Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Bayi Lahir Cacat Jangan Divonis Akibat Merkuri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
  • print Cetak

Aspuddin Lubis, S.Pd

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelahiran bayi cacat dengan kelainan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali) di Madina jangan divonis akibat merkuri bahan kimia tambang emas.

Bayi asal Desa Aek Garingging, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Senin (18/11) cukup menggemparkan masyarakat hingga ke jejaring media sosial.

Bayi ini masih dalam perawatan dokter spesialis anak di RSUD Panyabungan.

Kelahiran bayi cacat ini pun kini menjadi topik pembahasan yang pro dan kontra, dengan menghubungkan kejadian terkait aktifitas tambang rakyat tanpa izin banyak menyebar di berbagi kecamatan yang ada di Madina.

Ketua Demisioner Ikatan Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (IM3) Aspuddin Lubis, S. Pd, Selasa (19/11) meminta supaya semua elemen masyarakat bijak dalam menyikapi kejadian, dan jangan memberikan komentar yang bisa memunculkan permasalahan yang baru.

Karena kelahiran bayi cacat belum tentu karena dampak tambang rakyat, tapi bisa juga karena faktor ekonomi sehingga asupan gizi bagi ibu mengandung dan anak yang di dalam kandungam tidak memadai.

Intinya, lanjut Aspuddin, kesehatan masyarakat itu dominan dipengaruhi faktor ekonomi kemudian di susul faktor keturunan.

Aspuddin khawatir kejadian bayi lahir cacat ini hanya dijadikan pintu masuk bagi pemerintah untuk menutup sepihak tambang rakyat di Madina yang sudah berjalan lebih 10 tahun.

Artinya kata Aspuddin Lubis, S. Pd, ribuan masyarakat Madina saat ini tidak bisa dipungkiri banyak bergantung menyambung hidup dari hasil bertambang. Meski tambang liar ini penuh resiko, tapi tetap saja mereka pilih karena tuntutan hidup dan minimnya lapangan pekerjaan dari pemerintah yang di perparah dengan harga komoditi kebun masyarakat yang jatuh anjlok di pasaran.

Semua pemangku kepentingan di Madina harus jeli dalam memandang munculnya persoalan bayi lahir cacat ini, karena apa bila salah ambil langkah bisa menimbulkan konflik sosial.

Kemudian juga harus dipahami bahwa praktek tambang tradisional yang populer disebut tambang liar di Madina ini cara kerjanya semua tidak sama.

Diungkapkannya, wilayah Mandailing Julu (Kotanopan, Ulupungkut, Muarasipongi) misalnya melakukan penambangan tradisional dengan cara manggore (mendulang) di sungai.

Di wilayah Pantai Barat ( Batang Natal, Lingga  Bayu, Sinunukan, Ranto Baek, dan Muara Batang Gadis) menggunakan mesin dompeng di pinggiran sungai dan juga lokasi kebun.

Kemudian di wilayah Mandailing Godang ( Hutabargot, dan Naga Juang) ini menggunakan alat mesin bor jenis Jack Hammer dengan kapasitas tinggi karena harus mengebor bebatuan. Di wilayah Mandailing Godang ini sebenarnya aktifitas tambang tradisional yang paling berbahaya karena selain tinggi menggunakan bahan mercury, juga penambang harus melobang perut bumi sepanjang ratusan meter dengan sistim sumur dam jarum.

Karena itu wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot dan Kecamatan Naga Juang telah banyak menelan korban nyawa manusia baik karena keracunan zat asam tanah, dan juga karena tertimbun lobang tambang yang jatuh. Namun meski banyak yang sudah jadi korban, aktifitas tambang tradisional ini tidak bisa di hentikan karena urusan perut masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah (Eksekuif – Legislatif) yang di harapkan tampil di depan untuk mewujudkan tambang rakyat resmi justru tidak berujung sampai saat ini, padahal gagasan mewujudkan tambang rakyat dengan sistim koperasi sudah pernah di gagas sekitar  tahun 2009 -2010 lalu. Namun lagi-lagi program tersebut seakan hilang tidak berbekas.

” Intinya masyarakat juga ingin berusaha dengan nyaman untuk hidup yang lebih layak. Namun masyarakat tidak akan bisa mencapai hal itu tanpa ada keseriusan dari pemerintah. Karena itu kita dari IM3 berharap pemerintah bijaksana dalam hal ini,” ucap Aspuddin Lubis.(dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film “Senandung Willem” Menyingkap Willem Iskander Yang “Hilang”

    Film “Senandung Willem” Menyingkap Willem Iskander Yang “Hilang”

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Wawancara Dengan Sutradara Askolani Nasution Di sela-sela pengambilan gambar film “Senandung Willem” yang diproduksi Tympanum Novem Films bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal, Holik Nasution Mandailing Online menyempatkan wawancara dengan Askolani Nasution, penulis skenario sekaligus sutradara film tersebut, Minggu (16/6/2013). Berikut petikan wawancara tersebut. Apa yang membuat Anda tertarik mengangkat kisah Willem Iskander […]

  • RKLA Resmi Hadir di Madina

    RKLA Resmi Hadir di Madina

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) secara resmi hadir di Mandailing Natal (Madina). Peresmian organisasi yang bergerak di bidang kerukunan umat beragama dan sosial ini langsung dihadiri oleh Ketua Umum Hajjah Bunda Indah. Peresmian yang diselenggarakan di gedung serbaguna Parbangunan, Rabu (2/2) turut dihadiri Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution, Kapolres Reza, […]

  • Puluhan Pegawai PLN Curhat Soal Korupsi

    Puluhan Pegawai PLN Curhat Soal Korupsi

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) baru saja meluncurkan buku anti korupsi berjudul ‘Saatnya Hati Bicara jilid 2’. Buku setebal 342 ini merupakan kelanjutan dari buku dengan judul yang sama yang diluncurkan pada Maret 2013 lalu. Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi kumpulan 59 tulisan pegawai dari berbagai level jabatan tentang pengalamannya dalam menghadapi […]

  • Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun. Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam. Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, […]

  • Dua Lansia Warga Desa Sopo Batu Dapat Vaksin Door to Door Polres Madina

    Dua Lansia Warga Desa Sopo Batu Dapat Vaksin Door to Door Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua warga lanjut usia (Lansia) Desa Sopo Batu mendapat vaksin program door to door dari  Polres Mandailing Natal (Madina) pada Selasa (26/10) kemarin. Hal tersebut disampaikan oleh Pj. Kepala Desa Sopo Batu Usri Lubis kepada Mandailing Online di kantor Camat Panyabungan, Rabu (27/10). Usri menyampaikan pada awalnya ada tiga lansia yang […]

  • Jalan Menuju 3 Desa di Kecamatan Tambangan Kembali Tertimbun Longsor

    Jalan Menuju 3 Desa di Kecamatan Tambangan Kembali Tertimbun Longsor

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Meski beberapa kali Dinas PUPR Mandailing Natal ( Madina) melakukan pembersihan material longsor perbukitan yang menutup badan jalan menuju 3 Desa di Kecamatan Tambangan, namun longsor tetap terjadi. Pagi ini material longsor kembali menimbun badan jalan. Ada tiga desa yang terisolir akibat longsor itu yakni Desa Rao Rao Dolok, Rao […]

expand_less