Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

MMI Kembali Desak Hulman Sitorus Dilengserkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
  • print Cetak


PEMATANGSIANTAR :
Majelis Muslimin Indonesia (MMI) kembali mendesak Hulman Sitorus dilengserkan dari jabatannya sebagai Wali Kota Pematangsiantar periode 2010-2015, karena diduga memilik ijazah palsu.

Desakan ini disampaikan ratusan massa MMI saat melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Pematangsiantar Jalan H Adam Malik, Senin 14 Februari 2011. Kedatangan massa ini dengan membawa spanduk dan poster yang mendesak Hulman Sitorus mundur dari jabatannya.

Kordinator aksi MMI, Bona Tua Naipos-pos menuturkan, kedatangan pihaknya untuk menuntut janji dari Ketua DPRD Marulitua Hutapea saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, termasuk mendesak agar Hulman Sitorus dilengserkan, karena saat dilantik menggunakan stempel palsu Ketua DPRD.

Dalam pernyataan sikapnya, MMI juga mendesak DPRD agar membetuk tim Panitia Khusus (Pansus) mengenai ijazah Hulman Sitorus yang diduga palsu, masalah penggunaan stempel Ketua DPRD, serta hasil urine dan darah. MMI juga menyinggung keberadaan Eliakim Simanjuntak yang merupakan orang dekat Hulman Sitorus, dimana dinilai tidak jelas statusnya di rumah dinas wali kota.

Program Hulman Sitorus juga dinilai tidak jelas arahnya, termasuk janji pencairan voucer yang dibagikan tim sukses Hulman-Koni saat Pemillukada 20110. Hal lain disampaikan MMI menyangkut status SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 5 yang tidak jelas tempat dan keberadaannya.

Massa MMI juga mendesak agar Marulitua keluar untuk menemui mereka, karena secara bersamaan DPRD sedang melukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Perhitungan Anggaran Sementara (PPAS). Beberapa anggota dewan seperti Saud Simanjuntak, Aulul Imran, dan Chondri Horas Silitongan berusaha menemui massa. Namun, massa MMI menolaknya dan menginginkan bertemu langsung dengan Ketua DPRD. Tak berapa lama, Marulitua akhrinya keluar dan menemui massa.

Menurut Maruli terkait dugaan ijazah palsu maupun penggunaan stempel Ketua DPRD telah dilaporkannya beberapa waktu lalu pada aparat penegak hukum. Sedangkan menyangkut hasil urine dan darah Hulman Sitorus, politisi Partai Demokrat mengaku hanya mengetahuinya dari massa media.

“DPRD sangat sulit menindaklanjutinya, jika tidak ada data maupun bukti-bukti,” ujarnya.

Dalam aksi kali ini, sempat terjadi perdebatan antara Bona Tua Naipos-pos yang juga penasehat MMI dengan angggota DPRD, Aulul Imran menyangkut isu hasil urine dan darah Hulman Sitorus yang diduga merupakan milik Eliakim Simanjuntak. Aksi MMI berlanjut dengan mendatangi rumdis wali kota di Jalan MH Sitorus, dan tak berapa lama massa membubarkan diri. (js)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biang Kerok Kisruh Seleksi KPID Sumut Hadapi Gugatan Rp 1,3 M

    Biang Kerok Kisruh Seleksi KPID Sumut Hadapi Gugatan Rp 1,3 M

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Diduga menjadi biang kerok kisruh pelik Seleksi Pemilihan Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024, Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto hadapi gugatan senilai Rp 1,3 Milyar dan harus menjalani sidang perdana awal bulan Juni 2022. Tujuh orang Calon Anggota KPID Sumut periode 2021-2024, yakni Valdesz Junianto […]

  • Isu Sejumlah Pejabat Eselon II di Pemkab Madina Mengundurkan Diri Merebak

    Isu Sejumlah Pejabat Eselon II di Pemkab Madina Mengundurkan Diri Merebak

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online : Isu pengunduran diri sejumlah pejabat di Pemkab Madina meyebar luas di kalangan masyarakat dan ASN ( aparatur sipil negara ). Dari kabar yang beredar luas pejabat itu setingkat eselon II. Plt Sekda Madina Sahnan Pasaribu yang dikonfirmasi seputar kebenaran hal itu pun tidak menjawab. Sebelumnya diketahui Plt Kepala Dinas Pendidikan Madina Ridwan Daulay […]

  • Rayhan 2 Tahun Tak Berobat Karena Ketiadaan Biaya

    Rayhan 2 Tahun Tak Berobat Karena Ketiadaan Biaya

    • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam 2 (dua) tahun terakhir Muhammad Rayhan Lubis tak pernah lagi berobat akibat ketiadaan biaya orang tuanya. Kini, Rayhan hanya berharap kemurahan hati dermawan dan perhatian pemerintah. Rayhan (9 tahun), warga Desa Sigalapang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini terpaksa menunda keinginannya untuk bersekolah karena penyakit kulit yang dideritanya. Penyakit […]

  • Madina Terapkan WFH Setiap Hari Jumat

    Madina Terapkan WFH Setiap Hari Jumat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mulai menerapkan Work from Home (WFH) sejak pekan ini. WFH berlaku setiap hari Jumat setiap pekannya. Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Mandailing Natal Nomor 800/0704/SE/2026 tanggal 6 April 2026 ditandatangani Bupati Madina Saipullah Nasution. Dalam ​surat tersebut, bupati menekankan kebijakan ini akan […]

  • Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    Banjir Terus Melanda, 1 Anak Dilaporkan Hanyut

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Satu orang hanyut terbawa arus sungai, Rabu (26/11) di Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batanggadis, Mandailing Natal (Madina) dalam peristiwa banjir di desa itu. Demikian data yang diterima dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Madina, Kamis (27/11). Sejauh ini belum diketahui nama orang yang hanyut tersebut, tetapi […]

  • Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari ini membuat sejumlah nelayan di kabupaten itu takut melaut. Beberapa petani juga bingung untuk menaman padi karena hujan deras terus mengguyur. Warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Jasmudin Siregar, kepada MedanBisnis, Rabu (3/11), mengatakan, akibat masih tingginya curah hujan dan disertai […]

expand_less