Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Pengemis Marak di Psp

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
  • print Cetak

SIDIMPUAN – Saat ini para pengemis di wilayah Kota Psp semakin bertambah banyak. Ironisnya modus yang dilakukan mereka ialah dengan membawa anak di bawah umur untuk melakukan pekerjaan meminta-minta itu, sehingga banyak orang yang merasa keberatan dengan keberadaan mereka.

Hampir sepanjang Jalan Protokol di wilayah Kota Psp ada terdapat pengemis yang sedang berjalan yang dipandu oleh anak di bawah umur, mulai dari Pasar Padang Matinggi- hingga Pasar Sadabuan ada ditemukan pengemis. Namun titik yang paling banyak ialah di sekitar pusat pasar tradisional Sangkumpal Bonang Kota Psp.

Di pusat perbelanjaan tersebut pengemis yang berjalan kaki dengan dipandu oleh anak di bawah umur sangat banyak terdapat, bahkan mereka (pengemis) tidak jarang saling berpapasan dengan pengemis lainnya. Setiap orang yang sedang santai akan didekati oleh pengemis tersebut.

Assalamualaikum pak,“ ujar salah seorang pengemis saat menghampiri seseorang. “Mohon maaf ya dek,” ujar salah seorang yang menolak pengemis tersebut pada saat dihampiri pengemis di lorong-lorong antara Pasar Sangkumpal Bonang dengan Plaza ATC.

Selanjutnya, para pengemis tersebut terus berkeliaran hingga melalui pedagang kaki lima yang ada di belakang Pasar Sangkumpal Bonang atau di Jalan Thamrin. Seperti  biasa pengemis itu akan mengucapkan salam kepada orang yang akan dihampirinya dan anak yang memandunya akan menadahkan tangannya.

“Assalamualaikum bang, mohon bantuannya bang,” ujar salah seorang pengemis kepada orang yang ditemuainya.

Muhajir (23) salah seorang warga yang berikhlas hati memberikan sedikit rezekinya kepada pengemis tersebut mengatakan, walau hanya sedikit, akan tetapi masih bisa disisihkan untuk mereka orang-orang yang sangat membutuhkannya. Ia menyampaikan, keberadaan pengemis yang semakin bertambah banyak tentu sudah menjadi perhatian publik.

Akan tetapi sisi yang dinilai disini ialah para pengemis tersebut tidak pernah memaksa orang. Oleh sebab itu yang perlu ditekankan disini ialah keikhlasan seseorang dalam menyisihkan rezekinya kepada pengemis tersebut.

“Saya tidak terlalu keberatan dengan kondisi pengemis tersebut, sebab tergantung kita itu semua. Kalau kita tidak mau ngasih uang tidak apa-apa kan. Mereka (pengemis) itu kan tidak merasa keberatan jika orang yang dihampirinya tidak ingin memberi uang, dan disini sisi keikhlasan kitalah yang paling penting,” ungkapnya.

Sedangkan Syahrul (22) mengatakan, ia tidak memberikan uang kepada pengemis tersebut dikarenakan terlalu banyak yang berdatangan dan berbeda-beda orangnya.

“Banyak kali orangnya, dan selalu membawa anak kecil. Perlu juga diperhatikan ini, entah darimana asal para pengemis yang berkeliaran di Kota Psp ini,” ujarnya. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al Washliyah Madina Peringati Milad ke-91

    Al Washliyah Madina Peringati Milad ke-91

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Al Jam’iyatul Washliyah Madina mengggelar peringatan milad ke-91 organisasi Islam itu di Gedung Dakwah Al Washliyah Madina Jl. Sutan Soripada Mulia No 19, Kelurahan Kayujati, Minggu (5/12). Ketua PR Al Washliyah Madina Drs. H. Amir Hasibuan dalam arahannya menjelaskan, mendekati usia satu abad Al Washliyah harus punya peran penting dalam memberikan […]

  • Kapal Kumala Indah Tenggelam, Baru 5 Orang Ditemukan

    Kapal Kumala Indah Tenggelam, Baru 5 Orang Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Kapal Kumala Indah GT 454 yang membawa muatan 710 ton besi tujuan Kalimantan Barat tenggelam, Selasa (24/3/2015) selepas berangkat dari Pelabuhan Syahbandar Belawan. Sejauh ini gabungan dari Dit Pol Air, Basarnas BPBD dan Tim DVI Polda Sumut baru menemukan 5 dari 14 orang awak kapal. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf […]

  • Mutasi Dadakan di Madina: Jabatan Bergerak, Arah Penguasa Berubah?

    Mutasi Dadakan di Madina: Jabatan Bergerak, Arah Penguasa Berubah?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Di Mandailing Natal, mutasi tidak lagi sekadar rotasi jabatan. Ia telah menjelma menjadi pola konsentrasi kendali — dan kini, bola panas itu tidak bisa lagi berhenti di meja eksekutif. Ia sudah mendarat di meja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mandailing Natal. Dan kali ini, DPRD tidak punya ruang untuk bersikap abu-abu. […]

  • Sumut Dipecah Jadi 4 Provinsi, Ini Dia Wilayahnya

    Sumut Dipecah Jadi 4 Provinsi, Ini Dia Wilayahnya

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Rapat paripurna DPRD Sumut dalam agenda penyampaian pandangan fraksi soal pemekaran tiga Provinsi di Sumatera Utara memang sempat diwarnai perbedaan pendapat. Tujuh dari 10 fraksi menyatakan mendukung pembentukan Protap, Sumtra dan Kepni, Dua fraksi menyatakan menolak memberikan pendapat dan satu fraksi menyatakan tidak keberatan. Tujuh fraksi yang mendukung adalah Fraksi Partai Demokrat, PDI […]

  • 11 Ranperda Terkendala Perencanaan Prolegda

    11 Ranperda Terkendala Perencanaan Prolegda

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penundaan pembahasan 11 Ranperda oleh Badan Legislasi DPRD Mandailing Natal (Madina) tidak melulu berfaktor dana sekretariat DPRD Madina. Beberapa ranperda dari 11 Ranperda itu ada yang sangat krusial sehingga membutuhkan koordinasi mutlak dengan lembaga terkait di Jakarta. Sejatinya perencanaan pengajuan 11 harus dimatangkan sebelum pengesahan APBD 2013 agar tak terbentur anggaran […]

  • Ustadz dari PKS: Ya Tanda-tanda Kiamat Memang itu

    Ustadz dari PKS: Ya Tanda-tanda Kiamat Memang itu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kehebohan tentang suara mirip trompet dari langit di seluruh pelosok dunia seperti di Amerika, Kanada, Jerman, Hungaria, Ceko, Denmark, Swedia, Inggris, Kosta Rika, Ukraina, dan Prancis, ikut dikomentari oleh politikus PKS, Hidayat Nur Wahid. Sosok yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah terdengarnya sangkakala […]

expand_less