Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Bedah Visi Wabup Madina untuk Forum Kolaborasi Bisnis dan Keluarga Tangguh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum

 

Satu kalimat yang disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal saat menerima Tim Monitoring PKK Provinsi Sumatera Utara layak mendapat perhatian lebih daripada seremoni yang melatarinya. Ketika ia meminta agar produk-produk lokal hadir dalam setiap rapat pemerintahan dan mendorong percepatan legalitas produk UMKM agar mampu menembus pasar modern, sesungguhnya yang muncul bukan sekadar ajakan membeli produk lokal. Di sana tersimpan embrio sebuah visi pembangunan daerah.

Pertanyaannya, apakah visi itu telah menjadi bagian dari kebijakan yang dirancang secara matang, atau masih sebatas gagasan yang menunggu bentuk? Apakah ia sudah diterjemahkan ke dalam dokumen perencanaan, memperoleh dukungan APBD, memiliki target yang terukur, serta penanggung jawab yang jelas? Ataukah baru sebatas pernyataan yang baik untuk didengar, tetapi belum memiliki konsekuensi administratif?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dimaksudkan untuk meragukan kesungguhan pemerintah. Sebaliknya, ia merupakan bentuk penghormatan terhadap sebuah gagasan yang baik agar tidak berhenti sebagai kutipan berita. Gagasan yang baik layak dikawal hingga menjadi kebijakan yang dapat diukur manfaatnya.

Selama ini pemberdayaan UMKM sering terjebak dalam logika proyek. Ukuran keberhasilan lebih banyak dihitung dari jumlah pelatihan, bantuan alat, bazar, atau kegiatan seremonial yang terlaksana. Padahal, yang dibutuhkan pelaku usaha adalah pasar yang terus bergerak, kemudahan memperoleh legalitas, akses pembiayaan, pendampingan usaha, kemasan yang kompetitif, dan jaringan distribusi yang mampu membawa produk lokal keluar dari batas-batas daerah.

Karena itu, jika pemerintah benar-benar ingin menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri, maka keberpihakan tersebut harus hadir dalam sistem. Belanja pemerintah perlu memberi ruang yang lebih besar kepada produk UMKM lokal. Pengadaan konsumsi rapat, paket cendera mata resmi, kegiatan pemerintahan, hingga promosi daerah dapat menjadi bagian dari strategi membangun pasar domestik bagi pelaku usaha lokal.

Namun, isu ini sesungguhnya jauh lebih besar daripada sekadar bisnis.

Produk lokal yang berkembang berarti usaha keluarga bertumbuh. Usaha keluarga yang bertumbuh akan memperkuat pendapatan rumah tangga. Pendapatan yang lebih baik memberi peluang lebih besar bagi keluarga memenuhi kebutuhan pendidikan anak, kesehatan, gizi, dan kualitas pengasuhan. Memang, keharmonisan keluarga tidak semata-mata ditentukan oleh faktor ekonomi. Akan tetapi, ketahanan ekonomi merupakan salah satu fondasi penting yang membantu keluarga menghadapi tekanan hidup.

Di sinilah pembangunan ekonomi bertemu dengan pembangunan keluarga.

Ironisnya, kedua isu tersebut sering berjalan sendiri-sendiri. Program UMKM berada di meja dinas ekonomi. Program ketahanan keluarga berada di PKK atau perangkat lain yang mengurus pemberdayaan masyarakat. Program pengentasan kemiskinan memiliki jalurnya sendiri. Padahal semuanya berbicara tentang subjek yang sama, yakni keluarga.

Karena itu, Mandailing Natal membutuhkan lebih dari sekadar program. Daerah ini membutuhkan sebuah ekosistem kolaborasi.

Sudah saatnya pemerintah daerah menginisiasi sebuah Forum Kolaborasi Bisnis dan Keluarga Tangguh yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, perbankan, perguruan tinggi, media, organisasi masyarakat sipil seperti Gerep Institute dan Madina Kreatif, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Forum tersebut bukan dimaksudkan sebagai ruang seremonial, melainkan tempat meninjau secara terbuka kondisi UMKM Mandailing Natal, memetakan hambatan, mengukur efektivitas program yang sudah berjalan, menyelaraskan kebijakan lintas sektor, serta merumuskan agenda bersama yang didukung regulasi, anggaran, dan komitmen semua pihak.

Yang dibutuhkan bukan sekadar kritik terhadap “mental proyek”, melainkan keberanian mengubah orientasi pembangunan. Dari mengejar terserapnya anggaran menuju tercapainya dampak. Dari banyaknya kegiatan menuju bertambahnya keluarga yang mandiri. Dari keberhasilan administratif menuju keberhasilan sosial dan ekonomi.

Apabila gagasan yang disampaikan Wakil Bupati benar-benar dikembangkan menjadi kebijakan yang terencana dan kolaboratif, maka ia dapat menjadi salah satu pijakan penting bagi pembangunan Mandailing Natal. Bukan semata karena produk lokal mendapat tempat di meja-meja rapat pemerintahan, melainkan karena dari meja-meja itulah lahir kebijakan yang mampu menguatkan ekonomi keluarga, memperluas kesempatan berusaha, dan pada akhirnya membangun masyarakat yang lebih tangguh.

Sebuah visi akan dikenang bukan karena pernah diucapkan, melainkan karena berhasil diwujudkan. Dan setiap visi yang baik akan selalu membutuhkan ruang dialog, keberanian berkolaborasi, serta kesediaan semua pihak untuk mengawalnya bersama. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) –  Penduduk Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur masih takut ke kebun pasca bentrokan dengan warga Pardomuan. Meski Polres Mandailing Natal sudah menempatkan personilnya siang malam di Desa Rantonatas, tetapi hingga Kamis (18/2) ketakutan berada di kebun masih mendominasi penduduk. Warga Desa Rantonatas bentrok dengan warga Desa Pardomuan pada Jum’at (12/2) lalu menyebabkan […]

  • Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Busyro MUqoddas mengklaim pihaknya menyita Rp6,2 triliun dari tindak pidana korupsi. “Uang sebanyak itu cukup jika digunakan untuk membangun 91.000 rumah sederhana bagi warga miskin,” katanya di Yogyakarta kemarin. Menurut dia, berdasarkan data KPK ada beberapa bidang yang rawan tindak pidana korupsi, di antaranya minyak dan gas, pendidikan, […]

  • Pengusaha di By Pass Tak Punya SITU

    Pengusaha di By Pass Tak Punya SITU

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Pemko Psp mengimbau dan meminta pengusaha di sepanjang jalan baru Jalan By Pass di Kecamatan Psp Batunadua dan Psp Tenggara untuk mengurus surat tempat izin usaha (SITU). Imbauan ini adalah keharusan agar seluruh pedagang ditata. Sekretaris Daerah (Sekda) Psp, Sarmadan Hasibuan SH MM kepada METRO, Jumat (10/2) menuturkan, untuk penataan usaha tenda biru di […]

  • MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay   PENDAHULUAN Pertambangan emas rakyat merupakan aktivitas ekonomi yang telah berlangsung lama di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah pedalaman dan kawasan pegunungan yang memiliki potensi mineral tinggi. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini menjadi sumber penghidupan utama karena terbatasnya kesempatan kerja di sektor formal. Namun dalam perkembangannya, sebagian besar aktivitas pertambangan […]

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Rapat dengan Wapres, Atika: Kehadiran Perempuan di Masa Mendatang Harus Lebih Banyak

    Rapat dengan Wapres, Atika: Kehadiran Perempuan di Masa Mendatang Harus Lebih Banyak

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi mengikuti rapat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik bersama Wakil Presiden KH. Ma’aruf Amin, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmaydi, Forkopimdasu, dan kepala daerah se-Sumatera Utara di Medan, Rabu (17/11). Mewakili Pemkab Madina, Atika menyampaikan isi rapat ini sesuai dengan program Pemkab Madina yang […]

expand_less