Selasa, 14 Apr 2026
light_mode

Tanggapan MPC Pemuda Pancasila Terkait Kasus Pemukulan Wartawan

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
  • print Cetak

Ketua MPC Pemuda Pancasila Madina Akhmad Arjun Nasution (Tengah)/R.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya angkat bicara dan memberi tanggapan terkait kasus pemukulan terhadap salah satu wartawan yang terjadi pada Jumat (4/3) pekan lalu.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Akhmad Arjun Nasution mengatakan pihaknya sejak awal proaktif dan kooperatif dalam penanganan kasus tersebut.

“Kita juga terus menjalin komunikasi intensif dengan aparat penegak hukum,” katanya yang dihubungi Mandailing Online di Panyabungan, Senin (7/3) siang.

Penasehat Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Madina ini menerangkan, pasca kejadian Dan Koti Sapruddin Lubis, Sekjend Zainal Arifin Simbolon, dan beberapa kader diterjunkan untuk mencari pelaku yang diduga anggota Pemuda Pancasila.

“Mereka terus beroperasi di Wilayah Tapsel, Sidimpuan, Palas dan Paluta bahkan sampai ke Bagan Batu untuk ikut bekerja sama dengan aparat,” tegas Mantan Anggota DPRD ini didampingi Ketua Bid Organisasi dan Keanggotaan Al Hasan Nasution, S.Pd dan Ketua Bid Politik, Hukum dan HAM Nanda Nasution, SH.

Akhmad Arjun menjelaskan, pihaknya akan tetap menghormati proses hukum yang berlaku dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini untuk ditangani secara profesional dan transparan oleh aparat penegak hukum.

“Kita mengapresiasi dan turut mendukung penegakan supremasi hukum atas kejadian ini. Kita akan terus mensupport dan bekerja sama dengan aparat dalam menangani kasus hukum ini,” jelas Arjun.

Ketua PP Madina ini mengimbau kepada seluruh kader untuk tetap tenang dan menahan diri dan menjaga situasi agar tetap sejuk dan kondusif.

Arjun meminta seluruh pihak melihat kasus ini secara objektif sehingga tidak menimbulkan kegaduhan baru.

“Kita meminta seluruh pihak untuk tidak berasumsi liar dan beropini secara subjektif tanpa data dan fakta yang akurat. Mari kita serahkan sepenuhnya kepada aparat hukum untuk penanganan kasus hukum ini,” tegas Arjun

Arjun menambahkan, persoalan ini murni tindakan spontanitas dan tidak memiliki hubungan sebab-akibat sehingga terjadi pemukulan.

“Jadi, kita berharap semua pihak tidak membuat pernyataan yang tendensius, prematur dan beropini bebas apalagi mengkaitkan hal ini dengan keterlibatan ormas tertentu,” harapnya.

“Apalagi menuduh tanpa bukti sebagai orang suruhan dari pimpinan ormas (untuk melakukan pemukulan) atau ada konspirasi kotor yang ingin membenturkan ormas dengan pers,” tutupnya.

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) –  Persoalan infrastruktur jalan dan air bersih menjadi poin paling penting bagi  masyarakat 3 desa di Batang Natal, Mandailing Natal (madina), yakni Desa Desa Aek Holbung, Lubuk Bondar dan Hadangkahan. Aspirasi ini tercuat dalam satu kegiatan reses anggota DPRD Madina Yasir Nasution, beberapa waktu yang lalu. Reses ini dihadiri  oleh ratusan […]

  • Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Sarina br Sianipar alias Omek (47), istri mantan Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Pematangsiantar, almarhum Dohar Sidabutar, ditangkap Sat Narkoba Polres setempat, Selasa malam 10 Mei 201, saat menggelar pesta sabu-sabu di rumahnya Jalan Narumonda bawah, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur. Selain itu, juga diamankan lima orang […]

  • Menhut Bikin Pusat Penyelamatan Macan Tutul

    Menhut Bikin Pusat Penyelamatan Macan Tutul

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BOGOR (Mandailing Online) – Kementerian Kehutanan bakal membangun pusat penyelamatan atau Rescue Center yang diperuntukkan untuk Macan Tutul. Pembangunan itu dilakukan menyusul maraknya konflik yang melibatkan macan asli Jawa itu dengan manusia. “Dalam waktu sebulan ke depan, saya kira sudah ada kejelasan lokasi pembangunannya. Yang jelas, lokasinya harus dekat dengan habitat asli (macan tutul),” kata […]

  • Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS

    Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEKANBARU  – Pada 5 Februari 2014, Panitia Pusat akan mengumumkan kelulusan hasil seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori dua (K2). Namun, sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Riau belum menentukan sikap untuk tenaga honorer K2 yang nantinya tidak lulus alias gagal menjadi CPNS. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Surya Maulana kepada Riau […]

  • Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyusul penyerahan rekom dari Partai Hanura, kini jumlah partai politik yang mengusung pasangan Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution bertotal 7 partai politik. Penyerahan dokumen Model B Persetujuan KWK dari Hanura diserahkan langsung oleh pasangan bakal calon bupati Madina/bakal calon wakil bupati Madina Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution dan Ketua […]

  • Hilangnya Kata “Madrasah” dalam Draf RUU Sisdiknas, Ada Apa?

    Hilangnya Kata “Madrasah” dalam Draf RUU Sisdiknas, Ada Apa?

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik   Ada apa? Itulah pertanyaan yang muncul dibenak beberapa kalangan yang telah mengetahui bocoran draf RUU Sisdiknas terbaru presented by Kemendikbudristek. Sebab, ada satu kata penting yang dihilangkan dalam  penyebutan jenjang pendidikan nasional yaitu Madrasah. Tentu saja hal tersebut akan menuai polemik baru dalam dunia pendidikan nasional. […]

expand_less