Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

DPRD Labuhanbatu Desak Pemkab Tinjau Bantuan Kapal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
  • print Cetak

L Batu. DPRD Labuhanbatu mendesak Pemkab Labuhanbantu meninjau ulang rencana pemberian bantuan kapal motor kepada para nelayan tradisional di Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu. Hal ini untuk menghindari potensi bentrok fisik antara para nelayan tidak terjadi.
“Jika tidak dilakukan mediasi dan penyelesaian persoalan yang ada, tidak tertutup kemungkinan episode kisah kelam para nelayan Sei Berombang pada era awal tahun 2000-an akan terulang. Seharusnya Pemkab segera melakukan penataan ulang,” kata Ketua Komisi B DPRD Labuhanbatu Ikhyar P Simbolon, di ruang kerjanya, Selasa (3/1).

Disebutkannya, ketika awal tahun 2.000-an terjadinya aksi anarkis para nelayan setempat dampak kecemburuan sesama nelayan dalam hal tidak adanya pelarangan kapal-kapal pukat trawl yang beroperasi di perairan Sei Berombang. Jika hal itu terjadi, katanya, maka Pemkab Labuhanbatu yang paling bertanggungjawab. Dan untuk itu, persoalan rencana pemberian bantuan itu agar secepatnya diselesaikan.

Di sisi lain, sebutnya, nelayan yang sudah lama menunggu perhatian dan bantuan pemerintah dikecewakan oleh kurangnya pengkajian rencana pemberian bantuan kapal bermotor secara matang. “Apa Pemkab mau bertanggungjawab jika tindakan seperti yang lalu terulang kembali,” paparnya.
Dikatakannya, Komisi B segera memanggil pihak terkait dalam hal rencana pemberian bantuan itu. Sehingga, dapat dilakukan mediasi dan mencari solusi masalah. “Bila perlu kita akan segera memanggil pihak-pihak terkait dalam hal itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pesisir Peduli Keadilan meminta pihak Pemkab Labuhanbatu agar meninjau ulang rencana pemberian bantuan kapala bermotor kepada para nelayan Sei Berombang.
Alasannya, diduga terjadinya mark up biaya pembuatan kapal tersebut. Serta, terindikasi kuat calon penerima bantuan ada yang bukan nelayan. “Kami mohon Pemkab Labuhanbatu memberikan perlindungan bagi masyarakat nelayan kecil,” ungkap Koordinator Aliansi Masyarakat Pesisir Peduli Keadilan Muhyar. (n fajar dame harahap.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggapan MPC Pemuda Pancasila Terkait Kasus Pemukulan Wartawan

    Tanggapan MPC Pemuda Pancasila Terkait Kasus Pemukulan Wartawan

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya angkat bicara dan memberi tanggapan terkait kasus pemukulan terhadap salah satu wartawan yang terjadi pada Jumat (4/3) pekan lalu. Ketua MPC Pemuda Pancasila Akhmad Arjun Nasution mengatakan pihaknya sejak awal proaktif dan kooperatif dalam penanganan kasus tersebut. “Kita juga terus […]

  • Awal Tahun Sejumlah Harga Bahan Pokok di Madina Naik

    Awal Tahun Sejumlah Harga Bahan Pokok di Madina Naik

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berikut harga ecer sejumlah kebutuhan bahan komoditas yang dibutuhkan konsumen di Pasar Tradisional Pasar Baru Kota Panyabungan di Awal tahun 2024 Harga cabai kian pedas lantaran pasokan mulai berkurang. Cabe merah contohnya saat ini hatganya Rp.40.000 /kg harga lama sendiri diharga Rp. 30.000 /kg. Jenis cabe rawit harga si aaal tahun […]

  • Menanti Sikap Tegas Indonesia Soal Muslim Uighur

    Menanti Sikap Tegas Indonesia Soal Muslim Uighur

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Laporan-laporan soal kondisi mengenaskan Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina, yang mengalami penahanan dalam kamp-kamp reedukasi di Xinjiang terus bermunculan. Belakangan ini, sejumlah media internasional mengungkapkan, Pemerintah Cina mempekerjakan paksa para tahanan etnis Uighur dan Kazakhs di kamp-kamp reedukasi tersebut. Wilayah Xinjiang yang terletak di bagian utara Cina dihuni oleh mayorits Muslim dari etnis […]

  • Paska Penembakan 5 Orang, Aparat Berjaga di Dua Desa

    Paska Penembakan 5 Orang, Aparat Berjaga di Dua Desa

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Onlie) – Pasca penembakan terhadap 5 warga Desa Ranto Natas, pihak keamanan berjaga di dua desa Panyabungan Timur. Pantauan di lapangan, aparat kepolisian dari Polres Madina dan Polsek Panyabungan serta Koramil berjaga-jaga dengan senjata lengkap di Desa Ranto Natas dan Desa Pardomuan. Selain itu, pihak Muspika yang melibatkan Pemerintahan Kecamatan Panyabungn Timur, […]

  • Tidak Sesuai Spesifikasi, PU Madina Bongkar Pengaspalan Jalan Sawahan Kotanopan

    Tidak Sesuai Spesifikasi, PU Madina Bongkar Pengaspalan Jalan Sawahan Kotanopan

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle Ahmad Effendi
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Dinas Pekerjaaan Umum Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut melakukan pembongkaran aspal di Jalan Keliling Sawahan, Kotanopan. Pembongkaran ini dilakukan, karena pengerjaan pengaspalan jalan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Pantauan Mandailing Online, Rabu (16/11/2022) di lokasi, kondisi jalan sudah teraspal dengan aspal hotmix yang baru. Namun di beberapa titik terlihat aspal […]

  • Akhmad Arjun: Kita Geram dengan Perlakuan Gultom

    Akhmad Arjun: Kita Geram dengan Perlakuan Gultom

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Derman Gultom, Pegawai Lapas II B Natal tega memukul, menendang, menginjak dan mengancam akan membunuh Said Rahman (14 tahun) karena alasan beca korban menyerempet mobil pelaku. Tindakan arogan itu menjadi perhatian masyarakat Mandailing Natal (Madina). Termasuk Ketua MPC Pemuda Pancasila Madina Akhmad Arjun Nasution. Arjun menyebut tindakan Derman Gultom itu tidak […]

expand_less