Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Tradisi Marsialapari di Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
  • print Cetak

Panen padi di kawasan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal. (foto : Kotanopan Madina)

Tradisisatu ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Mandailing di Sumatera Utara. Namanya adalah Marsialapari.

Marsialapari adalah suatu tradisi saling membantu dalam budaya masyarakat Mandailing. Tradisi ini biasanya dilakukan pada saat menggarap persawahan, mereka saling membantu satu sama lain dan menggarap sawah mereka secara bergantian. Selain untuk memudahkan dalam menggarap sawah, tradisi ini juga sangat berkaitan dengan nilai-nilai serta filosofi masyarakat Mandailing. Dimana rasa persatuan dan tolong menolong mereka junjung tinggi dan mereka curahkan dalam tradisi Marsialapari.

Sejarah Marsialapari

Tradisi ini merupakan salah satu tradisi lama masyarakat Mandailing yang masih diterapkan hingga sekarang, khususnya dalam bidang pertanian. Biasanya dilaksanakan pada saat proses manajak (membabat sawah), marsuan eme (menanam padi) dan manyabi (memanen padi).

Pada prosesi tersebut mereka saling membantu secara bergantian, baik antara saudara, teman, maupun tetangga untuk menggarap sawah mereka. Tradisi ini kemudian diwariskan secara turun-temurun dan masih terus dilakukan hingga sekarang.

Fungsi dan Makna Tradisi Marsialapari

Tradisi Marsialapari ini difungsikan untuk saling tolong-menolong antar masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. Dimana mereka saling membantu satu sama lain secarabergantian dalam menggarap sawah mereka. Tradisi Marsialapari ini mencerminkan jiwa sosial masyarakat Mandailing, dimana rasa persatuan serta saling membantu mereka junjung tinggi dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Walaupun secara sukarela, bukan berarti mereka yang membantu tidak akan mendapatkanapa-apa. Dalam tradisi Marsialapari ini penggarapan sawah dilakukan secara bergantian. Contohnya apabila penggarapan sawah di tempat si A sudah selesai, maka si A akan ikut membantu ke tempat si B yang sudah membantu tadi, dan begitu seterusnya. Sehingga apabila ada 4 keluarga yang berpartisipasi, maka keempat keluarga tersebut harus saling membantu secara bergantian.

Manfaat Tradisi Marsialapari

Dengan siklus timbal balik dan saling menguntungkan tersebut tentunya akan lebih meringankan pekerjaan mereka. Karena semua pekerjaan dilakukan secara bersama-sama sehingga akan terasa lebih mudah dan lebih cepat selesai. Selain itu juga akan membuat biaya penggarapan sawah tersebut lebih murah, sehingga mereka tidak perlu membayar pekerja untuk mengerjakan sawah mereka.

Nilai-Nilai Dalam Tradisi Marsialapari

Dalam tradisi Marsialapari ini tentu memiliki nilai-nilai penting yang terdapat di dalamnya, terutama adalah nilai-nilai sosial dan budaya.

Nilai Sosial

Dalam tradisi Marsialapari ini segala pekerjaan di dalamnya mereka lakukan secara bersama-sama dan gotong royong. Dari sinilah semangat kebersamaan dan persatuan mereka akan terus tumbuh dan menciptakan suatu tatanan masyarakat yang harmonis.

Nilai Budaya

Rasa persatuan dan kebersamaan merupakan salah satu unsur penting dalam budaya masyarakat Mandailing. Hal tersebut mereka terapkan di setiap kehidupan mereka, salah satunya dalam tradisi Marsialapari ini.

Perkembangan Tradisi Marsialapari

Dalam perkembangannya, tradisi Marsialapari ini masih terus dijaga dan dilestarikan hingga sekarang. Bagi masyarakat di sana, selain sebagai salah satu warisan budaya, nilai-nilai dan manfaat dalam tradisi Marsialapari ini tentu dirasa sangat penting bagi kehidupan mereka.Tidak hanya pada bidang pertanian saja, esensi dalam tradisi Marsialapari ini juga bisa diterapkan dalam hal apapun. Kesadaran seperti itulah tentunya yang sangat diperlukan, sehingga tradisi ini tetap hidup seiring dengan perkembangan zaman.

Sekian pengenalan tentang Tradisi Marsialapari di Mandailing, Sumatera Utara. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang tradisi dan budaya masyarakat di Indonesia.

Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembuatan Gordang Sambilan Raksasa

    Pembuatan Gordang Sambilan Raksasa

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Kampoeng Kaos Madina (KKM) saat ini tengah melakukan pembuatan gordang sambilan ukuran raksasa. Proses pembuatannya dilakukan sejak dua bulan lalu di markas Kampoeng Kaos Madina, Panyabungan, Mandailing Natal. Ukurannya dua kali lebih besar dari ukuran gordang sambilan biasa. Salohot Nasution, personil gordang sambilan dari KKM, Jum’at (14/6/2013) menyatakan bahan gordang […]

  • PT SMGP Bantu Korban Kebakaran di Longat

    PT SMGP Bantu Korban Kebakaran di Longat

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Longat OTP Geotermal, Jumat (10/4) lalu. Sebanyak 6 kepala keluarga memperoleh bantuan dalam bentuk renovasi rumah, diserahkan oleh Manager Sustainability PT. SMGP Apriadi Djamhurie Gani kepada Lurah Longat Abdul Kholid  didampingi Camat Panyabungan Barat Muhammad Amin. […]

  • Apresiasi Kinerja Polres, GPI Madina Minta Keseriusan Pemberantasan Judi dan Narkoba

    Apresiasi Kinerja Polres, GPI Madina Minta Keseriusan Pemberantasan Judi dan Narkoba

    • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan Pemuda Islam (GPI) Mandailing Natal (Madina) mengapresiasi kinerja Polres dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat) dan narkoba. “Tapi, di sisi lain GPI berharap Korps Bhayangkara Madina lebih serius dalam pemberantasan pekat. Utamanya judi, jangan hanya bandar kecil dan pemain yang ditangkap. Jangan kegiatan baik ini terkesan pencitraan usai viral kasus Ferdy […]

  • PSMS masih banyak kekurangan

    PSMS masih banyak kekurangan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – PSMS Medan hanya mampu menang tipis di laga ujicoba ketiganya. Menghadapi PS Kampus USU di Stadion Mini USU, Kamis, tim besutan Edi Syahputra itu menang 2-1. Bermain di hadapan ratusan suporternya, skuad Ayam Kinantan bermain menyerang. Namun gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta di menit 15. Menerima umpan terobosan Tri Yudha Handoko, Fajar Adinata […]

  • Jalan Lumpur Sudah Diaspal

    Jalan Lumpur Sudah Diaspal

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Warga Angkola Selatan Sambut Gembira   Tapsel –  Pembangunan di segala sektor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dilakukan secara besar-besaran. Seluruh 14 kecamatan yang ada sudah tersentuh pembangunan khususnya infrastruktur jalan. Warga masyarakat Angkola Selatan sangat bergembira dengan perubahan yang terjadi saat ini di daerah mereka. Dimana beberapa ruas jalannya direhab total menjadi jalan mulus […]

  • 4 Pejabat Ikuti Seleksi Calon Sekda Madina

    4 Pejabat Ikuti Seleksi Calon Sekda Madina

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Total empat pejabat yang tertarik menduduki jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sejak pengumuman seleksi calon sekda Madina tanggal 25 Juni 2019 hingga batas akhir penerimaan berkas 2 Agustus 2019, tercatat empat calon yang mengajukan berkas yang diterima panitia seleksi. Keempat pejabat itu, Alamulhaq Daulay (saat ini menjabat Asissten […]

expand_less