Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
  • print Cetak

Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial)
Sejarahwan Mandailing

 

Basyral Hamidi Harahap

Syekh Sulaiman yang lebih terkenal dengan Tuan Syekh Aek Libung pada tahun1905 dan wafat di Desa Aek Libung pada tahun 1970. Ulama bermarga Nasution ini lahir dan besar dalam keluarga ulama. Kakeknya, Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsabandy bin Mangindal bin Maharaja Manambir Mandailing, adalah seorang ulama tarikat. Ayahnya juga seorang ulama tarikat Naqsabandiyah bernama Syekh Syihabuddin bin Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsyabandy bin Mangindal bin Maharaja Mandailing, lahir tahun 1866. Ulama ini adalah murid dari Syekh Muhammad Ali Ridha ketika berkhalawat di Jabal Kubeis, Mekkah, pada tahun 1910.

Syekh Sulaiman menulis nama lengkapnya pada buku yang ditulisnya ialah Syekh Sulaiaman bin al-Allamah Syekh Syihabuddin bin Maharaja Manambin Mandailing.

Syekh Sulaiaman yang ahli hadis ini menulis buku Mabadi’u Mushthalah Hadist dicetak di Medan pada tahun 1960 oleh hadische Drukkerij.

Pendidikan Syekh Sulaiman mulai dari Sekolah rakyat, kemudian mengaji di Purb Baru sebelum belajar di Madrasah Darul Ulum Ad-Diniyah di Mekkah. Syekh Sulaiman belajar di Mekkah selama 15 tahun. Beberapa kawan seangkatannya ketika belajar di Mekkah antara lain: Syekh Ali Hasan Ahmad, Syekh Abdul Wahab Muaramais, Syekh Adnan Yahya di Medan, H. Miskuddin di Medan dan Syekh Ja’far Abdul Wahab di Padangsidimpuan.

Prestasi ulama yang utama ialah mendirikan pondok parsulukan di Aek Libung, Angkola Jae. Pernah juga mengelola Madrasah Asy-Syihabiyah di Sayurmatinggi.

Ada beberapa informasi tentang daerah asalnya, ada yang mengatakan dari Mandailing, ada yang mengatakan dari Singkuang, Pantai Barat Madina dan ada pula yang mengatakan bahwa leluhurnya berasal dari Desa Sigorbus di sibuhuan kemudian pindah ke Matondang. Nama kakek dari kakeknya, Maharaja Manambir (Manambin?Penulis) Mandailing, memberi indikasi bahwa Syekh Sulaiman berasal dari Mandailing. Wallahu a’lam bis Sawab.

Syekh Mahmud Aek Koboran, Tombang Bustak, naik haji pada tahun 1902 dan menuntut ilmu selama 8 tahun di Mekkah. Ia adalah putera Sutan Porang gelar Haji abdul Rahim dari Desa Manambin. Sutan Porang orang Mandailing pertama yang menunaikan ibadah haji pada tahun 1850.

Syekh Abdul  Hamid, Hutapungkut Jae, pada tahun 1895 kembali ke desanya dari Mekkah setelah sepuluh tahun belajar di kota suci Mekkah. Ualam besar ini terkenal sebagai ahli fiqh. Karena penguasaannya atas kitab Sabilal Muhtadin, ia digelar murid-muridnya Syekh sabilal. Murid-muridnya datang dari Kotanopan sekitarnya. Ia mengajar di beberapa desa antara lain Kotanopan, Hutapungkut, Tamiang. Muara Botung dan sekitarnya.

Dua orang muridnya yang terkemuka adalah Syekh Musthafa Husein dan Syekh Mahmud fauzi dari Batangtoru. Ia mendirikan masjid di Hutapungkut Julu yang ada pada masa pergerakan nasioanl sering dipakai sebagai tempat rapat-rapat politik, bahkan kelak rumahnya dijadikan kantor Prtindo dan Pesindo.

Syekh abdul wahab, Muaramais Jambur, belajar di Mekkah kemudian kembali ke desanya Muaramais Jambur. Ia mengadakan pengajian rutin di rumahnya, kemudian pada tahun 1989 mendirikan pesantren Darul Ulum di desa itu. Sepeninggalnya pesantren ini di pimpin oleh puteranya, Syekh Mawardi.

Syekh Husin Nasution (1866-1932) lahir di Huraba Kecamatan Siabu. Pada tahun 1890 naik haji dan belajar di Masjidil Haram selama tujuh tahun. Dalam perjalan pulang ke Mandailing, Syekh Husin Nasution, ditawari oleh teman seperguruannya ketika kembali dari Mekkah untuk berdiam beberapa tahun di Negeri Perak. Mereka aktif membina pondok pergurun Islam di Perak. Mereka berhasil memajukan pondiok itu, terbukti dengan banyaknya orang yang belajar di pondok tersebut.

Syekh Husin Nasution menikah dengan gadis asli Melayu di Perak, bernama Zainab. Mereka dianugrahi dua orang putera bernama Abdul Malik san Ahmad Zein. Kaum kereabat Syekh Husin Nasution datang ke Perak untuk mengajaknya kembali ke kapung halaman Huraba. Isterinya tidak bersedia ikut. Setelah bermukim lima tahun di Perak, Syekh Husin Nasution kembali ke Huraba, kemudian menikah dengan gadis sekampungya, Masdaur, yang melahirkan seorang putera dan tiga orag puteri, masing-masing: Asmah, Halimah dan Abdul Jawad Nasution.

Setibanya di Huraba pada tahun 1902, Syekh Husin Nasution mendirikan Pondok Huraba. Muridnya datang dari berbagai penjuru anatar alain: Siabu, Barumun dan Padang Sidimpuan. Setelah mengasuh Pondok Huraba selama 24 tahun. Syekh Husin nasution pindah ke Padangsidimpuan dan mengajar di Masjidil Raya Lamo. Nasution di Kantin, Padangsidimpuan. Beberapa orang di anatar muridnya anatar lain: Haji Abdul Wahab, Ratal, Haji Abdul Gani, Haji Kari, Haji Shomad dan Syekh abdul Manan Siregar.

Dakwah Syekh Husin Nasution di Padangsidimpaun adalah memberantas kemungkaran termasuk adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Ulama ini wafat pada tahun 1932 dalam usia 66 tahun. Sesuai wasiatnya, ia dimakamkan di kampung halamannya, Huraba, Kecamatan Siabu. (bersambung / dikutip dari buku Madina Madani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • “AYAH” DAN “IBU” DALAM BAHASA ARAB: ADA MAKNA DI BALIK KATA

    “AYAH” DAN “IBU” DALAM BAHASA ARAB: ADA MAKNA DI BALIK KATA

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Nur Ainun Ritonga
    • 0Komentar

    Oleh: Nur’ainun Ritonga Dosen Bahasa dan Sastra Arab STAIN Mandailing Natal   Bahasa Arab bukan sekedar bahasa yang kaya akan kosa kata (Mufrodat). Di balik sebuah kata sering kali terdapat makna yang menarik untuk dikaji. Salah satunya dapat kita temukan dalam kata yang berkaitan dengan “anak”, “ayah” dan “ibu”. Dalam bahasa Arab terdapat kata ولد […]

  • Pemkab Madina Larang TKA Cina Kembali Dari Liburan

    Pemkab Madina Larang TKA Cina Kembali Dari Liburan

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pemkab Madina hari ini menyurati PT SMGP agar menyetop arus balik pekerja asal negara Cina yang berlibur Imlek. Upaya itu dilakukan Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengantisipasi sebaran virus corona yang saat ini mewabah di Cina. Berdasar data Dinas Kesehatan Madina, terdapat 17 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina di […]

  • Truk Laga Kambing di Lintas Timur Panyabungan, Supir Patah Kaki

    Truk Laga Kambing di Lintas Timur Panyabungan, Supir Patah Kaki

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandaiking Online ) Truk jenis coldiesel pagi tadi Selasa 01/8/2023 pukul 7.05 wib adu kambing di jalan lintas timur, kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Kecelakaan ini mengakibatkan salah seorang supir mengalami patah tulang kaki karena benturan keras. Dari keterangan warga, truk coldiesel pengangkut getah karet dari arah Padang menuju Medan melaju kencang, sang […]

  • Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    Khilafah Mampu Membendung Neoliberalisme dan Neoimperialisme

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: KH M. Shiddiq Al-Jawi Neoliberalisme adalah perkembangan mutakhir ideologi kapitalisme yang meminimalkan peran negara dalam perekonomian dan menyerahkan perekonomian pada mekanisme pasar. Adapun neoimperialisme adalah penjajahan gaya baru, yakni penjajahan yang tidak lagi menggunakan militer sebagai instrumen dominasinya, melainkan instrumen dominasi lainnya seperti politik, ekonomi dan budaya. Neoliberalisme mulai diterapkan bagi publik secara […]

  • Nila Sari Mengaku Terharu Saat Memproduksi Film “Si Bisuk Naoto”

    Nila Sari Mengaku Terharu Saat Memproduksi Film “Si Bisuk Naoto”

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIDEMPUAN (Mandailing Online) – Nila Sari yang memerankan tokoh Lia di Film “Si Bisuk Naoto” mengaku terharu kala pihaknya dari Nila Sari Pro bekerjasama dengan tim kreatif Tympanum Novem Multimedia dari Siabu, Mandailing Natal dalam memproduksi film tersebut. “Saya terharu karena di tangan Tympanum, yang tidak bisa akting pun menjadi bisa,” katanya kepada Mandailing […]

  • SMP Negeri  5 Panyabungan Satu-Satunnya SMP Pelakasan UN Berbasis Komputer

    SMP Negeri 5 Panyabungan Satu-Satunnya SMP Pelakasan UN Berbasis Komputer

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – SMP Negeri 5 Panyabungan, Mandailing Natal satu-satunya sekolah yang siap untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2015-2016 di Madina. UN SMP akan digelar pada tanggal 9 hingga 12 Mei 2016. Kepala SMP 5 Panyabungan, Marsaulina Pane S.Pd menjawab wartawan, Senin (4/4) mengungkap bahwa persiapan siswa telah matang untuk […]

expand_less