Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

DPRD Madina Usulkan Pansus M3 Gate

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dugaan ketidakberesan investasi pertambangan emas oleh PT Madina Madani Mining (M3) di Kecamatan Lingga Bayu masuk ranah legislatif.

DPRD Mandailing Natal (Madina) mengusulkan pembentukan Pansus M3 Gate. Pembentukan Panitia Khusus ini diusulan 20 anggota DPRD Madina.

Sekretaris DPRD Madina, Sahnan Batubara kemarin mebenarkan adanya suslan itu yang tertuang dalam surat para anggota dewan kepada Pimpinan DPRD Madina. Dan surat usulan itu telah dibacakan pada Rapat Paripurna Pengesahaan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, Rabu (6/8/2014) lalu.

Dalam surat usulan itu disebutkan bahwa PT. M3 selaku perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan diketahui telah banyak melakukan pelanggaran terhadap ketentuan peraturan yang berlaku dalam melakukan kegiatan usahannya.

Selain itu banyak aspirasi masyarakat yang berada disekitar wilayah pertambangan yang mengeluhkan keberadaan perusahan itu serta rangkaian protes yang dilakukan warga. Bahkan banyak lembaga -lembaga swadaya masyarakat, institusi pecinta alam dan berbagai elemen masyarakat lainnya yang menyoroti tambang ini.

Inti keluhan masyarakat umumnya tentang lahan warga yang terkena imbas, kekhawatiran akan bahaya yang bisa terjadi seperti pencemaran lingkungan, kerusakan lingkungan, kerusakan hutan yang berpotensi terhadap rusaknya sumber air dan punahnya biota sungai,serta flora dan fauna oleh limbah dari PT.M3.

Disebutkan juga bahwa hasil tinjauan ke lapangan beberapa anggota DPRD terutama komisi III menemukan kondisi di lokasi PT. M3 ditemui banyak pelanggaran terhadap peraturan yang ada.

Keberadaan PT. M3 juga dinilai DPRD tidak jelas kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah, bahkan disinyalir para pimpinan perusahaan itu dikenal kebal hukum karena dilindungi oleh aparat pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Temuan anggota DPRD juga menunjukkan indikasi adanya potensi gejolak sosial dari masyarakat sekitar yang bisa terjadi jika persoalan keberadaan M3 bila tidak segera dituntaskan.

Sementara itu, Ketua DPRD Madina, As Imran Khatamy Daulay pada Rapat Paripurna Pengesahaan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, Rabu (6/8/2014) juga telah menyatakan supaya surat usulan pembentukan Pansusu M3 gate ini ditindaklanjuti.

“Dalam waktu dekat usulan dari anggota DPRD ini akan segera kita tindaklanjuti,”kata As Imran.

Peliput : Mardotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

    Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Demi kesembuhan anaknya, demi menyelamatkan kaki anaknya dari ancaman amputasi, Marwan telah menggadaikan sawah. Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya. Kini, Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan, Mandailing Natal itu […]

  • Gedung Penangkaran Walet di Kota Panyabungan Buat Resah Warga

    Gedung Penangkaran Walet di Kota Panyabungan Buat Resah Warga

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : menjamurnya gedung penangkaran sarang burung walet di areal pemukiman di kota panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai membuat resah warga. Selain masalah kesehatan, bau kotoran walet, dan bising akibat ampli walet yang diputar sampai 12 jam an juga kerap mengganggu istirahat warga. Eli Siregar warga kelurahan sipolu polu pada Mandailing Online […]

  • Tiga Pemeran Yang Dipuja Penonton di Film “Marina”

    Tiga Pemeran Yang Dipuja Penonton di Film “Marina”

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada tiga pemain di film Mandailing “Marina” yang dipuja penonton. Ketiganya adalah bocah. Dua bocah laki-laki dan satu bocah perempuan. Ketiganya direkrut dari salah satu desa terdekat dari Rodang Tinapor, Desa Bonan Dolok Kecamatan Siabu. Kedua bocah laki-laki itu bernama Abdul Rosi dan Irpan Raja memerankan Lian dan Makbul. Mereka sehari-hari tak berbaju, dengan kulit […]

  • Adhyaksa pantas jadi ketum PSSI

    Adhyaksa pantas jadi ketum PSSI

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mantan pemain nasional, Rully Nere, menilai Adhyaksa Dault pantas menduduki kursi Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini dicalonkan klub ISP Purwokerto. “Saya sudah mendengar pak Adhyaksa mencalonkan diri dan menganggapnya figur yang tepat menggantikan Nurdin Halid,” kata Rully Nere di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, baru-baru ini. […]

  • Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Polres Madina menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Madina sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan terminal Panyabungan. Dan sejatinya Harlan ditahan pada Serlasa Malam, tetapi karena adanya surat permohonan penangguhan penahanan dari bupati Madina dan dan Plt sekda Madina dan jaminan dari istri tersangka mengakibatkan polisi tak jadi menahan Harlan. Lalu bagaiamana […]

  • Harga Kulit Manis Makin Manis

    Harga Kulit Manis Makin Manis

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua minggu terakhir, harga kulit manis di tingkat petani dan pengumpul semakin manis. Harga terkini sudah menyentuh 11.000 rupiah per kg, sebelumnya masih Rp. 9.000. Trend kenaikan ini dipicu oleh permintaan eksportir yang terus terus meningkat, seiring kebutuhan kulit manis terus melambung di pasaran internasional. “Harga kulit manis dalam dua […]

expand_less