Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Tradisi Marsialapari di Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
  • print Cetak

Panen padi di kawasan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal. (foto : Kotanopan Madina)

Tradisisatu ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Mandailing di Sumatera Utara. Namanya adalah Marsialapari.

Marsialapari adalah suatu tradisi saling membantu dalam budaya masyarakat Mandailing. Tradisi ini biasanya dilakukan pada saat menggarap persawahan, mereka saling membantu satu sama lain dan menggarap sawah mereka secara bergantian. Selain untuk memudahkan dalam menggarap sawah, tradisi ini juga sangat berkaitan dengan nilai-nilai serta filosofi masyarakat Mandailing. Dimana rasa persatuan dan tolong menolong mereka junjung tinggi dan mereka curahkan dalam tradisi Marsialapari.

Sejarah Marsialapari

Tradisi ini merupakan salah satu tradisi lama masyarakat Mandailing yang masih diterapkan hingga sekarang, khususnya dalam bidang pertanian. Biasanya dilaksanakan pada saat proses manajak (membabat sawah), marsuan eme (menanam padi) dan manyabi (memanen padi).

Pada prosesi tersebut mereka saling membantu secara bergantian, baik antara saudara, teman, maupun tetangga untuk menggarap sawah mereka. Tradisi ini kemudian diwariskan secara turun-temurun dan masih terus dilakukan hingga sekarang.

Fungsi dan Makna Tradisi Marsialapari

Tradisi Marsialapari ini difungsikan untuk saling tolong-menolong antar masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. Dimana mereka saling membantu satu sama lain secarabergantian dalam menggarap sawah mereka. Tradisi Marsialapari ini mencerminkan jiwa sosial masyarakat Mandailing, dimana rasa persatuan serta saling membantu mereka junjung tinggi dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Walaupun secara sukarela, bukan berarti mereka yang membantu tidak akan mendapatkanapa-apa. Dalam tradisi Marsialapari ini penggarapan sawah dilakukan secara bergantian. Contohnya apabila penggarapan sawah di tempat si A sudah selesai, maka si A akan ikut membantu ke tempat si B yang sudah membantu tadi, dan begitu seterusnya. Sehingga apabila ada 4 keluarga yang berpartisipasi, maka keempat keluarga tersebut harus saling membantu secara bergantian.

Manfaat Tradisi Marsialapari

Dengan siklus timbal balik dan saling menguntungkan tersebut tentunya akan lebih meringankan pekerjaan mereka. Karena semua pekerjaan dilakukan secara bersama-sama sehingga akan terasa lebih mudah dan lebih cepat selesai. Selain itu juga akan membuat biaya penggarapan sawah tersebut lebih murah, sehingga mereka tidak perlu membayar pekerja untuk mengerjakan sawah mereka.

Nilai-Nilai Dalam Tradisi Marsialapari

Dalam tradisi Marsialapari ini tentu memiliki nilai-nilai penting yang terdapat di dalamnya, terutama adalah nilai-nilai sosial dan budaya.

Nilai Sosial

Dalam tradisi Marsialapari ini segala pekerjaan di dalamnya mereka lakukan secara bersama-sama dan gotong royong. Dari sinilah semangat kebersamaan dan persatuan mereka akan terus tumbuh dan menciptakan suatu tatanan masyarakat yang harmonis.

Nilai Budaya

Rasa persatuan dan kebersamaan merupakan salah satu unsur penting dalam budaya masyarakat Mandailing. Hal tersebut mereka terapkan di setiap kehidupan mereka, salah satunya dalam tradisi Marsialapari ini.

Perkembangan Tradisi Marsialapari

Dalam perkembangannya, tradisi Marsialapari ini masih terus dijaga dan dilestarikan hingga sekarang. Bagi masyarakat di sana, selain sebagai salah satu warisan budaya, nilai-nilai dan manfaat dalam tradisi Marsialapari ini tentu dirasa sangat penting bagi kehidupan mereka.Tidak hanya pada bidang pertanian saja, esensi dalam tradisi Marsialapari ini juga bisa diterapkan dalam hal apapun. Kesadaran seperti itulah tentunya yang sangat diperlukan, sehingga tradisi ini tetap hidup seiring dengan perkembangan zaman.

Sekian pengenalan tentang Tradisi Marsialapari di Mandailing, Sumatera Utara. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang tradisi dan budaya masyarakat di Indonesia.

Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ahli Geologi ITM : Gunung Berapi Sumatera Beda dengan Jawa

    Ahli Geologi ITM : Gunung Berapi Sumatera Beda dengan Jawa

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Komposisi gunung api kawasan Pulau Sumatera berbeda dengan di Pulau Jawa. Perbedahan tersebut dilihat dari komposisi magma yang dikeluarkan gunung api tatkala meletus. “Secara umum, magma gunung api di Jawa komposisinya intermidiatis hingga basa atau adesitic. Sedangkan gunung api yang ada di Sumatera cenderung intermidiatis hingga asam atau granitis,” ucap Pakar Geologi ITM, […]

  • 360 Ribu Tanah Transmigrasi Tanpa Surat

    360 Ribu Tanah Transmigrasi Tanpa Surat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sulit buat Usaha karena Belum Bersertifikat JAKARTA – Keamanan hukum tanah-tanah yang ditempati transmigran terancam. Sebab, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mencatat, sekitar 360 ribu bidang tanah transmigran belum bersertifikat alias bodong. Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2K-Trans) Kemenakertrans Jamaluddien Malik mengatakan, pihaknya terus mempercepat pembuatan sertifikat tanah hak milik bagi para transmigran. […]

  • Lapas Panyabungan Jadi Langganan Sidak Dadakan

    Lapas Panyabungan Jadi Langganan Sidak Dadakan

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nampaknya jadi langganan sidak dadakan pasca kaburnya narapidana dari Lapas tersebut. Tadi malam Kamis 3/8/2023 Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara (Sumut) melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Pemeriksaan diawali dari pemeriksaan keseluruh kamar hunian dan para ( Warga Binaan Pemasyarakatan ) WBP. Dan […]

  • Jangan Ada Main Mata

    Jangan Ada Main Mata

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang lanjutan keempat terdakwa pengisap ganja, Heriansyah Hanzali Dalimunte (PNS), Dedek Ispansyah Siregar (PNS), Edi Syahputra (wiraswasta) dan Samsuddin Batubara alias Manambin akan digelar, Kamis (02/12/ 2010), dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Diharapkan Kejaksaan Negeri Panyabungan dan Pengadilan Negeri Panyabungan serius memproses kasus ini. Hal itu disampaikan Ketua LSM Republik Anti Korupsi (LSM Reaksi) Madina […]

  • Guru SD Ditemukan Tewas di Sungai

    Guru SD Ditemukan Tewas di Sungai

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA SIPONGI (Mandailing Online) – Seorang guru SD Negeri 246 Silatung, Koto Beringin Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal (Madina) bernama Nurhelmi (37), Kamis pagi (2/4) ditemukan tewas di Sungai Aek Sipongi, Desa Koto Beringin. Sejauh ini pihak kepolisian belum mengetahui penyebab kematian almarhumah. Pihak medis juga tak menemukan bekas penganiayaan di tubuhnya. Informasi yang […]

  • DPRD Labuhanbatu Desak Pemkab Tinjau Bantuan Kapal

    DPRD Labuhanbatu Desak Pemkab Tinjau Bantuan Kapal

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    L Batu. DPRD Labuhanbatu mendesak Pemkab Labuhanbantu meninjau ulang rencana pemberian bantuan kapal motor kepada para nelayan tradisional di Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu. Hal ini untuk menghindari potensi bentrok fisik antara para nelayan tidak terjadi. “Jika tidak dilakukan mediasi dan penyelesaian persoalan yang ada, tidak tertutup kemungkinan episode kisah kelam para nelayan Sei […]

expand_less