Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Progres Pembangunan Pasar Baru Panyabungan 65 Persen

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
  • print Cetak

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution melakukan peninjauan proyek pembangunan Pasar Baru, Rabu (28/7/2021). Foto: Disinfokom Madina

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Progres pembangunan Pasar Baru Panyabungan hingga kini sudah mencapai 65 persen.

Target penyelesaian insyaallah tidak meleset. Sehingga derita pedagang bisa segera berakhir.

Itu diketahui ketika Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution melakukan peninjauan proyek pembangunan Pasar Baru itu, Rabu (28/7/2021).

Atika meninjau lokasi itu untuk memperoleh kondisi lapangan tentang apa saja kendala dan kesulitan yang dihadapi.

Dalam keteranganya, Atika menyampaikan proyek pembangunan pasar baru tersebut diekspektasi selesai dikerjakan tepat waktu, yaitu bulan Desember tahun 2021.

“Sesuai dengan hasil dikusi saya dengan Direktur Utama, pak Juntak. Estimasi kita pada pembangunan pasar baru ini selesai tepat waktu. Sudah banyak pertimbangan kami fikirkan, ditambah dari pengakuan direkturnya, pembangunan sudah mencapai angka 65 persen. Bulan September 2021 masuk tahapan finishing dan bulan Desember sudah selesai dikerjakan,” katanya.

Meski demikian, Atika menyebut ada kekurangan anggaran untuk pembangunan lanskap, pagar, drainase dan jalan. Poin-poin ini akan dikerjakan bulan Januari 2021.

“Kekurangan anggaran diluar biaya pembangunan pasar sekitar 22 milyar Rupiah. Secepatnya akan kita usulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pusat. Tidak mungkin para pedagang menempati pasar, sedangkan fasilitasnya belum lengkap. Harapannya pedagang masuk mendapat kenyamanan,” ungkapnya.

Turut mendampingi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Jhon Amriadi Nasution dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ruli Andri Lubis ST. Kemudian dari perusahaan dihadiri Direktur Utama PT Batesda Mandiri, Rahman Simanjuntak.

Sekadar Informasi, dana pembangunan Pasar Baru Panyabungan ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2020-2021 dengan jumlah nilai kontrak 72.332.195.000. Serta lama waktu pelaksanaannya selama 330 hari kalender multiyears 2020-2021.

Bangunan Pasar Baru Panyabungan itu terbakar beberapa tahun lalu sehingga harus dibangun ulang. Sedangkan para pedagang hingga kini masih ditempatkan di titik relokasi yang berada di belakang pasar baru.

Sumber : Dinas Infokom Madina
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Banjir di Siulangaling, 1 Gedung SD Tak Lagi Layak Pakai

    Pasca Banjir di Siulangaling, 1 Gedung SD Tak Lagi Layak Pakai

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pasca banjir, gedung SD Negeri Desa Hutaimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina rusak berat. Kondisinya tak lagi layak pakai. Selain itu, buku-buku dan raport sudah hanyut tak tersisa. Padahal raport seharusnya diserahkan pada Sabtu tanggal 18 Desember 2021. Nahas, dini hari Sabtu itu pula banjir melanda desa itu. Sementara […]

  • Anggaran Dana Desa di Madina Naik 100 Persen  Lebih

    Anggaran Dana Desa di Madina Naik 100 Persen Lebih

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggaran Dana Desa (ADD) tahun ini meningkat lebih seratus persen dari tahun 2014. Ini tentunya kabar gembira bagi seluruh desa di Mandailing Natal (Madina). Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di tahun 2015 mengalokasikan dana untuk ADD sebesar 40,8  milyar rupiah. Angka itu jauh melambung naik dibanding tahun 2014 yang hanya sebesar […]

  • Buku Sejarah dan Kebudayaan Mandailing Segera Terbit

    Buku Sejarah dan Kebudayaan Mandailing Segera Terbit

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu buku penting telah terbit. Berjudul “Sejarah dan Kebudayaan Mandailing”. Tebalnya 250 halaman. Buku ini tergolong lengkap dalam menyuguhkan Mandailing dari masa ke masa. Mengupas secara mendalam sejarah Mandailing mulai priode sebelum masehi hingga otonomi. Tentu dengan referensi yang mendukung. Mandailing diperinci setiap periode sebagai kawasan pemerintahan dalam lingkup sejarah nasional. Ada priode kerajaan tradisional […]

  • Pemkab Akan Tertibkan Galundung

    Pemkab Akan Tertibkan Galundung

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dalam waktu dekat akan melakukan penertiban tambang rakyat berupa tambang emas tanpa izin dan keberadaan mesin galundung (gelondongan mesin pemecah batu mengandung serbuk emas). Pemkab Madina juga berencana akan melokalisasi tambang rakyat. Demikian disampaikan Plt Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution usai mengikuti rapat paripurna tanggapan umum fraksi DPRD […]

  • Dinilai Permainkan Aturan, Madina Care Minta Pemkab Madina Balcklist dr AK dari Peluang PPPK

    Dinilai Permainkan Aturan, Madina Care Minta Pemkab Madina Balcklist dr AK dari Peluang PPPK

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) diminta memblacklist dr. AK dalam seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak Kerja (PPPK) 2024, karena diduga kuat pada penerimaan seleksi PPPK 2023 telah melanggar PermenpanRB Nomor 14 Tahun 2023. Demikian disampaikan Founder Madina Care Institute Wadih Al-rasyid, Jum’at (09/08/2024). Ia menilai apa yang telah dilakukan […]

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KRITIK PEDAS BUYA HAMKA Disunting: Dame Ambarita Hamka pernah menjadi sahabat Parlindungan. Namun, suatu ketika, mereka berselisih tentang Tuanku Rao. Hamka menuliskan pendapatnya dalam Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao. Di tahanan, Buya Hamka banyak membaca dan menulis. Waktu itu, tahun 1964, Hamka berada di rumah tahanan kepolisian Mega Mendung. Sebagai salahsatu fungsionaris Partai Masyumi, […]

expand_less