Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Kuota LPG Yang Rendah Hingga Permainan Harga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 13 Apr 2017
  • print Cetak

Dua pekerja sedang memindahkan tabung Elpiji 3 kg

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan kuota ditengarai menjadi penyebab seringnya gas Elpiji atau LPG bersubsidi langka di pasaran Mandailing Natal (Madina).

Ketika terjadi kelangkaan, maka kaum ibu rumah tangga bukan saja harusberlari dari warung yang satu ke warung yang lain mencari LPG yang ukuran 3 Kg itu, tetapi juga harus menghadapi harga yang meninggi secara mendadak.

Seperti dilansir Mandailing Online, pekan lalu, harga gas LPJ bersubsidi ukuran 3 Kg mencapai 22.000 rupiah per tabung dari 16.000 rupiah Harga Eceren Tertinggi, itu terjadi ditengah kelangkaan bahan bakar itu.

Persoalan kuota ini bukan saja dialami Madina, tetapi terjadi secara nasional setelah pemerintah menggulirkan kebijakan radikal mengkonversi minyak tanah ke gas.

Berdasar informasi yang diperoleh dari Bagian Perekonomian Madina, hingga kini kuota tabung gas LPG ukuran 3 kg bersubsidi untuk Madina masih sekitar 123.000-an per bulan.

“Sebenarnya itu masih kurang,” kata Kabag Perekonomian Madina,  Herman Gafar Nasution menjawab Mandailing Online, Selasa (11/4/2017) di ruang kerjanya.

Kuota itu hanya mampu memenuhi 1 tabung per kepala keluarga. Padahal normalnya, tiap kepala keluarga itu membutuhkan 2 tabung per bulan. Kepala keluarga yang dimaksud adalah keluarga yang secara ekonomi berada di kategori persyaratan mendapat subsidi, bukan keluarga mampu.

Menurut Herman, Pemkab Madina telah beberapa kali mengajukan penambahan kuota, tetapi hingga kini kuota tak jua bertambah.

“Satu-satunya peluang menghadapi kelangkaan itu adalah ekstra droping,” ujar Herman. Ekstra droping adalah melakukan drop tambahan oleh pihak Pertamina jika terjadi kelangkaan LPG di pasaran. Volume yang di drop juga tak lah banyak, hanya sebanyak satu trip pengiriman.

Menurutnya, kelangkaan bisa terjadi dimungkinkan akibat terjadinya pembelian secara bersamaan dalam waktu bersamaan sehingga berakibat menipisnya stok. Dan kondisi itu terlambat diketahui.

“Sebab, jika terjadi kelangkaan, maka kita langsung meminta dilakukan Ekstra Doping,” ungkapnya.

Herman Gafar Nasution

Di sisi lain, Herman menyatakan, bahwa banyak rumah tangga berkategori mampu dan kaya justru ikut-ikutan membeli gas LPG 3 kg bersubsidi, termasuk unit usaha yang bukan usaha mikro. Sebab, LPG bersubsidi itu diperuntukkan khusus kepada keluarga kurang mampu dan unit usaha mikro.

Bagaimana mencegah agar keluarga mampu dan usana non mikro tak membeli LPG bersubsidi? Ini yang masih menjadi problem pemerintah. Masih sulit mengawasinya, karena penjualan LPG bersubsidi memakai mekanisme pasar.

“Dan pengecer juga tentunya tak mungkin bertanya kepada pembeli “apakah anda keluarga mampu atau bukan”?,” imbuh Herman.

Sejauh ini, Pemkab Madina hanya sebatas menghimbau agar keluarga mampu janganlah membeli LGP bersubsidi, sebab yang bersubsidi itu diperuntukkan bagi keluarga yang kurang mampu.

“Seperti kata Pak Bupati, qolbu. Yakni menggunakan qolbu dan bertanya dalam hati apakah saya keluarga mampu atau bukan. Apakah saya termasuk yang berhak membeli yang bersubsidi atau bukan?,” kata Herman.

 

Permainan Harga

Lalu, mengapa harga meninggi di tengah kelangkaan itu? Apakah itu akibat permainan pihak pengecer? Berdasar penelusuran Mandailing Online, sejauh ini tak ditemukan adanya permainan harga oleh pedagang pengecer. Sebab, pihak pengecer mengaku mereka membeli sekitar 21.000 per tabung sehingga harus menjual 22.000 rupiah.

Jika demikian, maka permainan harga itu bisa jadi dilakukan di tingkat Agen atau pihak Pangkalan. Sebab, hirarki distribusi gas LPG ini hanya 3 tangga setelah lepas dari tangan Pertamina, yakni Agen-Pangkalan-Pengecer.

Apakah permainan harga ini tidak bisa dikendalikan pemerintah? Menurut Herman, memainkan harga di atas HET adalah pelanggaran dan berpotensi pidana. Sebab, tiap tingkatan distribusi sudah ditetapkan margin keuntungan masing-masing.

 

Peliput  : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batang Natal Jadi Lahan Subur Pelaku Tambang Emas Ilegal di Madina

    Batang Natal Jadi Lahan Subur Pelaku Tambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Wilayah  Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menjadi salah satu wilayah terbebas praktek tambang emas ilegal dengan menggunakan alat berat. Setelah kemarenbdi wilayah Sipogu kali ini aktifitas tambang emas ilegal tertangkap camera diwilayah jambur baru tepatnya di simpang simanguntong. Pemodal tambang wilayah ini diduga berinisial AAN Menurut […]

  • Pj Bupati Madina Belum Realisasikan Tunjangan Kenaikan Gaji PNS

    Pj Bupati Madina Belum Realisasikan Tunjangan Kenaikan Gaji PNS

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Bupati Mandailing Natal (Madina), Ir Aspan Sopian Batubara, MM sampai saat ini belum juga merealisasikan pembayaran rapel tunjangan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) yang sempat tertunda selama lima bulan. “Padahal, Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Madina telah disahkan oleh DPRD beneerapa hari yang lalu. Namun tunjangan rapel kenaikan gaji maupun tunjangan […]

  • Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bertemu Gubsu

    Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bertemu Gubsu

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bersilaturrahmi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Silaturrahmi berlangsung Kamis pagi (1/8/2019) di rumah kediaman Edy Rahmayadi itu bernuasa santai, penuh tawa, dan saling bernostalgia. Keduanya tercatat sama-sama Akmil (Akademi Militer) Angkatan 1985. Juga sangat akrab sejak di pendidikan sampai sekarang. Menurut […]

  • Dua Rumah di Kelurahan Wek V Ludes Terbakar

    Dua Rumah di Kelurahan Wek V Ludes Terbakar

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Kebakaran hebat melanda dua unit rumah semi permanen yang dihuni empat kepala keluarga di Lingkungan VII, Kelurahan Wek V, Padangsidimpuan Selatan,  Kamis (16/4) sore kemarin. Api diketahui berasal dari kamar salahseorang penghuni rumah, Ruski (35) yang menderita tunagrahita (keterbelakangan mental). “Api berasal dari kamar Ruski. Dia sudah lari gak tau kemana. Dia ada […]

  • Puluhan Pelamar CPNS Minta Kepastian Jadwal Pengumuman

    Puluhan Pelamar CPNS Minta Kepastian Jadwal Pengumuman

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan Pelamar CPNS Formasi Umum mendatangi kantor Bupati Madina, Senin (10/02). mempertanyakan kapan kepastian pengumuman hasil seleksi CPNS formasi 2013. Juru bicara rombongan, Saiful mengatakan bahwa kedatangan mereka untuk memastikan kapan dan kepada siapa saja mereka seharusnya mempertanyakan hasil seleksi CPNS. “Apa kendala sehingga ada keterlambatan pengumuman CPNS di Madina. Mengapa […]

  • Terbengkalai dan Dijarah, Nasib Bekas RSUD Panyabungan di Ujung Tanduk, BPKAD Lempar Bola ke RSUD

    Terbengkalai dan Dijarah, Nasib Bekas RSUD Panyabungan di Ujung Tanduk, BPKAD Lempar Bola ke RSUD

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nasib bangunan bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal kian memprihatinkan. Setelah setahun lebih  kosong dan tak terawat, gedung yang dibangun dengan uang negara itu kini terancam menjadi besi tua, bahkan satu per satu asetnya diduga mulai dijarah. Kepala Bidang Penatausahaan Barang Milik Daerah BPKAD Madina, Armin […]

expand_less