Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Ahli Geologi ITM : Gunung Berapi Sumatera Beda dengan Jawa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN : Komposisi gunung api kawasan Pulau Sumatera berbeda dengan di Pulau Jawa. Perbedahan tersebut dilihat dari komposisi magma yang dikeluarkan gunung api tatkala meletus.

“Secara umum, magma gunung api di Jawa komposisinya intermidiatis hingga basa atau adesitic. Sedangkan gunung api yang ada di Sumatera cenderung intermidiatis hingga asam atau granitis,” ucap Pakar Geologi ITM, Ir Lisnawaty MT didampingi Ka Humas ITM, MH Vivahmi Manafsyah SH MSi, Selasa [9/11] di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan.

Menurut Ketua Jurusan Geologi ITM ini, debu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Merapi, yang saat ini sedang meletus, ke depan bernilai ekonomis untuk mengembalikan kesuburan tanah, bahkan pasir yang dimuntakan memiliki kualitas terbaik untuk bahan bangunan dibandingkan pasir sungai.

Kualitas ekonomis ini jika dilihat dari bentuk debu vulkanik yang dikelurkan bukan dari komposisi magma. Tapi jika dilihat dari komposisi setiap gunung api akan memiliki komposisi material yang berbeda.

Untuk Gunung api di kawasan Pulau Sumatera debu vulkaniknya tebal dan memiliki keasaman sedangan di Jawa tipis dan sifatnya basa.

Dipaparkannya, Indonesia sangat rawan terjadi gempa bahkan wilayah Sumut potensi gempa sangat besar. Kerawanan gempa itu berada di sepanjang pesisir pantai barat.

“Di Sumut ada dua sumber jalur gempa yang sangat berpotensi terutama jalur sepanjang pantai barat dan sumber jalur darat yakni bukit barisan,” jelas dosen ITM ini.

Kerawanan gempa itu, ujar Lisnawaty yang juga Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut, ada di sepanjang pantai barat sumbernya dari laut dan berpotensi stunami.

Gempa yang bersumber di laut itu disebabkan daerah itu masuk dalam lempeng Asia yakni tempat pertemuan lempeng benua Asia dan lempeng Samudera Hindia.

Tumbukan Lempeng

Tumbukan kedua lempeng itu mengakibatkan kepulauan kecil terdepan, seperti Nias, dan daerah pesisir barat yakni Tapsel, Taput dan Madina sekitarnya terlebih dahulu dihantam gempa.

Gempa akibat tubrukan dua lempeng lempeng sifatnya bisa menyeluruh, karena getarannya dirasakan oleh daerah lain yang sangat jauh dari sumber gempa.

Tidak itu saja, pulau – pulau yang terdekat dengan sumber gempa juga bisa hilang, diakibatkan naiknya permukaan air laut dan turun akibat retakan bumi.

Lebih lanjut dikatakannya, sepanjang pegunungan Bukit Barisan, merupakan jalur gempa di darat yakni pada jalur patahan semangko. Di Sumut jalur patahan itu masuk pada tiga segmen patahan yakni sekmen patahan Renun melalui Dairi, Karo. Langkat, Pakpak Barat, Tobasa dan Humbang Hasudutan.

Kemudian segmen patahan Toru yakni melintasi Tapanuli Utara dan Tengah dan segmen ketiga adalah patahan angkola meliputi Tapsel dan Madina. “Contohnya jalan Aeklatong Tapsel yang tak pernah bagus karena jalan itu masuk jalur sehmen patahan angkola,” ujarnya.

Untuk Sumut gunung – gunung yang tergolong aktif dan berpotensi gempa di Sumatera Utara itu yakni Gunung Sibayak, Sinabung, Martimbang, Sibual-buali, Sorik Merapi dan Gunung Lubuk Raya.

Dari sisi keilmuan, ditegaskannya potensi gempa selalu ada namun belum bisa dipastikan kapan terjadi dan berapa besar skala richter. Karena itu sebaiknya pemerintah melakukan mitigasi yakni antisipasi sebelum dan sesudah gempa terjadi.

Antisipasi itu diantaranya, melakukan pemetaan daerah rawan gempa dan memberikan pendidikan kepada masyarakat sehingga masyarakat siap menghadapi jika gempa terjadi.

Ketua Dewan Penasehat IAGI) Pusat, Prof Andang Bachtiar ketika memberikan kuliah umum di ITM baeru – baru ini membenarkan Indonesia sangat rawan gempa karena hampir seluruh wilayah Indonesia merupkan jalur lintasan gempa, kecuali kawasan Provinsi Kalimatan Tengah, Kalimatan Selatan, Kalimatan Barat, namun Kalimatan Timur di Utaranya seperti Tarakan masuk kategori rawan gempa.(aje
Sumber : Berita Sore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sulit Atasi Hama Tikus pada Padi, Dosen IPB Bagikan Solusinya

    Sulit Atasi Hama Tikus pada Padi, Dosen IPB Bagikan Solusinya

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Hama tikus saat ini masih menjadi ancaman bagi pertanian, khusunya padi. Untuk mengatasinya, telah dilakukan berbagai upaya pengendalian terpadu yang dianggap cocok agar bisa menekan kerugian. Dosen IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Swastiko Priyambodo mengatakan, relief Candi Borobudur menunjukkan bahwa tikus sejak dulu telah menjadi hama padi sejak dulu. Sampai dengan saat […]

  • CV Serba Wangi Kembangkan Pakaian Khas Mandailing

    CV Serba Wangi Kembangkan Pakaian Khas Mandailing

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  CV Serba Wangi Panyabungan saat ini mulai mengembangkan pakaian batik khas daerah Mandailing. Pakaian batik yang  diperuntukkan  untuk kalangan siswa SD, SLTP, SMA, guru-guru  dan umum ini hadir dengan berbagai macam motif. Terobosan ini dilakukan mengingat hingga saat ini pangsa pasar untuk batik khas daerah masih luas. Hingga saat ini diperkirakan  jumlah […]

  • Massa DPD IMM Minta Polisi Tangkap Dalang Penculikan

    Massa DPD IMM Minta Polisi Tangkap Dalang Penculikan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Selain mendesak Kapolda Sumut, Irjend Pol Eko Hadi Sutedjo untuk menangkap Plt Bupati Tapteng Syukran Jamilan Tanjung, massa dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (DPD IMM Sumut) juga meminta polisi untuk menangkap dalang penculikan dua anggota IMM. Hal itu disampaikan massa ketika menggelar aksi di depan Mapolda Sumut. "Kami mendesak […]

  • Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Data Kantor Bank Indonesia (BI) Medan mencatatkan, hingga Desember 2011, temuan uang palsu mencapai Rp 106,29 juta. Jumlah temuan ini merupakan rekapitulasi sepanjang tahun 2011 dengan total sebanyak 1.881 lembar. Jumlah nominal yang cukup besar ini tetap didominasi oleh pecahan Rp 50.000 sebanyak 1.271 lembar senilai Rp 63,5 juta. Sementara untuk pecahan Rp 100.000 […]

  • Inilah Lima Gunung Api Teraktif di Dunia

    Inilah Lima Gunung Api Teraktif di Dunia

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gunung Merapi masih terus menunjukkan aktivitas meningkat selama seminggu sejak letusan tanggal 26 Oktober 2010. Hari ini juga diberitakan bahwa aktivitas 22 gunung di wilayah lain di Indonesia juga meningkat. Walau Merapi terlihat sangat aktif, tetapi keaktifannya masih belum seberapa jika dibandingkan dengan gunung-gunung lain. Masih banyak gunung api lainnya di dunia yang lebih aktif. […]

  • Kena Peluru Nyasar

    Kena Peluru Nyasar

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Jamaluddin Pane (16), warga Desa Manegen, Kecamatan Padang Sidempuan (Psp) Tenggara, korban peluru nyasar akhirnya angkat bicara. Dia mengaku saat bentrokan antara warga dengan sejumlah personel polisi Polresta Psp di Desa Manegen Sabtu malam (13/11) ia baru pulang malam mingguan bersama teman-temannya. Saat ditemui wartawan, Minggu (14/11) RSUD Psp di Ruang Katelia II, Jamaluddin […]

expand_less