang dirawat inap di rumah sakit maupun rawat jalan termasuk pula BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Penanda-tanganan kesepakatan damai dan santunan itu dipimpin Sekretaris Daerah Mandailing Natal,  Gozali Pulungan didampingi beberapa kepala dinas, dihadiri Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi; Kepala Kejaksaan Negeri, Taufik Djalal MH; perwira penyambung Kodim 0212/TS Mayor

(ARM) Hasran Harahap; Camat Puncak Sorik Marapi,  Akhiruddin SH; Komandan Koramil Kotanopan Kapten Inf Anahar Jusar; Kapolsek Kotanopan, AKP Indra Sakti; Kepala Desa Sibanggor Julu, Awaluddin, dan tokoh masyarakat yang diwakili oleh Basaruddin.

Peristiwa keracunan itu terjadi tanggl 25 Januari 2021 pada saat pihak PT SMGP melakukan pembukaan sumur SMP-T02 untuk komisioning PLTP Unit II (15 MW) kawasan Sibanggor Julu.

Zat racun jenis H2S mengenai puluhan orang di kawasan itu menyebabkan 5 orang tewas dan 46 keracunan berat dan sedang.

Untuk keluarga korban wafat telah disantuni sebesar 175 juta Rupiah per masing-masing keluarga oleh PT SMGP beberapa waktu lalu.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji Bidan PTT 6 Bulan Tahun 2017 di Madina Raib

    Gaji Bidan PTT 6 Bulan Tahun 2017 di Madina Raib

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aneh bin ajaib, gaji Bidan PTT di Madina tak cair di bulan Maret hingga Agustus 2017, tetapi bulan September hingga Desember justru cair. Lalu raib kemana uang gaji selama 5 bulan itu? Puluhan Bidan PTT pun mengadukan nasib mereka ke DPRD Madina, Selasa (18/12/2018). Mereka diterima Ketua DPRD Madina H. Maraganti […]

  • Ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi (foto 1)

    Ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi (foto 1)

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Foto: Gunung Sorik Marapi dibidik dari bukit Paya Loting, Panyabungan Tympanum Novem Films, media pemberdayaan sosial yang berbasis Mandailing, pekan lalu mengirimkan tim ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi. Ekspedisi bersama dengan Naposo Nauli Bulung Desa Simaninggir Kecamatan Siabu ini bertujuan untuk membuka tabir kawasan eksotis ini. Berada di ketinggian 2.142 meter dan cuaca dikisaran 16 […]

  • Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Rencana pembukaan jalan propinsi yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan menuju Hapung Kabupaten Padang Lawas, tinggal menunggu izin dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Demikian disampikan Camat Panyabungan Timur Awaluddin kepada MedanBisnis, Rabu (23/3) di Perkantoran Pemkab Mandailing Natal, Parbangunan, Kecamatan Panyabungan. Dijelaskannya, usulan dari Madina telah disetujui oleh Badan Perencanaan […]

  • Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online: Perusakan lingkungan akibat aktifitas Pertambangan emas ilegal kini semakin marak dan sudah merambah ke wilayah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang notabene dilindungi oleh negara sebagai paru-paru dunia. Aktifitas tambang emas ilegal di kawasan TNBG ini sepertinya kebal hukum. Sebab diketahui telah beberapa kali tim dari TNBG sudah melakukan razia. Namun, tampaknya tak […]

  • 30 Persen Ekspor Pepaya Runding Hancur Gegara Kerusakan Jalur Longat-Runding

    30 Persen Ekspor Pepaya Runding Hancur Gegara Kerusakan Jalur Longat-Runding

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Petani pepaya di kawasan Desa Runding, Panyabungan Barat berharap Pemkab Madina merehabilitasi badan jalan jalur Longat-Runding yang rusak parah. Kerusakan badan jalan itu menyebabkan buah pepaya untuk pengiriman ekspor rusak sekitar 30 persen. “Rata-rata sekitar 30 persen buah pepaya yang dikirim rusak dalam perjalanan akibat kondisi jalan,” ungkap Azwar petan […]

  • Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN – Sumatera Utara dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik yang akan ditempatkan di daerah terpencil dan tertinggal, mengingat dewasa ini sebagian besar tenaga guru masih terpusat di daerah-daerah perkotaan saja. “Beberapa daerah di Sumut masih ada yang kekurangan tenaga guru seperti di Nias dan Pakpak Bharat. Ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah bagimana kekurangan […]

expand_less