Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Irigasi Sering Rusak, Belasan Petani Gagal Panen

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
  • print Cetak
Rumpun padi di Desa Muara Siambak sedikit menghasilkan bulir akibat kerusakan irigasi

Rumpun padi di Desa Muara Siambak sedikit menghasilkan bulir akibat kerusakan irigasi

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Irigasi sering rusak, belasan petani di Desa Muara Siambak, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal gagal panen.

tepatnya di desa Muara Siambak dan Muara Pungkut Kab. Mandailing Natal gagal Panen. Kondisi ini tentunya membuat petani pasrah di tengah himpitan ekonomi saat ini.

Informasi yang di himpun dari sejumlah petani, irigasi bondar Bariba Tamiang  yang berhulu di Kelurahan Tamiang sejak mulai masa tanam selalu rusak dihantam arus sungai Batang Gadis jika meluap.

“Irigasinya rusak, bayangkan saja sejak padi ini ditanam tiga bulan lalu, baru satu kali dapat air, setelah itu tidak pernah lagi,” ungkap Husin Lubis seorang oetani di Desa Muara Siambak, kemarin.

Akibatnya kondisi padi tidak dapat berkembang. Tinggi tanaman padi hanya sekitar 30 cm, sedangkan bulir padi tidak ada yang muncul. Padahal, biaya yang dikeluarkan para petani untuk membantu perbaikan irigasi dengan cara gotong royong mencapai Rp. 600 ribu per petani. Namun kerusakan hulu irigasi selalu terjadi jika Batang Gadis meluap.

“Kalau irigasi ini bagus, biasanya pendapatan kami mencapi 70 kaleng setiap panen. Namun panen kali ini pendapatannya hanya 5 kaleng (1 kaleng setara dengan sekitar 12 Kg gabah). Jadi ini murni gagal panen akibat ketiadaan air”, ujarnya.

Hasil panen 5 kaleng ini tentunya tidak mampu lagi menutupi biaya perbaikan irigasi yang telah dikeluarkan. Konon pula menutubi biaya produksi sawah, untuk kebutuhan rumah tangga pun tak terharapkan. Belum lagi untuk biaya sewa tanah areal persawahan kepada si pemilik.

“Padahal, panen ini satu-satunya harapan kita untuk stok belanja satu panen kedepan dan untuk biaya menyekolah anak-anak,”tambah Husin.

Hal yang sama juga dialami petani Asrul Sani Lubis. Diungkapkannya, hasil panennya biasanya mencapai 200 kaleng, tetapi di panen ini hanya 10 kaleng.

“Iya, dapatnya cuma 10 kaleng, berarti hilang 90 kaleng. Kami hanya bisa pasrah, habis bagai mana lagi, irigasinya rusak terus saat musim tanam tiba. Perbaikan telah dicoba beberapa kali, namun selalu rusak dihantam banjir,” ucapnya.

Sejauh ini tak diketahui secara pasti luas areal persawahan yang gagal panen. Hanya saja berdasar catatan, terjumlah sekitar 15 petani yang mengalaminya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP Gabema Madina Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PP Gabema Madina Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution mengatakan, sebetulnya banyak sekali dampak negatif dari kehadiran geothermal, diantaranya pengeboran sumur geothermal menghasilkan berbagai macam limbah. Hal itu disampaikan Agussalam di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (25/03/2011). Dijelaskannya, dalam eksplorasi geothermal jumlah limbah […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” […]

  • DCS Dapil 3 Hanura Madina

    DCS Dapil 3 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 Hanura Madina.

  • KPK Tahan Gubernur Sumut Syamsul Arifin

    KPK Tahan Gubernur Sumut Syamsul Arifin

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Syamsul Arifin. Syamsul ditahan sebagai tersangka korupsi kasus penyalahgunaan APBD Langkat tahun 2000-2007. Pantauan detikcom, Syamsul keluar dari Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/10/2010) pukul 20.50 WIB. Dia langsung masuk ke mobil Kijang kapsul silver bernopol B 2040 […]

  • Bulu Payung Belum ada Listrik

    Bulu Payung Belum ada Listrik

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jaringan Melintas di Atas Rumah SIPIROK-Sangat ironis. Sejak Indonesia merdeka sampai saat ini, warga Dusun Bulu Payung, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel belum menikmati listrik PLN. Padahal jaringan listrik PLN melintas di atas dan pekarangan rumah warga. Tidak itu saja yang membuat miris, permukiman 17 Kepala Keluarga (KK) di dusun ini juga sebenarnya […]

  • Dahlan Iskan Turun Tangan Atasi Krisis Listrik di Sumut

    Dahlan Iskan Turun Tangan Atasi Krisis Listrik di Sumut

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah menginstruksikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menanggani krisis pasokan listrik di Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya. Menurutnya, masalah listrik di Sumut sudah darurat sehingga perlu penanganan yang serius. “Saya sudah perintahkan PLN untuk membuat langkah darurat yang selama ini PLN enggak berani mengambil langkah […]

expand_less