Jumat, 1 Mei 2026
light_mode

Di Madina, Ada Guru Tiga Bulan Tidak Masuk Mengajar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Komisi A DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan oknum guru yang tidak masuk mengajar selama 3 bulan. Hal ini ditemukan Komisi A saat inspeksi mendadak (Sidak) ke SMU Negeri 1 Panyabungan, Kamis (10/03/2011).

Kehadiran Anggota dewan langsung diterima Kepala SMAN 1 Panyabungan Suaidah Lubis di ruang kerjanya. Sementara perwakilan Komisi A yang melakukan sidak ke sekolah-sekolah di Panyabungan Kota ini antara lain Dodi Maratua, Iskandar Hasibuan dan Rizky Daulay.

Sekolah yang pertama kali yang didatangi Komisi A adalah SMUN 1 Panyabungan. Komisi A DPRD Madina yang menanyakan kendala yang dihadapi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Menjawab pertanyaan Dewan, Kepala SMUN 1 Panyabungan mengatakan, saat ini mereka masih membutuhkan laptop untuk guru demi lebih memantapkan para guru dalam memberikan pelajaran kepada murid. Juga dibutuhkan alat peraga seni musik untuk para siswa.

Kepala SMUN 1 Panyabungan juga menyampaikan, oknum guru berinisial AN dalam beberapa bulan terakhir tidak masuk mengajar. Meski AN tidak masuk mengajar, hal itu tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut karena guru lain telah ditugaskan menggantikan tugas AN.

Saat anggota Komisi A DPRD Madina Iskandar Hasibuan menanyakan tentang standarisasi sekolah secara nasional, Kepala SMUN 1 Panyabungan menjawab, SMUN 1 Panyabungan telah dinyatakan resmi masuk ke dalam standarisasi karena syarat-syarat untuk masuk tidaknya suatu sekolah kedalam standarisasi nasional, SMU 1 Panyabungan telah memenuhinya. Contoh, SMUN 1 Panyabungan telah memiliki laboratorium, pramuka sebagai ekstrakurikuler sekolah dan lainnya.

Namun sewaktu Anggota Komisi A DPRD Madina Dodi Maratua, menanyakan tentang standarisasi internasional, Kepala SMUN 1 Panyabungan menjawab sekolah yang dipimpinnya belum mencapai hal tersebut karena syarat untuk menjadi sekolah berstandarisasi internasional.

Kendala yang dihadapi antara lain SMUN 1 Panyabungan masih kekurangan lokal. Sebab sekolah yang berstandarisasi internasional perlokalnya murid hanya boleh 32 orang. Sedangkan SMUN 1 Panyabungan saat ini mencapai 40 siswa perlokalnya. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manggore

    Manggore

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Manggore (mendulang emas) merupakan mata pencaharian tambahan bagi penduduk Mandailing. Di sela-sela kesibukan bertani sebagai mata pencaharian utama, beberapa orang turun ke sungai dengan alat-alat yang amat tradisional. Sungai Batang Gadis yang berhulu dari Gunung Kulabu dan melintasi hampir seluruh bagian Mandailing memang diyakini menyimpan banyak bijih emas. Bahkan beberapa abad yang lalu para pedagang […]

  • MUI perkirakan Idul Fitri serentak 8 Agustus

    MUI perkirakan Idul Fitri serentak 8 Agustus

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, memperkirakan perayaan Idul Fitri 1434 Hijriah akan berlangsung serentak pada Kamis, 8 Agustus mendatang. “Insya Allah Lebaran tahun ini bareng,” kata Ma’ruf saat konferensi pers di Jakarta, Senin. Dia mengatakan, perayaan Lebaran tahun ini kemungkinan berlangsung serentak pada 8 Agustus 2013 karena saat itu posisi […]

  • Alhamdulillah..Mualaf Ini Tempuh 7.000 km untuk Berhaji

    Alhamdulillah..Mualaf Ini Tempuh 7.000 km untuk Berhaji

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MAKKAH – Seorang Mualaf asal Prancis bersama istrinya menempuh perjalanan 7.000 km untuk melaksanakan ibadah haji. Keduanya mendapat undangan dari Raja Saudi. “Ketika saya mendengar adzan untuk kali pertama, saya terguncang. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana situasi itu. Tapi saya ikuti suara itu dalam hati saya hingga akhirnya menuju Islam,” ucap Alexander yang kemudian mengganti […]

  • Warga 6 Kecamatan Mengeluh, Pelayanan Publik Madina Tak maksimal

    Warga 6 Kecamatan Mengeluh, Pelayanan Publik Madina Tak maksimal

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Setidaknya banyak keluhan yang dilontarkan pemerintah dan warga dari enam kecamatan di wilayah Mandailing Julu kepada anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) asal daerah pemilihan (dapil) II yang memusatkan kegiatan resesnya di aula kantor Camat Puncak Sorik Marapi. Lima anggota dewan asal dapil II itu, M Jafar Rangkuti (Partai Golkar), Samsul Anwar Lubis […]

  • Bupati Madina Harus Tinggalkan Sikap Individual

    Bupati Madina Harus Tinggalkan Sikap Individual

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan hasan Nasution dihimbau merubah gaya kepemimpinan dari individual menjadi kolektifitas. Himbauan itu disuarakan tokoh Mandailing Natal (Madina), Irwan Hamdani Daulay,S.Pd menyikapi berbagai kondisi Madina saat ini, terutama berlanjutnya penanganan hukum kasus dugaan penipuan uang oleh bupati Madina Dahlan Hasan Nasutuion kepada keluarga H. Tajuddin Pardosi. “Sepertinya pak Dahlan […]

  • Realisasikan Pemekaran Pantai Barat!

    Realisasikan Pemekaran Pantai Barat!

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Sejumlah mahasiswa dan pemuda Kabupaten Mandailing Natal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdoa supaya pemekaran Kabupaten Pantai Barat dari Madina segera direalisasikan. “Disusul rapat pansus terkait pemekaran Kabupaten Baru Pantai Barat sudah digelar di DPRDSU, Senin (7/3),” kata Ketua Pergerakan Mahasiswa Peduli Madina, Aswan, bersama Direktur Eksekutif Madina Institute (MI), M Alhasan Nasution, Ketua […]

expand_less