Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Lagi-lagi KKB Berulah, Kapankah Papua Aman?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Pegiat Literasi

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan (nakes) korban kekerasan yang dilakukan KKB (kelompok kriminal bersenjata) di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin lalu, saat ini sedang menjalani pemulihan trauma dan pengobatan. (19/7).

Pelayanan kesehatan dihentikan, seraya menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan yang bertugas. Namun hingga saat ini belum ada balasan dari pihak pemerintah untuk jaminan keamanan di sana.

Serangan terhadap nakes seharusnya menampar pemerintah untuk bertindak tegas dalam memberantas kelompok separatis ini. Negara ini bisa mandiri – lepas dari intervensi internasional dalam membuat kebijakan terkait itu.

Karena serangan ini merupakan isyarat bahwa kelompok ini benar-benar mengancam keselamatan rakyat. Mengganggu aktifitas- aktifitas vital masyarakat dan merusak persatuan serta mengancam kedaulatan. Maka butuh penyelesaian tepat dan cepat.

Kekerasan separatis yang dilakukan KKB sudah nyata di depan mata, bukan dugaan atau prasangka buruk semata. Oleh karenanya, pemerintah harus bertindak secepat mungkin sebelum kondisi semakin buruk dan mereka semakin bringas dan brutal. Sudah lebih 12 kejahatan yang mereka lakukan, seolah tidak ada rasa takut untuk berbuat kejam seperti itu. Bahkan di beberapa media sosial banyak video yang beredar menunjukkan bagaimana aktifitas mereka dan rancangan kejahatan mereka disebarkan bebas.

Namun kita melihat bahwa negara sepertinya maju mundur untuk menyelesaikan kelompok saparatis ini. Belum ada tindakan konkrit dan tegas untuk menumpasnya. Padahal sudah jelas meresahkan dan mengancam nyawa masyarakat. Desakan dari berbagai pihak pun sudah berdatangan karena merasa iba dan geram dengan kondisi di sana. Namun lagi-lagi seolah pemerintah kehilangan taringnya.

Berbeda dengan Islam dalam menumpas kejahatan. Islam mewajibkan negara menjamin keselamatan rakyat dan memberantas tuntas setiap tindakan separatisme. Sistem Islam juga menghasilkan tata kehidupan yang menutup munculnya benih disintegrasi. Agar tidak ada kecemburuan sosial yang menjangkit masyarakat.

Sejatinya, dalam sistem kapitalistik hari ini menyebabkab pintu disintegrasi separatisme terbuka lebar. Mulai dengan bermacam ketidakadilan yang dihadapi masyarakat Papua, sistem ekonomi yang timpang jauh dari pemerataan pun mereka rasakan.

Juga karena masuknya asing melalui media-NGO. Memprovokasi rasa kecewa publik terhadap pemerintah dan mengarahkan menjadi gerakan separatisme. Dengan alasan Papua kaya tapi rakyatnya menderita.

Dalam Islam tidak ada pilih kasih dalam hal periayahan (pengurusan) terhadap rakyat di wilayah mana pun berada. Kebutuhan primer akan terpenuhi dengan jaminan yang  telah ditetapkan oleh hukum syara‘, bahkan kebutuhan sekunder juga akan diupayakan untuk dipenuhi oleh negara, baik muslim ataupun non muslim yang menjadi warga negara khilafah. Semua akan bisa terlaksanan karena negara akan mengelola SDA secara mandiri dan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan asing.

Sudah pantas bagi pemerintah untuk melirik dan mempertimbangkan tawaran solusi dari Islam untuk negeri ini. Masyarakat sudah bosan hidup dalam keterpurukan dan keresahan yang tak kunjung menghilang. Yakinlah, dengan Islam hidup akan berkah dan sejahtera. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Perangkat Desa Hutaraja Tak Terima Siltap. Dinas PMD Madina Panggil Kades Rahmad Parmonangan

    Terkait Perangkat Desa Hutaraja Tak Terima Siltap. Dinas PMD Madina Panggil Kades Rahmad Parmonangan

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Terkait dugaan kuat Kepala Desa Hutaraja di Panyabungan Selatan, Madina yang tidak memberikan penghasilan tetap ( siltap ) bagi perangkat desa, BPD, bilal mayit, dan guru MDA. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Madina akhirnya memanggil Parmonangan Nasution ( Kades ) dan BPD Desa. Pemanggilan Kades Hutaraja dan BPD […]

  • Perkiraan Perolehan Kursi di Dapil III

    Perkiraan Perolehan Kursi di Dapil III

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar penelusuran Mandailing Online di beberapa posko partai politik, Minggu hingga Senin (13-14/4/2014) perkiraan sementara perolehan kursi legislatif DPRD Mandailing Natal (Madina) untuk Dapil III (Daerah Pemilihan III) sebanyak 8 parpol memperoeh rata-rata 1 kursi. Dapil III Meliputi Kecamatan Panyabungan Selatan, Lembah Sorik Marapi, Batang Natal, Ranto Baek dan Kecamatan Lingga […]

  • Uang Tak Punya, Yusriani Penderita Kista Ganas Butuh Dermawan

    Uang Tak Punya, Yusriani Penderita Kista Ganas Butuh Dermawan

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Uang tak ada, kehidupan sangat miskin, penyebab Yusriani Nasution tak mampu lagi ke rumah sakit mengoperasi kista ovarimun di rahimnya. Itu yang dialami Yusriani Nasution (32), warga Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Ibu rumah tangga yang memilili dua anak ini telah 5 tahun mengidap kista folikel di rahimnya, […]

  • Awan Tebal, Hati-Hati Melintas di Aek Latong!

    Awan Tebal, Hati-Hati Melintas di Aek Latong!

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Pengguna jalan yang melintas di Jalinsum Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, diimbau agar lebih waspada. Sebab, kondisi jalan yang berada di kawasan pegunungan ini diselimuti awan tebal. Pantauan METRO Senin (16/1), jarak pandang hanya sekitar 5 hingga 10 meter ke depan. Disamping itu, badan jalan juga dalam keadaan basah, sehingga kondisi ini tentunya […]

  • Tunjangan Sertifikasi Dipotong

    Tunjangan Sertifikasi Dipotong

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kabar bahwa terjadi pemotongan tunjangan sertifikasi guru tampaknya bukan isapan jempol belaka. Hal tersebut bisa dilihat dari data yang dihimpun wartawan dari beberapa guru yang tak mau disebutkan namanya. Beberapa guru dari seribuan guru di Kabupaten Mandailing Natal yang menerima tunjangan sertifikasi, menyatakan tunjangan sertifikasi mereka kembali dipotong sebesar Rp 100 ribu per orang […]

  • Pergantian Kepsek MAN Kase Raorao Salah Fatal

    Pergantian Kepsek MAN Kase Raorao Salah Fatal

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Pemerhati Pendidikan Batang Natal, Marahalim Nasution menilai keputusan Kanwil Kemenag Sumut mengganti kepala sekolah MAN Kase Raorao merupakan kesalahan fatal. Itu dikatakan Marahalim, Kamis (30/6/2016) terkait penempatan kepala sekolah yang baru di MAN Kase Raorao, Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal menggantikan H. Irfansyah, SPd, MA. “Saya katakan bahwa keputusan Kanwil […]

expand_less