Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Paska Penembakan 5 Orang, Aparat Berjaga di Dua Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
  • print Cetak
Pasukan Koramil 13 Panyabungan berjaga-jaga di Desa Rantonatas

Pasukan Koramil 13 Panyabungan berjaga-jaga di Desa Rantonatas

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Onlie) – Pasca penembakan terhadap 5 warga Desa Ranto Natas, pihak keamanan berjaga di dua desa Panyabungan Timur.

Pantauan di lapangan, aparat kepolisian dari Polres Madina dan Polsek Panyabungan serta Koramil berjaga-jaga dengan senjata lengkap di Desa Ranto Natas dan Desa Pardomuan.

Selain itu, pihak Muspika yang melibatkan Pemerintahan Kecamatan Panyabungn Timur, Polsek Panyabungan dan Koramil 13 Panyabungan serta kepala desa Ranto Natas dan Kepala Desa Pardomuan melahirkan kesepakatan perdamaian bersama.

“Ada 3 point keputusan bersama dalam musyawarah itu,” ungkap Sekretaris Desa Rantonatas, Muhammad Gusti  kepada Mandailing Online, Jum’at (12/2).

Ketiga poin perdamaian itu, yakni kedua desa tidak boleh saling mengganggu dan dendan. Kedua, warga Desa Rantonatas tidak boleh berbuat anarkis dan melakukan penyerangan lagi ke desa Pardomuan. Ketiga, kedua desa sepakat untuk melakukan penangkapan terhadap Munir.

Sekedar diketahui, sebanyak 5 orang warga Desa Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal tertembak di Desa Pardomuan, kecamatan yang sama, Kamis (11/2).

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat sekitar  50 warga desa Rantonatas sekitar pukul 5:30 WIB beramai-ramai ke Desa Pardomuan berjarak sekira 2 Km dari Desa Rantonatas hendak menangkap Munir warga Desa Pardomuan.

Rombongan yang hendak menangkap Munir itu dihadang dengan tembakan senjata angin, locot dan batu dari atas bukit di Desa Pardomuan.

Sebanyak 5 warga Desa Rantonatas tertebak dalam peristiwa itu.  Setelah diperiksa di Puskesamas Gunung Baringin, para korban dibawa ke rumah sakit. Empat orang korban dibawa ke RSU Panyabungan, sedangkan 1 orang  lagi dirujuk ke RSU Padang Sidimpuan karena mengalami luka tembakan serius di bagian dada.

Berdasar pengakuan warga Desa Rantonatas, alasan rombongan warga yang hendak menangkap Munir itu, karena Munir disebut-sebut kerap meneror dan mengancam warga Rantonatas, bahkan datang ke desa mereka dengan membawa tombak dan senjata locot.

Peliput : Tim

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Madina Minta PT Jakon  Toleransi Kaum Ibu Pengumpul Batu di Pidoli

    Ketua DPRD Madina Minta PT Jakon  Toleransi Kaum Ibu Pengumpul Batu di Pidoli

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Sumut Erwin Efendi Lubis meminta PT Jaya Kontruksi memberikan toleransi kepada kaum ibu pengumpul batu di Podoli Dolok, Panyabungan. Permintaan Erwin tercuat dalam pertemuan dengan Manajer Operasional PT Jaya Kontruksi (Jakon), Ferry Firnanda di Panyabungan, Selasa (14/2/2022), terkait kebijakan perusahaan yang menghentikan pembelian batu mangga […]

  • Raih Kemenangan, Cabup Saipullah Ziarahi Makam Keluarga

    Raih Kemenangan, Cabup Saipullah Ziarahi Makam Keluarga

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai dinyatakan menang berdasarkan hitungan real internal, Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution bersama keluarga ziarah ke makam keluarganya di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, Kamis (28/11/2024). Saipullah terlihat menyiarahi sejumlah makam keluarga, termasuk makam almarhum orangtuanya, HM Alihanafiah Nasution bin Parhimpunan Ali. Dalam […]

  • Daftar Napi LP Tanjung Gusta yang Ditangkap

    Daftar Napi LP Tanjung Gusta yang Ditangkap

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan,- Kepala Bidang Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, Bagus Kurniawan mengungkapkan, masih ada ratusan narapidana yang berkeliaran di luar. Hingga hari ini, Senin 15 Juli 2013, sudah ada 95 napi yang ditangkap atau menyerahkan diri. “Berdasarkan data kami, ada 117 orang napi yang masih berkeliaran bebas di luar,” kata Bagus Kurniawan, Kabid […]

  • Ribuan Warga Blokir Jalinsum, Tuntut SMGP Angkat Kaki Dari Madina

    Ribuan Warga Blokir Jalinsum, Tuntut SMGP Angkat Kaki Dari Madina

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribuan  warga dari lima kecamatan di Mandailing Natal (Madina) menutup jalur negara atau jalan lintas sumatera, Selasa ( 11/11) menuntut pemerintah agar mengeluarkan PT.Sorik Marapi Gheotermal Power (SMGP) dari Madina. Gerakan masyarakat 5 kecamatan ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi unjukrasa sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan situasi investasi eksplorasi panas bumi bagi […]

  • Bawa Ganja 22 Bal, 1 Kurir Ditembak Polisi

    Bawa Ganja 22 Bal, 1 Kurir Ditembak Polisi

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satuan Narkoba Polres Mandailing Natal kembali membekuk dua orang pembawa ganja siap edar. Satu orang diantaranya ditembak karena hendak melawan polisi. Informasi yang dihimpun di Mapolres Mandailing Natal (Madina), kedua tersangka tertangkap di kawasan Titi Kuning, Dalan Lidang, Panyabungan ketika dalam perjalanan menuju arah Padang Sidimpuan, Selasa malam (28/6). Kedua tersangka […]

  • Negara, Judi Online, dan Kolonialisasi Kesadaran

    Negara, Judi Online, dan Kolonialisasi Kesadaran

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ketika yang Dipertaruhkan Bukan Lagi Uang, Tetapi Manusia Itu Sendiri Di permukaan, judi online tampak seperti sekadar kriminalitas digital: situs ilegal, transaksi gelap, promosi vulgar, dan ledakan korban ekonomi rumah tangga. Negara pun terlihat sibuk. Situs diblokir. Rekening dibekukan. Konferensi pers digelar hampir setiap pekan. Tetapi semakin dalam fenomena […]

expand_less