Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Di Madina, Ada Guru Tiga Bulan Tidak Masuk Mengajar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Komisi A DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan oknum guru yang tidak masuk mengajar selama 3 bulan. Hal ini ditemukan Komisi A saat inspeksi mendadak (Sidak) ke SMU Negeri 1 Panyabungan, Kamis (10/03/2011).

Kehadiran Anggota dewan langsung diterima Kepala SMAN 1 Panyabungan Suaidah Lubis di ruang kerjanya. Sementara perwakilan Komisi A yang melakukan sidak ke sekolah-sekolah di Panyabungan Kota ini antara lain Dodi Maratua, Iskandar Hasibuan dan Rizky Daulay.

Sekolah yang pertama kali yang didatangi Komisi A adalah SMUN 1 Panyabungan. Komisi A DPRD Madina yang menanyakan kendala yang dihadapi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Menjawab pertanyaan Dewan, Kepala SMUN 1 Panyabungan mengatakan, saat ini mereka masih membutuhkan laptop untuk guru demi lebih memantapkan para guru dalam memberikan pelajaran kepada murid. Juga dibutuhkan alat peraga seni musik untuk para siswa.

Kepala SMUN 1 Panyabungan juga menyampaikan, oknum guru berinisial AN dalam beberapa bulan terakhir tidak masuk mengajar. Meski AN tidak masuk mengajar, hal itu tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut karena guru lain telah ditugaskan menggantikan tugas AN.

Saat anggota Komisi A DPRD Madina Iskandar Hasibuan menanyakan tentang standarisasi sekolah secara nasional, Kepala SMUN 1 Panyabungan menjawab, SMUN 1 Panyabungan telah dinyatakan resmi masuk ke dalam standarisasi karena syarat-syarat untuk masuk tidaknya suatu sekolah kedalam standarisasi nasional, SMU 1 Panyabungan telah memenuhinya. Contoh, SMUN 1 Panyabungan telah memiliki laboratorium, pramuka sebagai ekstrakurikuler sekolah dan lainnya.

Namun sewaktu Anggota Komisi A DPRD Madina Dodi Maratua, menanyakan tentang standarisasi internasional, Kepala SMUN 1 Panyabungan menjawab sekolah yang dipimpinnya belum mencapai hal tersebut karena syarat untuk menjadi sekolah berstandarisasi internasional.

Kendala yang dihadapi antara lain SMUN 1 Panyabungan masih kekurangan lokal. Sebab sekolah yang berstandarisasi internasional perlokalnya murid hanya boleh 32 orang. Sedangkan SMUN 1 Panyabungan saat ini mencapai 40 siswa perlokalnya. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Rp.381.165.000 Dana Untuk Pengadaan Obat Obatan Hewan Ternak di Dinas Pertanian Madina

    Ada Rp.381.165.000 Dana Untuk Pengadaan Obat Obatan Hewan Ternak di Dinas Pertanian Madina

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Dari data yang di dapat Mandailing Online tercatat kurung waktu Januari dan Pebruari 2024, anggaran untuk belanja obat obatan di Dinas Pertanian Pemkab Mandailing Natal ( Pemkab Madina) sudah mencapai Rp. 391.165.000 dengan rincian belanja obat obatan untuk bulan 125.550.000, kemudian bulan yang sama ada juga dialokasikan senilai Rp.137.210.000. Selain itu […]

  • Gerindra Madina Usung Harun Mustafa Nasution Jadi Bacalon Bupati

    Gerindra Madina Usung Harun Mustafa Nasution Jadi Bacalon Bupati

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

            MADINA – Mandailing Online : Ketua Partai Gerindra Mandailing Natal ( Madina) Erwin Efendi Lubis Selasa 6/8 sambangi markas Forum Wartawan Kota ( Firwakot) ditaman kota panyabungan. Beliau datang sendiri dengan niat silaturahmi dengan wartawan untuk bersilaturahmi. ” Pertemuan ini tidak ada desain ya, kalau teman teman tanya sikap Gerindra di […]

  • PENDIRI KOTA KUALA LUMPUR

    PENDIRI KOTA KUALA LUMPUR

    • calendar_month Rabu, 18 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        |Kontroversi tentang sejarah Kuala Lumpur sudah berlangsung lama | Abdur-Razaq Lubis melalui bukunya Sutan Puasa: Founder of Kuala Lumpur menyelesaikannya dengan data akurat | Pendiri Kuala Lumpur bukan Kapten Cina Ketiga Yap Ah Loy dan juga bukan Raja Abdullah keturunan bangsawan dari Bugis itu | Pendiri Kuala Lumpur adalah Sutan Puasa Lubis, seorang […]

  • Pemkab Madina Harus Pikirkan Nasib Ribuan Honorer

    Pemkab Madina Harus Pikirkan Nasib Ribuan Honorer

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan, DPRD  Mandailing Natal menyambut positif langkah yang dilakukan Pemkab Madina yang akan memanggil dan memperkerjakan kembali tenaga honorer yang beberapa waktu lalu sudah dirumahkan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Madina Dodi Martua di Panyabungan, Ahad (15/01/2012) setelah melakukan konsultasi ke Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Dalam Negeri terkait pemberhentian tenaga honorer. […]

  • Warga Paluta Keluhkan Sampah

    Warga Paluta Keluhkan Sampah

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paluta, (MO)- Sejumlah warga yang bermukim di Kelurahan Pasar Gunung Tua dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan. Soalnya, tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir karena belum diangkut instansi terkait. Warga khawatir tumpukan sampah di depan permukiman mereka itu akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Terlebih sejak […]

  • DPP IMMAN Dukung Beasiswa Versi Orang Tua Asuh dan APBD

    DPP IMMAN Dukung Beasiswa Versi Orang Tua Asuh dan APBD

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPP IMMAN mendukung sepenuhnya program Orantua Asuh bagi mahasiswa miskin yang berprestasi yang diharapkan memperkuat beasiswa dari APBD Mandailing Natal (Madina). Itu dikatakan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) Padangsidimpuan, Hapsin Nasution kepada Mandailing Oline via Whatsaap, Jum’at (1/11/2019) menanggapi Fraksi Golkar DPRD Madina yang mengagas program Oran Tua […]

expand_less