Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode

Pengemis Marak di Psp

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
  • print Cetak

SIDIMPUAN – Saat ini para pengemis di wilayah Kota Psp semakin bertambah banyak. Ironisnya modus yang dilakukan mereka ialah dengan membawa anak di bawah umur untuk melakukan pekerjaan meminta-minta itu, sehingga banyak orang yang merasa keberatan dengan keberadaan mereka.

Hampir sepanjang Jalan Protokol di wilayah Kota Psp ada terdapat pengemis yang sedang berjalan yang dipandu oleh anak di bawah umur, mulai dari Pasar Padang Matinggi- hingga Pasar Sadabuan ada ditemukan pengemis. Namun titik yang paling banyak ialah di sekitar pusat pasar tradisional Sangkumpal Bonang Kota Psp.

Di pusat perbelanjaan tersebut pengemis yang berjalan kaki dengan dipandu oleh anak di bawah umur sangat banyak terdapat, bahkan mereka (pengemis) tidak jarang saling berpapasan dengan pengemis lainnya. Setiap orang yang sedang santai akan didekati oleh pengemis tersebut.

Assalamualaikum pak,“ ujar salah seorang pengemis saat menghampiri seseorang. “Mohon maaf ya dek,” ujar salah seorang yang menolak pengemis tersebut pada saat dihampiri pengemis di lorong-lorong antara Pasar Sangkumpal Bonang dengan Plaza ATC.

Selanjutnya, para pengemis tersebut terus berkeliaran hingga melalui pedagang kaki lima yang ada di belakang Pasar Sangkumpal Bonang atau di Jalan Thamrin. Seperti  biasa pengemis itu akan mengucapkan salam kepada orang yang akan dihampirinya dan anak yang memandunya akan menadahkan tangannya.

“Assalamualaikum bang, mohon bantuannya bang,” ujar salah seorang pengemis kepada orang yang ditemuainya.

Muhajir (23) salah seorang warga yang berikhlas hati memberikan sedikit rezekinya kepada pengemis tersebut mengatakan, walau hanya sedikit, akan tetapi masih bisa disisihkan untuk mereka orang-orang yang sangat membutuhkannya. Ia menyampaikan, keberadaan pengemis yang semakin bertambah banyak tentu sudah menjadi perhatian publik.

Akan tetapi sisi yang dinilai disini ialah para pengemis tersebut tidak pernah memaksa orang. Oleh sebab itu yang perlu ditekankan disini ialah keikhlasan seseorang dalam menyisihkan rezekinya kepada pengemis tersebut.

“Saya tidak terlalu keberatan dengan kondisi pengemis tersebut, sebab tergantung kita itu semua. Kalau kita tidak mau ngasih uang tidak apa-apa kan. Mereka (pengemis) itu kan tidak merasa keberatan jika orang yang dihampirinya tidak ingin memberi uang, dan disini sisi keikhlasan kitalah yang paling penting,” ungkapnya.

Sedangkan Syahrul (22) mengatakan, ia tidak memberikan uang kepada pengemis tersebut dikarenakan terlalu banyak yang berdatangan dan berbeda-beda orangnya.

“Banyak kali orangnya, dan selalu membawa anak kecil. Perlu juga diperhatikan ini, entah darimana asal para pengemis yang berkeliaran di Kota Psp ini,” ujarnya. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Drainase Jalinsum Panyabungan Diperbaiki

    Drainase Jalinsum Panyabungan Diperbaiki

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Jalan nasional di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Madina tepatnya di depan SPBU kerap banjir. Salahsatu penyebabnya adalah, kurangnya kesadaran dari masyarakat dan pemerintah dalam membersihkan drainase. Untuk menghindari terjadinya banjir, Wakil Bupati (Wabup) Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution bersama Camat Panyabungan, Sahnan Batubara, Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), […]

  • Tak Punya Alat, Bawaslu Madina Belum Tertipkan Peraga Kampanye Dipasang di Billboard

    Tak Punya Alat, Bawaslu Madina Belum Tertipkan Peraga Kampanye Dipasang di Billboard

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN,( Mandailing Online )- Serentak dilaksanakan di Mandailing Natal, Baliho berbau kampanye mulai ditertipkan Bawaslu Mandailing Natal ( Madina ), namun ada sejumlah alat peraga kampanye yang tak disentuh seperti Billboard dengan alasan kurangnya fasilitas sehingga tidak bisa di tertipkan. “Beberapa Billboard tadi belum bisa kita turunkan, karena keterbatasan alat. Untuk itu kami akan berkoordinasi […]

  • 8 Korban Meninggal di Tambang Huta Bargot Sudah Dievakuasi

    8 Korban Meninggal di Tambang Huta Bargot Sudah Dievakuasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah korban meninggal dunia di lobang tambang emas Huta Bargot yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 8 orang. Sejauh ini belum diketahui apakah masih ada yang tertinggal atau hanya total 8 orang. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal (Madina) sejauh ini juga belum diketahui apakah sudah terjun ke lokasi atau […]

  • Minggu Pembuka JiFFest 2013, SUKSES!

    Minggu Pembuka JiFFest 2013, SUKSES!

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah absen selama dua tahun, JiFFest (Jakarta International Film Festival) kembali di gelar di bulan November 2013. Pemutaran film yang dimulai akhir pekan lalu berlangsung dengan sangat sukses. JiFFest 2013 menghadirkan dua program highlights, Pop Up Festival dan Retrospective Bong Joon Ho yang diadakan dari hari Jumat (15/11) sampai dengan Minggu (17/11). Tiga film Indonesia […]

  • Pencucian uang Bupati Tobasa diselidiki

    Pencucian uang Bupati Tobasa diselidiki

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pihak Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal khusus (Dit Reskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus menyelidiki tindakan pidana pencucian uang (TPPU), dugaan hasil korupsi pelepasan lahan proyek pembangunan PLTA Asahan III di Dusun Batumamak, Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Diduga yang  dilakukan Bupati Tobasa, Pandapotan Kasmin […]

  • Berantas Judi di Paluta!

    Berantas Judi di Paluta!

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA- Sedikitnya 30 mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Padang Lawas Utara (GMMPP) melakukan aksi di Kantor DPRD Paluta, Senin (6/2) siang. Dalam aksinya mereka menuntut DPRD Paluta, menginstruksikan Polsek Padang Bolak agar menyelesaikan atau memberantas perjudian, minum-minuman keras serta meminta DPRD Paluta meningkatkan kerjanya sebagai fungsi pengawasan terhadap seluruh kebijakan eksekutif di Paluta. Amatan METRO, […]

expand_less