Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
  • print Cetak
Kakao varietas Jatirenggo ditanam di antara phon karet di kawasan Simaninggir, Siabu

Kakao varietas Jatirenggo ditanam di antara phon karet di kawasan Simaninggir, Siabu

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dihimbau menyediakan bibit tanaman tumpang sari diantara tanaman karet, agar petani karet keluar dari kemiskinan.

“Tanaman tumpang sari diantara tanaman karet menjadi solusi agar rakyat Madina yang mayoritas penyadap karet keluar dari kemiskinan akibat harga karet yang senantiasa anjlok,” kata pamerhati perkebunan, Anwar Sadat di Panyabungan, Kamis (22/9).

Dikatakannya, kondisi keluarga petani karet di desa-desa saat ini sudah diambang bahaya akibat kemiskinan. Aksi pencurian di kalangan pemuda sudah tinggi akibat orang tua mereka tak mampu lagi memenuhi uang saku akibat pendapatan dari komoditas karet sudah tak cukup lagi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Solusi mengatasi keterpurukan itu adalah melakukan penanaman kakao, gambir atau lada di antara pohon karet agar petani memperoleh tambahan pendapatan selain dari karet,” katanya.

Hanya saja, petani saat ini tak lagi mampu menyediakan bibit tanaman tumpang sari akibat kesusahan keuangan keluarga. Makanya Pemkab Madina diminta menyediakan anggaran dana bagi pembelian bibit kakao, gambir atau lada untuk disalurkan ke desa-desa.

“Jika tak ada tanaman lain di anatar phon karet ini, maka petani akan terus terpuruk yang bermuara pada keresahan sosial. Pemkab Madina harus berbuat secepatnya dengan penyediaan bibit,” ujarnya.

Berdasar perkembangan produksi karet alam di berbagai negara, persaingan pasar karet dunia dinilai akan sulit mendongkrak harga karet. Kondisi itu akan terus memposisikan petani karet di Indonesia dan Madina khususnya dalam kondisi miskin.

“Di antara tanaman karet itu bisa ditanami komoditas lain, semisal kakao atau gambir atau lada. Jangan menebang pohon karet karena walau harga rendah masih bisa menghasilkan meski tak seberapa. Makanya menanam tanaman lain atau tumpang sari yang menghasilkan menjadi solusi,” katanya.

Jika ada solusi lain mengatasi harga karet yang rendah itu, silahkan pemerintah mengaplikasikannya. Tetapi, pola tumpang sari ini juga merupakan solusi handal. Sebab, lada dan kakao atau gambir merupakan tanaman yang cepat berproduksi dan mudah dikelola oleh tingkat etos kerja penduduk desa di Madina (Mandailing Natal).

Peliput  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof David Keldani, Pendeta yang Menemukan Kebenaran Islam

    Prof David Keldani, Pendeta yang Menemukan Kebenaran Islam

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Saya tidak bisa menghubungkan sebab-sebab saya memeluk Islam, kecuali kepada petunjuk Allah RabbulAlamin. Tanpa petunjuk Allah, segala pelajaran atau ilmu, pembahasan dan lain-lain usaha untuk menemukan kepercayaan yang lurus ini bahkan mungkin menyebabkan orang tersesat,” ujar Prof Abdul-Ahad Dawud B.D, bekas Pendeta Tinggi di David Bangamni Keldani, Iran. Pendeta David Benjamin Keldani,B.D, merupakan namanya sebelum […]

  • Rapim I PD Muhammadiyah "Berantas Miras dan Judi"

    Rapim I PD Muhammadiyah "Berantas Miras dan Judi"

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pihak terkait diminta memberantas berbagai penyakit sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, seperti perjudian, minuman keras (miras), peredaran narkoba serta perbuatan maksiat lainnya. Demikian rekomendasi Rapat pimpinan (Rapim) I Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tahun 2011 yang digelar di aula Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Minggu (10/4). Dalam Rapim tersebut, […]

  • 60 Instansi tak Rekrut CPNS Baru

    60 Instansi tak Rekrut CPNS Baru

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Waspadai Strategi untuk Raih Remunerasi JAKARTA- Tuntas sudah pengajuan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2011. Berdasar data dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB), hingga batas akhir pengajuan, terdapat 60 intansi yang tak memasukkan data kebutuhan pegawai baru. Ke-60 instansi tersebut terdiri atas instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan […]

  • Kaum Ibu di Panyabungan Sebut Saipullah-Atika Pemimpin Masa Depan Madina

    Kaum Ibu di Panyabungan Sebut Saipullah-Atika Pemimpin Masa Depan Madina

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan terhadap calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) makin menguat. Kali ini dukungan disampaikan oleh kaum umak-umak (ibu-ibu) di Panyabungan. Mereka sahata (sepakat) menentukan pilihan kepala Saipullah-Atika untuk menjadi bupati dan wakil bupati Madina priode berikutnya. Ada beragam […]

  • LBH Al Amin Sekolahkan Anak Yatim di SMK Penerbangan

    LBH Al Amin Sekolahkan Anak Yatim di SMK Penerbangan

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – LBH Al Amin memberangkatkan 1 dari 10 anak yatim dari Mandailing Natal untuk disekolahkan di SMK Penerbangan Islamic Village, Jakarta. Nama yang diberangkatkan itu adalah Nia Rahmayanti, lulusan MTs MMl Panyabungan. Rahmayanti diberangkatkan Kamis malam (11/7/2019) dari kampungnya Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal. Rahmayanti merupakan anak yatim setelah ayahnya […]

  • Ayah Gauli Putri Kandung

    Ayah Gauli Putri Kandung

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Tersangka cabul terhadap putri kandung, A Laia (36), mengaku menyesal dan mengakui semua perbuatan bejatnya. Pria yang baru setahun merantau dan memboyong keluarganya dari Pulau Nias ke perkebunan PT Torganda di Paluta ini pun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 5 tahun,” jelas Aiptu Kasianna […]

expand_less