Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Biaya Pembuatan KTP di Madina Mancapai Rp50.000

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasa keberatan. Pasalnya, biaya pembuatan Kartu Keluarga (KK) disebut mencapai Rp20.000 dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Rp50.000.

Mahalnya biaya pembuatan KK dan KTP tersebut terungkap saat puluhan massa tergabung dalam Barisan Muda Mandailing Natal (Madina) terdiri dari PC PMII Madina, Madina Institute, Pantai Barat Mandailing Foundation, PMP Madina, IMA Nabana, AMK Madina, GMPI Madina dan GM KAMUS Madina, berunjukrasa ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Madina, Selasa (08/02/2011).

Dalam orasinya, pengunjukrasa membeberkan dugaan pungutan liar yang terjadi Dinas Kependudukan. Disebutkan, sesuai Perda Madina Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Dokumen Kependudukan dan Akta Catatan Sipil, tarif Kartu Keluarga (KK) untuk WNI Rp3.750 dan WNA Rp15.000, tarif Kartu Tanda Penduduk (KTP) WNI Rp12.500 dan WNA Rp25.000.

Namun berdasarkan temuan di lapangan, biaya pembuatan KK mencapai Rp20.000 dan KTP Rp50.000, sehingga hal tersebut memberatkan masyarakat Madina dan tidak sesuai dengan Perda 2/2010. Bukan itu saja, dalam orasinya pengunjukrasa juga membeberkan tentang indikasi dugaan korupsi di Dinas Kependudukan yang akan mereka ungkap.

Terkait hal itu, massa Barisan Muda Madina meminta pertanggungjawaban tentang adanya dugaan pungutan liar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta meminta Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara secepatnya menuntaskan dugaan korupsi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Apabila dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kasus ini tidak bisa diselesaikan, maka Barisan Muda Madina akan menggiring kasus ini lewat jalur hukum. Terakhir, dalam pernyataan sikapnya Barisan Muda Madina meminta agar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil segera dicopot dari jabatannya.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Madina Ahmad Daulay yang menerima pengunjukrasa berjanji akan menyampaikan tuntutan pengunjukrasa kepada Kepala Dinas. Namun semenjak menjabat Sekretaris Dinas Kependudukan, Ahmad mengaku tidak pernah mengetahui terjadinya pungli seperti yang disampaikan Barisan Muda Madina.

Setelah berunjukrasa di Kantor Dinas Kependudukan, massa Barisan Muda Madina melanjutkan aksi mereka ke Kantor Dinas Pariwisata. Namun pengunjukrasa kecewa karena Kantor Dinas Pariwisata sudah tutup sehingga tidak satu pun pegawai yang bisa ditemui di kantor tersebut. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cairkan Tunjangan Profesi Guru!

    Cairkan Tunjangan Profesi Guru!

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Keresahan kalangan guru di Kabupaten Tapanuli Selatan atas belum direalisasikan Tunjangan Profesi dan Tambahan Penghasilan Guru PNSD Tahun Anggaran 2010 memperoleh perhatian dari DPRD setempat. Anggota DPRD Ikbal Halid Siregar kepada wartawan di Padangsidimpuan, Kamis (30/12/2010), meminta pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pencairan dana tersebut. “Tunjangan profesi dan tambahan penghasilan itu adalah wujud perhatian […]

  • Aturan Syariat Terhadap Perempuan Kembali Dipropogandakan Negatif!

    Aturan Syariat Terhadap Perempuan Kembali Dipropogandakan Negatif!

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Semenjak Taliban menguasai Afganistan, isu miring terhadap perempuan dan syariat kembali dihembuskan. Siapa lagi kalau bukan sekelompok pemikir liberal yang mengatasnamakn perjuangan hak-hak perempuan. Merekalah kaum feminis yang diracuni pemikirannya jauh dari nilai-nilai Islam dan mendewakan budaya kebebasan Barat liberal. Implementasi sebagian syariat Islam bagi kaum perempuan […]

  • Tunggu Pengumuman, Honorer K2 Diimbau Tetap Tenang

    Tunggu Pengumuman, Honorer K2 Diimbau Tetap Tenang

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Forum Honorer Indonesia (FHI) mengimbau agar seluruh tenaga honorer kategori dua (K2) bersikap tenang dalam menunggu pengumuman kelulusan, yang hingga Rabu (5/2) petang ini belum juga dipublikasikan.  Seluruh honorer diminta menciptakan suasana yang baik, nyaman, dan aman. “FHI mengimbau dan mengajak kepada seluruh tenaga honorer untuk dapat menahan diri dan bijak menerima hasil […]

  • Aspidsus Kejatisu: Lebih dari Bupati pun akan Kita Proses

    Aspidsus Kejatisu: Lebih dari Bupati pun akan Kita Proses

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kejati Sumut telah menetapkan Kadis Perkim Madina inisial RL, Pejabat PPK Perkim Madina insial ED dan KAR sebagai tersangka kasus korupsi Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu, Madina, Jumat (19/7/2019). Namun, tak berhenti hanya disitu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut Irwan Sinuraya menegaskan bila nantinya Bupati Madina Dahlan […]

  • IMAMI Indonesia Kunjungi Paya Bulan

    IMAMI Indonesia Kunjungi Paya Bulan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ikatan Masyarakat Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI), Selasa, 02 Desember 2014  mengunjungi tempat wisata Payabulan, Desa Maga Lombang, Kec.Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal. Selain menikmati indahnya alam pegunungan rombongan ini juga sempat mengabadikannya dalam foto bersama.(hol)

  • Bertahun Tak Diperhatikan, Jalan di Panyabungan Selatan Hancur

    Bertahun Tak Diperhatikan, Jalan di Panyabungan Selatan Hancur

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Jalur jalan di kawasan Panyabungan Selatan kian memprihatinkan.Badan jalan dipenuhi krikil tajam karean aspalnya sudah habis. Namun Pemkab Mandailing Natal tenang saja. Akibatnya, bertahun-tahun warga Desa Aek Ngali,Lumban Dolok,Roburan Lombang dan Roburan Dolok menderita dan resah karena kerusakan jalan yang semakin hari kian parah. Najamuddin SH, warga  Desa Lumban Dolok […]

expand_less