Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Produk Legislatif Bikin Galau

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Pemuda merupakan generasi penerus masa depan. Arus politik yang berkembang di negeri ini, tentunya tidak luput dari sorotan generasi. Maju atau tidaknya suatu negeri dapat dilihat dari kesadaran politik generasi mudanya.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Sebanyak 25,7 persen anak muda yang menilai para politisi sudah cukup baik mendengarkan aspirasi. “Sikap mereka tidak begitu yakin bahwa politisi mewakili aspirasi masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, (21/3).

Dari hasil survey tersebut menunjukkan anak muda masih galau antara melihat perlunya perubahan politik dan ketidakfahaman terhadap sistem politik alternatif. Namun juga menunjukkan indikasi bahwa semakin banyak pemuda yang melek terhadap politik, tidak hanya disibukkan dengan dunia mereka sendiri, seperti target kejar lulus, karier dan sebagainya.

Mereka menganggap politisi dan partai tidak mampu mengatasi persoalan, namun masih berharap adanya perubahan walau nyatanya sekedar harapan. Banyak produk legislatif yang tidak berpihak pada rakyat semisal UU Omnibus Law, UU Minerba, Perppu Corona, Perppu Ormas, dll. Seperti UU Omnibus Law secara garis besar menguntungkan pengusaha, bukan publik. Atau soal impor garam atau impor beras ketika panen raya. Dan para pemuda melihat itu.

Namun fenomena generasi muda mengenal dan melek politik perlu gambaran dan harapan perubahan yang hakiki, tidak hanya mengandalkan emosi dan semangat semata. Kebangkitan perubahan yang hakiki hanya dapat dibangun dari kesadaran ideologisnya. Dalam surah An Nur ayat 55, Allah SWT menjanjikan empat hal yang saling terkait ke arah perubahan yang hakiki yaitu kekuasaan negara,  penerapan syariah Islam, keamanan, serta kesejahteraan baik dalam bidang materi, ruhiyah, akhlak maupun kemanusiaan. Dengan kata lain semua perubahan itu hanya dapat terwujud dalam bingkai daulah. Wallahu’alam bishawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Kades Rumbio Terancam Diberhentikan

    Pj Kades Rumbio Terancam Diberhentikan

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) jangka dekat akan melakukan tindakan tegas dengan memberi rekomendasi penggantian Pj Kepala Desa Rumbio Borkat Parlagutan Lubis karena dinilai tidak mengindahkan aturan yang ada. Sesuai aturan kata Imam Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD, pihaknya telah melakukan pemanggilan dua kali […]

  • PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (3-selesai)

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (3-selesai)

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Z Pengaduan Lubis 2.4. Kebudayaan Fisik Arsitektur atau seni bina adalah bagian yang penting dari kebudayaan fisik masyarakat Mandailing. Terutama arsitektur atau seni bina bangunan adat berupa istana raja yang dinamakan Sopo Sio Dalam Mangadong atau Bagas Godang dan balai sidang adat yang dinamakan Sopo Sio Rancang Magodang atau Sopo Godang. Kedua bangunan adat […]

  • Bahasa Ibu Dulu, Kini dan Esok

    Bahasa Ibu Dulu, Kini dan Esok

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Oleh : Edi Nasution Terjadinya proses evolusi sehubungan dengan seleksi alam yang menimpa makhluk hidup, kini mungkin terjadi pula pada bahasa manusia. Terlepas dari kontroversi teori evolusi yang dirumuskan oleh Charles Darwin (1809-1882) itu, lalu muncul kekhawatiran karena cukup fakta yang menunjukkan bahwa sejumlah Bahasa Ibu di dunia terancam punah. Kekhawatiran akan punahnya sejumlah Bahasa […]

  • HARGA KEDONDONG MELONJAK

    HARGA KEDONDONG MELONJAK

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua pekan terakhir harga buah kedondong di tingkat petani melonjak luar biasa, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebelumnya 40.000 per karung, kini sudah 125.000 rupiah. Mahmud, salah seorang petani kedondong di Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Minggu (16/6/2013) mengatakan naiknya harga kedondong tersebut membuat petani bergembira. “Naiknya harga […]

  • Benarkah Negara Nyasar di Arse Tapsel?

    Benarkah Negara Nyasar di Arse Tapsel?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epcentrum   Ada bincang-bincang di Grup WA “Kami Sumut Bersatu dan Bersaudara”. Tajam, hiperbolis dan emosional. Muncul Pertanyaan tentang negara yang terlalu lama tersesat di jalan negara, jalan miliknya sendiri. Sekaligus mohon izin, kami angkat topik seru ini ke media. Teorinya, agenda media bisa jadi sama dengan agenda negara. Kadang-kadang, kegelisahan […]

  • Satu Anak Wafat Ditabrak Truk

    Satu Anak Wafat Ditabrak Truk

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Seorang anak yang masih kelas V SD meninggal dunia digilas truk di Jalan Lintas Sumatera titik Desa Malintang Jae, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal, Senin (16/1/2016). Informasi yang dihimpun, peristiwa yang terjadi sekira pukul 12.00 Wib itu bermula ketika mobil truk cold diesel datang dari arah Padang Sidimpuan menuju Panyabungan menabrak […]

expand_less