Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
  • print Cetak

Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial)
Sejarahwan Mandailing

 

Basyral Hamidi Harahap

Syekh Sulaiman yang lebih terkenal dengan Tuan Syekh Aek Libung pada tahun1905 dan wafat di Desa Aek Libung pada tahun 1970. Ulama bermarga Nasution ini lahir dan besar dalam keluarga ulama. Kakeknya, Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsabandy bin Mangindal bin Maharaja Manambir Mandailing, adalah seorang ulama tarikat. Ayahnya juga seorang ulama tarikat Naqsabandiyah bernama Syekh Syihabuddin bin Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsyabandy bin Mangindal bin Maharaja Mandailing, lahir tahun 1866. Ulama ini adalah murid dari Syekh Muhammad Ali Ridha ketika berkhalawat di Jabal Kubeis, Mekkah, pada tahun 1910.

Syekh Sulaiman menulis nama lengkapnya pada buku yang ditulisnya ialah Syekh Sulaiaman bin al-Allamah Syekh Syihabuddin bin Maharaja Manambin Mandailing.

Syekh Sulaiaman yang ahli hadis ini menulis buku Mabadi’u Mushthalah Hadist dicetak di Medan pada tahun 1960 oleh hadische Drukkerij.

Pendidikan Syekh Sulaiman mulai dari Sekolah rakyat, kemudian mengaji di Purb Baru sebelum belajar di Madrasah Darul Ulum Ad-Diniyah di Mekkah. Syekh Sulaiman belajar di Mekkah selama 15 tahun. Beberapa kawan seangkatannya ketika belajar di Mekkah antara lain: Syekh Ali Hasan Ahmad, Syekh Abdul Wahab Muaramais, Syekh Adnan Yahya di Medan, H. Miskuddin di Medan dan Syekh Ja’far Abdul Wahab di Padangsidimpuan.

Prestasi ulama yang utama ialah mendirikan pondok parsulukan di Aek Libung, Angkola Jae. Pernah juga mengelola Madrasah Asy-Syihabiyah di Sayurmatinggi.

Ada beberapa informasi tentang daerah asalnya, ada yang mengatakan dari Mandailing, ada yang mengatakan dari Singkuang, Pantai Barat Madina dan ada pula yang mengatakan bahwa leluhurnya berasal dari Desa Sigorbus di sibuhuan kemudian pindah ke Matondang. Nama kakek dari kakeknya, Maharaja Manambir (Manambin?Penulis) Mandailing, memberi indikasi bahwa Syekh Sulaiman berasal dari Mandailing. Wallahu a’lam bis Sawab.

Syekh Mahmud Aek Koboran, Tombang Bustak, naik haji pada tahun 1902 dan menuntut ilmu selama 8 tahun di Mekkah. Ia adalah putera Sutan Porang gelar Haji abdul Rahim dari Desa Manambin. Sutan Porang orang Mandailing pertama yang menunaikan ibadah haji pada tahun 1850.

Syekh Abdul  Hamid, Hutapungkut Jae, pada tahun 1895 kembali ke desanya dari Mekkah setelah sepuluh tahun belajar di kota suci Mekkah. Ualam besar ini terkenal sebagai ahli fiqh. Karena penguasaannya atas kitab Sabilal Muhtadin, ia digelar murid-muridnya Syekh sabilal. Murid-muridnya datang dari Kotanopan sekitarnya. Ia mengajar di beberapa desa antara lain Kotanopan, Hutapungkut, Tamiang. Muara Botung dan sekitarnya.

Dua orang muridnya yang terkemuka adalah Syekh Musthafa Husein dan Syekh Mahmud fauzi dari Batangtoru. Ia mendirikan masjid di Hutapungkut Julu yang ada pada masa pergerakan nasioanl sering dipakai sebagai tempat rapat-rapat politik, bahkan kelak rumahnya dijadikan kantor Prtindo dan Pesindo.

Syekh abdul wahab, Muaramais Jambur, belajar di Mekkah kemudian kembali ke desanya Muaramais Jambur. Ia mengadakan pengajian rutin di rumahnya, kemudian pada tahun 1989 mendirikan pesantren Darul Ulum di desa itu. Sepeninggalnya pesantren ini di pimpin oleh puteranya, Syekh Mawardi.

Syekh Husin Nasution (1866-1932) lahir di Huraba Kecamatan Siabu. Pada tahun 1890 naik haji dan belajar di Masjidil Haram selama tujuh tahun. Dalam perjalan pulang ke Mandailing, Syekh Husin Nasution, ditawari oleh teman seperguruannya ketika kembali dari Mekkah untuk berdiam beberapa tahun di Negeri Perak. Mereka aktif membina pondok pergurun Islam di Perak. Mereka berhasil memajukan pondiok itu, terbukti dengan banyaknya orang yang belajar di pondok tersebut.

Syekh Husin Nasution menikah dengan gadis asli Melayu di Perak, bernama Zainab. Mereka dianugrahi dua orang putera bernama Abdul Malik san Ahmad Zein. Kaum kereabat Syekh Husin Nasution datang ke Perak untuk mengajaknya kembali ke kapung halaman Huraba. Isterinya tidak bersedia ikut. Setelah bermukim lima tahun di Perak, Syekh Husin Nasution kembali ke Huraba, kemudian menikah dengan gadis sekampungya, Masdaur, yang melahirkan seorang putera dan tiga orag puteri, masing-masing: Asmah, Halimah dan Abdul Jawad Nasution.

Setibanya di Huraba pada tahun 1902, Syekh Husin Nasution mendirikan Pondok Huraba. Muridnya datang dari berbagai penjuru anatar alain: Siabu, Barumun dan Padang Sidimpuan. Setelah mengasuh Pondok Huraba selama 24 tahun. Syekh Husin nasution pindah ke Padangsidimpuan dan mengajar di Masjidil Raya Lamo. Nasution di Kantin, Padangsidimpuan. Beberapa orang di anatar muridnya anatar lain: Haji Abdul Wahab, Ratal, Haji Abdul Gani, Haji Kari, Haji Shomad dan Syekh abdul Manan Siregar.

Dakwah Syekh Husin Nasution di Padangsidimpaun adalah memberantas kemungkaran termasuk adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Ulama ini wafat pada tahun 1932 dalam usia 66 tahun. Sesuai wasiatnya, ia dimakamkan di kampung halamannya, Huraba, Kecamatan Siabu. (bersambung / dikutip dari buku Madina Madani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 24)

    MARSIDAO-DAO (episode 24)

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Tar pukul 12 marayak kotu Luhur, parobanan ni mait ma ostang i jolo bagas i. Alak najaji pe madung rongom i alaman i. Si Poso totop do i lambung  ni Muklan. Si Pikek i bagas paombar-ombar jugukanna dohot inang nia. Ngada sajia onok, opat alak kahanggi dohot anakboru paijur […]

  • Menunggu Janji yang Tak Pasti

    Menunggu Janji yang Tak Pasti

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi, tinggal di Medan Pemimpin itu adalah pengayom bagi rakyatnya, dalam dirinya ada kepercayaan dan kebanggaan rakyat yang harus dijaga. Pemimpin itu dihargai dan dihormati, bukan untuk dibuly apalagi dicaci-maki. Sontak terkejut saat melihat trending topik di berbagai media masa, tagar Presiden terburuk sepanjang sejarah, (Rabu 21/7). Netizen ramai-ramai membahas […]

  • Pelaku Penganiayaan di Hutabaringin Julu Niat Damai, Keluarga Korban Belum Buka Pintu

    Pelaku Penganiayaan di Hutabaringin Julu Niat Damai, Keluarga Korban Belum Buka Pintu

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Kasus penganiayaan oleh Oloan Rangkuti warga desan Hutabaringin Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) yang saat ini kasusnya sedang bergulir di Polres Madina ternyata sudah berupaya damai dengan korban. Terlapor Oloan Rangkuti mengaku telah mengutus sejumlah tokoh masyarakat desa ke rumah korban Sahirbani Rangkuti di Desa Parbangunan, […]

  • Kinerja Kabupaten/Kota di Sumut, Psp Peringkat 66, Tapsel 205

    Kinerja Kabupaten/Kota di Sumut, Psp Peringkat 66, Tapsel 205

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kinerja kabupaten/kota di wilayah Sumut mengecewakan. Untuk tingkat kabupaten misalnya, dari 344 kabupaten se-Indonesia, tidak satu pun kabupaten di Sumut yang masuk 10 besar. Terbaik di Sumut adalah Kabupaten Tapanuli Utara yang menduduki peringkat 48 dengan skor 2,5876. Menyusul kemudian Serdang Bedagai 63 (2,5639), Langkat 103 (2,4669), Samosir peringkat 107 (skor 2,4592), Deli Serdang […]

  • Tingkatkan Kualitas Wartawan, Pemkab Madina Gelar UKW

    Tingkatkan Kualitas Wartawan, Pemkab Madina Gelar UKW

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi jurnalis pada tanggal 21 hingga 23 Desember 2022. UKW yang diselenggarakan Pemkab Madina ini bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, selaku organisasi wartawan penyelenggara UKW berdasarkan peraturan dewan pers. Kepala Dinas Kominfo Madina Martua […]

  • Selamatkan Generasi Dari Kaum Pelangi

    Selamatkan Generasi Dari Kaum Pelangi

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Merajelela! Semakin berani terang-terangan! Kalimat-kalimat tersebut tentu saja muncul dibenak umat ketika mengetahui pergerakan kaum Pelangi yang semakin tidak terkendali. Mereka bukan lagi sosok-sosok yang memiliki rasa malu karena kebodohan pilihannya, tetapi sebaliknya. Kebanggaan yang ditonjolkan karena merasa tidak bersalah sama sekali dari sudut pandang apapun. Keberanian kaum […]

expand_less