Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Di Madina, Ada Guru Tiga Bulan Tidak Masuk Mengajar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Komisi A DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan oknum guru yang tidak masuk mengajar selama 3 bulan. Hal ini ditemukan Komisi A saat inspeksi mendadak (Sidak) ke SMU Negeri 1 Panyabungan, Kamis (10/03/2011).

Kehadiran Anggota dewan langsung diterima Kepala SMAN 1 Panyabungan Suaidah Lubis di ruang kerjanya. Sementara perwakilan Komisi A yang melakukan sidak ke sekolah-sekolah di Panyabungan Kota ini antara lain Dodi Maratua, Iskandar Hasibuan dan Rizky Daulay.

Sekolah yang pertama kali yang didatangi Komisi A adalah SMUN 1 Panyabungan. Komisi A DPRD Madina yang menanyakan kendala yang dihadapi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Menjawab pertanyaan Dewan, Kepala SMUN 1 Panyabungan mengatakan, saat ini mereka masih membutuhkan laptop untuk guru demi lebih memantapkan para guru dalam memberikan pelajaran kepada murid. Juga dibutuhkan alat peraga seni musik untuk para siswa.

Kepala SMUN 1 Panyabungan juga menyampaikan, oknum guru berinisial AN dalam beberapa bulan terakhir tidak masuk mengajar. Meski AN tidak masuk mengajar, hal itu tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut karena guru lain telah ditugaskan menggantikan tugas AN.

Saat anggota Komisi A DPRD Madina Iskandar Hasibuan menanyakan tentang standarisasi sekolah secara nasional, Kepala SMUN 1 Panyabungan menjawab, SMUN 1 Panyabungan telah dinyatakan resmi masuk ke dalam standarisasi karena syarat-syarat untuk masuk tidaknya suatu sekolah kedalam standarisasi nasional, SMU 1 Panyabungan telah memenuhinya. Contoh, SMUN 1 Panyabungan telah memiliki laboratorium, pramuka sebagai ekstrakurikuler sekolah dan lainnya.

Namun sewaktu Anggota Komisi A DPRD Madina Dodi Maratua, menanyakan tentang standarisasi internasional, Kepala SMUN 1 Panyabungan menjawab sekolah yang dipimpinnya belum mencapai hal tersebut karena syarat untuk menjadi sekolah berstandarisasi internasional.

Kendala yang dihadapi antara lain SMUN 1 Panyabungan masih kekurangan lokal. Sebab sekolah yang berstandarisasi internasional perlokalnya murid hanya boleh 32 orang. Sedangkan SMUN 1 Panyabungan saat ini mencapai 40 siswa perlokalnya. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wilayah Mandailing Dari Pasaman Hingga Perbatasan Riau

    Wilayah Mandailing Dari Pasaman Hingga Perbatasan Riau

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Online) – Sejatinya wilayah Mandailing sangat luas, mulai dari garis Gunung Opir di Pasaman (Sumatera Barat) di arah tenggara, kemudian perbatasan Riau arah Timur, serta ujung Batang Toru (batas dengan Tapanuli Tengah). Hanya saja, oleh kepentingan administrasi pemerintahan, wilayah Mandailing itu lama-lama menjadi ciut. Itu diungkapkan Budayawan Mandailing, Pandapotan Nasution pada pembukaan acara […]

  • Istri Surung Merengek ke Jaksa

    Istri Surung Merengek ke Jaksa

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Surung Panjaitan, terdakwa penyuap Bupati Madina Hidayat Batubara empat tahun penjara dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (17/10). Usai sidang, istri Surung, Blondina Marpaung menangis dan meminta jaksa KPK meringankan tuntutan hukum bagi suaminya. Dengan yang wajah muram, dosen Fakultas Kedokteran USU ini meninggalkan […]

  • Mandailing Wilayah Rukun Antar Pemeluk Agama

    Mandailing Wilayah Rukun Antar Pemeluk Agama

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wilayah Mandailing sejak dulu merupakan kawasan yang harmonis serta memiliki tingkat kerukunan antar pemeluk agama yang baik. Umat muslim yang mayoritas di kawasan Mandailing (Pasaman, Madina, Tapsel, Sidimpuan, Palas, Paluta hingga Sidalu-dalu) selama ini hidup rukun dengan umat Nasrani. “Oleh karenanya, kita harus menjaga dan melestarikan kerukunan itu,” kata Toguan Nasution, […]

  • PP Gabema Madina Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PP Gabema Madina Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution mengatakan, sebetulnya banyak sekali dampak negatif dari kehadiran geothermal, diantaranya pengeboran sumur geothermal menghasilkan berbagai macam limbah. Hal itu disampaikan Agussalam di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (25/03/2011). Dijelaskannya, dalam eksplorasi geothermal jumlah limbah […]

  • Aswan Hasibuan: Saipullah Itu Multitalenta

    Aswan Hasibuan: Saipullah Itu Multitalenta

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lagi-lagi dukungan memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus bergulir. Kali ini dukungan datang dari M. Aswan Hasibuan, SH, kepala Bapeda Madina pada masa pemerintahan Bupati Amru Daulay. Pensiunan yang juga pernah menjabat kepala Bappeda Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ini menilai calon bupati […]

  • Keberagaman Bahasa Melayu di Balik Keseragaman Bahasa Indonesia

    Keberagaman Bahasa Melayu di Balik Keseragaman Bahasa Indonesia

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    James T. Collins adalah ahli linguistik kelahiran Chicago, Amerika Serikat. Dia dikenal sebagai seorang linguis yang memfokuskan diri pada bidang linguistik komparatif, leksikografi, dan sosiolinguistik. Secara lebih khusus, Collins adalah tokoh yang begitu intens meneliti dalam bidang kajian bahasa Melayu. Karenanya, dia adalah nama yang melekat pada kajian sejarah bahasa Melayu. Dalam mengurut tali bahasa […]

expand_less